Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFFISIENSI INHIBISI KOROSI BAJA LUNAK DALAM MEDIA ASAM DENGAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao) Yuli Yetri; E Emriadi; Novesar Jamarun; G Gunawarman
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2016.v7.no2.p67-80

Abstract

Efek inhibisi korosi dan sifat-sifat adsorpsi oleh ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)  pada baja lunak (mild steel) dalam larutan asam 1,5M HCl telah dipelajari menggunakan teknik konvensional metode berat hilang pada variasi waktu, konsentrasi dan suhu. Parameter-parameter termodinamika seperti energi aktivasi, entalpi, entropi dan perubahan energi bebas dihitung. Polarisasi elektrokimia telah dievaluasi untuk memastikan jenis inhibitor. Spektra infrared dan GCMS dilakukan untuk mengetahui senyawa ekstrak yang berperan  dalam proses inhibisi. Morfologi permukaan sampel diamati dengan menggunakan scanning electro microscopy dengan  energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDX) . Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak polar kulit buah coklat  dapat digunakan sebagai inhibitor korosi yang efektif pada baja karbon di lingkungan 1,5M HCl dengan pencapaian efisiensi  inhibisi   terkorosi sebesar 96.26% (weight loss) dan 92.08% (Tafel) pada konsentrasi ekstrak 2,5% selama768 jam. Mekanisme inhibisi adalah  adsorpsi chemiadsorpsi berdasar tingginya nilai entalpi dan energi bebas.Effisiensi Inhibisi diketahui meningkat dengan peningkatan konsentrasi dari ekstrak serta menurun dengan peningkatan suhu. Kurva polarisasi menunjukkan inhibitor ini berperilaku sebagai inhibitor campuran dengan dominan pada inhibisi katodik. Ekstrak diadsorpsi oleh permukaan mild steel  mengikuti model adsorpsi isotherm Langmuir. Kondisi permukaan mild steel menunjukan terjadinya adsorpsi di permukaan membentuk lapisan tipis di permukaan logam. Penambahan ekstrak kulit buah kakao ke dalam larutan HCl sangat efektif untuk mengurangi serangan korosi di permukaan mild steel.  Kata kunci: Korosi, Inhibitor, Theobroma cacao, Mild steel, Potensiodinamik Corrosion Inhibition Efficiency Mild Steel in Acid Media with Inhibitor Peels Extract of Cacao (Theobroma cacao)ABSTRACT Inhibition and adsorption properties of Theobroma cacao peel polar extract addition on corrosion inhibition efficiency of 0.3%C mild steel in hydrochloric acid solution for various exposuring time, extract concentration and working temperature were investigated using weight loss test method. Electrochemical polarization test was also conducted to confirm the effectiveness of inhibition. Infrared spectrum of the samples was also evaluated to reveal compounds of the extract which controll the inhibition process. Morphology and local composition of sample surfaces were respectively examined by scanning electron microscope  (SEM) and energy dispersive X-ray spectroscopy (EDX). Thermodynamic parameters such as energy activation, enthalpy, entropy and change in the free energy were then determined using related data. The results show that the inhibition efficiency increases significantly up to 96.3% (by weight loss method) and 92.08% (Tafel) with the increase of TCPE content. The optimum efficiency is obtained at extract concentration of 2,5% for exposuring time of 768h. However, the efficiency decreases slightly with increasing working temperature in the range of 303K-323K. The polarization curve shows the inhibitor behaves as a mixed inhibitor with the dominant cathodic inhibition. The adsorption model is found to obey Langmuir adsorption isotherm. Surface condition is  improved due to the adsorption and then formation of thin layer film protection in the surface of the steel. The addition of extract of cacao peels into HCl is effective to minimize corrosion attack on the mild steel. Key words: Corrosion, inhibitor, Theobroma cacao peel, Mild steel, Potensiodinamic
PENGARUH SHORT-TIME SOLUTION TREATMENT AND AGING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADUAN TITANIUM TI-6Al-4V UNTUK APLIKASI IMPLAN BIOMEDIS ajiz, Abdul; Gunawarman, Gunawarman; Affi, Jon
Jurnal MEKANIKAL Vol 6, No 2 (2015): JM Vol. 6 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.131 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memeriksa pengaruh dari short-time solution treatment dan short-time aging terhadap struktur mikro dan kekerasan paduan titanium Ti-6Al-4V. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan biomaterial paduan Ti-6Al-4V yang kompatibel untuk penggunaan implan biomedis. Proses perlakuan panas yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari short-time solution treatment dan short-time aging lebih lanjut (st-STA) pada temperatur 490-530 oC, selama 40-60 s. Perlakuan Short-time solution treatment (st-STQ) telah merubah sebagian dari fasa prior β menjadi fasa martensit acicular α'. Perlakuan short-time aging memunculkan presipitat fasa α dalam fasa metastabil β. Perubahan struktur mikro mengakibatkan peningkatan kekerasan paduan  hingga 369 HV. Peningkatan tertinggi terdapat pada paduan yang diberi perlakuan short-time aging lebih lanjut (st-STA) pada temperatur 490 oC (763 K) selama 50 s. Hasil ini menunjukkan bahwa kekerasan paduan Ti‐6Al‐4V sangat tergantung dengan perubahan struktur mikro.
PERILAKU KOROSI TITANIUM DALAM LARUTAN MODIFIKASI SALIVA BUATAN UNTUK APLIKASI ORTODONTIK Ardhy, Sanny; Gunawarman, Gunawarman; Affi, Jon
Jurnal MEKANIKAL Vol 6, No 2 (2015): JM Vol. 6 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.392 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas perilaku korosi titanium dalam larutan modifikasi saliva buatan untuk aplikasi ortodontik. Ada tujuh jenis titanium yang dipilih dalam pengujian ini. Yakni Ti-12 Cr Solution Treatment (ST), Ti- 12 Cr Aging Treatment (AT) 30 Ks, Ti-12 Cr (AT 60 Ks), TNTZ (ST), TNTZ (AT), Ti64 ELI (Extra Low Intertitial) dan Commercial Pure Titanium (CpTi). Spesimen direndam dalam gelas bejana berisi saliva buatan pH 5,0. Pengujian dilakukan dalam empat variasi waktu; 1 jam, 10 jam, 100 jam dan 1000 jam. Pengujian ini membandingkan laju korosi dan kekerasan dari tujuh sampel spesimen. Hasil pengujian ini berguna untuk referensi pasien dan dokter gigi dalam memilih bahan material ortodontik yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan Ti-12 Cr (AT 60 Ks) memiliki laju korosi yang lebih rendah dibanding spesimen lainnya, 0, 00000034 mm/y (1000 jam). Nilai kekerasannya juga bagus, 296 HVN dibawah Ti-64 ELI, 313 HVN.
PENAMBAHAN SERBUK OLAHAN DARI GIGI SAPI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK MODEL GIGI TIRUAN Afdal, Afdal; Affi, Jon; Gunawarman, Gunawarman
MEKTRIK Vol 7, No 1 (2016): Jurnal MEKANIKAL Volume 7 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : MEKTRIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penambahan serbuk olahan dari gigi sapi terhadap sifat mekanik dan fisik model gigi tiruan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan HA dari gigi sapi sebagai bahan pengganti bahan baku impor. Limbah gigi sapi disintesis menjadi bubuk HA, dan selanjutnya dikarakterisasi dengan SEM dan EDX untuk mengetahui struktur mikro dan komposisi kimia serbuk. Geligi sapi ini dilepaskan dari rahang, dicuci dan kemudian direbus dalam air mendidih selama 3 jam dengan presto untuk menghilangkan sumsum tulang dan lemak yang melekat. Gigi selajutnya dicacah, digiling dan dihaluskan dengan ball mill sebelum dikalsinasi beberapa kali pada temperatur 800oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gigi sapi relatif lebih sulit dari pada tulang sapi. Kalsinasi selama 3 kali sudah meningkatkan kandungan Kalsium dan Posfor menjadi sekitar 33% dan 16% pada sampel serbuk, namun kadar ini dinilai masih jauh lebih rendah dari potensi sebenarnya. Oleh sebab itu, beberapa tahapan proses masih berlanjut untuk menghasilkan serbuk yang superhalus dengan karakteristik fisik menyamai serbuk impor. Kemudian dilakukan pembuatan model gigi tiruan dengan mencampurkan serbuk HA dari gigi sapi dan resin dilanjukan pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan uji tekan. Nilai kekerasan sampel gigi tiruan 40,3 VHN dan kekuatan tekan 45,4 MPa.
PERILAKU KOROSI TITANIUM TIPE β JENIS BARU, Ti-12Cr DALAM LINGKUNGAN 3% NaCl Nurbaiti Nurbaiti; Gunawarman Gunawarman; Jon Affi
Jurnal MEKANIKAL Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Mekanikal Januari 2017
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.37 KB)

Abstract

Penelitian terhadap material dari paduan Titanium yang dikembangkan untuk aplikasi biomedis sangat diminati, khususnya paduan Titanium tipe b,karena paduan ini mempunyai sifat biokompatibeldan sifat mekanik yang bisa dikontrol. Namun demikian harga Titanium tipe b masih dijual dengan harga yang relatif mahal, karena mengandung banyak unsur paduan. Oleh karena itu paduan Titanium tipe b yang mempunyai hanya 1 paduan seperti Ti-12Cr mulai dikembangkan untuk bahan implan. Paduan ini sebenarnya khusus dikembangkan untuk penyangga tulang punggung. Saat ini penelitian paduan Ti-12Cr baru sampai pada tahap pengujian sifat mekanik.Berapa lama paduan Ti-12Cr dapat bertahan dalam tubuh manusia hingga terkorosi belum diketahui secara pasti, sehingga kajian perilaku korosi dari paduan ini perlu diklarifikasi.Sebelum pengujian korosi, karakterisasi paduan Ti-12Cr telah dilakukan menggunakan SEM, EDXdan uji keras.Hasil ini kemudian dibandingkan dengan Ti-12Cr setelah direndam dalam larutan NaCl 3%.Variasi perendaman dilakukan adalah 2, 4 dan 6 minggu.Pengurangan berat selama perendaman dihitung dengan timbangan digital OHAUS PioneerTM dengan membandingkan massa sebelum dan sesudah perendaman.Setelah perendaman struktur mikro Ti-12Cr menunjukkan adanya bintik-bintik hitam yang menunjukkan adanya korosi serta harga kekerasan mengalami peningkatan. Laju korosi dari Ti-12Cr hasil perendaman 2, 4 dan 6 minggu berturut-turut adalah 0,0267; 0,0283 dan 0,0380 mmpy. Korosi yang terjadi pada paduan Ti-12Cr disebabkan oleh adanya reaksi kimia antara paduan tersebut dengan larutan NaCl 3% (mengandung H2O dan NaCl)berupa Oksida yang terbentuk dipermukaan paduan Ti-12Cr yaitu TiO2 dan Cr2O3, hal ini juga diperkuat dengan hasil EDX yang menunjukkan adanya kandungan Oksigen dipermukaan paduan Ti-12Cr yang terkorosi.Key words: biomedis, Ti-12Cr, perilaku korosi, SEM, NaCl 3%.
PENAMBAHAN SERBUK OLAHAN DARI GIGI SAPI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK MODEL GIGI TIRUAN Afdal, Afdal; Affi, Jon; Gunawarman, Gunawarman
Jurnal MEKANIKAL Vol 7, No 1 (2016): Jurnal MEKANIKAL Volume 7 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.686 KB)

Abstract

Abstrak: Penambahan serbuk olahan dari gigi sapi terhadap sifat mekanik dan fisik model gigi tiruan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan HA dari gigi sapi sebagai bahan pengganti bahan baku impor. Limbah gigi sapi disintesis menjadi bubuk HA, dan selanjutnya dikarakterisasi dengan SEM dan EDX untuk mengetahui struktur mikro dan komposisi kimia serbuk. Geligi sapi ini dilepaskan dari rahang, dicuci dan kemudian direbus dalam air mendidih selama 3 jam dengan presto untuk menghilangkan sumsum tulang dan lemak yang melekat. Gigi selajutnya dicacah, digiling dan dihaluskan dengan ball mill sebelum dikalsinasi beberapa kali pada temperatur 800oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gigi sapi relatif lebih sulit dari pada tulang sapi. Kalsinasi selama 3 kali sudah meningkatkan kandungan Kalsium dan Posfor menjadi sekitar 33% dan 16% pada sampel serbuk, namun kadar ini dinilai masih jauh lebih rendah dari potensi sebenarnya. Oleh sebab itu, beberapa tahapan proses masih berlanjut untuk menghasilkan serbuk yang superhalus dengan karakteristik fisik menyamai serbuk impor. Kemudian dilakukan pembuatan model gigi tiruan dengan mencampurkan serbuk HA dari gigi sapi dan resin dilanjukan pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan uji tekan. Nilai kekerasan sampel gigi tiruan 40,3 VHN dan kekuatan tekan 45,4 MPa. Kata Kunci : Gigi tiruan, resin, gigi sapi, Hydroxypatite (HA), Ball mill. Kekerasan, Kekuatan tekan.
Karekteristik Hidroksiapatit (HA) Dari Limbah Tulang Sapi dengan Metode Mekanik-Termal Ikhsan - -; Gunawarman - -; Yuli Yetri -
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.254 KB) | DOI: 10.30630/jipr.13.2.89

Abstract

The availability of bovine bone waste is very abundant and has not been utilized optimally as raw material for the manufacture of Hydroxyapatit (HA).HA is widely used in the field of orthopedics and dentistry, because it is biocompatible and bioactive, bovine bone wastes are synthesized by thermal-mechanical methods to obtain HA. The first stage of bovine bone preparation is done to obtain HA from bovine bone waste by mechanical collision to obtain bone meal smooth. The second stage of calcination at a temperature of 800oC. The results of microstructural observation with SEM obtained granules obtained almost evenly smoothness with average size 42.25 μm in span (irregular spherical (30.29-136.4μm) and chemical composition with XRF obtained by Ca / P ratio of 1.61, close to the optimal value of HA of 1.67.
Analisa Struktur Mikro Material Substitusi Hidroksiapatit Cangkang Kerang Darah dan Resin Akrilik Bahan Pembuat Gigi untuk Aplikasi Gigi Tiruan Afrizal, Afrizal; Gunawarman, Gunawarman
Jurnal Surya Teknika Vol 2, No 04 (2016): Surya Teknika
Publisher : Jurnal Surya Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan jenis kerang laut yang digunakan untuk menggantikan sebagian fungsi resin akrilik bahan pembuat gigi tiruan untuk aplikasi gigi pengganti. Dalam penelitian ini partikel halus hidroksiapatit sintetis yang berasal dari cangkang kerang darah digunakan sebagai partikel substitusi bahan pembuat gigi pengganti. Kerang darah dipersiapkan dengan membakar, menggiling hingga halus (menggunakan pulvalizer dan ball mill machine) dan mengayak hingga didapatkan partikel sintetis HA dengan tingkat kekasaran hingga  62 m (nomor ayakan #125). Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan struktur mikro material substitusi HACK+TRA. Struktur mikro ini kemudian dibandingkan dengan struktur mikro gigi. Hasil pemeriksaan struktur mikro menggunakan SEM-EDX, terlihat bahwa komposisi material substitusi terbaik terdapat pada spesimen 1A dan 2A, dimana partikel HACK mengganti volume TRA sebesar 1,375 dan 1,500 gr dalam material substitusi HACK+TRA  Hal ini disebabkan kehadiran partikel-partikel HACK dengan kerapatan (density) yang tinggi dan halus. Kerapatan partikel-partikel atom HACK dalam campuran HACK+TRA menghalangi laju dislokasi atom-atom resin akrilik dalam material substitusi ini. Hal ini meningkatkan sifat-sifat mekanik material substitusi
PENGOLAHAN DAN KARAKTERISASI SERBUK HIDROSIAPATIT DARI LIMBAH TULANG SAPI UNTUK BAHAN GIGI PENGGANTI Jon Affi., Zulkarnain, Gunawarman
Menara Ilmu Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v10i72.32

Abstract

Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi mengolah makanan.Kehilangan gigi mengakibatkan fungsi organ mulut terganggu, akibatnya seseorang bisakehilangan rasa percaya diri. Untuk mengembalikan fungsi gigi yang hilang atau rusak bagiorang dewasa hanya bisa diganti dengan gigi tiruan. Pemasalahan utama dalam pembuatan gigitiruan adalah harga bahan baku yang relatif mahal karena semua bahan adalah hasil impor.Akibatnya, pasien lebih cendrung untuk tidak menggunakan gigi tiruan yang mahal ini. Padapenelitian ini, telah dicoba untuk membuat gigi tiruan dari bahan lokal. Bahan gigi lokaldibuat dengan melakukan proses pengolahan serbuk tulang sapi untuk mendapatkan serbukhalus tulang berkadar hidroxiapatit (HA) yang tinggi. Sebagai tahap awal, serbuk halus ini HAdari tulang sapi ini telah dicampurkan dengan bahan gigi tiruan komersil karena serbuk tulangsapi mempunyai karakteristik menyamai karateristik gigi asli.Tulang sapi lokal telah diproses dengan serangkaian proses mekanik menjadi serbuktulang. Tulang sapi dipotong-potong sepanjang 3-5 cm, kemudian dicuci/dibersihkan,dikeringkan, direbus ke dalam fresto selama 3-4 jam yang gunanya untuk menghilangkanlemak, sisa protein dan sumsum. Proses selanjutnya dijemur atau dikeringkan untukdihancurkan dengan menggunakan martil/palu dan dilanjutkan dengan blender. Hasilpengolahan dengan blender telah disaring/diayak dengan menggunakan saringan teh. Untukmendapatkan serbuk tulang yang lebih halus, hasil saringan/ayakan telah digiling lagi denganmenggunakan mesin Ball Mill. Proses terakhir di kalsinasi atau dibakar dalam tanurlistrik/furnace pada suhu 720 hingga 800oC selama ± 150 menit sebanyak 4 kali pembakarandengan tujuan menghilangkan senyawa organik dan diayak. Serbuk ini selanjutnya dikarakterisasi menggunakan SEM dan EDX. Hasil karakterisasi menunjukkan peningkatanjumlah kuantitas calcium dan pospor untuk setiap proses. Hal ini di ikuti dengan penurunanjumlah kuantitas oksigen.Keywords: Tulang, Karakterisasi, Bahan, Gigi, Pengganti.
PENGOLAHAN DAN KARAKTERISASI SERBUK HIDROSIAPATIT DARI LIMBAH TULANG SAPI UNTUK BAHAN GIGI PENGGANTI Jon Affi., Zulkarnain, Gunawarman
Menara Ilmu Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v10i72.32

Abstract

Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi mengolah makanan.Kehilangan gigi mengakibatkan fungsi organ mulut terganggu, akibatnya seseorang bisakehilangan rasa percaya diri. Untuk mengembalikan fungsi gigi yang hilang atau rusak bagiorang dewasa hanya bisa diganti dengan gigi tiruan. Pemasalahan utama dalam pembuatan gigitiruan adalah harga bahan baku yang relatif mahal karena semua bahan adalah hasil impor.Akibatnya, pasien lebih cendrung untuk tidak menggunakan gigi tiruan yang mahal ini. Padapenelitian ini, telah dicoba untuk membuat gigi tiruan dari bahan lokal. Bahan gigi lokaldibuat dengan melakukan proses pengolahan serbuk tulang sapi untuk mendapatkan serbukhalus tulang berkadar hidroxiapatit (HA) yang tinggi. Sebagai tahap awal, serbuk halus ini HAdari tulang sapi ini telah dicampurkan dengan bahan gigi tiruan komersil karena serbuk tulangsapi mempunyai karakteristik menyamai karateristik gigi asli.Tulang sapi lokal telah diproses dengan serangkaian proses mekanik menjadi serbuktulang. Tulang sapi dipotong-potong sepanjang 3-5 cm, kemudian dicuci/dibersihkan,dikeringkan, direbus ke dalam fresto selama 3-4 jam yang gunanya untuk menghilangkanlemak, sisa protein dan sumsum. Proses selanjutnya dijemur atau dikeringkan untukdihancurkan dengan menggunakan martil/palu dan dilanjutkan dengan blender. Hasilpengolahan dengan blender telah disaring/diayak dengan menggunakan saringan teh. Untukmendapatkan serbuk tulang yang lebih halus, hasil saringan/ayakan telah digiling lagi denganmenggunakan mesin Ball Mill. Proses terakhir di kalsinasi atau dibakar dalam tanurlistrik/furnace pada suhu 720 hingga 800oC selama ± 150 menit sebanyak 4 kali pembakarandengan tujuan menghilangkan senyawa organik dan diayak. Serbuk ini selanjutnya dikarakterisasi menggunakan SEM dan EDX. Hasil karakterisasi menunjukkan peningkatanjumlah kuantitas calcium dan pospor untuk setiap proses. Hal ini di ikuti dengan penurunanjumlah kuantitas oksigen.Keywords: Tulang, Karakterisasi, Bahan, Gigi, Pengganti.