Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KAJIAN PRODUKTIVITAS MESIN BOR FURUKAWA ROCK DRILL PCR 200 DALAM PENYEDIAAN LUBANG LEDAK PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT PT. SULENCO WIBAWA PERKASA KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Umar, Ezra Farabi; Syahrudin, -; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.095 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36739

Abstract

Dalam suatu kegiatan tambang terbuka, pembongkaran dilakukan dengan menggunakan dua tahapan yaitu pengeboran dan peledakan, apabila salah satu dari kegiatan tersebut terganggu maka produksi pembongkaran batuan akan terhambat. PT. Sulenco Wibawa Perkasa memiliki target pembongkaran batuan sebesar 2600 BCM hingga 3600 BCM dengan target penyediaan lubang sebanyak 30 lubang per hari. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah produktivitas dari alat bor telah memenuhi target produksi serta hambatan pada kegiatan pengeboran. Dalam penelitian ini dilakukan metode penelitian deskriptif kuantitaf dengan cara melakukan perbandingan antara produktivitas aktual alat, target produksi dari perusahaan serta spesifikasi alat. Dalam upaya peningkatan produktivitas mesin bor dilakukan perbaikan waktu kerja dengan mengjilangkan waktu hambatan yang terjadi didalam kegiatan pengeboran. Setelah dilakukan perhitungan produktivitas dalam penyediaan lubang bor, diketahui pada kegiatan pertama Furukawa Rock Drill PRC 200 telah menyediakan 30 lubang ledak per hari dengan produktivitas sebesar 83.99 m³/jam atau 2630 BCM dimana pada kegiatan ini target pembongkaran batuan telah terpenuhi. Sedangkan pada kegiatan kedua telah menyediakan 30 lubang ledak perhari dengan produktivias sebesar 82.476 m³/jam atau 3280 BCM dimana pada kegiatan ini produktivitas alat tidak sesuai dengan target produksiKata kunci: Pengeboran, mesin bor, produktivitas
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI PELEDAKAN PADA TAMBANG BATU PT. SULENCO WIBAWA PERKASA, KABUPATEN MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT Sugiarto, Herlambang Rezco; Marsudi, -; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36725

Abstract

Keberhasilan suatu peledakan batuan salah satunya dapat dilihat dari ukuran fragmen yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan. Menurut perusahaan distribusi fragmentasi boulder yang berukuran > 80 cm dari hasil peledakan masih terlalu banyak, sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki distribusi fragmentasi hasil peledakan agar boulder yang dihasilkan <20%. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menentukan nilai faktor batuan dilokasi penelitian, menghitung distribusi fragmentasi aktual dan teoritis, dan merancang geometri peledakan usulan dihitung menggunakan metode perhitungan R.L.Ash. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan kuantitatif, dengan menggunakan kerangka kerja dan tahapan penelitian dalam menghitung nilai faktor batuan, distribusi fragmentasi aktual dan teoritis, dan geometri peledakan usulan. Nilai faktor batuan dilokasi penelitian adalah 6,85, distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan aktual yang dihitung berdasarkan perhitungan image analysis menggunakan software split desktop untuk ukuran < 30 cm adalah sebesar 26,05 %, ukuran 30-80 cm adalah 46,06 %, dan untuk boulder yang berukuran > 80 cm adalah sebanyak 27,90 %, perhitungan secara teoritis dengan menggunakan metode Kuz-Ram, menunjukan distribusi fragmentasi berukuran <30 cm adalah    84,51 %, distribusi fragmentasi berukuran 30-80 cm adalah 15,44 %, dan distribusi fragmentasi berukuran >80 cm adalah 0,05 %. Rancangan geometri peledakan usulan memiliki ukuran diameter 3 inch, burden  1,7 m, spasi 2 m, kedalaman lubang 6 m, tinggi jenjang 5,5 m, subdrilling 0,5 m, stemming 1,3 m, kolom isian 4,7 m. Berdasarkan perhitungan distribusi fragmentasi terkoreksi Kuz-Ram geometri peledakan usulan menghasilkan distribusi fragmentasi pada boulder yang berukuran > 80 cm sebanyak 14,58 %.Kata Kunci: Geometri, peledakan, fragmentasi, boulder, Kuz-Ram
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PERTAMBANGAN BATU PADA TAHAP MUAT ANGKUT DAN DUMPING DI PT. SULENCO WIBAWA PERKASA KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Kelvin, Mario; Purwoko, Budhi; Syafrianto, M. Khalid
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.787 KB)

Abstract

PT. Sulenco Wibawa Perkasa adalah perusahaan pertambangan batu Granodiort serta memiliki risiko dan bahaya yang besar, maka perlu tidakan penanaman kesadaran akan pentingnya kesehatan serta keselamatan kerja disetiap tahapan kegiatan. Bahaya dan risiko dapat terjadi pada saat kegiatan operasi produksi berlangsung, maka perlu dilakukan pengidentifikasian potensi bahaya untuk mendapatkan data mengenai potensi bahaya, kemudian melakukan pembobotan untuk menetukan rencana pengendalian yang sesuai kondisi. Analisis potensi bahaya dan pengendalian risiko pada penelitian ini mengunakan metode hazard identification risk assessment and risk control (HIRARC) dengan mengunakan parameter likelihood (kemungkinan), severity (konsekuensi), dan exporsure (paparan) untuk mendapatkan nilai masing-masing risiko bahaya. Data didapat dengan melakukan wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, risiko yang teridentifikasi sebanyak 36 potensi bahaya yang mungkin terjadi, tingkat risiko tertinggi dan memiliki nilai tertinggi pada kegiatan penambangan pada tahap pemuatan (loading) yaitu, terpapar/terhirupnya debu (500) dan tertimpa longsor (450), pada tahap pemuatan (hauling) yaitu, terpapar/terhirupnya debu (500) serta pada tahap dumping yaitu, terpapar/terhirupnya debu (500) dan terperosok akibat runtuhnya tanah (450) yang semua risiko tersebut termasuk kategori very high. Pengendalian secara umum yang direkomendasikan adalah dalam melakukan pekerjaan sesuai SOP yang telah dibuat perusahaan atau SOP rekomendasi yang diberikan. Kata kunci : HIRARC, kemungkinan, konsekuensi, paparan, identifikasi, pengendalian
EVALUASI SISTEM DRAINASE JALAN LINGKAR BOTER KABUPATEN ROKAN HULU -, SYAFRIANTO
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UPP Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UPP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.067 KB)

Abstract

Di Kecamatan Rambah di jalan Lingkar Boter belum memiliki sistem drainase yang baik dan permanen berdasarkansurvei di lapangan. Kondisi existing drainase yang ada merupakan drainase alami sepanjang 1300 meter dengan lebar 1,0meter dan kedalaman rata-rata 1,0 meter.Data yang digunakan dalam perhitungan dimensi saluran drainase adalah data curah hujan 14 tahun terakhir dan petasituasi. Selanjutnya frekuensi curah hujan dihitung dengan metode Gumbel, perhitungan debit banjir banjir rencana denganmetode Rasional, perhitungan dimensi saluran berbentuk persegi dengan metode Manning.Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh besar dimensi drainase jalan Lingkar Boter adalah: tinggi saluran (H) =1,94 meter, lebar dasar saluran (b) = 2,36 meter, tinggi jagaan (w) = 0,76 meter, dan tinggi air (h) = 1,18 meter.
Desain Green Data Center Pada Pt. Utac Manufacturing Services Indonesia Syafrianto, Syafrianto
Santika : Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2017): SANTIKA
Publisher : The Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsa.v7i2.658

Abstract

The development the world of technology today is very extraordinary in helpinghuman needs, especially in the world of information. The use of computers thatare so high can cause enormous environmental effects and hazards in thesurrounding environment. Green Computing (green computer) is a step toreduce the environmental effects caused without harming the existing ecosystem.Green Computing is a computer-friendly way to use computers. The newparadigm for Data Center uses architectural design that includes processors andother devices with low power consumption and designs data centers using lowerenergy to prevent harmful effects on the environment. In this paper will bediscussed what is green data center (Green computer) and design data from thedata center proposed at PT. UTAC Manufacturing Services Indonesia
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI LAHAN PERKEBUNAN Syafrianto, M. Khalid
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.512 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v16i1.18310

Abstract

Lahan pasca tambang merupakan sumberdaya potensial dan memberikan manfaat yang cukup besar apabila dapat dimanfaatkan secara tepat. Perkebunan dapat dijadikan salah satu bentuk dari pemanfaatan lahan bekas tambang. Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan perkebunan di kabupaten Balangan menggunakan evaluasi kesusaian lahan metode Weight Factor Matching. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman kelapa sawit dan karet memiliki nilai s2 (cukup sesuai), Hasil kesesuaian lahan tersebut menggambarkan bahwa kedua jenis tanaman masuk dalam kategori lahan mempunyai faktor pembatas yang berpengaruh terhadap produktifitas sehingga memerlukan masukan, pembatas tersebut biasanya dapat diatasi oleh petani atau pengelola itu sendiri. Kata-kata kunci: batubara, kesesuaian lahan, kelapa sawit, karet, Weight Factor Matching, skala ekonomi perkebunan
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA K3 DAN PENGENDALIAN RISIKO TERHADAP PEKERJAAN PADA KEGIATAN PEMBONGKARAN (PENGEBORAN DAN PELEDAKAN) DI PT. SULENCO WIBAWA PERKASA DESA PENIRAMAN, KECAMATAN SUNGAI PINYUH, KABUPATEN MEMPAWAH, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Herwandi, Gusti Muhammad; -, Syahrudin; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.279 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v7i1.40214

Abstract

Perlu adanya peningkatan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan perbaikan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pada beberapa kegiatan penambangan agar kegiatan K3 yang ada dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan terasa manfaatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko kecelakaan kerja pada pekerja tambang batuan granit di PT. Sulenco Wibawa Perkasa. Tujuan dari JHA untuk membantu manajemen memahami bahwa proses yang benar memberikan wawasan dan peningkatan yang sangat baik ke dalam sistem keselamatan jika diterapkan dengan benar dan dipertahankan. Metode yang digunakan dilapangan menggunakan metode observasi dan wawancara kepada pekerja yang bersangkutan. Hasil penelitian dalam bentuk tabel yang telah diidentifikasi dan dinilai  menunjukkan bahwa pada tahap pengeboran terdapat 7 kegiatan kerja dan 10 potensi bahaya dengan tingkat risiko terbesar mencapai 100 dan terkecil bernilai 0,25. Sedangkan pada tahap peledakan terdapat 6 kegiatan kerja dan 9 potensi bahaya dengan tingkat risiko terbesar hanya mencapai 12 dan terkecil mencapai 0,25. Setelah menilai, peneliti melakukan pengendalian yang salah satunya terdapat standar operasional prosedur untuk perusahaan.
EVALUASI SISTEM DRAINASE JALAN LINGKAR BOTER KABUPATEN ROKAN HULU -, SYAFRIANTO; ARIYANTO, ANTON; HIDAYAT, ARIFAL
Jurnal Mahasiswa Teknik Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.021 KB)

Abstract

Di Kecamatan Rambah di jalan Lingkar Boter belum memiliki sistem drainase yang baik dan permanen berdasarkan survei di lapangan. Kondisi existing drainase yang ada merupakan drainase alami sepanjang 1300 meter dengan lebar 1,0 meter dan kedalaman rata-rata 1,0 meter.
KAJIAN BATU TERBANG (FLY ROCK) UNTUK MENGURANGI RADIUS AMAN PADA PELEDAKAN PENAMBANGAN GRANODIORIT PT TOTAL OPTIMA PRAKARSA PENIRAMAN KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT Syeban, Nadhif; Marsudi, -; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.741 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36720

Abstract

Fly Rock fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil peledakan. Fragmentasi batuan yang terlempar melebihi radius aman dapat menyebabkan kerusakan untuk alat mekanis.Penelitian bertujuan mengetahui jarak aman dari fly rock yang dihasilkan dari peledakan di perusahaan dan faktor yang mempengaruhi jarak fly rock. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisa kuantitatif dengan perhitungan dan analisa prediksi jarak fly rock teoritis dari peledakan yang dihasilkan. Pengambilan data di PT. Total Optima Prakarsa menggunakan gps garmin 64s. dan kamera pengamatan kegiatan peledakan di perusahan. PT. TOP di wilayah Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Hasil peneliitan, radius aman di PT.Total Optima Prakarsa sebesar 220m, faktor yang mempengaruhi jarak lemparan Fly Rock  (stemming) dengan nilai korelasi sebesar 82,8%, nilai prediksi yang paling mendekati nilai aktual menggunakan teori Rifling, nilai penyimpangan sebesar 7,22 dan dari nilai stemming usulan menggunakan Teori RL ash didapatkan nilai stemming sebesar 3,5 m dengan jarak fly rock. Prediksi sebesar 47,5 m, sehingga radius aman dapat diturunkan menjadi 95m. Jarak areal peledakan dengan fasilitas perusahaan   ±  800 m, sedangkan pemukiman setempat berjarak ± 2 km sehingga aman dari lemparan fly rock terjauh (110 m) dan tidak melebihi ambang batas radius aman peraturan Kepmen 1287.Kata kunci :Fly Rock, radius aman, stemming
PERHITUNGAN SUMBERDAYA BAUKSIT DENGAN BLOCK MODEL MENGGUNAKAN ESTIMASI INVERSE DISTANCE WEIGHTING PADA BLOK X PT. PUSAKA JAMAN RAJA KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Megawati, Elsa; Purwoko, Budhi; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.067 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32187

Abstract

Bijih bauksit laterit merupakan komoditi tambang yang mempunyai nilai jual yang tinggi, sehingga banyak perusahaan yang berlomba mencari daerah yang prospek akan mineral ini. Nilai ekonomis yang dimiliki bijih bauksit  sangat memberikan dampak yang sangat bisa dirasakan oleh masyarakat yang berada pada daerah-daerah tempat bauksit didapatkan dan diolah oleh perusahaan tambang, dimana dengan adanya perusahaan tambang yang mengelola bauksit tersebut dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan tambang bauksit juga memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan daerah yang dimasuki oleh perusahaan tambang. PT. Pusaka Jaman Raja merupakan perusahaan yang sedang dalam tahap eksplorasi di bidang penambangan bauksit yang terletak pada  Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Perusahaan ini masih dalam berada tahap eksplorasi, Agar perusahaan ini dapat melakukan tahapan penambangan dan produksi maka diperlukan perhitungan estimasi sumberdaya bauksit yang berpotensi di perusahaan tersebut. Estimasi sumberdaya bauksit laterit adalah estimasi potensi dari bahan galian endapan mineral bijih yang terletak di permukan bumi untuk mengetahui apakah endapan tersebut layak untuk dilanjutkan ke proses penambangan bauksit laterit selanjutnya yaitu perhitungan cadangan bauksit laterit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya dari bahan galian bijih bauksit laterit serta mengetahui ketebalan endapan mineral, kedalaman tespit bor dan topografi dari area yang diestimasi tersebut. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data log bor yang didapat dari perusahaan kemudian diolah agar menjadi lebih rapi menjadi data assay, collar, litologi dan survey bauksit laterit yang mana data ini akan dihitung dengan menggunakan metode Inverse Distance Distance  menggunakan aplikasi Sofware Surpac 6.3.2. Berdasarkan estimasi sumberdaya bauksit laterit menggunakan Inverse Distance Weigthing dengan spasi titik bor 50 meter dan COG 35% diperoleh tonase sumberdaya 3.230.315 ton dengan rata-rata kadar Al2O3 48,71%.Kata kunci : Sumberdaya, Bijih, Bauksit Laterit, Inverse Distance Weigthing