Muallifin, Muhammad Fatkhan
STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KARAKTERMELALUI PEMBELAJARAN OLAHRAGA PADA MI UNGGULAN MUHAMMADIYAH LEMAHDADI BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA Muallifin, Muhammad Fatkhan
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.244 KB)

Abstract

Kurangnya pendidikan karakter, membuat siswa kurang bertanggungjawab.Siswa hanya ingin memperoleh nilai yang baik tanpa harus belajardengan jalan mencontek.Hal ini perlunya meningkatkan pendidikankaraktersiswa agar dapat memiliki perilaku yang baik tanpa harus melakukantindakan yang keluar dari nilai-nilai sosial.Bukan hanya dalam segi belajarnamun juga bertingkah laku di rumah maupun di madrasah.MIUMuhammadiyah merupakan madrasah yang memiliki outcome yang baik. Olehkarena itu, peneliti mengangkat permasalahan yaituBagaimana caraMIUMuhammadiyah Lemahdadi Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakartadalammeningkatkan karakter melalui pembelajaran olahraga pada siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenispenelitian yang bersifat lapangan (field research).Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumberdata yang dipilih yaitu Kepala Madrasah, Guru dan Siswa diperkuat dengandokumen yang relevan guna menghasilkan data yang lebih valid.Hasil analisis menunjukkan upaya dalam meningkatkan karakter siswaMIU Lemahdadidapat diwujudkan dalam beberapa bentuk metode yaitupemberian reward (hadiah), memberikan pujian, memberikan nilai tambah,sanksi atau hukuman, menciptakan persaingan sehat, menanamkan rasatanggung jawab akan suatu kewajiban sesuai dengan kebutuhan siswa.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PERILAKU BERAGAMA SISWA MI (STUDI LITERASI) Muallifin, Muhammad Fatkhan
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.886 KB)

Abstract

Muhammad Fatkhan Muallifin. Meningkatkan Motivasi Dan Perilaku Beragama Siswa MI (Studi Literasi).Kurangnya motivasi beragama, membuat siswa kurang bertanggung jawab. Siswa hanya ingin mendapatkan nilai yang baik tanpa harus belajar dengan jalan mencontek. Hal ini perlunya meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa agar dapat memiliki akhlaq yang baik tanpa harus melakukan perilaku yang keluar dari nilai-nilai agama. Bukan hanya dalam segi belajar namun juga beribadah di rumah maupun di madrasah. Oleh karena itu, peneliti mengangkat permasalahan yaitu: 1) Bagainama upaya MI untuk meningkatkan motivasi beragama pada siswa 2) Bagaimana cara MI dalam meningkatkan perilaku beragama pada siswa dan 3) Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi MI dalam meningkatkan motivasi dan perilaku beragama pada siswa.Penelitian ini menggunakan penelitian studi literatur dengan menelaah  teori terkait meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa MI.   Hasil   dari   berbagai   telaah literatur ini akan digunakan untuk mengidentifikas meningkatkan motivasi dan perilaku beragama siswa MI..Hasil analisis menunjukkan upaya dalam meningkatkan motivasi beragama siswa MI dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk metode yaitu pemberian reward (hadiah), memberikan pujian, memberikan nilai tambah, sanksi atau hukuman, menciptakan persaingan sehat, menanamkan rasa tanggung jawab akan suatu kewajiban serta pendidikan karakter. Cara dalam meningkatkan perilaku beragama pada dimensi praktik agama diwujudkan dalam usaha utama yaitu pertama memasukkan ke dalam intrakulikuler, yang kedua pada program pendukung. Program pendukung dapat diklasifikasikan mejadi harian dan tahunan. Untuk kegiatan harian meliputi zikir setelah shalat wajib, do’a, shalat Dhuha, shalat Zhuhur dan Ashar, kelas baris (murajaah), qiraati, serta menutup aurat. Sedangkan kegiatan tahunan meliputi pesantren ramadhan, qurban, dan puasa. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi upaya sekolah dalam meningkatkan perilaku beragama yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Untuk yang pertama faktor pendukung dapat diklasifikasikan menjadi dua faktor yaitu faktor sekolah dan faktor kerjasama dengan wali murid.  Untuk faktor sekolah meliputi peran serta warga sekolah, lingkungan madrasah, fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Untuk faktor kerjasama dengan wali murid meliputi pertemuan wali murid, Buku Pemantauan Ramadhan serta tujuan yang sama semua pihak sekolah dan wali murid. Faktor kedua yaitu faktor penghambat dari upaya sekolah dalam meningkatkan perilaku beragama yang berasal dari kurangnya perhatian keluarga dan pergaulan negatif di lingkungan masyarakat.
ISLAM DAN BUDAYA LOKAL (PLURALISME AGAMA DAN BUDAYA DI INDONESIA) Muallifin, Muhammad Fatkhan
Abdau: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.299 KB)

Abstract

Seorang pembimbing yang baik perlu mempunyai minat terhadap pekerjaan dengan orang Pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan masyarakatnya majemuk dan beraneka ragam, karena hal tersebut akan membuat masyarakat hidup terkotak-kotak dalam sentimen dan fanatisme yang kaku dan inklusif. Apalagi pluralisme dalam beragama yang selama ini telah menimbulkan sikap kecurigaan, saling tuduh, dan salah menyalahkan sehingga pecah menjadi konflik. Hal ini banyak disebabkan karena tidak adanya sikap saling kenal mengenal dan memahami arti perbedaan yang sesungguhnya. Metode yang digunakan adalah kajian literature yang membahas tentang Islam dan Budaya Lokal (Pluralisme Agama dan Budaya di Indonesia). Dimana Pluralisme harus dipahami sebagai ikatan sejati kebhinekaan dalam ikatan keadaban bangsa bahkan sebagai penyelamat umat manusia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini hubungan pluralisme agama dan budaya di Indonesia sangat ditekankan, terutama untuk mengatasi problematika dari dampak hubungan tersebut. Solusi dalam mengatasi masalah pluralisme agama dan budaya di Indonesia antara lain terdapat  dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13 dan Asy Syuura’ dan merealisasikan deklarasi piagam madinah seperti pada zaman Nabi Muhammad SAW dalam membina hubungan kemasyarkatan antar umat beragama, mengakui perbedaan dan identitas agama masing-masing.