Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Masculinization of betta fish (Betta sp) using cow testic flour through Artemia Immersion Nur Insana Salam; Andi Chadijah; Rahmi Rahmi; Farhana Wahyu
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.45-48

Abstract

Betta fish (Betta sp) is a freshwater ornamental fish during the pandemic that is very popular with the public. However, people tend to prefer male betta fish than female fish. To deal with the large number of requests, a sex reversal technique is carried out which applies hormonal engineering to change female to male sexual characters (masculinization) using natural ingredients, namely cow testicle flour. The purpose of this study was to analyze the dose of bovine testicular flour hormone on the process of oral male betta fish larvae. This research was conducted in Moncongloe Village, Maros Regency, from July to September 2021. The production of beef testicle flour was carried out in the Chemical Engineering laboratory, Ujung Pandang State Polytechnic. Betta fish seeds were kept each in an aquarium measuring 20 cm x 14 cm x 20 cm as many as 12 pieces. Soaking artemia with beef testicle flour with a predetermined dose of 60 mg L-1, 80 mg L-1 and 100 mg L-1, the duration of immersion is 24 hours. This study used a one-factor completely randomized design (CRD). The results obtained were the highest percentage of male genitalia at a dose of 100 mg L-1 with a percentage of 66.7%. The survival rate of betta fish during the maintenance period with different doses of cow testicles obtained data ranging from 80-100%.
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Tambak Udang Melalui Teknologi Kincir Modifikasi Di Desa Bulu Cindea Kabupaten Pangkep Rahmi; Jalil, Abd Rasyid; Nanda, Abd Rakhim; Jaya, Ilham; Syamsuri, Andi Sukri; Muhammad, Rahmat; Chadijah, Andi
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 2 Vol. 2 April, 2021
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i2.51

Abstract

Wilayah Kabupaten Pangkep khususnya Wilayah kecamatan Bungoro desa Bulu Cindea yang masyarakatnya mengandalkan bidang perikanan (tambak). Pengelolaan potensi unggulan desa seperti perikanan dilakukan dalam skala terbatas. Belum terdapat investasi besar dalam pengelolaan sehingga produktivitasnya dibawah rata-rata. Potensi perikanan juga sebenarnya dapat dikembangkan oleh karena tersedianya media budidaya udang windu dan vaname. Oleh masyarakat desa Bulu Cindea, potensi tersebut belum dikembangkan secara profesional. Pemberdayaan masyarakat kelompok tani tambak udang melalui aplikasi penggunaan teknologi kincir air berbahan dasar gas elpiji 3 kg, menjadi salah satu produk inovasi yang dapat dikembangkan khususnya di desa Bulu Cindea Kabupaten Pangkep. Pendekatan partisipatif digunakan dengan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan proses pengabdian ini dalam sosialisasi dan pelaksanaannya. Inovasi teknologi yang diberikan kepada petambak udang melalui penggunaan probiotik Bacillus sp yang dampaknya tidak akan merusak lingkungan sekitar serta penggunaan alat kincir dengan menggunakan bahan bakar tabung gas elpiji 3 kilo. Peningkatan pengetahuan kepada masyarakat terjadi dengan materi yang diberikan pada kegiatan sosialisasi ini, peningkatan ini terlihat dengan peningkatan nilai post-test yang mencapai 85,5% yang menandakan bahwa masyarakat memahami dan menerima kegiatan pengabdian yang dilakukan di desa mereka. Kegiatan pengabdian ini memberikan nilai positif terhadap pengetahuan masyarakat yang ikut berpartisipasi
Keterkaitan Mangrove, Kepiting Bakau (Scylla Olivacea) dan Beberapa Parameter Kualitas Air di Perairan Pesisir Sinjai Timur Andi Chadijah; Yusli Wadritno; Sulistiono Sulistiono
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 1 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.112 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i1.523

Abstract

Kecamatan Sinjai merupakan salah satu daerah kabupaten pesisir yang terletak di Kabupaten Sinjai, memiliki hutan bakau tapi waktu meningkatkan pemanfaatan dan menurunnya kualitas habitat kepiting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari magrove hubungan dengan kepiting lumpur dan kualitas air. Pengumpulan data dilakukan sejak Februari-Mei 2011. Hubungan magrove dengan kepiting lumpur dan kualitas air dianalisis menggunakan oleh Principal Component Analysis (PCA). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa matriks korelasi informasi kunci dijelaskan dalam dua sumbu utama (sumbu 1 dan 2) kualitas informasi masing-masing 47,1% dan 40%, sehingga hasil analisis karakteristik habitat mangrove menurut stasiun penelitian adalah berdasarkan beberapa parameter yang harus dijelaskan melalui dua sumbu utama 87.1% dari total jangkauan.Kata kunci: Mangrove, kepiting MudSinjai Subdistrict is one of the coastal district area located in Sinjai Regency, have mangrove forests but  a time of increasing utilization and declining habitat quality  of crab. The objectives of this research was to study the relationship magrove with mud crab and quality of water. The data was collected since February to May 2011.  The relationship magrove with mud crab and quality of water was analyzed using by Principal Component Analysis (PCA). The results obtained  show that the correlation matrix of key information is described in two main axes (axes 1 and 2) the quality of information respectively 47.1% and 40%, so the results of the analysis of mangrove habitat characteristics according to the research station is based on several parameters have to be explained through two main axes of 87.1% of the total range.Keywords: Mangrove, Mud crabs
Pertumbuhan dan Mortalitas Ikan Endemik Opudi (Telmatherina prognatha Kottelat, 1991) di Danau Matano, Sulawesi Selatan Andi Chadijah; Sulistiono Sulistiono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.26.1.92

Abstract

Lake Matano is an ancient lake that has a high endemicity. Opudi fish (Telmatherina prognatha) is an endemic fish that is vulnerable to extinction and needs to be preserved. The threat of invasive species and habitat degradation can cause a decrease in opudi fish populations. This study aimed to examine the growth parameters associated with growth coefficients and mortality in Lake Matano so that population can be sustainable. The study was conducted at Lake Matano from March 2018 to February 2019. Samples of fish were caught using a net bag measuring 30 m long, 2 m wide with a mesh size of 0.5 inches. Analysis of fish growth was based on total length-frequency data. These data were analyzed using the FISAT II software. The sizes of male and female opudi fish obtained ranged from 30-70 mm. Growth patterns of von Bertalanffy butina in male fish are male Lt = 76.50 [1-e-0.46 (t + 0.47)] and female fish Lt = 74.05 [1-e-0.51 (t + 0.52)]. The total mortality value of male fish was higher (Z = 1.65) compared to female fish (Z = 1.50), the natural mortality value of male opudi fish was lower (M = 0.84) compared to that of female fish (M = 0.91). Keywords: endemic fish, growth, mortality, Telmatherina prognatha
Pembuatan Pakan Berbahan Limbah Usus Ayam Untuk Budidaya Ikan Lele dI Kelurahan Pai, Kota Makassar Andi Chadijah; Nur Insana Salam; Dewi Puspitasari; Rahmi Rahmi
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21, No 3 (2021): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.01530

Abstract

The catfish farming group in Pai Village faces problems related to the high price of commercial feed, so they use chicken intestine waste feed. This activity's purpose is the manufacture of catfish feed made from chicken intestine flour in Pai Village, Makassar City. The method used is through socialization, discussion and question and answer, and training in making feed using chicken intestine flour as raw material. The community service activities carried out went smoothly and received enthusiasm from the cultivator group community. Cultivators can make feed by utilizing chicken intestine waste and apply it in catfish farming activities.
Masculinization of betta fish (Betta sp) using cow testic flour through Artemia Immersion Nur Insana Salam; Andi Chadijah; Rahmi Rahmi; Farhana Wahyu
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.45-48

Abstract

Betta fish (Betta sp) is a freshwater ornamental fish during the pandemic that is very popular with the public. However, people tend to prefer male betta fish than female fish. To deal with the large number of requests, a sex reversal technique is carried out which applies hormonal engineering to change female to male sexual characters (masculinization) using natural ingredients, namely cow testicle flour. The purpose of this study was to analyze the dose of bovine testicular flour hormone on the process of oral male betta fish larvae. This research was conducted in Moncongloe Village, Maros Regency, from July to September 2021. The production of beef testicle flour was carried out in the Chemical Engineering laboratory, Ujung Pandang State Polytechnic. Betta fish seeds were kept each in an aquarium measuring 20 cm x 14 cm x 20 cm as many as 12 pieces. Soaking artemia with beef testicle flour with a predetermined dose of 60 mg L-1, 80 mg L-1 and 100 mg L-1, the duration of immersion is 24 hours. This study used a one-factor completely randomized design (CRD). The results obtained were the highest percentage of male genitalia at a dose of 100 mg L-1 with a percentage of 66.7%. The survival rate of betta fish during the maintenance period with different doses of cow testicles obtained data ranging from 80-100%.
Penambahan Cangkang Rajungan pada Pakan untuk Intensitas Warna Ikan Mas Koi Kohaku | Addition of rajungan shell to feed for color Intensity of Kohaku Koi carp Farhanah Wahyu; Andi Chadijah
The NIKe Journal VOLUME 5 NOMOR 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.714 KB) | DOI: 10.37905/.v5i3.5286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah cangkang rajungan pada pakan terhadap intensitas warna ikan mas koi Kohaku (Cyprinus carpio L.). Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah aquarium yang berukuran 60x45x50 cm dengan kepadatan 5 ekor/aquarium, pemberian pakan dilakukan dan menggunakan pakan sesuai dengan perlakuan. Rancangan yang digunakan untuk dua hewan uji yang berukuran 5 cm sampai 13 cm adalah rancangan acak lengkap yaitu 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa penambahan tepung rajungan pada pakan dapat meningkatkan kecerahan warna pada ikan mas koi dengan tingkat pertumbuhan mutlak bobot dan panjang ukuran ikan koi bertambah secara signifikan. This study aims to determine the effect of adding crab shell waste to feed on the color intensity of the Kohaku koi carp (Cyprinus carpio L.). The media used in this study was an aquarium measuring 60x45x50 cm with a density of 5 fish / aquarium, feeding was carried out and using feed according to treatment. The design used for two test animals measuring 5 cm to 13 cm was a complete random design, 4 treatments and 5 replications. The results of this study found that the addition of small crab flour to the feed can increase the brightness of the color of the koi carp with an absolute growth rate of weight and length of the koi fish size significantly increased. Katakunci: Ikan koi; Kohaku; Cyprinus carpio L.; intensitas warna; pakan; cangkang; rajungan Keywords: koi fish; Kohaku; Cyprinus carpio L .; color intensity; feed; shell; small crab
EFEKTIVITAS LAMA PERENDAMAN FORMALIN TERHADAP PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypopthalamus) Nurhayati Nurhayati; Burhanuddin Burhanuddin; Andi Chadijah; Hamsah Hamsah; Farhana Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas lama perendaman formalin terhadap prevelensi ektoprasit pada benih ikan Patin Siam (Pangasionodon hypopthalamus). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021, di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan Balai Budidaya Air Payau Maros. Ikan patin siam yang terserang ektoparasit diperoleh dari BPBAP Maros sebanyak 50 ekor. Perlakuan yang dicobakan adalah perendaman larutan formalin dengan konsentrasi formalin dengan dosis 4 ppm dengan lama perendaman yang berbeda yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A 15 menit, perlakuan B 10 menit, perlakuan C 5 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa formalin efektif membasmi ektoparasit dengan hasil terbaik untuk prevalensi pada perlakuan A sebesar 20% dan kelangsungan hidup (SR) pada perlakuan B sebesar 80%.
Peningkatan Ketahanan Benih Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) terhadap Penyakit Streptococcosis Melalui Vaksinasi Induk Rahmi Rahmi; Khairun Nisaa; Akmal Akmal; Mardiana Mardiana; Andi Chadijah; Nur Insana Salam
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.60280

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan benih ikan nila salin yang tahan terhadap penyakit streptococcocis melalui vaksinasi induk. Vaksin yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Streptococcus sp. yang dilemahkan dengan formalin 3% (v/v). Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-September.  Vaksin diinjeksikan pada indukan TKG 2 sebanyak 0,4 mL/kg (konsentrasi 1x109 CFU/mL). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yaitu indukan diinjeksi dengan phosphate buffered saline (PBS) (K), indukan diinjeksi vaksin satu kali (A1), dan indukan diinjeksi vaksin sebanyak dua kali dengan selang waktu dua minggu (A2). Benih yang dihasilkan dari masing-masing perlakuan, diuji tantang melalui perendaman dengan bakteri Streptococcus sp. 107 CFU/mL selama 30 menit pada 10, 15, dan 20 hari setelah penetasan. Parameter yang diamati adalah penetasan telur, aktivitas lisozim, kematian benih setelah uji tantang, dan persentase kelangsungan hidup relatif (RPS) benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur pada perlakuan A2 (92,21%) secara nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan induk lainnya, serta aktivitas lisozim (99,47-197,89 U/mL) sampai dengan hari ke-20. Angka kematian pada perlakuan A2 (2,34-45,21%) secara signifikan lebih rendah (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain sampai hari ke-20. Nilai RPS indukan A2 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan benih dari indukan A1 pada hari ke sepuluh tetapi lebih tinggi pada hari ke 20.