Rr. Tutik Sri Hariyati
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Rumentalia Sulistini; Krisna Yetti; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 2 (2012): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.30

Abstract

Chronic Kidney Disease merupakan kumpulan sindrom klinik dengan penurunan fungsi ginjal progresif. Prevalensi fatiguetinggi pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor yang berhubungan dengan Fatigue pada pasienyang menjalani hemodialisis. Desain penelitian analitik observasional. Teknik non probability sampling. Hasil penelitian tidakada hubungan tingkat fatigue dengan pekerjaan (p= 0,732; α= 0,05), status dukungan (p= 0,679; α= 0,05), jenis kelamin (p=0,914; α= 0,05), frekuensi (p= 0,676; α= 0,05), jarak fasilitas (p= 0,149; α= 0,05), komplikasi (p= 0,062; α= 0,05), merokok(p= 0,062; α= 0,05), alkohol (p= 0,075; α= 0,05), riwayat penyakit (p= 0,42; α= 0,05), dan status nutrisi (p= 0,168; α= 0,05).Ada hubungan tingkat fatigue dengan latihan fisik (p= 0,027; α= 0,05), lama menjalani hemodialisis (p= 0,019; α= 0,05), kadarhemoglobin (p= 0,029; α= 0,05), penghasilan (p= 0,07; α= 0,05), dan pendidikan (p= 0,040; α= 0.05). Faktor dominan adalahpenghasilan. Perawat hemodialisis diharapkan memonitoring fatigue, memberikan pendidikan kesehatan tentang latihan fisikdan memberikan asuhan keperawatan holistik.
Kompetensi Perawat Puskesmas dan Tingkat Keterlaksanaan Kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) Yuyun Tafwidhah; Elly Nurachmah; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i1.43

Abstract

Perkesmas merupakan upaya program pengembangan puskesmas yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajibdan upaya kesehatan pengembangan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kompetensi perawat puskesmasdan tingkat keterlaksanaan kegiatan perkesmas di Kota Pontianak. Desain penelitian adalah analitik korelasi secara crosssectional dengan sampel 118 perawat. Analisis data dengan Chi-Square, uji t independen, dan regresi logistik. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan antara kompetensi perawat puskesmas dan tingkat keterlaksanaan kegiatan perkesmas (p=0,000; α= 0,05). Lebih lanjut diketahui bahwa terdapat interaksi antara kompetensi dan pelatihan. Penelitian ini merekomendasikanpeningkatan kompetensi perawat guna keoptimalan pelaksanaan perkesmas melalui pelatihan, pembinaan melalui tim yangditugasi, ataupun kerja sama dengan teman sejawat serta memberikan dukungan berupa kebijakan untuk penghargaan dansanksi seperti jenjang karir perawat.
Karakteristik Orangtua dan Lingkungan Rumah Mempengaruhi Perkembangan Balita Agrina Agrina; Junaiti Sahar; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 2 (2012): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i2.31

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita memerlukan stimulasi yang adekuat dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Bilastimulasi tidak adekuat maka pertumbuhan dan perkembangan balita mengalami gangguan. Tujuan penelitian mengetahuipengaruh karakteristik orangtua dan lingkungan rumah terhadap perkembangan balita. Disain penelitian deskriptif korelasidengan pendekatan cross sectional dengan sampel 98 orang dipilih secara proporsional cluster sampling di wilayah kerjasebuah Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap di Pekanbaru. Pengumpulan data dengan kuisioner, analisis dengan chi square danregresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pekerjaan bapak dan lingkungan fisik terhadapperkembangan balita dengan lingkungan fisik sebagai variabel dominan (p= 0,029; α= 0,05). Peneliti merekomendasikan agarkeluarga mendapat sosialisasi mengenai bagaimana cara menciptakan lingkungan fisik yang penuh stimulasi, guna mencapaiperkembangan balita yang optimal.
Efektifitas Metode NIHSS dan ESS Dalam Membuat Diagnosa Keperawatan Aktual Pada Pasien Stroke Berat Fase Akut Dedi Damhudi; Dewi Irawaty; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas pengkajian metode NIHSS dan ESS dalam membuat diagnosa keperawatanaktual pada pasien stroke berat fase akut di RSUP X Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen post-test onlydesign (the one shot case study) dengan purposive sampling melibatkan 18 responden. Hasil menunjukkan hubungan sangatkuat berpola positif (r= 0,904) pada nilai NIHSS dan berpola negatif (r= -0,912) pada nilai ESS (p= 1,000; α= 0,05). Tidak adaperbedaan efektifitas penggunaan metode NIHSS dan ESS terhadap pembuatan diagnosa keperawatan yang aktual pada pasienstroke berat fase akut. Sebagai seorang perawat di ruang unit stroke sangatlah penting untuk menguasai pengkajian metode inidalam rangka meningkatkan mutu asuhan keperawatan sehingga mempercepat proses penyembuhan pasien.
Fungsi Pengarahan Kepala Ruang dan Ketua Tim Meningkatkan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana Achmad Sigit S; Budi Anna Keliat; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i2.313

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fungsi pengarahan kepala ruang dan ketua tim terhadap kepuasan kerja perawatpelaksana di unit rawat inap. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan desain pre-post test design with controlgroup. Data diambil sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan, bimbingan dan pendampingan fungsi pengarahan (operan,pre conference, post conference, iklim motivasi, supervisi dan delegasi) pada kepala ruang dan ketua tim. Sampel penelitiandiperoleh secara purposive sampling, terdiri dari 35 perawat pelaksana sebagai kelompok intervensi dan 40 perawat pelaksanasebagai kelompok kontrol. Instrumen untuk mengukur kepuasan kerja menggunakan Minnesota Satisfaction Questionnaireberjumlah 36 pernyataan. Hasil penelitian didapatkan kepuasan kerja perawat pelaksana yang mendapat pengarahan dari kepalaruang dan ketua tim yang sudah memperoleh pelatihan, bimbingan dan pendampingan meningkat lebih tinggi secara bermaknadibandingkan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana yang mendapat pengarahan dari kepala ruang dan ketua tim yang tidakdilatih fungsi pengarahan (p= 0,000; = 0,005). Fungsi pengarahan bila dilaksanakan secara konsisten oleh kepala ruang danketua tim, berpeluang meningkatkan kepuasan kerja sebesar 67,40% dan diperkirakan mampu meningkatkan nilai kepuasanperawat pelaksana sebesar 16.746 poin setelah dikontrol jenis kelamin. Rumah sakit dapat mengupayakan dan meningkatkankondisi kepuasan kerja perawat pelaksana secara berkelanjutan dengan mengimplementasikan fungsi pengarahan agar dapatmemberikan asuhan keperawatan berkualitas tinggi.Kata Kunci: kepala ruang, kepuasan kerja, ketua tim, pengarahan, perawat pelaksanaAbstractThe aim of this study was to investigate the influence of directing function of nurse unit manager and team leader to the nursejob contentment among staff nurses. The research method was a quasi experiment, pre-post test with control group design.The data gathered before and after the directing function (hand over, pre conference, post conference, motivational climate,supervision and delegation) had trained and guided to the nurse unit manager and team leader. The samples were 75respondents, determined by purposive sampling. They were 35 nurse staffs (experimental group) and the others (controlgroup). The instrument was a questionnaire consisted 36 of Likert scale statements adopted from Minnesota SatisfactionQuestionnaire. The result showed that the level of nurse job satisfaction in the experimental group increased higher significantlythan the control group (p= 0.000; = 0.005). Putting the directing function into action consistently in the daily nursingpractice improved the probability of the nurse job satisfaction level about 67.40% and enhanced it around 16.746 point. Theday-to-day maintaining their job satisfaction level should be done through directing function so that they will deliver highqualitynursing care.Keywords: directing, job satisfaction, nurse team leader, nurse unit manager, staff nurse