Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ipteks Terapan

PENGARUH FRAKSI VOLUME PENGUAT TERHADAP KEKUATAN LENTUR GREEN COMPOSITE UNTUK APLIKASI PADA BODI KENDARAAN Perdana, Mastariyanto
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 4 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.284 KB) | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i4.409

Abstract

Composites are one of material be used in engineering field. This is due the composites has light weight and relatively strong properties. The synthesis fiber-based composites reduces to obtain environmental friendly properties. This research use hybrid fiber which consist of calcium carbonate (CaCO3) powder and bagasse fiber. Matrix used is resin polyester. Variation of volume fraction between bagasse and calcium carbonate powder are 10:20, 15:15 and 20:10 respectively. Volume fraction of hybrid fiber and polyester is 30:70. This study aims to determine mechanical properties of hybrid composites for each variation of volume fraction. Test results showed. Bending strength of bagasse-based hybrid composites and powder of calcium carbonate with a variation of volume fraction of 10%: 20%, 15%: 15% and 20%: 10% are 53.77 MPa, 54.90 MPa and 59.76 MPa. Hybrid composites with volume fraction 20% bagasse and 10% calcium carbonate powder has highest of bending strength. Green composite based bagasse and calcium carbonate powder can use on application of vehicle body.Komposit merupakan salah satu material yang banyak digunakan pada bidang keteknikan. Ini dikarenakan komposit memiliki sifat ringan dan relatif kuat. Untuk mendapakatkan sifat yang ramah lingkungan, penggunaan komposit yang berbasis serat sintesis dikurangi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan serat hibrid yaitu penggabungan antara serbuk kalsium karbonat (CaCO3) dan serat ampas tebu (bagasse). Matrix yang digunakan adalah resin polyester.Variasi fraksi volume antara bagasse dan serbuk kalsium karbonat masing-masing adalah 10:20, 15:15 dan 20:10. Fraksi volume antara serat hibrid dan resin polyester adalah 30:70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium karbonat untuk masing-masing variasi fraksi volume. Hasil pengujian menunjukkan bahwakekuatan bending tertinggi komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium karbonat adalah fraksi volumeserat 20% bagasse dan 10% serbuk kalsium karbonat yang mempunyai kekuatan bending sebesar 59.76 MPa. Kekuatan bending dari komposit hibrid berbasis bagasse dan serbuk kalsium karbonatdengan variasi fraksi volume 10% : 20%, 15% : 15% dan 20% : 10% adalah 53.77 MPa, 54.90 MPa dan 59.76 MPa.Komposit ramah lingkungan berbasis serat ampas tebu dan serbuk kaslium karbonat dapat diaplikasikan pada bodi kendaraan
PENGARUH FRAKSI VOLUME KOMPOSIT SERBUK CANGKANG KELAPA SAWIT/EPOKSI TERHADAP KEKERASAN DAN LAJU KEAUSAN Perdana, Mastariyanto
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 1 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.453 KB) | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i1.3297

Abstract

Natural composite is one of materials that have been utilized in the engineering field. Utilization of natural composite is due to nature of environmentally friendly and better on mechanical properties. The aim of this study was determine the effect of volume fraction of composite-based oil palm shell powder to hardness and wear rate. In this study, the main materials of composite are oil palm shells as a reinforcement and epoxy resin as binders. Oil palm shells are crushed into powder with size 420-595 μm. Variation of volume fraction between oil palm shell and epoxy are 45%:55%, 50%:50% and 55%:45%. The results showed that composite hardness was increasing with the addition of oil palm shell powder composition. Hardness of composites based oil palm shell powder/epoxy at volume fractions of 45%:55%, 50%:50% and 55%:45% are 10.69 VHN, 11.64 VHN, and 12.36 VHN, respectively. Wear rate of composites decreases with the addition of oil palm shell  composition. Wear rate of composite based oil palm shell powder/epoxy at a volume fraction of 45%:55%, 50%:50% and 55%:45% are 4.7 x 10-7 g/mm2.s, 2.5 x 10-7 g/mm2.s, and 1.9 x 10-7 g/mm2.s, respectively. Analysis of fracture surface of composite has been done using Scanning Electrone Microscope.  Komposit alam merupakan salah satu material yang telah dimanfaatkan pada bidang keteknikkan. Pemanfaatan komposit alam ini tidak terlepas dari sifat ramah terhadap lingkungan dan sifat mekanik yang relatif baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari fraksi volume komposit berbahan dasar serbuk cangkang kelapa sawit terhadap kekerasan dan laju keausan. Pada penelitian ini, bahan utama dari material komposit adalah cangkang kelapa sawit sebagai pengikat (reinforcement) dan resin epoksi sebagai pengikat (binder). Cangkang kelapa sawit dihaluskan menjadi serbuk dengan ukuran 420-595 µm. Variasi fraksi volume antara cangkang kelapa sawit dan epoksi  adalah 45%:55%, 50%:50%, dan 55%:45%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan komposit semakin meningkat dengan penambahan komposisi serbuk cangkang kelapa sawit. Kekerasan dari komposit serbuk cangkang/epoksi pada fraksi volume 45%:55%, 50%:50% dan 55%:45% berturut-turut sebesar 10.69 VHN, 11.64 VHN, dan 12.36 VHN. Laju keausan dari komposit semakin menurun dengan penambahan komposisi serbuk cangkang kelapa sawit. Laju keausan dari komposit serbuk cangkang/epoksi pada fraksi volume 45%:55%, 50%:50% dan 55%:45% berturut-turut sebesar 4.7 x 10-7 g/mm2.dt, 2.5 x 10-7 g/mm2.dt, dan 1.9 x 10-7 g/mm2.dt. Pengamatan permukaan patahan dari komposit telah dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM).