Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SISTEM MONITORING BEBAN LISTRIK BERBASIS ARDUINO NODEMCU ESP8266 Anggher Dea Pangestu; Feby Ardianto; Bengawan Alfaresi
Jurnal Ampere Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.738 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2745

Abstract

Penggunaan daya listrik di rumah tangga selama ini hanya dapat dilihat melalui alat ukur kWh meter yang didistribusikan oleh PLN. Penggunaan alat tersebut tidak memberikan informasi tentang berapa besar daya listrik yang digunakan secara real-time. kWh meter hanya menunjukkan jumlah daya kumulatif yang terpakai. Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat memperlihatkan penggunaan daya listrik secara real-time, sehingga memudahkan penggunauntuk memantau konsumsi energi listrik. Tujuan penelitian adalah memonitoring beban listrik rumah tangga menggunakan arduino NodeMCU ESP8266 secara real-time. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu : 1). Pemilihan peralatan software dan hardware, 2). Perancangan sistem, 3). Pembuatan program, dan 4). Pengujian alat. Hasil dari pengujian alat menggunakan beban induktif berupa lampu LED 15 Watt sebanyak 2 buah dan beban resistif berupa setrika listrik yang diset pada titik panas maksimum, alat bekerja dengan baik dan mampu membaca besaran arus dan daya yang digunakan pada saat pengkondisian ON terhadap beban induktif dan beban resistif, tingkat akurasi alat dalam membaca berkisar 96% sampai dengan 98%. 
RANCANG BANGUN SISTEM SMARTHOME BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN NODE MCU DAN GOOGLE ASSISTANT DI SMARTPHONE ANDROID muhamad suryanto; Feby Ardianto; Bengawan Alfaresi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 23, No 1 (2021): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v23i1.9139

Abstract

The amusement rides, has a height limit for riding a rides. The regulation was made for security and safety when riding a rides. In dangerous amusement rides, height regulation is made with a minimum height with a high enough number, the height limit can be above 130 cm. The limit makes many visitors can’t ride rides because they have less height. But even though the regulation has been made, there are still many visitors who still want to ride the amusement rides even though its height is insufficient. Therefore, it would be more effective if an automatic door was made that could detect the height of the visitor's and the door would open if the visitor's had a sufficient height. This door is placed in the position before the queue, so in addition to the automatic door, there is also a system of counting the number of visitors who are in the queue. The number of queues will be displayed on the seven segment screen and if the queue is full it will be informed on the LCD. The height limit on this door is made with a minimum height of 130 cm so that the door is open. This door height and automatic queuing system uses the Arduino Mega microcontroller and the FC-51 infrared obstacle sensor to detect visitors. Besides this door is equipped with LEDs and loudspeakers as a provider of information about the visitors of the amusement rides is allowed to enter or not due to the height of the visitor's ABSTRAK:Sebuah wahana bermain, memiliki peraturan batas tinggi badan untuk menaiki wahana. Peraturan tersebut dibuat demi keamanan dan keselamatan saat menaiki suatu wahana. Dalam wahana yang berbahaya, peraturan batas tinggi badan dibuat dengan tinggi minimal dengan angka yang cukup tinggi, batas tinggi bisa berupa diatas 130 cm. Batas tersebut membuat banyak pengunjung wahana tidak bisa menaiki wahana karena memiliki tinggi yang kurang. Walaupun peraturan tersebut sudah dibuat, masih banyak pengunjung wahana yang tetap ingin menaiki wahana walaupun tinggi nya kurang mencukupi. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika dibuat sebuat pintu otomatis yang dapat mendeteksi tinggi badan pengunjung wahana dan pintu akan terbuka jika pengunjung wahana memiliki tinggi yang cukup. Pintu ini diletakan pada posisi sebelum antrian, maka selain pintu otomatis, juga ada sistem penghitung jumlah pengunjung yang berada didalam antrian. Jumlah antrian akan ditampilkan di layar seven segment dan jika antrian penuh akan diinformasikan pada LCD. Batas tinggi badan pada pintu ini dibuat dengan tinggi minimal 130 cm agar pintu terbuka. Sistem pintu pengukur tinggi dan antrian otomatis ini menggunakan mikrokontoler Arduino Mega serta sensor infrared obstacle FC-51 untuk mendeteksi adanya pengunjung. Selain itu pintu ini dilengkapi dengan LED dan loudspeaker sebagai pemberi informasi tentang pengunjung wahana diperbolehkan untuk masuk atau tidak dikarenakan tinggi badan pengunjung wahana
JARINGAN HOTSPOT BERBASIS MIKROTIK MENGUNAKAN METODE OTENTIKASI PENGGUNA (USER) Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan; Yuansyah, Rendy Alba
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 2 No. 2 2018
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v2i2.1032

Abstract

Penggunaan teknologi internet telah menjadi hal penting dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk meng implementasikan jaringan hotspot ini menggunakan Mikrotik Router Board sebagai server utama jaringan hotspot. Keamanan jaringan ini menggunakan metode otentikasi guna mengontrol dan membatasi setiap user yang akan menggunakan jaringan hotspot. Manajemen bandwidth pada setiap user juga diperlukan dengan tujuan agar penggunaan jaringan internet dapat berjalan dengan lancar dan stabil sesuai dengan kebutuhan penggunaanya. Metode penelitian yang digunakan yaitu diagram fishbone yang meliputi empat tahapan 1). Identifikasi. 2). Pengadaan perangkat software & hardware. 3). Perancangan / desain jaringan 4). Konfigurasi jaringan hotspot berbasis mikrotik RB750 ini menggunakan topologi star, dimana pada port 1 menggunakan (IP:192.168.1.1), port 2 (IP:192.168.120.1), port 3 (IP:192.168.130.1), port 4 (IP:192.168.140.1) port 5 (IP:192.168.150.1). konfigurasi user hotspot meliputi 4 clien yaitu: 1). Dosen, 2). Karyawan,  3). Mahasiswa,  4). Tamu. konfigurasi bandwidth user : 1). Dosen rx/tx 3Mbps/3Mbps. 2). Karyawan rx/tx 2Mbps/2Mbps. 3). Mahasiswa rx/tx 1Mbps/1Mbps. 4) Tamu rx/tx 512Kbps/512Kbps.
PENGGUNAAN MIKROTIK ROUTER SEBAGAI JARINGAN SERVER Ardianto, Feby; Eliza, Eliza
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 1 No. 1 2016
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v1i1.444

Abstract

Teknologi yang menfaatkan komputer yang perkembanganya semakin hari semakin maju. Komunikasi, jaringan komputer mendorong terbentuknya sebuah jaringan yang berkembang menjadi jaringan yang sangat kompleks dan sangat luas dan tersebar diseluruh lapisan dunia., dikenal dengan interconnected network atau lebih akrab disebut dengan internet. untuk membagi-bagi koneksi ke beberapa komputer pengguna user diperlukan server untuk mengatur dan memanajemen jaringan, Mikrotik server memiliki fitur yang sangat lengkap diantaranya : Firewall dan Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Manajemen Bandwidth, dan keamanan. Menggunakan Mikrotik RouterOS pada server dengan tools GUI (ghrafis user interface ) winbox yang terinstal pada client dapat memperudah administrator dalampengaturan/remote sistem jaringan yang berjalan.
PERANCANGAN SISTEM MONITORING KEAMANAN JARINGAN JARAK JAUH MENGGUNAKAN MIKROTIK OPERATIONAL SYSTEM MELALUI VIRTUAL PRIVATE NETWORK Ardianto, Feby; Akbar, Tri
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 2 No. 1 2017
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v2i1.777

Abstract

Mikrotik Routerboard merupakan suatu sistem operasi jaringan yang difungsikan sebagai router untuk membuat jaringan semakin handal.Penggunaan jaringan internet sangat berkembang pesat, sehingga pemanfaatan dalam penggunaan jaringan internet sangat mudah untuk disalah gunakan. Mikrotik sebagai router jaringan menjadi solusi untuk mengontrol penggunaan jaringan yang sesuai aturan dan tidak disalah gunakan. Seiring dengan semakin tingginya kebutuhan dan semakin banyaknya penggunaan jaringan yang menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baik dari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri. Kegiatan monitoring jaringan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengelola suatu sistem jaringan dilokasi atau area tertentu. Sistim monitoring ini dipergunakan untuk mempermudah tim teknik dalam melakukan pemantauan secara rutin kondisi jaringan di lapangan.
RANCANG BANGUN LOAD BALANCING DUA INTERNET SERVICE PROVIDER (ISP) BERBASIS MIKROTIK Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan; Darmadi, Agus
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 3 No. 1 2018
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v3i1.1232

Abstract

Load balancing merupakan teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Pemilihan Per Connection Clasifier (PCC) load balancing dikarenakan  metode tersebut  dapat  meningkatkan kecepatan koneksi dan membagi kedua gateway agar tidak terjadi overload. Tujuan Penelitian untuk mengimplementasikan  fitur  load balancing  pada mikrotik  agar dapat  lebih  efektif dalam meratakan  beban  traffic  pada kedua jalur koneksi internet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan empat tahapan 1). indentifikasi, 2). pengadaan perangkat hardware dan software,3). Perancangan atau desain jaringan, 4).pengujian jaringan. Pengujian kualitas koneksi  dari  masing-masing Internet Service Provider (ISP) dibagi menjadi tiga;  Hasil pertama  pada saat koneksi ISP 1 enable  dan koneksi ISP 2 disable  didapat  ping 64 ms, download 0,87 Mbps dan uploud 0,93 Mbps. Hasil kedua koneksi ISP 2  enable  dan koneksi ISP 1 disable  didapat ping 102 ms, download 0,50 Mbps dan uploud 0,03 Mbps. dan  untuk  hasil  ketiga koneksi ISP 1 dan koneksi ISP 2 di enable didapat ping 431 ms, download 0,73 Mbps dan uploud 0,15 Mbps
PELUANG PENGHEMATAN ENERGI PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Ardianto, Feby; Hurairah, Muhammad; Azis, Ichwanudin
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 1 No. 2 2017
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v1i2.602

Abstract

Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan salah satu sarana proses belajar mengajar yang terbagi menjadi dua gedung, yaitu gedung A dan gedung B. Menyediakan tenaga listrik di Gedung Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah harus memenuhi persyaratan teknis dan ekonomis baik daya listrik yang disediakan maupun energi listrik yang digunakan untuk mengoperasikan semua peralatan yang ada agar dapat berlangsung secara terus-menerus.Intensitas Konsumsi Energi (IKE) merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui tingkat pemakaian energi pada suatu bangunan. Energi yang dimaksudkan disini adalah energi listrik. Nilai intensitas konsumsi energi penting untuk dijadikan tolak ukur menghitung potensi penghematan energi yang diterapkan di setiap ruangan atau seluruh area bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui daya listrik terpasang dan pakai, untuk mengetahui beban puncak dan rendah serta untuk mengetahui peluang penghematan energi pada Gedung Fakultas Teknik. Setelah dilakukan perhitungan beban terpasang dan beban terpakai didapat hasil evaluasi beban terpasang sebesar 113.266 Watt. Berdasarkan hasil perhitungan, penggunaan beban terpakai selama 9 jam kerja adalah sebesar 349.603 Watt. Untuk beban puncak pada gedung A terjadi pada jam 14.00 yaitu sebesar 8.602 Watt sedangkan gedung B terjadi pada jam 12.00 yaitu sebesar 38.522 Watt, dan beban rendah pada gedung A terjadi pada jam 16.00 yaitu sebesar 2.618 Watt sedangkan pada gedung B terjadi pada jam 16.00 yaitu sebesar 21.318 Watt. Berdasarkan hasil perhitungan peluang penghematan pada Gedung Fakultas Teknik adalah sebesar Rp 4.756.612,7 /bulan. 
ANALISIS KARAKTERISTIK TURBIN CROSSFLOW KAPASITAS 5 kW Saleh, Zulkiffli; Apriani, Yosi; Ardianto, Feby; Purwanto, Ricky
JURNAL SURYA ENERGY Vol. 3 No. 2 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v3i2.1484

Abstract

Turbin crossflow dikelompokkan dalam  jenis turbin skala mikro dengan rentang tinggi jatuh efektif aliran dibawah 30 m, dengan sudut peletakan turbin maksimal 30o. Kajian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik turbin crossflow kapasitas 5 kW. Metode penelitian kasus berdasarkan pengumpulan data pada objek kajian. Kesimpulan yang disarikan dari kajian penelitian tersebut berupa kecenderungan kenaikan putaran poros turbin berbanding dengan penambahan kecepatan alir fluida. Fenomena ini cukup signifikan dengan karakteristik kurva turbin crossflow. Indikasi perubahan daya terbangkitkan yang diakibatkan oleh perubahan putaran pada poros turbin yang beragam disebabkan oleh heterogenitas aliran pada saluran pembawa. Karakteristik mekanis menghasilkan putaran sebesar 256,30 rpm dan daya yang terbangkitkan pada turbin sebesar 4,88 kW.
METODE ROLL-UP FORCE DOWN UNTUK ANALISIS PERAMALAN BEBAN KONSUMEN PADA TRANSFORMATOR GARDU INDUK Lazidi, M. Hekin; Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan
JURNAL AMPERE Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.485 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2746

Abstract

Kegiatan manusia dalam menggunakan listrik dari waktu ke waktu akan mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk, pertumbuhan perumahan dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah diyakini sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya konsumsi energi listrik. Salah satu komponen penyalur tersebut adalah gardu induk. PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasok tegangan listrik perlu mengevalusi transformator yang ada pada gardu induk untuk melayani kebutuhan beban listrik konsumen. Tujuan penelitian mengevaluasi transformator pada gardu induk dengan memprediksi beban konsumen, dan berapa besar total bisnis (target) manajemen yang dapat ditanggung transformator dengan kapasitas terpasang sehingga diharapkan tidak terjadi pemadaman energi listrik dikarenakan kapasitas transformator gardu induk tidak mampu menanggung besarnya permintaan konsumen. Metode tahapan 1.) Analisa data awal 2.) trend moment 3.) Roll-up 4.) Force-down 5.) Analisa hasil. Hasil perhitungan menunjukan pada bulan-ke 12, nilai roll-up forecast sebesar Rp 780.787.158.836 disisi lain total bisnis manajemen ditetapkan  sebesar Rp1.000.000.000.000. Untuk total bisnis manajamen  yang telah ditetapkan diperkirakan pada bulan ke-40 target tersebut tercapai dengan hasil roll up sebesar Rp 1.006.802.944.527
SISTEM MONITORING BEBAN LISTRIK BERBASIS ARDUINO NODEMCU ESP8266 Pangestu, Anggher Dea; Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan
JURNAL AMPERE Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.738 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2745

Abstract

Penggunaan daya listrik di rumah tangga selama ini hanya dapat dilihat melalui alat ukur kWh meter yang didistribusikan oleh PLN. Penggunaan alat tersebut tidak memberikan informasi tentang berapa besar daya listrik yang digunakan secara real-time. kWh meter hanya menunjukkan jumlah daya kumulatif yang terpakai. Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat memperlihatkan penggunaan daya listrik secara real-time, sehingga memudahkan penggunauntuk memantau konsumsi energi listrik. Tujuan penelitian adalah memonitoring beban listrik rumah tangga menggunakan arduino NodeMCU ESP8266 secara real-time. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu : 1). Pemilihan peralatan software dan hardware, 2). Perancangan sistem, 3). Pembuatan program, dan 4). Pengujian alat. Hasil dari pengujian alat menggunakan beban induktif berupa lampu LED 15 Watt sebanyak 2 buah dan beban resistif berupa setrika listrik yang diset pada titik panas maksimum, alat bekerja dengan baik dan mampu membaca besaran arus dan daya yang digunakan pada saat pengkondisian ON terhadap beban induktif dan beban resistif, tingkat akurasi alat dalam membaca berkisar 96% sampai dengan 98%.