Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Representasi Culture Shock pada Film Bollywood Queen: Studi Semiotika Roland Barthes Tentang Representasi Culture Shock Pada Film Bollywood Queen Flori Mardiani Lubis; Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3231

Abstract

Culture shock dapat terjadi pada individu yang mengalami perpindahan budaya dari suatu kondisi yang dikenalnya kemudian memasuki lingkup budaya baru yang tidak familiar. Realitas seperti ini juga digambarkan dalam film, yang merupakan bentuk dari komunikasi massa. Salah satu film yang dapat digunakan untuk mengamati representasi culture shock adalah film Bollywood Queen, dimana tokoh utama dalam film tersebut menghadapi berbagai benturan budaya yang membuat karakter utama dalam film tersebut dapat diargumentasikan mengalami culture shock. Karakter dan unsur-unsur film memiliki kaitan erat dengan dengan semiotika. Semiotika adalah ilmu mengenai tanda-tanda. Roland Barthes adalah salah seorang tokoh semiotika yang berpendapat bahwa semiotika mempelajari bagaimana kemanusiaan memaknai hal-hal melalui konsep denotasi, konotasi dan mitos dalam suatu teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan menggunakan data tekstual berupafilm yaitu film Bollywood berjudul Queen.Kata Kunci:  Culture Shock, Film Bollywood Queen, Semiotika
Aktivitas Komunikasi Komunitas Pokemon Go Club Karawang Fardiah Oktariani Lubis; Flori Mardiani Lubis; Weni Adityasning Arindawati
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3229

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup secara berkelompok. Kelompok  jugaterbentuk karena anggota-anggotanya mempunyai tujuan bersama dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama dan mengenal satu sama lainnya Komunitas merupakan salah satu bentuk dari kelompok, dan di dalam komunitas saling terjadi pertukaran pesan, dan pertukaran pesan tersebut membentuk suatu aktivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi dari komunitas pemain game augmented reality Pokemon Go yang berada di Karawang, yaitu Pokemon Go Club Karawang (PCK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif melalui proses wawancara dengan nara sumber, yaitu koordinator-koordinator lapangan dari komunitas PCK, observasi, dan juga studi pustaka. Dari penelitian diperoleh bahwa komunitas PCK melakukan aktivitas komunikasi hampir setiap hari dalam bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal mendominasi keseharian interaksi diantara anggota-anggotanya, dan sebagian besar interaksi terjadi dengan menggunakan whatsapp. Fitur-fitur dari game Pokemon itu sendiri menghasilkan istilah-istilah khusus yang dipahami bersama maknanya oleh para anggota. Aktivitas komunikasi nonverbal diidentifikasi pada gerakan tangan pemain dan juga atribut-atribut yang menjadi identitas dari komunitas.Kata Kunci: Pokemon Go, Komunikasi Kelompok, Aktivitas Komunikasi
OPTIMALISASI TIK MELALUI JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK TANI DI YOGYAKARTA Fardiah O Lubis; Fajar Hariyanto; Ana Fitriana P
Dialektika Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v7i1.1424

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimanfaatkan oleh petani di Desa Bugel Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta yang menerapkan TIK dalam menyebarkan informasi pertanian kepada sesama petani dan jaringan di luar petani sebagai upaya optimalisasi pemasaran hasil pertanian melalui akses jaringan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media komunikasi yang digunakan dalam optimalisasi penyebaran informasi pertanian dan pemasaran hasil tani pada Kelompok tani Gisik Pranaji dan untuk menjelaskan proses komunikasi melalui jaringan komunikasi kelompok tani Gisik Pranaji Kulon Progo dalam lelang hasil tani. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menggambarkan bahwa TIK berbasis WhatsApp dimanfaatkan anggota kelompok tani Gisik Pranaji sebagai media penyampaian informasi diantara komunitas petani, komunitas pedagang (pembeli hasil pertanian), dan dinas terkait sebagai jaringan komunikasi di luar kelompok tani. Hal ini memainkan peran penting dalam proses pengolahan pertanian dan pemasaran hasil tani dalam membantu petani membuat keputusan dalam proses lelang hasil tani.
Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Jefriyanto, Jefriyanto; Mayasari, Mayasari; Lubis, Fardiah Oktariani; Kusrin, Kusrin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3740

Abstract

Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang (Analisis Deskriptif Mengenai Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada komunitas Ikatan Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang), Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti untung mengangkat culture shock dalam komunikasi lintas budaya yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang yang menuntut ilmu di Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang sertaapa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya. Hasil dari penelitian menunjukan tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang serta apa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya.Kata Kunci: Culture Shock, Hambatan Komunikasi Lintas Budaya, Etnis Minangkabau
Analisis Semiotika Mengenai Representasi Rasisme Terhadap Orang Kulit Hitam Dalam Film BlacKkKlansman Andrico Rafly Fadjarianto; Zainal Abidin; Fardiah Oktariani Lubis
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v14i2.2242

Abstract

Rasisme menjadi permasalahan dunia yang hingga saat ini masih belum bisa diselesaikan, rasisme yang paling sering terjadi adalah rasisme dari orang kulit putih terhadap orang kulit hitam. Penyampaian isu-isu rasisme saat ini sudah masuk ke media elektronik seperti contohnya adalah film. Film dapat mempengaruhi pandangan seseorang melalui pesan-pesan yang mereka sampaikan. Film BlacKkKlansman merupakan salah satu film yang mengangkat isu rasisme terhadap orang kulit hitam yang khususnya terjadi di Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi denotasi, konotasi, dan mitos yang terbentuk mengenai rasisme yang terdapat dalam film BlacKkKlansman ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah adegan atau scene yang terdapat dalam film BlacKkKlansman yang khususnya terdapat unsur-unsur rasisme terhadap kulit hitam. Dari data-data yang sudah peneliti dapatkan, peneliti melakukan analisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu signifikasi tahap pertama, yaitu makna denotasi, serta signifikasi tahap kedua, yaitu makna konotasi, selanjutnya pada signifikasi tahap kedua, tanda juga bekerja melalui mitos.Hasil yang diperoleh adalah bahwa dari scene-scene yang telah dipilih terdapat sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan rasisme yang ditujukan kepada kulit hitam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah makna denotasi yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah contoh nyata sikap, perilaku, perkataan ataupun tindakan rasisme yang orang kulit hitam dapatkan dari orang kulit putih. Selain itu, makna konotasi yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah orang kulit putih yang masih memandang rendah orang kulit hitam. Dan mitos yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah bagaimana sikap, perilaku, perkataan dan tindakan rasisme tersebut diturunkan dari generasi ke generasi ataupun di wariskan sehingga sikap, perilaku, perilaku, dan tindakan rasisme tersebut masih ada hingga saat ini.Kata Kunci: Rasisme, Orang Kulit Hitam, BlacKkKlansman, Semiotika
Aksi gerakan cuitan #unsikakenapasih di twitter: analisis wacana kritis Refdi, Ulliandi; Mayasari, Mayasari; Lubis, Fardiah Oktariani
JURNAL MANAJEMEN Vol 13, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jmmn.v13i3.9612

Abstract

Artikel ini membahas tentang cuitan-cuitan pada gerakan #UnsikaKenapaSih di Twitter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Analisis Norman Fairclough berdasarkan kepada tiga aspek penting yakni: dimensi teks, dimensi discourse practice dan socialcultural practice. Hasil penelitian tersebut adalah (01)  adanya penggunaan kata repitis, majas, dan pemilihan diksi dalam pembangunan wacana pada #UnsikaKenapaSih. (02) terdapat adanya maksud dan tujuan dari pembuat dan respon dari wacana yang dibangun dalam gerakan #UnsikaKenapaSih tersebut. (03) adanya keterkaitan dan faktor aspek sosial dalam terbentuknya wacana dalam gerakan #UnsikaKenapaSih.
MEDIA AND INFORMATION LITERATION: SOCIALIZATION FOR MEMBERS OF PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA Ana Fitriana Poerana; Fardiah Oktariani Lubis; Flori Mardiani Lubis; Fajar Hariyanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3749

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berdasarkan atas realitas situasi komunikasi dan informasi saat pandemi COVID-19 Indonesia. Literasi Media dan Informasi menjadi penting dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memberikan pengetahuan dalam menyikapi pemberitaan di media massa serta pemanfaatan media dalam berbagai bidang aktifitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Ajen Cabang 3 Spers Kodam III Siliwangi dan Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Cabang XXXIX Kodam Siliwangi sebagai mitra, mahasiswa dan tiga orang dosen sebagai tim PkM sesuai dengan kepakaran anggota pengusul pada bidangnyanya masing-masing (Bidang Media Massa, Bidang Komunikasi Lintas Budaya, dan Bidang Komunikasi Pembangunan). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan sosialisasi. Hasil kegiatan mengindikasikan (1). Mitra PkM telah memiliki pemahaman dasar tentang media dan informasi sebagai saluran komunikasi dan alat untuk pengembangan individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan media dengan bertanggungjawab serta memiliki sikap positif dalam pemanfaatan media informasi (2). Mampu untuk berdaya dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi media.Abstract:  The implementation of community service / “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is based on the reality of the communication and information situation during the Indonesian COVID-19 pandemic. Media and information literacy is important to be implemented to grow and provide knowledge in responding to mass media coverage and the use of media in various fields of community activity. This activity involves the community group of Persit Kartika Chandra Kirana Branch 3 Ajen Branch 3 Spers Kodam III Siliwangi and Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Branch XXXIX Kodam Siliwangi, students and three lecturers as the PkM team according to the expertise of the proposing members in their respective fields (Mass Media, Cross-Cultural Communication, and Development Communication). The method used in “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is using the socialization approach. Results of activities (1). Community group of Persit Kartika Chandra Kirana have a basic understanding of media and information as a communication channel and a tool’s for individual and community development so that they can use the media responsibly and have a positive attitude in the use of information media (2). Able to be empowered in increasing media literacy knowledge and skills.
Central Station: Road Movie and Transnational Film Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.321 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i2.1650

Abstract

A certain genre of film generally has certain formulas, that is codes and conventions that is used to represent its elements. In addition, a film could and mostly belong to more than one genre. Road movie generally tells story of people “on the road” or on journey to places, while transnational film can be described as film that is capable to bring about story that can be rooted on any national culture. This study is then attempt to attest Central Station as a road movie as well as a transnational film, which arguably can be done by identifying elements of the film, such as narrative and mode of production, that constitute to a certain genre.Key words : Film, Genre, Road Movie, Transnational Movie, Central Station 
Reviewing Bourdieu’s Critique of Opinion Polls and Notion of Reflexivity in the Public of Indonesia Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.797 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i2.619

Abstract

In his writing,Bourdieu (1979)argued that public opinion that was measured in the simplified opinion polls or surveys, and were acknowledged only by the agent that made it, simply does not exist.But it doesnot necessarily mean he underestimatedthe construction of opinion polls, he also thought that opinion poll could still contributes to social science but it should be performed carefully. While Bourdieu might not explain the exact way to do this, he did come up with the suggestion of using reflexive attitude in social practice, especially in researches, to produce a more objective one. He introduced the notion of reflexivity as a way to overcome this question.This paper will then link the notion of reflexivity with the concept of cybernetics, and in particular the use ofblog as complement to evaluate public opinion resulted mainly from a simplified poll. An example of survey that was done in Indonesiais then used to analyze this argument toshows that it is plausible that Bourdieu’s argument still holds until present-day.While blog can come as a way for citizen to be an observer, its contribution to the sphere of democracy in Indonesia is arguably has not been properly attended.
PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM MENJAGA HUBUNGAN BAIK PT. PUPUK KUJANG DENGAN STAKEHOLDERS Rahayu, Maretha Nadya; Poerana, Ana Fitriana; Lubis, Fardiah Oktariani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/.v19i2.1080

Abstract

The development and advancement of technology today has brought many changes to daily life, including in public relations activities. One of them is Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang, which is required to be able to take advantage of new media such as social media. Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang use Instagram social media in public relations activities, especially in building good relationships with its stakeholders. This study aims to determine how the Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang use Instagram media to build good relationships with stakeholders. This study uses a qualitative method with the concept of Media Richness Theory to measure the ability or wealth of Instagram media through the available features. The paradigm used was constructivism and data collection used interviews and non-participant observation. The research results show that the Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang has made good use of Instagram media. Corporate Communication forms a team that is responsible for managing social media, to organize and create all content on social media including Instagram. To attract the attention and trust of stakeholders, Corporate Communication always has new innovations to keep up with the times. Contents presented on the innstagram of PT. Pupu ujang is very diverse to suit its stakeholders. And when viewed from Media Richness Theory, Instagram is included in the rich media class because it meets all Media Richness criteria.