Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Pendidikan Dalam Novel Si Putih Karya Tere Liye Dan Pemanfaataanya Sebagai Media Pembelajaran Di SMA Ika Nurhandayani; Dadang Danugiri; Dian Hartati
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022): JURNAL LITERASI APRIL 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v6i1.6850

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Si Putih karya Tere Liye, dan hasil dari penelitian ini akan dimaanfaatkan sebagai media pembelajaran di SMA
Kajian Sastra Bandingan Novel Travelers’ Tale Belok Kanan: Barcelona! Dengan Film Belok Kanan Barcelona Nia Amelia; Dian Hartati
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1 (2022): Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v14i1.11782

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menjelaskan perbedaan yang terdapat dalam novel Travelers’ Tale Belok Kanan: Barcelona! Karya Adhitya Mulya dkk dengan Film Belok Kanan Barcelona Karya Sutradara Guntur Soeharjanto yang meliputi aspek intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Travelers’s Tale Belok Kanan: Barcelona! Karya Adhitya Mulya dkk dan film Belok Kanan Barcelona Karya Sutradara Guntur Soeharjanto. Data penelitian berupa kata, penggalan kalimat, ungkapan, dialog antar tokoh, serta perilaku tokoh dalam film. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan struktur dalam novel dan film. Perbedaan struktur tersebut terlihat pada alur, penambahan dan pengurangan tokoh, serta pengurangan latar tempat pada film. Perbedaan dibuat agar cerita terlihat lebih menarik dan lebih dramatis lagi. Meskipun demikian karena cerita dalam film diambil dari novel. Maka, cerita tersebut memiliki kesamaan yang tidak dapat dipisahkan. Cerita dalam novel bisa disebut sebagai benang merah dari film, namun cerita novel lebih kompleks dibandingkan filmnya.  Peneliti menggunakan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis karakter dari tokoh, tepatnya penggambaran tokoh menggunakan metode telling (penggambaran langsung) dan showing (penggambaran tidak langsung) dan didapatkan hasil bahwa untuk karakter tokoh baik dalam novel maupun film memiliki kesamaan, perbedaannya hanya terdapat pada penggambaran tokoh dalam cerita.
Analisis Tindak Tutur Perlokusi di Toko Alat Rumah Tangga Pasar Cibarusah Kabupaten Bekas Nukky Hervianty; Dian Hartati; Roni Nugraha Syafroni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.305 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1876

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan tindak tutur perlokusi pedagang di toko Aneka Ilham Cibarusah dalam tindak tutur perlokusi yang dibagi menjadi dua jenis, diantaranya tindak tutur perlokusi verbal dan tindak tutur perlokusi verbal nonverbal. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan wujud tuturan, efek, dan fungsi tindak tutur perlokusi. Metode penelitian ini berpijak pada metode penelitian deskriptif, data yang diperoleh bukanlah berupa angka melainkan kata-kata dan kalimat.  Hasil penelitian bentuk tindak tutur perlokusi verbal  yang terdapat pada tuturan transaksi jual beli di Aneka Ilham. Informan Ida Deriyanti menuturkan lima tindak tutur perlokusi verbal. Informan Ujang Juhaedi menuturkan enam tindak tutur perlokusi verbal. Bentuk tindak tutur perlokusi verbal nonverbal yang terdapat pada tuturan transaksi jual beli di toko Aneka Ilham. Informan Ida Deriyanti menuturkan sepuluh tindak tutur perlokusi verbal nonverbal. Informan Ujang Juhaedi menuturkan enam tindak tutur perlokusi verbal nonverbal. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan pengetahuan atau referensi untuk orang lain.
Pembacaan Heuristik dan Hermeneutik Puisi Indonesia Modern Bertema Pewayangan Dian Hartati
Deiksis Vol 11, No 01 (2019): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.295 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v11i01.3317

Abstract

Perkembangan puisi modern Indonesia tidak terlepas dari kebudayaan yang telah mengakar. Salah satu sumber penciptaan puisi yang diusung penyair berasal dari kisah-kisah pewayangan. Pembacaan heuristik dan hermeneutik perlu dilakukan agar makna puisi dapat diterima pembaca dengan baik. Mengingat kisah-kisah pewayangan hanya diketahui kelompok masyarakat tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif. Analisis puisi menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik Michael Riffaterre. Data yang digunakan adalah puisi “Sita Sihir” karya Sapardi Djoko Damono, puisi “Hikayat Sri Rama” karya Goenawan Mohamad, dan puisi “Penyesalan Kunti” karya Djoko Saryono. Hasil pembacaan merujuk pada pemaknaan nilai-nilai yang humanis.     Kata Kunci: puisi, pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik
KEPRIBADIAN TOKOH CERPEN BURONAN KARYA AGUS NOOR DENGAN CERPEN POTONGAN TUBUH KARYA PYUN HYE-YOUNG: KAJIAN PSIKOANALISIS Wisanti Wisanti; Dian Hartati
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v6i1.322

Abstract

The research aims to compare the short story "Fugitive" by Agus Noor and the short story translation "Body Pieces" by Pyun Hye-young. The study reviewed aspects of literary psychology in two literary works. Studies examine the psychology of the main character using descriptive qualitative methods. The results of the study: id on both short stories is to bring body parts and get news of the discovery of body parts; ego in both short stories is the character takes decisions from the problems faced; Superego is the acceptance of figures on the things that have been determined from the resolution of the problem. The two figures from the short story studied have behavioral similarities that are about facing murder cases, which distinguishes only the social and cultural background between domestic and foreign socio-cultures, namely South Korea.
PERBANDINGAN KARAKTER TOKOH UTAMA SI KABAYAN JADI DUKUN KARYA MOH. AMBRI DENGAN SI KABAYAN KARYA UTUY TATANG SONTANI Siti Robi'ah Adawiyah; Dian Hartati
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.1.85-99

Abstract

Si Kabayan merupakan tokoh populer dalam cerita rakyat Sunda. Banyak sekali versi cerita mengenai Si Kabayan. Seperti novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani, kedua teks tersebut mengangkat kisah Si Kabayan yang berpura-pura menjadi dukun, namun memiliki karakter dan alur cerita yang berbeda. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakter tokoh utama dalam novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Menggunakan penelitian kualitatif metode deskriptif analisis, yaitu menemukan fakta-fakta yang terdapat dalam teks kemudian mendeskripsikan analisis tersebut menjadi sebuah artikel. Subjek penelitian adalah novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani sebagai sumber utama, dan buku-buku penelitian sastra sebagai sumber pendukung. Sedangkan objek penelitian adalah perbandingan karakter tokoh utama dalam novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah struktur intrinsik dan perbandingan karakter tokoh utama dari novel Si Kabayan Jadi Dukun karya Moh. Ambri dengan naskah drama Si Kabayan karya Utuy Tatang Sontani. Dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel karya Moh. Ambri dengan naskah drama karya Utuy memiliki persamaan dan perbedaan karakter meski sama-sama menggunakan tokoh Si Kabayan. Persamaan karakter tokoh Kabayan adalah pemalas, licik, suka berbohong, rakus, dan angkuh. Sedangkan perbedaan karakter terdapat pada tokoh Kabayan dalam novel, yaitu kasar dan lawak. Persamaan tokoh utama perempuan adalah penurut dan mudah tersulut emosi, sedangkan perbedaan terdapat pada tokoh Saikem dalam novel, yaitu licik. 
Nilai-Nilai Humanisme dalam Puisi Bertema Palestina Karya Helvy Tiana Rosa Karim, Ahmad Abdul; Hartati, Dian
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.43918

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai-nilai humanisme dalam buku Puisi-puisi yang Melepuh di Mataku karya Helvy Tiana Rosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Aart Van Zoest. Serta teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik baca catat. Peneliti membaca secara keseluruhan puisi. Lalu menandai beberapa frasa hingga kata yang mengandung nilai-nilai humanisme. Hasil penelitian yaitu ditemukan lima puisi yang mengandung nilai-nilai humanisme, di antaranya “Semoga Bersanding di Surga”, “Razan”, “Untuk Palestina dari Sudaramu Indonesia”, “Negeri yang Terbelah”, dan “Nyanyian Duka Turakhan Muslim”, pada kelima puisi tersebut ditemukan dominasi pola kalimat tidak lengkap, dominasi makna kalimat denotasi, dan temuan sebelas majas, diantaranya majas pararelisme, majas pleonasme, majas personifikasi, majas metafora, majas retorika, majas hiperbola, majas repitisi, majas simbolik, majas klimaks, majas sinisme, dan penggunaan majas sarkasme. Sedangkan isotopi yang digunakan pada lima puisi tersebut yaitu isotopi gerakan, isotopi manusia, dan isotopi persepsi pandang. Aku lirik dalam kelima puisi tersebut didominasi oleh sudut pandang perempuan. Selain itu, puisi-puisi tersebut merupakan sebuah refleksi nyata dalam merespons pembantaian manusia yang terjadi di Palestina.
TRANSFORMASI CERPEN MENCARI HERMAN KARYA DEWI LESTARI KE DALAM BENTUK AUDIO SANDIWARA SASTRA MENCARI HERMAN Hikmawati, Vivi; Sasmika, Mira; Hartati, Dian
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.5850

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan transformasi cerpen ke dalam podcast Mencari Herman berdasarkan kajian sastra bandingan, dan mendeskripsikan perbandingan unsur intrinsik dan ekstrinsik antara cerpen dan podcast Mencari Herman. Maka peneliti merumuskan dua rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana proses transformasi dari cerpen Mencari Herman ke dalam podcast Mencari Herman?, dan (2) Bagaimana perbandingan unsur intrinsik dan ekstrinsik antara cerpen dan podcast Mencari Herman? Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerpen  Mencari Herman karya Dewi Lestari dan podcast Mencari Herman yang disutradarai Gunawan Maryanto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen yang ditransformasikan ke dalam bentuk podcast mengakibatkan terjadinya pengurangan, penambahan, dan perubahan variasi. Untuk mengetahui proses transformasi tersebut, peneliti melakukan kajian melalui sastra bandingan. Cerpen lebih memanfaatkan bahasa dan kata-kata sedangkan podcast menggunakan media audio sehingga lebih memanfaatkan kejelasan suara. Dalam hal adaptasi cerpen Mencari Herman ke dalam podcast Mencari Herman, tidak banyak mengalami perubahan yang terjadi, hanya sedikit perubahan narasi pada cerpen menjadi dialog antar tokoh dalam podcast.
Analisis Kesalahan Bahasa Iklan di Kota Jakarta Utara dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar SMP Ulhaq, Dhiya; Supriadi, Oding; Hartati, Dian
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i3.38504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) kesalahan berbahasa dalam teks iklan yang terdapat di Kota Jakarta Utara, (2) terdapat urutan kata atau frasa pada setiap data teks iklan dan menyatakan maknanya, (3) terdapat urutan kalimat untuk mengetahui fungsi SPOK , (4) unsur fungsi dari bahasa yang ditemukan dari analisis kesalahan berbahasa. Objek penelitian adalah kesalahan berbahasa dengan menemukan frasa, klausa, dan fungsi bahasa pada teks iklan di Kota Jakarta Utara. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi dan simak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) analisis temuan kesalahan berbahasa teks iklan produk dan jasa di Kota Jakarta Utara  yang menghasilkan laras bahasa terdapat 10 data dokumentasi, dan 1 laras bahasa perniagaan, (2) frasa yang ditemukan terdapat 10 pada analisis kesalahan berbahasa, ditemukan terdapat 6 klausa dan 4 fungsi direktif, 8 fungsi informatif, 4 fungsi interaksional, 1 fungsi puitik.Kata Kunci: Analisis Kesalahan Bahasa; Bahan Ajar; Teks Iklan
Transformasi Novel Tujuh Misi Rahasia Sophie Karya Aditia Yudis dalam Film Tujuh Misi Rahasia Sophie Karya Sutradara Billy Christian Kajian Sastra Bandingan: Pendekatan Psikologi Sastra Hartati, Aulia Rachmawati Widi; Kurnia, Euis; Hartati, Dian
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i3.37399

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, perbedaan struktur pada alur, tokoh, dan latar novel dan film, proses transformasi cerita novel ke dalam film Tujuh Misi Rahasia Sophie, karakteristik psikologi tokoh yang ada dalam novel dan film Tujuh Misi Rahasia Sophie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan psikologi sastra. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan perubahan alur, latar, dan tokoh yang terjadi dalam novel dan film Tujuh Misi Rahasia Sophie. Data penelitian berupa kata, penggalan kalimat, uraian kalimat, dialog dalam novel dan film Tujuh Misi Rahasia Sophie. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perbedaan struktur dalam novel dan film Tujuh Misi Rahasia Sophie yaitu tema, alur dan latar. Alur novel dan film memiliki perbedaan di antaranya, tokoh novel dan film terdapat penambahan tokoh, latar waktu novel dan film memiliki persamaan, latar tempat novel terdapat lima belas tempat dan latar tempat film terdapat tiga belas latar tempat, latar suasana dalam novel dan film dominan senang dan sedih. Proses transformasi cerita novel dan film terjadi perubahan variasi yang terjadi di awal cerita, tengah dan akhir cerita. Karakteristik psikologi tokoh utama Sophie dalam novel dan film adalah memiliki kejiwaan sebal, marah, bahagia dan sedih.Kata Kunci: Karakter Tokoh; Sastra Bandingan; Tujuh Misi Rahasia Sophie.