Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Model lingkungan Bisnis untuk Industri kapal nasional Ma'ruf, Buana; Suwignjo, Patdono; Widjaja, Sjarief
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 1 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada model-model manajemen strategic yang ada, analisis lingkungan bisnis di dalam formulasi strategi pada umumnya dilakukan melalui intuitive subjective judgment oleh analis. Untuk industry galangan kapal yang memiliki beberapa karateristik khusus dan lingkungan bisnis yang kompleks, diperlukan analisis lingkungan yang lebih komprehensif sebagai input di dalam formasi strateginya. Paper ini menyajikan model-model bisnis untuk industry kapal nasional, yang dikembangkan berdasarkan hasil kuesioner stakeholders industry kapal. Data yang terkumpul (n=112) kemudian 'dianalisis faktor'. Model tersebut diberi nama ' faktor strategies dalam persaingan industry kapal'. Di tingkat bisnis, model tersebut dikembangkan menjadi model lingkungan bisnis bangunan baru dan model lingkungan bisnis reparasi kapal. Sebagaimana ditunjukkan pada model-model tersebut, sumberdaya tak berwujud memiliki peranan yang sangat penting di dalam menciptakan daya saing berkelanjutan pada industry ini. Kedua bidang usaha tersebut memiliki beberapa faktor strategis yang berbeda, baik faktor internal maupun faktor eksternalnya. Model-model tersebut dan bobot-bobot faktornya bersifat industry-based, sehingga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan galangan kapal nasional di dalam memformulasikan strategi bisnisnya. Hasil studi kasus pada salah satu galangan kapal nasional diberikan untuk menunjukkan aplikasi model-model tersebut, dengan menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evalution (EFE) Matrix, dan sebuah matriks portfolio (internal and External Matrix). Katakunci: manajemen strategic, model lingkungan, industry kapal, analisis faktor
A Systematic Approach to Strategy Formulation for Medium-Sized Shipyards Ma'ruf, Buana
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 6, No 2 2007
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.87 KB)

Abstract

A more comprehensive strategy formulation has an important role for sustainable competitive advantage of the shipbuilding companies in the global market. The nature of shipbuilding industry differs from general industry, therefore a strategy formulation model should be developed based on its own characteristics and business environment. This paper presents a proposed strategy formulation model for medium-sized shipyards both in business and corporate levels. A new approach was developed based on comprehensive business environment analysis, using questionnaires to the industry's stakeholders and multivariate analysis 'Factor Analysis.' From the analysis, two business environmental models are made, and combined into corporate model called 'Ten-boundary environment model.' These models are used to develop Shipyard Matrix, then integrated into a shipyard strategy formulation model, called 'YARDSTRAT,' using the David's strategy formulation framework. Real case application and discussion have been carried out in two national shipyards. The proposed model and the results were compared to their existing formulation model for model evaluation and validation, using 12 evaluation criteria. The results show that, the average value of each criteria of the proposed model is much higher than the average value of the existing model (SWOT analysis). Key words: shipyard, environment model, strategy formulation, strategic management
Rancangan Perangkat Lunak untuk Aplikasi YARDSTRAT Ma'ruf, Buana
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 7, No 2 2008
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YARDSTRAT (Shipyard Strategy) adalah sebuah model formulasi strategi untuk galangan kapal. Model ini memiliki sebuah kerangka formulasi strategi yang sistematis dengan menggunakan sembilan jenis matriks formulasi melalui tiga tahapan. Namun demikian, implementasi model ini secara manual sangat kompleks, dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Makalah ini menyajikan sebuah rancangan perangkat lunak dengan memakai bahasa pemograman Borland Delphi, sehingga memberi kemudahan bagi manajemen perusahaan untuk melakukan formulasi dan evaluasi strategi secara cepat dan akurat, serta tanpa memerlukan pengetahuan khusus tentang model dan metode-metode formulasi yang digunakan. Sebuah contoh aplikasi diberikan melalui sebuah studi kasus pada perusahaan galangan kapal. Katakunci: galangan kapal, model formulasi strategi, perangkat lunak
Analysis Of Non Value Added Activity On Ship Production Process Approach Concept Of Value Stream Mapping Case Study At PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya Tebiary, An Apriyani; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.584 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2056

Abstract

Competition of shipyard industry market in this globalization era encourages companies to realize the importance of improving the effectiveness and efficiency so that, able to compete in terms of quality, cost and on time delivery. Production effectiveness is one effort that must be achieved by a shipbuilding industry to survive amid the competition in seizing market share. Production effectiveness is done with the aim of producing economically, continuously and on time to the customer, so that the company's survival can be guaranteed. This study aims to identify the activities that are classified as waste in the process of ship building at PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya so as to minimize production time in shipyard industry. The results showed the effectiveness of PT. DUMAS currently reaches 84.96%. In the process of improvement with the application of value stream mapping effectiveness value reached 92%. The conclusion of this research is a value stream mapping method can be applied measuring instrument and can describe the flow of production process in shipyard so that can explain in detail activity that give value added or non value added activity.
Kajian Penerapan Aturan Klasifikasi Pada Laminasi Struktur Konstruksi Lambung Kapal Ikan Fiberglass 3 GT Marzuki, Ismail; Zubaydi, Achmad; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.838 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2055

Abstract

Material fiberglass masih menjadi alternatif dalam pembuatan kapal di Indonesia, hal ini terlihat dari banyaknya kapal ikan berbahan fiberglass pesanan KKP pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjaun sejauh mana penerapan aturan klasisfikasi pada proses produksi pembangunan kapal ikan 3 GT dengan melakukan pengujian kuat tarik dan kuat tekuk terhadap spesimen laminasi kapal ikan FRP 3 GT yang diambil dari dua galangan yang sedang membangun kapal ikan pesanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2016, dimana proses pembangunannya mengacu pada persyaratan pengujian dalam Biro Klasikasi Indonesia (BKI) tahun 2015, yang memakai International Standard (ISO) 527-4 (1997) untuk uji tarik, dan ISO 14125 (1998) untuk uji bending. Spesimen yang akan di uji masing-masing diambil dari bagian lunas (keel), alas (bottom) dan sisi (side). Secara keseluruhan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah mengevaluasi dari laminasi struktur konstruksi yang pada penerapanya tidak memenuhi dari aturan klasifiaksi dan juga memeberikan alterbatif susunan laminasi optimal untuk diterapkan dalam pembangunan kapal ikan 3 GT berbahan fiberglass. Penelitian ini juga nantinya dapat berkonstribusi dalam penyususnan standarisasi untuk kapal-kapal fiber berukuran kecil.
Kajian Disain Konstruksi Laminasi Lambung Prototipe Kapal SEP-Hull 8 Meter Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.17 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i2.3530

Abstract

Prototipe kapal Surface Effect Planning Hull (SEP-Hull) 8 meter yang telah dibangun pada tahun 2009, merupakan kapal dengan sistem injeksi udara yang memungkinkan kapal melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar yang minimal, sehingga cocok digunakan sebagai kapal patroli, kapal wisata pantai, dan sejenisnya. Kapal ini didisain berbahan fiberglass dan diharapkan kelak dapat dibangun skala komersil. Di sisi lain, hasil survei di beberapa galangan fiberglass dalam negeri menunjukkan, pembuatan kapal fiberglass umumnya belum mengacu pada persyaratan kelas, sehingga kekuatan konstruksi laminasinya sulit dijamin. Makalah ini mengkaji aspek disain konstruksi prototipe kapal SEP-Hull dan pengujian spesimen (uji tarik dan uji tekuk) laminasi lambung kapal tersebut sesuai rules BKI 2006. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, nilai kuat tekuknya tidak memenuhi nilai minimum sebagaimana disyaratkan rules BKI. Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak BKI dan praktisi galangan, diperoleh sebuah usulan penyempurnaan disain konstruksi dan susunan laminasi fiberglass untuk pembangunan kapal SEP-Hull skala komersil di masa mendatang, yang mengacu pada rules BKI.Keywords: fiberglass ship, SEP-Hull vessel, lamination construction, specimen test.
Pengukuran Kesiapan Teknologi untuk Pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs dengan Sistem Modular di PT PAL Indonesia Virliantarto, Noor; Ma'ruf, Buana; Suastika, I Ketut
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.562 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2054

Abstract

Industri galangan kapal Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar jika ditinjau dari kebutuhan kapal dari dalam negeri, termasuk banyaknya jumlah kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing industri galangan kapal Indonesia di mata dunia dibutuhkan pengembangan teknologi produksi kapal. Banyaknya kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs memungkinkan untuk dibangun secara masal dengan sistem modular, dimana teknologi modular adalah implementasi dari teknologi PWBS yang telah diterapkan banyak galangan. PT. PAL Indonesia telah menerapkan teknologi modular, akan tetapi untuk pembangunan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal). Oleh karena itu, pada makalah ini dilakukan pengukuran kesiapan teknologi PT. PAL Indonesia dengan metode pengukuran model teknometrik untuk pembangunan kapal kontainer secara masal dengan sistem modular, di mana teknometrik membagi empat komponen teknologi yang terdiri dari technoware, humanware, inforwar, dan orgaware. Hasil dari pengukuran tersebut memberikan rekomendasi pengembangan galangan kapal, antara lain pemanfaatan lahan sebagai buffer area, melakukan transfer of technology pada SDM, mengintegrasikan sistem informasi, dan membentuk badan penelitian dan pengembangan.
Implementation Forms Of Integration Strategy For Development Of Shipyard Industry In Surabaya And Surrounding Bawias, Ishak; Zubaydi, Achmad; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.033 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2258

Abstract

One of the successes of the Philippines and Vietnam in developing the shipbuilding industry is by applying integration strategies within the  shipbuilding industry, so that synergy between docks and supporters is optimized and create sustainable competitiveness. Therefore, this research is aimed at developing shipyard industry in Surabaya and its surroundings, through analysis of business competitiveness with the implementation of integration strategies. The form of strategy implementation from several previous studies was continued through questionnaires (based on Likert Scale) to 31 respondents of top management of a number of shipyard and supporting industries, as well as related institutions. The result, then analyzed by using Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), so that obtained some form of synergy and potential synergy pattern done in shipbuilding industry development.
Perencanaan Penjadwalan Reparasi Kapal Ferry Dengan Menggunakan Metode Flash Firstdhitama, Wisnu; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.214 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2869

Abstract

ABSTRAK Sebagai negara kepulauan di Indonesia kapal ferry mempunyai peran sangat vital untuk melayani angkutan penumpang dan barang dengan jarak pendek. Pada operasinya armada kapal ferry ini memiliki frekuensi waktu kedatangan dan keberangkatan yang ketat, sehingga dalam setiap waktu dockingnya harus singkat dan terjadwal dengan baik. Namun pada kasusnya diperiode special docking ini masih relatif lama yakni sekitar 37 hari pada penyelesaian dockingrepairnya.Padamakalahinimengambilstudi kasus reparasikapalpenumpangjenisferry di salahsatugalangankapal. Permasalahan yang biasaterjadidilapanganadalahpenyelesaian pekerjaan reparasi kritis atau critical path, dimana jika terjadi keterlambatan dalam penyelesaian, maka pekerjaan lainnya juga akan terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya.Dengan demikian dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penjadwalan ulang melalui metode FLASHFuzzy Logic Aplication for Schedulling, dimana metode ini lebih sistematis, sederhana dan akurat dalam merencanakan penjadwalan pekerjaan reparasi. Penjadwalan ulang dengan metode FLASH ini dilakukan melalui analisis data historical repair yang sudah ada untuk menentukan waktu yang efisien dalam realisasi pekerjaan. Selanjutnya dengan bantuan kuisioner didapatkan nilai tingkat kepercayaan pada beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam penjadwalan dengan kesesuaian class matter.Dengan data-data tersebut, selanjutnya dilakukan olah data dengan bantuan sofware microsoftexcel 2010, QM-windows versi-4 dan matlab v-20. Dari hasil komputasi didapatkan efisiensi waktu dari pekerjaan reparasi dengan pengaturan penjadwalan penyelesaian 25 hari dengan tingkat kepercayaan sebesar 90 persen dan tingkat kesesuaian dari faktor yang mempengaruhi dalam penjadwalan sebesar 39 persen.Kata kunci :MetodeFLASH, Efisiensiwaktudocking, Penjadwalanpekerjaan.
KONSISTENSI PENGARUH SUMBERDAYA DALAM MENDUKUNG DAYA SAING GALANGAN KAPAL NASIONAL Ma'ruf, Buana; Bisri, Ahmad
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.463 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3076

Abstract

Daya saing di pasar global menjadi isu penting bagi galangan kapal nasional. Sejumlah referensi menunjukkan, daya saing bergantung pada keunggulan faktor-faktor internal (sumberdaya) dan tingkat respon terhadap faktor-faktor eksternalnya. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh sumber-daya berwujud dan tidak berwujud pada galangan kapal kelas menengah dan besar di Indonesia, dibandingkan dengan penelitian sejenis yang telah dilakukan pada tahun 2005. Penelitian dilakukan terhadap 20 faktor internal, dengan metode kuesioner kepada responden pilihan (pemangku kepentingan), diperoleh 106 jawaban responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan, faktor-faktor yang berpengaruh dominan untuk menciptakan daya saing berkesinambungan relatif sama, yaitu masih amat bergantung pada ketepatan waktu penyerahan dan mutu produknya, namun harga jual produk kini tidak menjadi prioritas utama, baik pada bisnis bangunan baru maupun di bisnis reparasi kapal. Pembeda utamanya adalah, faktor engineering berpengaruh penting pada bisnis bagunan kapal baru, dan faktor lokasi galangan berpengaruh penting pada bisnis reparasi kapal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan sumberdaya tak berwujud lebih berpengaruh dominan pada kedua bisnisnya, yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Kata kunci: galangan kapal, sumberdaya berwujud dan tak berwujud, daya saing