Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jambura Journal Civic Education

WUJUD NASIONALISME DI MEDIA DIGITAL (ANALISIS TWEET TENTANG BAJU BATIK DI PUNCAK KTT G20) Gita Juniarti; Nikolaus Ageng Prathama
Jambura Journal Civic Education Vol 3, No 1 (2023): Vol. 3 NO. 1 MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v3i1.18511

Abstract

Batik merupakan identitas kultural negara Indonesia. Pada November 2022, tepatnya ketika acara puncak penutupan KTT G20 di Bali, beredar foto di Twitter Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak; yang berdiri di dekat PM Kanada, Justin Pierre James Trudeau; Presiden FIFA, Gianni Infantio; Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia, Davos Klaus Martin Schwab; dan Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan, yang menggunakan baju batik. Foto tersebut dipublikasi oleh tiga pekerja media di Inggris, yaitu Sophie Corcoran, Keean Bextie, dan Mahyar Tousi, disertai dengan cuitan yang menyindir baju Batik yang digunakan oleh mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif untuk menganalisis komentar para warganet di reply dari cuitan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet di Indonesia mengecam tiga pekerja media di Inggris tersebut karena mereka dinilai telah menyinggung Batik sebagai identita dari negara Indonesia. Dari ribuan komentar yang membalas cuitan tiga pekerja media di Inggris tersebut, tidak ada komentar yang mendukung cuitan mereka. Komentar didominasi oleh pertentangan dan kecaman dari warganet Indonesia, serta komentar netral yang menjelaskan tentang Batik sebagai warisan budaya di Indonesia. Tindakan dari warganet Indonesia di Twitter menunjukkan sikap nasionalisme dari tindakan bela negara dan cinta tanah air di tengah fenomena gempuran digital yang menimbulkan ancaman masuknya ideologi asing.