Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Eksperimen Rekayasa Ecu Pada Sepeda Motor untuk Pemakaian Bahan Bakar Etanol 95 Persen arifin, agus choirul; yuwono, indarto
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 3, No 2 (2018): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.013 KB)

Abstract

Etanol merupakan  bahan bakar yang dihasilkan oleh biomassa dengan karakteritik bilangan oktan yang tinggi, antiknock yang baik dan potensial penipisan lapisan yang lebih sedikit dibandingkan dengan gasoline. Eksperimen dilakukan untuk penggunaan bahan bakar pertalite dan E95 pada mesin kendaraan dan untuk  mengetahui performa mesin(daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar) pada mesin sepeda motor yang telah diubah/dimodifikasi. Pengujian dilakukan pada mesin motor bakar satu silinder 4 langkah 113 cc dengan pengkondisian RPM antara 2000 hingga 7000. Parameter pengujian ditentukan yakni kondisi mesin langsam, akselerasi halus dan mencapai rpm maksimal. Hasil data pengujian diperoleh daya puncak Pertalite terhadap etanol mengalami penurunan sebesar 14,1%, Torsi puncak standar kendaraan untuk pertalite terhadap etanol  mengalami penurunan 5,8% dan Konsumsi bahan bakar untuk standar etanol mengalami kenaikan sebesar 15,38% pada rpm 3000 terhadap pertalite.
Penggunaan Modul Thermoelectric (Elemen Peltier) Pada Sistem Pendingin Bahan Bakar Bensin Majedi, Farid; Yuwono, Indarto; Nugroho, Windi
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 3, No 1 (2018): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v3i1.206

Abstract

Abstrak— Efisiensi volumetrik motor 4 langkah pada dasarnya tidak mencapai 100% tetapi hanya berkisar antara 65-85%. Hal ini di pengaruhi oleh Tipe bahan bakar, air/fuel ratio, Temperatur campuran udara-bahan bakar, Compression ratio, Putaran mesin, Desain intake dan exhaust manifold, Geometri dan ukuran katup termasuk valve lift and timing. Salah satunya adalah dengan mendinginkan suhu bahan bakar bensin agar menjadi lebih dingin. Dengan permasalahan ini penulis mencoba riset tentang Penggunaan Modul Thermoelectric (Elemen Peltier) Pada Sistem Pendingin Bahan Bakar Bensin. Dalam penelitian ini akan menguji penurunan temperatur pada ruang pelampung karburator dan intake manifold, dan juga akan menguji pengaruh pemakaian modul termoelectric terhadap daya dan torsi. Dari hasil pengujian didapatkan terjadi penurunan temperatur pada campuran bahan bakar dan udara (intake manifold) sebesar 4 -8,9%. Sedang temperatur bensin di pelampung karburator juga mengalami penurunan sebesar 6,9 -15,1%. Dalam penggunaan modul termoelektrik ini juga menguji perfoma mesin. Dari hasil pengujian didapat hasil nilai daya mesin dengan modul termoelektik naik antara 0 – 8,8 % dibanding dengan daya mesin tanpa modul termoelektrik. Torsi mesin dengan modul termoelektrik naik 0 – 8,8 % dibanding dengan torsi mesin tanpa modul termoelektrik.
Optimalisasi Gaya pada Coil dengan Modifikasi Dimensi menggunakan Metoda Algoritma Genetika Winarno, Basuki; Yuwono, Indarto
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 2, No 1 (2017): Journal of Electrical, Electronic, Control, and Automotive Engineering (JEECAE)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.852 KB)

Abstract

Coilgun merupakan sistem pelontar elektromagnetik yang terdiri atas rangkaian coil (solenoid) dengan proyektil yang ditempatkan di dalamnya dan melontarkannya dengan mengkonversi energi listrik menjadi energi mekanik. Pemanfaatan coilgun sebagai senjata sampai sekarang belum termanfaatkan karena masih kalah efektif dengan senjata konvensional yang menggunakan tenaga kimia. Kelemahan coilgun terletak pada fisiknya yang besar dan tenaga lontar yang lemah. Sistem coilgun akan termanfaatkan apabila telah menghasilkan tenaga lontar yang sangat besar dengan bentuk fisik yang tidak terlalu besar.Penelitian ini bertujuan mengoptimalisasi gaya elektomagnetik pada coil dengan memodifikasi dimensi coil menggunakan metoda Algoritma Genetika sehingga didapatkan perpaduan yang tepat mengenai jumlah layer dan jumlah lilitan perlayer.Penelitian ini diharapkan menghasilkan dimensi coil yang jika diinjeksikan arus akan menghasilkan gaya elektromagnetik maksimal sehingga memiliki tenaga lontar yang besar dan dapat termanfaatkan sebagai senjata yang murah dan efektif
Pemodelan Rangka Pada Kendaraan Prototype City Car Velotaxi Fakhrudi, yoga ahdiat; Yuwono, Indarto; Aprialdi, Arya
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 2, No 2 (2017): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.876 KB)

Abstract

Abstrak— Rangka merupakan bagian utama pada kendaraan yang berfungsi untuk menopang seluruh beban kendaraan serta melindungi pengemudi dari benturan. Pembuatan rangka kendaraan harus melalui perancangan serta perhitungan yang terperinci. Proses perancangan rangka kendaraan dilakukan menggunakan aplikasi Solidworks 2014. Pada aplikasi Solidworks 2014 dapat dilakukan simulasi untuk mengetahui bagian kendaraan yang mengalami stress dan displacement terbesar.Beban yang diterima oleh roda depan dan belakang pada kendaraan akan berbeda sesuai dengan desain dari rangka kendaraan tersebut. Velotaxi merupakan prototype city car dengan target perbandingan pendistribusian bobot yang diterima oleh roda depan : roda belakang sebesar 60% : 40%. Velotaxi didesain memiliki sebuah rollbar sebagai perlindungan untuk pengemudi dari benturan atas. Proses rancang bangun prototype Velotaxi melalui dua pengujian, yaitu pengujian pembebanan rollbar dan juga penimbangan distribusi bobot. Pengujian rollbar dilakukan dengan cara memberikan beban dari arah normal pada rollbar dengan beban minimum berat total kendaraan atau tanpa pengemudi. Pengujian distribusi bobot dilakukan dengan cara menimbang setiap bagian roda kendaraan ketika rangka diberi beban pengemudi dan penumpang.Distribusi bobot prototype Velotaxi dihitung menggunakan perhitungan batang statis dengan hasil hitungan 49,53% : 50,47%. Hasil pengujian menunjukkan hasil pendistribusian bobot 128 kg : 124 kg atau 50,8 % : 49,2%.  Hasil perhitungan tidak terpaut jauh dari hasil pengujian. Perhitungan angka keamanan menunjukkan hasil akhir 16,44 yang berarti bahwa rangka prototype Velotaxi aman untuk digunakan. 
DISEMINASI TEKNOLOGI ROCKET STOVE DAN HYDRAULIC PRESS PADA HOME INDUSTRY BREM DI DESA KALIABU KABUPATEN MADIUN Puspitasari, Indah; Romadoni, Nanang; Yuwono, Indarto
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.154 KB) | DOI: 10.32486/jd.v2i2.282

Abstract

Brem merupakan makanan khas dari Kabupaten Madiun. Bahan baku untuk membuatnya adalah beras ketan. Proses pembuatannya meliputi fermentasi, pengepresan, perekatan, dan pengeringan. Dengan adanya brem sebagai makanan khas mampu meingkatkan perekonomian dari masyarakat Kabupaten Madiun. Suling Mandiri dan Berkah merupakan salah satu kelompok usaha produsen brem. Dari analisis proses produksi menunjukkan bahwa proses perekatan membutuhkan kayu bakar relatif banyak. Ini dikarenakan tungku yang digunakan adalah tungku konvensional dari batu bata. Sedangkan pada proses pengepresan belum efektif dan efisien dikarenakan alat press adalah kayu. Oleh karena itu, perlu upgrade technology pada proses perekatan dan pengepresan untuk efektifitas dan efisiensi proses produksi. Tujuan dari diseminasi teknologi pada masyarakat adalah untuk upgrade technology tungku konvensional menjadi rocket stoove dan alat press kayu menjadi hydraulic press. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan rocket stoove mampu menghemat penggunaan kayu bakar dibandingkan dengan tungku konvensional. Sedangkan pada proses pengepresan, penggunaan hydraulic press mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerja dalam proses pengepresan ampas ketan hasil fermentasi. Selain itu, sari pati ampas ketan hasil pengepresan hydraulic press lebih banyak dibandingkan dengan alat press kayu. Ini dikarenakan tenaga press dari hydraulic press lebih besar dibandingkan alat press kayu.