Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kucecwara Chic, Ragam Fungsi Untuk Malang Dalam Batikku Siswiyani Syarafina, Nanda; Nurhadi, Nurhadi; Riska, Yuliana; Cynthia, Persijn Ayura; Dyah, Ratnasari Siwi
Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan PKM-K 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.576 KB)

Abstract

Batik Unfortunate yet widely known both nationally and internationally. Batik Malangan able to penetrate world markets, in particular the intended market share are the young people and the general public. The idea was to create a bag that can be personalised way it functions with a touch of Malangan batik motifs with the name "Kucecwara Chic". The methods used in marketing this product is by using a feasibility study of this aspect of the market, technical aspects, aspects of management, financial aspects and environmental aspects. Later these aspects will be the guidelines to continue this effort to more worthy and more profit. Expected by creating products with the name Kucecwara Chic, this product can be used for fashion and religious but also keep bringing the unfortunate culture, the usefulness of this Chic is Kucecwara products enhance the value to the product so that it becomes a multifunctional product can be converted into a bag, holster, belt, mini, prayer mats and scarves, headdresses as a media preservation and introduction to batik malang in the national and international scene and can deceive the human resource community are concerned. Keywords : Kucecwara Chic, Batik
PENGEMBANGAN KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN MANAJEMEN PEMASARAN MELALUI CENTER Of BUSINESS AND MANAGEMENT (CoBM) Arniati, Tutik; Bagyo, Yupono; Rahmawati, Rina; Ratnasari, Siwi Dyah
PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.55 KB)

Abstract

The purpose of PPUPIK is to establish a business unit called the Center of Business and Management (CoBM) which provides training services and work practices in Human Resources Management and Marketing Management in accordance with the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) and the Indonesian National Qualification Framework (KKNI) in order to improve the competence of students, tertiary education graduates and industrial employees in accordance with the competency requirements required by the world of work. The method used in this PPUPIK is through training and work practices in work laboratories that are designed the same as activities that occur in the real workplace according to BNSP standards through training and work practices in the field of Human Resources and Marketing skills at the level of competence needed by the world of work. Lecturers who have been certified in their fields and good collaboration with practitioners are expected to make this program closer to university graduates with the world of work. Expected outputs from PPUPIK are scientific articles published in ISSN journals, articles in print media, activity videos and training modules and design training models developed by the CoBM  team. Increased collaboration and collaboration between universities and the industry and other universities are also expected from this program
SINERGI PERGURUAN TINGGI, PERANGKAT DESA DAN LEMBAGA SOSIAL UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA PETIK JERUK SELOREJO bagyo, yupono; kusnanto, amir; tachjuddin, tachjuddin; hariadi, sugeng; ratnasari, siwi dyah; decasari, dwi daenasty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v1i1.91

Abstract

The majority of Selorejo villagers are farmers of citrus crops. Selorejo orange product is famous and has 12 kinds of oranges. Regent of Malang, Mr. H. Rendra Krisna expects Selorejo village to be a pilot village of citrus picking tour in Malang regency.The problems of Selorejo Village, Malang, are: a) people are still not ready to receive tourist visit from both domestic and foreign; b) Spatial village is not yet tidy including layout of bus parking and tour vehicle; c) The need to centralize the sale of citrus and other processed citrus products; d) Assisting the empowerment of villagers with more rooms for tourists; and e) lack of promotion.Solutions are offered 1-year IbDM Program that is a) Entrepreneurship Training, GAPOKTAN, PKK, Karang Taruna / Tour manager; b) Map of Citrus Tourist Sites; c) Making citrus kiosks and village superior products; d) Clean the sewer from plastic waste; e) Website Creation; f) Making of drainage in citrus hut; and g) Making of citrus hut.The method of implementation in achieving the specific objectives of the IbDM Program is in accordance with the needs of the villagers of Selorejo, the Implementing Team conducts training to GAPOKTA, PKK, Tour Manager / Karang Taruna, including entrepreneurship training, marketing, accounting. In addition, the team implements the implementation of science and technology in the form of website creation, and improvement of tourism infrastructure facilities.Achievements of 1st year IbDM program activities are: a) Prime Service Training, Entrepreneurship and Accounting for GAPOKTAN, PKK, Tour Manager / Karang Taruna; b) Map of Citrus Tourist Sites; c) Create a Gazebo for the marketing of the Village's Featured Products; d) Website Creation; e) Making drains in citrus huts; and f) Making of citrus hut. So 100% of 1 year IbDM program has been implemented.
PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEWUJUDKAN DESA WISATA PETIK JERUK SELOREJO-KABUPATEN MALANG Bagyo, Yupono; Kustanto, Amir; Hariadi, Sugeng; Ratnasari, Siwi Dyah
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): JAIM-Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i1.239

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Selorejo adalah sebagai petani tanaman jeruk. Tanaman jeruk di Desa Selorejomendominasi 80% dari luas tanah yang ada di Desa Selorejo yang mencapai luas 332,276 ha. Salah satutujuan Program IbDM yaitu Menjadikan desa Selorejo menjadi Desa Wisata Petik Jeruk KabupatenMalang melalui pemanfaatan potensi lokal yaitu tanaman jeruk. Sebagai andalan berkembangnyaekonomi masyarakat, tanaman jeruk diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat DesaSelorejo dan masyarakat Malang pada umumnya. Sayangnya hal ini belum didukung dengan kesiapanyang matang baik dari sektor sarana prasarana maupun sumber daya manusianya. Program PPDM tahunpertama berusaha untuk mengatasi permasalahan yang ada di Desa Selorejo melalui program-programkegiatan.Metode pelaksanaan Program PPDM tahun-1 yaitu a) Pelatihan pelayanan prima, pelatihan marketing,pelatihan pembukuan sederhana kepada kelompok: GAPOKTAN, PKK, Karang Taruna/Pengelola wisata;b) Pembuatan Master Plan Lokasi Wisata Jeruk; c) Membuat Kios Jeruk dan Produk Unggulan Desa; d)Pembuatan Website desa wisata; e) Pembuatan saluran air di gubug Petik Jeruk; dan g) Pembuatan kiosuntuk UKM.Hasil kegiatan program PPDM tahun ke-1 yaitu a) Meningkatnya Kesadaran warga terhadap LayananPrima, peningkatan jiwa Kewirausahaan dan pemahaman tentang Akuntansi sederhana bagiGAPOKTAN, PKK, Pengelola wisata/Karang Taruna; b) Terbentuknya Gazebo untuk tempat pemasaranProduk Unggulan Desa; d) Terbentuknya Master plan; e) Adanya Website; f) Adanya saluran air di gubugPetik Jeruk; dan g) Adanya gubug Petik Jeruk.Seiring dengan berkembangnya Desa Selorejo menjadi Desa Wisata petik jeruk, masih dibutuhkanpengembangan terus menerus dalam peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Untuk itu diperlukanprogram keberlanjutan dari PPDM tahun ke dua dan ketiga untuk menunjang keberhasilan Desa Wisata.Pada tahun kedua Program Kegiatan PPDM yaitu mensuport program Desa Wisata Jeruk Selorejo yangmembentuk BUMDES, dan membangun kantor wisata sekaligus kantor BUMDES. Selain itu, akandibangun rumah singgah(home stay), tempat spot selfie, pelatihan manajemen hotel sederhana danpelatihan bahasa Inggris.Pemerintah Desa Selorejo berkomitmen mengembangkan ekonomi masyarakat melalui potensi yang adadi desa.Pada tahun ketiga Program Kegiatan PPDM akan menjadikan Desa Selorejo Sebagai Desa Agro Wisata.
Program Pengembangan Produk Ekspor Pengusaha Camilan di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur Sari, Dwi Danesty Decca; Bagyo, Yupono; Indrawati, Sri; Ratnasari, Siwi Dyah; Kusnanto, Anang Amir
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.369

Abstract

Tujuan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan volume dan daya saing mitra PPPE.produk ekspor camilan. Mitra dari Program Pengembangan Produk Ekspor ini terdiri dari mitra I berlokasi di Kabupaten Tulungagung dan mitra II di Kota Blitar. Permasalahan yang dihadapi mitra I adalah belum terpenuhinya permintaan pasar disebabkan karena keterbatasan peralatan yang dimiliki oleh mitra, pengetahuan manajemen tentang savety produce masih kurang, kemampuan manajemen di bidang pembukuan, pemasaran, personalia, yang masih rendah, belum memiliki SOP (Standard Operasional Procedure) yang jelas, diversifikasi produk ekspor yang masih sedikit, belum menggunakan media internet untuk melakukan promosi produk. Permasalahan yang dihadapi mitra II, belum terpenuhinya permintaan pasar disebabkan karena keterbatasan peralatan yang dimiliki oleh mitra (kapasitas mixer yang kecil), kemampuan manajemen di bidang pembukuan, pemasaran, personalia, yang masih rendah, belum memiliki SOP yang jelas, produk yang dihasilkan belum memiliki SNI.Metode pelaksanaan dari kegiatan PPPE adalah melalui pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dibidang keuangan, pemasaran dan produksi serta mensinergikan hubungan kerjasama antara mitra 1 dan mitra 2.Luaran program ini adalah terjalinnya hubungan antar mitra, penyediaan peralatan, pembukuan laporan keuangan sesuai PSAK, keamanan operasional produksi, branding, adanya webb, dan kemasan produk yang lebih baik serta HAKI.
PIE JAMBU KRISTAL UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK PETANI JAMBU DI BUMIAJI KOTA BATU Zuchroh, Imama; Setiawan, Setiawan; Ratnasari, Siwi Dyah; Bagyo, Yupono
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): JAIM-Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i1.240

Abstract

Mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Petani Jambu kristal di DesaBumiaji. Desa Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Merupakan Desa yang memiliki potensi besarsebagai agro wisata. Sebagai Agro Wisata, UMKM di Desa Bumiaji berupaya menjadikan wisatapetik jambu sebagai edu wisata selain pemasaran melalui supermarket dan online. Hasil jambuyang dipanen oleh petani jambu tidak semuanya bisa diterima oleh pasar terutama Supermarketyang memiliki standar-standar kualitas tertentu. Jambu Kristal yang direject oleh supermarketmenjadi masalah tersendiri bagi petani jambu karena jambu yang sudah dipanen akan berakibatlayu dan busuk.Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan, magangUKM ke SMK Batu serta pendampingan. Pelatihan dan pendampingan terhadap UKM prioritasdi bidang keuangan, pemasaran dan produksi.Luaran yang dihasilkan dari PKM ini adalah adanya diversifikasi produk jambu kristal menjadipie jambu kristal. Peningkatan kemampuan mitra di bidang produksi dan keuangan telahmenyebabkan peningkatan pendapatan bagi mitra serta mengurangi resiko kerugian akibat jambubusuk.
IbM Pemanfaatan Pengolahan Limbah Biogas untuk Pupuk Organik Bagyo, Yupono; Ratnasari, Siwi Dyah; Bambang, Bambang
Jurnal ABM Mengabdi Vol 1 (2014): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of biogas from waste management results cattle dung as organic fertilizer can be used as supporting agriculture and plantation success. Lack of knowledge society / farmers who still think that organic fertilizers can not meet the nutrition of plants and have a slower response to the biogas plant causing waste thrown away, when in fact the direct waste biogas can be used directly for organic fertilizer and organic fertilizer has a lot there advantages over other inorganic fertilizers. Hamlet Community Jambuwer Balesari Village, District ngajum Malang Regency is approximately 32.5 km from the city of Malang, live in the highlands, mostly to sustain life of farm workers and some livestock. The approach used in this IbM program are: To provide education about the advantages of organic fertilizers compared with artificial fertilizers as well as provide training to the utilization of biogas waste into organic fertilizer. IbM program that has been done, resulting in: Increasedknowledgeandawarenessof farmers/growersandcoralyouthaboutthe benefits ofbiogaswasteintoorganicfertilizerandits advantagescompared toartificialfertilizers. FarmersandKarang Tarunaable to processresidual wasteandanimal wastebiogasnonbiogasintoorganicfertilizerready to sell Trainingandmentoringof wasteutilization ofbiogasto remove the assumptionthatoneof theranchers/farmersthatlessorganicfertilizersimproveagricultural / plantation Theresultingyardsthatas a pilot areaof productive landby utilizing wastevegetablecropsbiogas. Increasethe incomeof farmers/growersofvegetables.
Pengolahan Ketela Pohon dengan Teknologi Mesin Potong dan Disk Mill Upaya Peningkatan Produksi Tepung Casava Ratnasari, Siwi Dyah; Bagyo, Yupono
Jurnal ABM Mengabdi Vol 2 (2015): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Umbul Rejo, Desa Balesari Kec. Ngajum, Kab. Malang merupakan desa penghasil ketela pohon selain sumber-sumber pertanian yang lain. Saat ini permintaan pasar tepung ketela pohon (cassava) baik permintaan domestik maupun kebutuhan ekspormasih cukup banyak sehingga pemanfaatan dan pengolahan produk ini lebih lanjut masih sangat diperlukan. Diolahnya potensi lokalketela pohon menjadi tepung cassava menjadikan produk bernilai tinggi dan lebih tahan lama.Tujuan IbM ini adalah memanfaatkan potensi lokal ketela pohon untuk diolah menjadi produk yang bernilai tinggi menjadi tepung cassava. Diolahnya ketela pohon menjadi tepung cassava dapat meningkatkan pendapatan petani ketela pohon dan peningkatan produksi tepung cassava.Luaran yang dihasilkan dari program IbM ini adalah: pengolahan ketela pohon menjadi tepung kasava dengan menggunakan teknologi Mesin Potong dan Disk Mill serta pendampingan proses pemasaran tepung cassava ke pasar domestik.
Efek Perilaku Individu terhadap Kinerja Karyawan Ratnasari, Siwi Dyah; Tarimin, Tarimin
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jab.v10i2.36685

Abstract

The purpose of this research is to see how work environment and competency affect performance of workers, with Behavior of an individual as an intervening variable. The data for this study was gathered using quantitative methods such as questionnaires. The participants in this study were all 87 employees of the Pasuruan Regency Transportation Office. Census technique was employed in the research sample. Smart PLS 3.0 was used to evaluate the data. The findings revealed that: (1) Work environment variables influenced performance of workers in a positive and significant way; (2) Behavior of an individual is influenced by the work environment in a positive and significant way; (3) Employee performance is influenced by competence in a favorable and meaningful way; (4) Individual conduct is influenced by competence in a positive and significant way; (5) Behavior of an individual has a positive and significant environmental impact; (6) The work environment has a positive and major impact on performance of workers through individual behavior, and competence has a positive and significant impact on employee performance through individual conduct; (7) Behavior of an individual is mediated by competence, This has a big and beneficial effect on performance of workers. Behavior of an individual has an impact on performance of workers due to competence. According to the findings, competency has the biggest impact on performance of workers e, therefore increasing employees' knowledge, abilities, and attitudes is necessary to support activities at the workplace. Workplace, competence, individual conduct, and performance of workers are some When thinking about the workplace, these are some of the terms that spring to mind.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana lingkungan kerja dan kompetensi mempengaruhi kinerja karyawan, dengan perilaku individu sebagai variabel intervening. Metode kuantitatif melalui kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Semua Karyawan Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 87 karyawan adalah populasi dalam penelitian ini. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh. Smart PLS 3.0 digunakan untuk mengevaluasi data. Temuan mengungkapkan bahwa: (1) pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan; (2) perilaku individu dipengaruhi oleh lingkungan; (3) pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja karyawan; (4) pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja terhadap perilaku individu; (5) pengaruh positif dan signifikan perilaku individu terhadap kinerja karyawan; (6) melalui perilaku individu, pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan; (7) dimediasi oleh perilaku individu, kompetensi mempunyai pengarus positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh total antara kompetensi dengan kinerja karyawan dan perilaku individu sebagai variabel intervening merupakan hubungan partial mediation. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan, atau sikap bagi karyawan upaya meningkatkan kinerja organisasi karena kompetensi memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan.
PENENTUAN JOB GRADE BERDASAR TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB KARYAWAN YG TERTUANG DALAM DESKRIPSI PEKERJAAN DI RUMAH SAKIT LAWANG MEDIKA Bagyo, Yupomo; Ratnasari, Siwi Dyah; Ramawati, Rina
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat November 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i1.2180

Abstract

Job description (Deskripsi pekerjaan) merupakan bagian penting dari sistem pengembangan sumber daya manusia. Job description merupakan peta yang memberikan arah kepada organisasi, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Hasil dari menganalisis sebuah jabatan, diketahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi pada jabatan tersebut dan kompetensi personal yang disyaratkan untuk mencapai kinerja yang maksimal. Hasil analisis terhadap Job description digunakan sebagai dasar untuk penentuan job grade.Tujuan kegiatan ini adalah penyusunan job grade berdasarkan tugas, wewenang dan tanggung jawab karyawan khususnya tenaga keperawatan yg tertuang dalam deskripsi pekerjaan pada Rumah Sakit Lawang Medika. Metode Pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan coaching terhadap manajer HRD dan staf terkait.Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) Perumusan Indikator Kinerja Utama (IKU) terhadap tenaga keperawatan. 2) Mengelola kinerja proses, dan 3) Mengukur capaian kinerja tenaga keperawatan.