Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL Peel-off EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) SEBAGAI PERAWATAN PADA KULIT WAJAH sembiring, bunga mari
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v3i2.676

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) leaves contain flavonoid compounds, saponins, alkoloid, and tannins. Based on the compounds owned kecombrang leaves can be used as a peel off gel mask. The purpose of this study was to make a peel off gel mask formulation of kecombrang (Etlingera elatior) leaf extract as a treatment for facial skin. The gel peel off mask formulation was made with 4 formulations, F0 = 0%, FI = 10%, FII = 15%, FIII = 20%. Extraction method is done using maceration method with 96% ethanol solvent. Evaluation of peel off gel mask preparations, including organoleptic tests (color, odor, shape), pH measurement of preparations, homogeneity test, dry time test, spreadability test. Peel off gel mask preparations that have effectiveness as treatments for facial skin are FIII formulations with a concentration of 15% that meet the evaluation test requirements, and positive control (Naturgo) which has had better effectiveness test results. The results of the evaluation test of peel off gel mask preparation, including organoleptic test (color, odor, shape), pH measurement of the preparation, homogeneity test, dry time test, dispersion test according to the gel preparation parameters.
Efektivitas Pasta Gigi Pemutih Ekstrak daun alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) Sari, Herviani; Sembiring, Bunga Mari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4559

Abstract

Pasta gigi merupakan salah satu bahan yang sudah lama digunakan untuk membersihkan gigi. Selain itu pasta gigi juga dapat menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memoles permukaan gigi, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gigi. Pasta gigi yang mengandung bahan yang aman dan nyaman serta memiliki efek samping yang sedikit biasanya disebut pasta gigi herbal. Pembuatan pasta gigi dapat diinovasikan dengan penambahan bahan alami yang bermanfaat, aman dan efektif untuk menjaga kesehatan gigi. Bahan alami lain yang dapat ditambahkan pada pasta gigi yaitu tanaman obat. Salah satunya daun alangalang (Imperata cylindrica L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Aktivitas Pasta Gigi Pemutih Ekstrak daun alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) Secara Invitro dan efektivitasnya. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris dan Observasional untuk menganalisis efektivitas. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi pada 10 orang responden. Formula sediaan pasta gigi arang aktif yang dibuat merupakan formula pasta gigi yang telah dimodifikasi berdasarkan formula dari Harmely et aldengan memanfaatkan alang-alang yang dikeringkan lalu dijadikan arang aktif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 25 tahun dan 25-40 tahun. Berjenis kelamin laki-laki dan menyikat gigi 2 kali sehari. Terjadi perunbahan kadar plak gigi setelah dilakukannya intervensi, sebelum intervensi terdapat 3 orang (30%) responden dengan kategori plak baik dan meningkat menjadi 6 orang (60%) responden setelah intervensi, sebelum intervensi sebanyak 4 orang (40%) responden memiliki kategori plak buruk menurun menjadi 1 orang (10%) dengan kategori plak buruk setelah intervensi
Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Sisik Naga Terhadap Penyembuhan Diare Pada Anak di Desa Penen, Kecamatan Biru-Biru Tahun 2019 Sembiring, Bunga Mari; Lubis, Fithri Handayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3331

Abstract

Latar Belakang: Walaupun persentase diare sebagai penyebab kematian pada anak di Indonesia cenderung menurun, namun angka kesakitan dan kematiannya masih tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan pada tahun 2025 masih terdapat lima juta kematian pada anak usia kurang dari 5 tahun, dimana 97% diantaranya terjadi di negara berkembang dengan penyakit infeksi sebagai penyebab utamanya, salah satunya diare. Pemanfaatan jamu berbasis kearifan lokal merupakan salah satu alternatif pengobatan diare yang diharapkan dapat menjadi terapi rasional yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga. Sisik naga atau yang sering disebut ribuan di wilayah sumatera bisa dijadikan alternatif pengobatan herbal diare. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun sisik naga terhadap penyembuhan diare pada anak di Desa Penen Kecamatan Biru-Biru. Metode: Eksperimen semu dengan pendekatan sampel satu kelompok pada 95 anak usia 12 sampai 24 bulan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 95 anak yang mengalami diare, 41 anak masih mengalami diare setelah diberikan ekstrak daun sisik naga dan sisanya 54 orang tidak lagi mengalami diare setelah diberikan ekstrak daun sisik naga. . Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Mc Nemar diketahui nilai sig. 000. Kesimpulan: Ada perbedaan kejadian diare pada anak yang menjadi responden sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun sisik naga.
Perbedaan Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea (Studi Kasus Anak Usia Toodler 1-3 Tahun) di Kecamatan Biru-Biru Tahun 2019 Lubis, Fithri Handayani; Sembiring, Bunga Mari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v3i2.3332

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah proses persalinan. Proses persalinan dibedakan menjadi 2 yaitu proses persalinan spontan dan sectio caesarea. Perkembangan awal maturasi otak pada bayi dipengaruhi oleh mekanisme reflek diantaranya reflek primitif dalam kandungan, reflek lahir, reflek primitif setelah lahir dan reflek natural. Proses persalinan spontan menyebabkan bayi secara aktif mengalami reflek lahir, sedangkan bayi yang dilahirkan secara sectio caesarea tidak mengalami reflek lahir. Tujuan: Menganalisis perbedaan pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak lahir normal dan sectio caesarea. Metode: Quasi Experiment dengan desain kasus kontrol terhadap 45 anak usia toodler, pada kelompok kasus dan 45 anak usia toodler. Hasil: Berdasarkan hasil analisis dengan uji Mann-Whitney  diketahui bahwa hasil nilai Z hitung variabel Perkembangan -1,627 dengan nilai sig. 0,104 dan pada variabel Pertumbuhan menunjukkan nilai Z hitung -2,852 dengan nilai sig. 0,003. Simpulan: Tidak ada perbedaan Perkembangan Motorik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea dan ada perbedaan pertumbuhan Fisik Anak Lahir Normal dan Sectiocaesarea
Efektivitas Pemberian Teh Kulit Nenas Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Sembiring, Bunga Mari; Sari, Herviani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4555

Abstract

Angka kejadian hipertensi mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit membahayakan yang ada di dunia. Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi. Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi referensi untuk pemanfaatan limbah rumah tangga yaitu kulit nenas, yang ternyata dapat dijadikan alternatif terapi non farmakologis untuk penderita Hipertensi.Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah studi Observasional dengan desain crossectional terhadap 90 Lansia dengan riwayat Hipertensi yang bertujuan untuk menganalisis Evektivitas pemberian teh kulit nenas terhadap tekanan darah Lansia penderita Hipertensi. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Negatif ranks menunjukkan nilai sampel sebelum lebih tinggi dari nilai sesudah. Hasil pada Negatif ranks pada uji Wilcoxon Diastole bernilai 90, artinya ada 90 orang lansia yang mengalami penurunan tekanan darah Diastole setelah intervensi yaitu pemberian teh kulit nenas. Positive ranks menunjukkan nilai sampel sesudah lebih tinggi dari nilai sebelum. Hasil pada nilai positif ranks pada tekanan darah Diastole yaitu 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada responden yang mengalami kenaikan tekanan darah Diastole setelah diberi intervensi. Ties artinya sampel dengan nilai kelompok kedua (setelah pemberian teh nenas) sama dengan nilai kelompok pertama (sebelum pemberian teh nenas). Pada nilai ties pada tekanan darah Diastole bernilai 0, artinya semua lansia mengalami perubahan tekanan darah Diastole setelah pemberian teh kulit nenas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai sig. Tekanan darah Diastole yaitu 0,00 0,05, sehingga dapat diasumsikan bahwa ada pengaruh pemberian teh kulit nenas terhadap tekanan darah diastole Lansia penderita Hipertensi