Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS SMA DAN PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT Sujana, I Made; Andayani, Yayuk; Baidowi, Baidowi; Ilhamdi, M. Liwa; Suryanti, Ni Made Novi; Mari’i, Mari’i
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.401 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v1i2.9

Abstract

Abstract. This research aims at (a) mapping of the results of National Examinantion of Senior High Schools in Mataram City, West Lombok Regency and North Lombok Regency, (b) finding out the sources of possible problems, (c) providing recommendation for solutions, and (d) designing solution models. Data are collected in two levels: for English National Examination mapping, all 52 schools are analyzed; while for finding out the sources of problems and recommendation, only 12 schools involved as samples, the selection of which employ purposive quota sampling technique, by considering types of schools (government and private), location (city or country), achievement/rank in national Exam (high or low). The data are collected using triangulation techniques such as documentary, questionnaire for schools and for teachers, observation, probing test, and focus group discussion (FGD). The collected data are then analyzed qualitatively and quantitatively. From the analysis, it is concluded that (i) the mastery of English subject tends to increase from 2008 to 2009 and 2010; (ii) There are at least 10 indicators on Listening and 14 indicators on Reading whose achievement is under 60% and regarded as problematic indicators to the students for 3 years; (iii) Factors causing those problems are KTSP and 8 National Standards of Education in most schools have not been implemented and fulfilled optimally, caused by various factors; (iv) From the analysis of factors influencing the improvement of quality at SMAs, one of the major problems is teachers capability in relation to other Standards (Content, Process, Assessment, Facilities and Teachers Development). Solving teachers’ problems are expected to solve other problems; (v) It is, therefore, that in order to improve the quality of education in Senior High Schools in the targeted regions, the solution model offered is the empowerment of English teachers at the targeted regions.Keywords: National Exam, Senior High School, solution recommendation
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI KAWASAN INTERTIDAL GILI MENO, LOMBOK UTARA Ghafari, M. Irsyad A.; Hadiprayitno, Gito; Ilhamdi, M. Liwa; Satyawan, Noar Muda
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.31 KB) | DOI: 10.15408/kauniyah.v12i2.10871

Abstract

AbstrakEchinodermata merupakan salah satu kelompok invertebrata yang memegang peranan penting, baik secara ekologi maupun ekonomi. Pengetahuan tentang organisme ini sangat dibutuhkan terkait dengan keberadaannya di alam yang semakin tergerus oleh pembangunan dan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata di kawasan intertidal Gili Meno, Lombok Utara, yang dilakukan pada bulan April 2018 di 6 stasiun pengamatan yang tersebar di kawasan intertidal. Pengambilan data dilakukan dengan metode belt transect dengan pengulangan sebanyak 2–4 kali pada setiap stasiun, dengan luas transek 100 m2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 13 spesies yang berasal dari 4 kelas Echinodermata, yaitu Asteroidea (1 spesies), Echinoidea (4 spesies), Holothuroidea (4 spesies), dan Ophiuroidea (4 spesies). Hasil penghitungan indeks ekologi menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman komunitas Echinodermata berkisar antara 0,16–1,36 (kategori rendah-sedang). Indeks dominansi di setiap stasiun berkisar antara 0,32–0,94 (kategori rendah-sedang), sedangkan indeks kemerataan sebesar 0,25 (kategori rendah). Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas komunitas Echinodermata di kawasan intertidal Gili Meno tergolong rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembangunan kawasan wisata yang ramah lingkungan tanpa mengabaikan keberadaan sumber daya hayati laut di kawasan Gili Meno, Lombok Utara.Abstract Echinoderms are one group of invertebrates that play an essential role, both ecologically and economically. Knowledge about this organism is needed concerning its presence in nature, which increasingly eroded by the development and activities of people who are not environmental friendly. This study aims to determine the structure of the Echinoderms community in the intertidal area of Gili Meno, North Lombok, were conducted on April 2018 at six observation stations. Data were collected by belt transect method with repetition of 2–4 times at each station, with 100 m2 transect area.  The observations showed that found 13 species included in 4 classes of Echinoderms, namely Asteroidea (1 species), Echinoidea (4 species), Holothuroidea (4 species) and Ophiuroidea (4 species). The ecological index of the Echinoderms community showed that the diversity index ranged from 0.16–1.36 (low-medium). The dominance index at each station ranged from 0.32 to 0.94 (low-medium), while the evenness index was 0.25 (low). The stability of the Echinoderms community in Gili Meno intertidal area relatively low. The results expected to be a reference in the development of environmentally friendly tourism areas without ignoring the existence of living aquatic resources in the Gili Meno, North Lombok.
STRUKTUR KOMUNITAS KUPU-KUPU DI TAMAN WISATA ALAM SURANADI, LOMBOK BARAT Ilhamdi, M. Liwa; Al Idrus, Agil; Santoso, Didik
Jurnal Biologi Tropis Vol 19, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.288 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.880

Abstract

Abstrak : Taman Wisata Alam Suranadi merupakan satu dari 11 kawasan konservasi di Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk mengetahui struktur komunitas kupu-kupu di TWA Suranadi Lombok Barat.Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan dalam waktu 2 bulan (April – Mei 2017) pada pagi dan sore hari. Metode pengambilan data menggunakan metode survei dengan teknik sweeping net mengikuti empat jalur pengamatan yakni jalur tepi kiri hutan, jalur tepi kanan hutan, jalur tengah dan jalur air. Hasil penelitian menunjukkan 5 famili kupu-kupu ditemukan di TWA Suranasi (Nymphalidae, Pieridae, Lycaenidae, Papilionidae dan Hesperiidae). Nymphalidae merupakan famili yang memiliki proporsi terbesar dari total proporsi kupu-kupu di TWA Suranadi yakni 35,7% sedangkan proporsi terendah yakni family Hesperiidae (0,9%).Proporsi famili kupu-kupu pada masing-masing jalur ditemukan berbeda. Famili Nymphalidae ditemukan memiliki proporsi tinggi pada dua jalur berbeda yakni jalur kiri (35,3%)dan kanan (37,0%), sedangkan pada jalur air proporsi tertinggi dimiliki oleh Papilionidae (34,1%), dan Pieridae (50,0%) pada jalur tengah. Proporsi terendah dimiliki oleh dua famili yakni famili Hesperiidae pada tiga jalur yakni 0,7% (kiri) 1,0% (kanan), tengah (2,1%), dan famili Lycaenidae (17,1%) pada jalur air. Struktur komunitas kupu-kupu berbeda-beda tiap jalur pengamatan karena perbedan karakteristik habitat di Taman Wisata Alam Suranadi.Kata kunci : Struktur Komunitas, Kupu-kupu, TWA SuranadiAbstract : Suranadi natural park is one of 11 conservation area in West Nusa Tenggara.This research is an explorative descriptive study with aim  to know the structure of the Butterfly community in Suranadi Natural Park, West Lombok. Data retrieval is done in 4 repetitions within 2 months (April-May 2017) in the morning and evening. The method of data collection uses a survey method with sweeping net techniques following four observation paths; first, the left edge of the forest. Second, right edge of the forest, third, middle lane and the last is waterway. The result of the study showed 5 families of butterflies are found in Suranadi Natural Park (Nymphalidae, Pieridae, Lycaenidae, Papilionidae dan Hesperiidae). Nymphalidae is the family that has the largest proportion (35.7%) of the total proportion of butterflies in Suranadi Natural park, while the lowest proporstion is the Hesperidae (0.9%). The different proportion of Butterflies families was found in each parth. Nymphalidae family was found highest proportion on two lines; left line (35.3%) and right line (37.0%), whereas in waterway, the high proportion was owned by Papilionidae (34.1%) and Pieridae (50.0%) in Middle line. The lowest proportion is owned by two families; Hesperidae family on three lines ( left (0.7%), Right (1.0%), and middle (2.1%)) and Lycanidae on waterway (17.1%). The structure of the Butterfly community difference  of each path due to differences in habitat characteristics.Keywords : Community Structure, Butterfly, TWA Suranadi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SDN PERESAK BEBUAK KECAMATAN KOPANG TAHUN AJARAN 2020/2021 Hakim, Arif Rahman; Ilhamdi, M. Liwa; Jaelani, Abdul Kadir
JURNAL ILMIAH PENDAS: PRIMARY EDUCATION JOURNAL Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi PGSD, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pendas.v1i2.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SDN Peresak Bebuak Kecamatan Kopang Tahun Aajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre- Experimental Design type one group pretest- posttet Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD dengan jumlah 35 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan jumlah sampel 35 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan soal tes uraian dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan jenis paired sample t-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai sig. (2-tailed) pemahaman konsep IPA siswa bernilai sama yaitu 0,000 pada taraf signifikansi 5% dengan jumlah N=35. Nilai sig.(2-tailed) tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model Pembelajaran Inkuiri terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV di SDN Peresak Bebuak Tahun Ajaran 2020/2021.
Pengembangan Sayuran Organik Menggunakan Teknologi EM4 (Effective Microorganism 4) di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada Ilhamdi, M. Liwa; Hadiprayitno, Gito; Suana, I Wayan
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan sayuran organik menggunakan teknologi EM4. Kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan dua mitra yaitu Berugaq Organik Narmada dan kelompok tani Bug-Bug di Desa Lembuak Kecamatan Narmada. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan yaitu sosialisasi pentingnya mengkonsumsi sayuran  organik  dan pelatihan pembuatan pupuk organik menggunakan teknologi EM4, pembuatan pestisida organik dan perbanyakan kultur EM4. Kegiatan sosialisasi dilakukan 2 kali dan diikuti oleh 15 orang peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing mitra. Setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan pendampingan dalam menyediakan media tanam sayur bayam dan sawi, menerapkan pupuk organik dan pestisida organik, pemanenan, pengemasan dan pemasaran sayuran organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa  semua anggota dari  kelompok mitra (100%) menerapkan  teknologi EM4 untuk mengembangkan sayuran organik. Disamping itu untuk pengembangan sayuran organik dalam jangka panjang, mitra telah berhasil juga dalam melakukan pembuatan pestisida organik dan perbanyakan kultur EM4. Pada akhir kegiatan pengabdian, kedua mitra telah berhasil mengembangkan sayur bayam dan sawi organik yang dijual secara door to door, pasar tradisional dan kawasan car free day yang ada di Kota Mataram. Harga penjualan sayuran organik yang dihasilkan mampu meningkatkan pendapatan kotor kedua mitra sebesar 150% jika dibandingkan dengan mengembangkan sayuran non organik.Keywords: Sayur organik, Teknologi EM4, Narmada
Struktur Komunitas Kupu-Kupu di Taman Wisata Alam Suranadi, Lombok Barat Ilhamdi, M. Liwa; Idrus, Agil Al; Santoso, Didik
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas kupu-kupu di Taman Wisata Alam Suranadi Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan April – Mei 2017. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan dalam waktu 2 bulan pada pagi dan sore hari. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode survei dengan teknik sweeping net mengikutijalur pengamatan (Jalur Tepi Kiri hutan, Jalur Tepi Kanan hutan, Jalur Tengah dan Jalur Air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 5 Famili kupu-kupu di TWA Suranadi. Nymphalidae merupakan Famili yang memiliki proporsi terbesar (35,7%) kemudian diikuti oleh Pieridae (29,9%), Lycaenidae (17,8%), Papilionidae (15,8%) dan Hesperiidae (0,9%). Proporsi famili kupu-kupu ditemukan berbeda pada masing-masing jalur pengamatan. Nymphalidae merupakan famili dengan proporsi tertinggi di jalur kiri dan kanan (35,3% dan 37,0%) kemudian diikuti oleh Lycaenidae (25,4% dan 11,1%), Pieridae (23,9% dan 34,6%), Papilionidae (14,7% dan 16,3%) dan Hesperiidae (0,7% dan 1,0%). Proporsi famili yang berbeda ditemukan di jalur air dan jalur tengah. Pada jalur air, proporsi famili terbesar adalah Papilionidae (34,1%) kemudian diikuti oleh Nymphlidae (26,8%), Pieridae (22,0%), Lycaenidae (17,1%). Sedangkan pada jalur tengah, Pieridae memiliki proporsi trtinggi (50,0%) kemudian diikuti oleh Nymphlidae (39,6%), Papilionidae (4,2%), Lycaenidae (4,2%) dan Hesperiidae (2,1%). Perbedaan proporsi famili kupu-kupu yang ditemukan kemungkinan terkait dengan perbedaan kondisi lingkungan (struktur vegetasi, suhu, intensitas cahaya dan tutupan) pada masing-masing jalur pengamatan
MONITORING DAN EVALUASI PROSES PERKULIAHAN DI PROGRA STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS MATARAM PADA SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Mertha, I Gde; Idrus, Agil Al; Ilhamdi, M. Liwa; Artayasa, I Putu; Merta, I Wayan
Jurnal Pijar Mipa Vol. 9 No. 2 (2014): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.302 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v9i2.44

Abstract

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap proses perkuliahan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unram sebagai usaha untuk meningkatkan mutu perkulihan di Prodi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptip, dengan populasi seluruh dosen Program Studi Pendidikan  Biologi FKIP Unram yang mengajar pada  semester genap tahun 2013/2014 yang bejumlah 29 orang. Sampel  dalam  penelitian ini adalah  sampel populasi. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen angket diberikan kepada dosen untuk melihat kesiapan mengajar serta keterlaksanaan perkuliahan dan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan tentang pelaksanaan proses perkuliahan. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, selanjutnya dideskripsikan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa respon mahasiswa terhadap proses perkuliahan menunjukkan kualitas ketercapaian berkategori baik dan sangat baik 65,57%, cukup baik/sedang 27,05%, dan kurang 6,29%.Kata kunci: monitoring dan evaluasi, mutu perkuliahan, respon Abstract: The aim of this research are monitoring and evaluating the lecturing process in biologys department in teacher training and education faculty as the efforts to increase its quality. Methods used in this research is descriptive, with population of all lecturers in biologys department in faculty of teacher training and education of mataram University that teach in year of 2013/2014 in total of 29 lecturers. Samples of this research are getting by using questionnaire given to all 29 lecturers to see how ready are them to teach and lecturing implementation, as well to students to express how the learning process run. Data were analysed by qualitative and quantitative ways, then fully described. The results of this research revealed that the students responds toward teaching process are in good category and very good category 65,57%, good enough 27,05%, and poor 6,29%.Keywords: monitoring and evaluating,  lecturing quality, responds
KEANEKARAGAMAN SERANGGA DALAM TANAH DI PANTAI ENDOK LOMBOK BARAT Ilhamdi, M. Liwa
Jurnal Pijar Mipa Vol. 7 No. 2 (2012): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.576 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v7i2.95

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui keanekaragaman serangga dalam tanah  di pantai Endok Lombok Barat.  Sampel  serangga diambil dengan metode bor tanah dan dilanjutkan dengan metode berlesse tullgren. Pengambilan sampel dilakukan empat kali ulangan pada tiga stasiun yaitu stasiun I di sebelah utara pantai Endok, stasiun II bagian tengah, dan stasiun III di sebelah  selatan pantai Endok. Pada tiap stasiun terdiri dari 3 tempat yaitu area pasang surut, tengah dan zona pescapre. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian  nilai indeks keanekaragaman 1,27. Dari hasil penelitian di  atas dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman serangga dalam tanah di pantai Endok Lombok Barat tergolong rendah.Kata-kata  kunci : Keanekaragaman, Serangga, Pantai Endok   Abstract: This research aims to determine the diversity of true soil insects at  coast of Endok Lombok island West. Sampling wasdone by the method of insect drill ground and continued with tullgren berlesse method. Samples were taken at three stations are first station on the north shore Endok, Station  II on the centre and Station III on the  south coast Endok. At each station is composed of 3 tidal area, central and pescapre zone. The data was analyzed using ShannonWiener diversity index. The result diversity index value1.27. From result of research above can be concluded that true soil insect diversity at coastal of Endok west Lombok island  is low category. Keywords : Diversity, Insect, Endok coastal
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UNUS KOTA MATARAM Rahmawati, Ari; Kusmiyati, Kusmiyati; Ilhamdi, M. Liwa
Jurnal Pijar Mipa Vol. 12 No. 2 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.867 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v12i2.346

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobenthos yang terdapat didaerah aliran sungai Unus Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif eksploratif yang telah dilaksanakan pada bulan Maret-April tahun 2017 di tiga titik lokasi yakni Kelurahan Bertais (bagian hulu), Kelurahan Pagesangan (bagian tengah), dan Kelurahan Tanjung Karang (bagian hilir). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan dalam waktu satu bulan dengan Purposive Sampling Method. Sampel diambil dengan menggunakan ayakan dan jaring makrozoobenthos. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 29 spesies dengan jumlah individu sebanayak 4196 individu yang termasuk dalam 15 famili yaitu Tubuficidae, Glosiphonidae, Lumbriciidae, Lumbricullidae, Erphobdellidae, Nereidae, Hydrophilidae, Nepidae, Hirudinidae, Dugesiidae, Physidae, Thiaridae, Chironomidae, Ampullariidae dan Poduridae. Hasil perhitungan menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) makrozoobenthos untuk seluruh jenis diperoleh 2,003 (kategori sedang). Hasil Perhitungan menunjukkan nilai indeks dominanasi (D) makrozoobenthos untuk seluruh jenis yaitu 0,19 (kategori sedang). Hasil perhitungan menunjukkan nilai indeks kemerataan (E) makrozoobenthos di sungai Unus Kota Mataram menunjukkan nilai kemerataan sebesar 0,59 (sedang). Kata Kunci: Keanekaragaman, Makrozoobenthos, Daerah Aliran Sungai Unus.