Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hasil Tangkapan Utama dan Tangkapan Sampingan Bagan Rambo di Perairan Teluk Lasolo Kabupaten Konawe Utara Chaidir, Zul; Sara, La; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/.v3i2.9732

Abstract

The aim of this study was analyze the main catch and by catch of bagan rambo in Lasolo Bay of Konawe Utara regency. This study was done about 2 months (on January–February) 2019 by survey method. The taking of fish samples was carried out as many as 30 trips using bagan rambo by the sampling method was stratified random sampling. All samples obtained were separated by type then measurements of the length and weight of each species were caught. The composition of the overall catch species as many as 37.881 individuals consisted of 50 species, each of 46 species of fish from 24 families and 2 groups of non fish each of 3 species of molluscs and 1 species of crustaceans. The main catch was dominate by anchovy (Stolephorus commersoni) as much as 73.83%, by catch useable as much as 26.13% consisting of 45 species, and by catch discarded as much as 0.026% consisting of 3 pufferfish species (Tetraodon sp.).Key words: catch composition, main catch, by catch, bagan rambo
MODEL ANTRIAN KAPAL PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KENDARI Syarif, Syahdan; Alimina, Naslina; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PPS Kendari selama satu bulan Januari sampai Maret 2018, dengan tujuan untuk mengidentifikasi model antrian kapal perikanan, tingkat utilitas/pemanfaatan pelayanan bongkar muat hasil tangkapan, dan waktu tunggu kapal dalam antrian di PPS Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai melalui pengamatan selama 9 jam meliputi: tingkat kedatangan kapal dan tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan. Variabel yang diamati adalah jumlah kedatangan kapal persatuan waktu, waktu antar kedatangan kapal, jumlah pelayanan persatuan waktu, dan lama pelayanan. Tingkat kedatangan kapal diasumsikan terdistribusi Poisson dan tingkat pelayanan kapal di PPS Kendari diasumsikan terdistribusi Eksponensial. Pengujian tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan kapal menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Identifikasi model antrian kapal, dan perhitungan tingkat utilitas/pemanfaatan fasilitas pelayanan di PPS Kendari dianalisis mengacu pada model dan karakteristik antrian menurut Haluan dkk (2016). Hasil pengujian tingkat kedatangan kapal berdistribusi Poisson. Tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan di PPS Kendari berdistribusi Eksponensial. Hasil pengujian tingkat kedatangan dan tingkat pelayanan bongkar hasil tangkapan di PPS Kendari dapat di rumuskan sebagai model (M/M/S/I/I). Model ini menyatakan: tingkat kedatangan berdistribusi Poisson (M), tingkat pelayanan berdistribusi Eksponensial (M), jumlah pelayanan lebih dari satu kapal dalam waktu yang bersamaan (S), panjang antrian kapal tidak terhingga (I), dan kapal yang diperbolehkan masuk dalam pelabuhan tidak terhingga (I). Tingkat utilitas/pemanfaatan fasilitas pelayanan di PPS Kendari adalah pelayanan yang optimal. Hal ini ditandai dengan nilai tingkat pelayanan (μ) kapal (5,367/jam) lebih besar dibandingkan dengan tingkat kedatangan (λ) kapal (1.36/jam). Tetapi tingkat kesibukkan (ρs) pelayanan di PPS Kendari tinggi yakni 4,918 dikarenakan kedatangan kapal yang bersamaan sehingga kapal-kapal tersebut mendapatkan pelayanan yang bersamaan. Walaupun demikian antrian yang terjadi di PPS Kendari tidak ada. Hal ini terlihat pada waktu tunggu kapal yakni 0,023/jam.Kata kunci : PPS Kendari, Model antrian, Pelayanan
Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Ditinjau dari Aspek Teknis Operasional dan Tingkat Kepuasan Nelayan Fajar, Andi M. Nur; Alimina, Naslina; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kinerja teknis dan operasional PPS Kendari berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.8 tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan serta tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan PPS Kendari. Berdasarkan model penelitian, tingkat kinerja PPS Kendari adalah moderat namun cenderung kearah negatif (0.02% FALSE). Nilai ini merupakan nilai kompilasi dari kinerja operasional PPS Kendari 100% TRUE, kinerja teknis PPS Kendari 100% TRUE, dan tingkat kepuasan nelayan 30.3% FALSE. Artinya, secara keseluruhan kinerja PPS Kendari berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.8 tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan sudah memenuhi kriteria, namun kinerja PPS Kendari berdasarkan tingkat kepuasan nelayan menunjukkan nilai yang cenderung negatif.Kata kunci: PPS Kendari, kinerja teknis, kinerja operasional, kepuasan nelayan
Musim Penangkapan Ikan Layang (Decapterus spp.) yang didaratkan di Kota Kendari B, Jumriani; Alimina, Naslina; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layang (Decapterus spp.) dikategorikan ke dalam kelompok pelagis kecil yang tersebar di seluruh perairan Indonesia dan tergolong jenis ikan ekonomis penting.  Efektivitas dan efisiensi pemanfaatan ikan layang dapat ditingkatkan apabila operasi penangkapannya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan  musim penangkapan ikan layang di Kota Kendari berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan pada PPI Sodohoa dan PPS Kendari.  Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tantang pola musim penangkapan ikan layang sehingga pemanfaatannya lebih dapat optimal. Penelitian ini dilakukan  pada bulan Mei sampai Juni 2019. Musim penangkapan ikan layang ditentukan dengan menggunakan analisis  Indeks Musim Penangkapan (IMP). Berdasarkan jumlah hasil tangkapan per upaya penangkapan atau Catch per Unit Effort (CPUE) runtun  waktu (times series analysis) minimal selama 5 tahun terakhir (tahun 2014 sampai 2018). pukat cincin (purse seine) digunakan sebagai alat tangkap utama yang mendaratkan jenis ikan layang baik pada PPI Sodohoa  maupun PPS Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim penangkapan ikan layang di Kota Kendari terjadi mulai bulan Maret sampai September dengan puncak musim penangkapan terjadi pada bulan Juli dan Agustus dengan nilai IMP berturut-turut adalah 148,56 dan 143,19 %. Secara parsial nilai IMP ikan layang tertinggi pada PPI Sodohoa terjadi pada bulan Agustus dan Desember, Sedangkan PPS Kendari juga pada bulan Juli dan Agustus. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh daerah penangkapan ikan yang berbeda antara armada pukat cincin yang mendaratkan hasil tangkapan di PPS Kendari dan PPI Sadohoa. Kata Kunci : Ikan layang, indeks musim penangkapan, PPI Sodohoa, PPS Kendari
Analisis Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pokok dan Fungsional Pangkalan Pendaratan Ikan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan Tahir, Muh; Alimina, Naslina; Yasir Haya, Ld. Muh.
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.13488

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Torobulu merupakan salah satu pelabuhan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat dan tempat untuk menjual ikan hasil tangkapan. PPI Torobulu diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan perikanan tangkap di Konawe Selatan melalui strategi pengembangan dan pengelolaan sesuai dengan tingkat pemanfaatan dan kondisi serta kebutuhan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional serta alternatif strategi dalam pengelolaan PPI Torobulu. Tingkat pemanfaatan fasilitas dianalisis dengan membandingkan antara kapasitas yang tersedia dengan pemanfaatan atau kebutuhan berdasarkan kondisi saat ini, sedangkan strategi pengelolaan dikembangkan dengan menggunakan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT analysis). Data penelitian antara lain terdiri dari data produksi dan kunjungan kapal selama 5 tahun terakhir dan data jenis dan jumlah serta ukuran armada kapal yang ada di PPI Torobulu.Data diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran langsung fasiltas di lapangan, serta wawancara dan pengisian kuesioner dari narasumber yang dipilih dengan menggunakan metode sampling kuota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada fasilitas yang tingkat pemanfaatannya telah melebihi kapasitas maksimum (dermaga), di lain pihak masih ada fasilitas yang belum termanfaatkan sepenuhnya (kolam pelabuhan, gedung tempat pelelangan ikan, BBM) dan tidak tersedia sesuai kebutuhan atau rusak (instalasi air bersih, pabrik es).Strategi terpilih untuk pengelolaan PPI Torobulu adalah pengembangan atau pembangunan fasilitas yang belum memadai, memantapkan peraturan atau regulasi tentang PPI, dan mendorong perbaikan sistem pemasaran hasil perikanan yang lebih baik.
Efektivitas Alat Tangkap Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Serranidae Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Hauling di Konawe Selatan Saputri, Evi Arum; Anadi, La; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.16306

Abstract

Bubu Ikan Karang merupakan alat tangkap tradisional (pasif) yang sebagian besar masih digunakan masyarakat nelayan di Desa Batuputih, Kabupaten Konawe Selatan yang digunakan dalam penangkapan ikan famili Serranidae yang merupakan salah satu jenis ikan karang yang bernilai ekonomis tinggi. Umpan merupakan salah satu bentuk rangsangan (stimulus) yang bersifat fisika dan kimia yang dapat merangsang ikan untuk mendekati alat tangkap dalam proses penangkapan ikan.  Secara umum, tingkah laku ikan juga banyak dipengaruhi oleh kondisi perairan.  Diduga bahwa penggunaan umpan dapat mendukung keberhasilan alat tangkap bubu. Demikian pula, waktu pengambilan hasil tangkapan (hauling) diduga dapat berdampak pada efektivitas alat tangkap secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penangkapan pada famili Serranidae berdasarkan jenis umpan dan waktu hauling yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing dengan menggunakan bubu sebanyak 12 buah dengan 4 perlakuan. Umpan alami dan waktu hauling pagi (perlakuan I), umpan alami dan waktu hauling sore (perlakuan II), umpan buatan dan waktu hauling pagi (perlakuan III) dan umpan buatan dengan waktu hauling sore (perlakuan IV). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan perlakuan III dan IV menghasilkan efektivitas sangat baik dengan nilai 81% dan 70,41% untuk famili Serranidae. Data ini menunjukan bahwa nelayan yang ingin menangkap jenis ikan ini maka disarankan menggunakan umpan buatan pada waktu hauling waktu pagi dan sore hari. 
Analisis Pemanfaatan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasarwajo Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara Muh. Basri, La Ode; Tadjuddah, Muslim; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.12378

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu fasilitas yang vital dalam bidang perikanan tangkap.  PPI Pasarwajo akan berfungsi dan berperan dengan optimal bila didukung oleh fasilitas operasional dan pengelolaan yang baik.  Melalui pengelolaan yang baik maka pemanfaatan sarana dan prasarana akan lebih efektif dan efisien sehingga mendukung pencapaian tujuan PPI Pasarwajo.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fasilitas  fungional PPI Pasarwajo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder melalui survei dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara secara purposive sampling dengan nelayan, pihak PPI  dan staf dinas perikanan, meliputi: panjang dermaga, luas kolam pelabuhan, kedalaman alur pelayaran, luas gedung lelang, kebutuhan bahan logistic (BBM, air bersih, es balok), dan produksi hasil tangkapan. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perbandingan nilai pemanfaatan fasilitas dengan nilai kebutuhan fasilitas yang ada pada saat penelitian dilakukan.Tingkat pemanfaatan fasilitas PPI Pasarwajo yakni : Dermaga 46,2 meter, luas kolam 1.021,5 m2,kedalamankolam 3,5 m, tempat pelelangan ikan 36,3 m2  (10%), , instalasi air bersih 1 bak kapasitas 95,138 m3.   Berdasarkan  hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi fasilitas yang ada belum dapat memberikan pelayanan, dimana fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang dalam keadaan rusak akibat tidak termanfaatkan dan kurangnya perawatan.
Musim Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di Kota Kendari Ishak, Anisa Aulia; Alimina, Naslina; Arami, Hania
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan jenis ikan yang dapat ditangkap sepanjang tahun. Namun demikian, produksi jenis ikan ini ditemukan melimpah hanya pada bulan-bulan tertentu, sedangkan pada bulan lain mengalami penurunan. Hal ini dapat berdampak pada fluktuasi harga dan selanjutnya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pengolahan maupun pemasaran jenis ikan ini. Dengan demikian perlu adanya penelitian untuk mengetahui musim penangkapan ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan musim penangkapan ikan tongkol berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di PPS dan PPI. Ikan tongkol yang didaratkan di PPS dan PPI ditangkap dengan menggunakan beberapa alat tangkap yaitu pukat cincin, pancing tonda. Dan pancing ulur. Musim penangkapan ditentukan melalui analisis runtun waktu terhadap hasil tangkapan per upaya penangkapan bulanan ikan tongkol selama lima tahun. Data yang digunakan yaitu data produksi dan jumlah upaya penangkapan yang bersumber dari statistik PPS dan PPI tahun 2014 sampai 2018. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dan  Pangkalan Pendaratan Ikan Sodohoa berkisar 76,38%  sampai 138,14% yang terjadi pada bulan Juli sebesar (118,19%), Agustus sebesar (100,38%), September sebesar (104,09), Oktober sebesar (138,14%), November sebesar (110,65%), dan Desember sebesar (107,78%) dengan musim puncak terjadi pada bulan Oktober.Kata kunci : Ikan tongkol, musim penangkapan, PPI Sodohoa, PPS Kendari
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PADA UNIT USAHA RUMAH TANGGA PERIKANAN DI DESA TOOLAWAWO KECAMATAN LALONGGASUMEETO KABUPATEN KONAWE Nurdiana, Nurdiana; Yusuf, Sarini; Alimina, Naslina
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 1, No 01 (2020): ANOA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.37 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v1i01.10820

Abstract

Desa Toolawawo Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat melimpah, diantaranya perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan.  Saat ini sebagian besar pelaku usaha di Desa Toolawawo masih menerapkan sistem tradisional dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan.  Fokus mitra sasaran pada kegiatan pengabdian kali ini adalah pelaku unit usaha penangkapan ikan dan pengasapan ikan.  Permasalahan mitra yang berhasil diidentifikasi adalah pengetahuan dan informasi belum lengkap bagaimana penggunaan teknologi dalam memproduksi ikan asap yang mampu meningkatkan profit dan efisiensi usaha, kemudian rendahnya atau kurangnya informasi, pengetahuan dan kemampuan oleh mitra sasaran terkait sistem manajemen/pembukuan sederhana dalam menjalankan usahanya.  Prosedur kerja dari kegiatan pengabdian dimulai dari kegiatan non-fisik, meliputi pembimbingan dan penyuluhan sebagai sarana transfer informasi dan pengetahuan mengenai teknologi pengasapan ikan. Metode pelaksanaan penyuluhan dilakukan secara berkelompok berdasarkan jenis unit usaha yang dijalankan oleh pelaku usaha.  Selanjutnya kegiatan fisik dilakukan melalui pembuatan alat pengasapan dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif.  Kegiatan sosialisasi dan pelatihan serta pendampingan terhadap pelaku/unit usaha perikanan yang ada di Desa Toolawawo berjalan efektif dan berdampak positif.  Terbukti dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam penggunaan teknologi pengasapan ikan dan keterampilan menyusun pembukuan sederhana.  Sehingga penerapan teknologi dan penguasaan manajemen usaha mampu menghasilkan keuntungan usaha yang maksimal dan berkelanjutan
Studi Perikanan Tangkap JaringInsangdengan Shortening Berbeda Di Perairan Tompo Pasi Waemputtang Poleang Selatan, Bombana Safriani, Irma; La Sara, La Sara; Alimina, Naslina
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.16267

Abstract

Jaring insang merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan di Kabupaten Bombana. Penentuan ukuran mata jaring dan shortening masih didasarkan pada pengalaman nelayan secara turun temurun, padahal ukuran mata jaring dan shortening yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penangkapan. Sehingga hal ini perlu adanya pengembangan alat tangkap jaring insang berdasarkan shortening yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis, Indeks  Keanekaragaman (H), Indeks Dominansi (C), pendapatan usaha serta menentukan shortening yang lebih baik untuk mendukung keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan usaha nelayan. Sampel dikumpulkan setiap 1 kali seminggu pada bulan Oktober 2018 – Desember 2018 menggunakan jaring insang shortening 30 persen dan shortening 40 persen. Data dikumpulkan dengan cara pengoperasian alat tangkap jaring insang dilakukan 1 kali seminggu selama 3 bulan baik yang menggunakan shortening 30 persen maupun  shortening 40 persen. Hasil tangkapan dianalisis komposisi jenis menggunakan rumus Odum, tingkat keanekaragaman jenis di analisis menggunakan Shannon-Wienner (H). Tingkat dominansi spesies dianalisis menggunakan Indeks Simpson (C). Pendapatan usaha dianalisis menggunakan analisis Revenue Cost Ratio dan Payback Period. Untuk menetukan shortening yang lebih baik menggunakan analisis uji t-independent. Hasil menunjukkan tingkat keanekaragam jenis masing-masing shortening 30 persen dan shortening 40 persen dikategorikan tinggi (1,110 dan 1,118). Indeks dominansi masing shortening tergolong rendah (0,499 dan 0,493). Hasil menunjukkan bahwa kelayakan usaha dari alat tangkap jaring insang untuk shortening 30 pesen dikategorikan untung dan layak untuk dikembangkan. Hasil Uji t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan shortening 30 persen terhadap hasil tangkapan nilai sig 0,013 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis dan tangkapan ikan masing-masing shortening maka shortening sebaikanya dibuat dengan ukuran 30 persen.