Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

FRACTURE SURFACE PADA KOMPOSIT HIBRID BERBASIS FIBERGLASS DAN COIR AKIBAT PENGARUH MOISTURE CONTENT Mastariyanto Perdana; Jamasri Jamasri
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.614 KB)

Abstract

Salah satu material teknik yang sangat banyak digunakan dibidang keteknikan adalah komposit. Ini disebabkan komposit memiliki sifat ringan dan relatif kuat. Namun, komposit yang berbasis serat sintesis dikurangi penggunaannya untuk mendapatkan sifat ramah lingkungan sehingga penelitian ini menggunakan serat hibrid dengan fraksi volume yang terdiri dari 12% fiberglass dan 18% coir. Fraksi volume antara serat hibrid dan epoksi adalah 30:70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk patahan (fracture surface) komposit sebagai akibat pengaruh dari moisture content. Komposit direndam dalam air dengan variasi perendaman 6, 12, 18, dan 24 jam untuk mengetahui pengaruh dari moisture content tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagai akibat moisture content menyebabkan terjadinya pull-out pada serat coir dan fiberglass pada komposit hybrid. Moisture content menyebabkan menurunnya interfacial bonding antara serat coir dan matrik sehingga akan menyebabkan terjadinya penurunan kekuatan dari komposit.
ANALISA SIFAT FISIK DAN MEKANIK DARI GREEN COMPOSITE MATERIAL DARI LIMBAH STYROFOAM, AMPAS TEBU DAN CANGKANG TELUR SEBAGAI RANGKA DRONE Mastariyanto Perdana
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 No. 1 Februari 2018
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.669 KB)

Abstract

Pemanfaatan material limbah untuk dijadikan sebagai material dibidang keteknikkan mulai dikembangkan. Pemanfaatan material limbah bertujuan untuk mendapatkan sifat yang ramah lingkungan. Salah satu material limbah yang bisa dikembangkan adalah limbah dari styrofoam, ampas tebu dan cangkang telur. Pada penelitian ini styrofoam  dijadikan bahan pengikat (matriks) sedangkan ampas tebu dan cangkang telur dijadikan bahan penguat (reinforcement) material green composite. Ampas tebu dan cangkang telur sebagai bahan penguat dihaluskan menjadi serbuk ukuran 64-72 µm. Variasi fraksi volume dari styrofoam, ampas tebu dan cangkang telur adalah 80%:10%:10%, 70%:15%:15%, 60%:20%:20% dan 50%:25%:25%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume terhadap sifat fisik dan mekanik dari  material green composite berbahan limbah styrofoam, ampas tebu dan cangkang telur. Pengujian sifat fisik yang dilakukan adalah pengujian densitas dan pengujian mekanik yang dilakukan adalah pengujian tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas dari material green composite semakin meningkat dengan penambahan komposisi dari material reinforcement. Densitas dari green composite pada  fraksi volume 80%:10%:10%, 70%:15%:15%, 60%:20%:20% dan 50%:25%:25% berturut-turut sebesar 0,90 gr/cm3, 0,95 gr/cm3, 1,01 gr/cm3 dan 1,21 gr/cm3. Kekuatan tarik dari material green composite semakin meningkat dengan penambahan komposisi dari material reinforcement. Kekuatan tarik dari green composite pada fraksi volume 80%:10%:10%, 70%:15%:15%, 60%:20%:20% dan 50%:25%:25% berturut-turut sebesar 20,10 MPa, 28,25 MPa, 29,79 MPa dan 34,56 MPa. Berdasarkan hasil penelitian, material komposit berbahan dasar limbah dari styrofoam, ampas tebu dan cangkang telur memenuhi standar untuk dijadikan sebagai material alternatif sebagai rangka/frame dari drone.