Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Pencemaran Sungai Musi Kota Palembang Setianto, Heri; Fahritsani, Husni
Media Komunikasi Geografi Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21151

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan tingginya kegiatan pembangunan di Kota Palembang mengakibatkan semakin meningkatnya kegiatan industri, kegiatan permukiman, dan kegiatan lainnya yang menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan setiap harinya. Masalah dalam penelitian yaitu Faktor –faktor determinan yang paling berpengaruh terhadap pencemaran Sungai Musi di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan survai. Data primer diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium meliputi konsentrasi TDS, TSS, pH, Besi (Fe), Timbal (Pb), Ammoniak (NH3-N) Phosphate (PO4-P), DO, COD, BOD, dan konsentrasi Colyform Total. Hasil penelitian yaitu unsur kimia yang paling dominan yaitu unsur besi dalam air sungai, unsur besi  antara 288 mg/l sampai dengan 453 mg/l. Konsentrasi Amoniak tertinggi berada pada titik sampel 1 yang terletak pada hilir Sungai Musi, tingginya kadar amoniak bersumber dari kegiatan industry dan kegiatan domestik rumah tangga. Konsentrasi COD pada air Sungai Musi berada diatas ambang batas normal yaitu 97 mg/l. Konsentrasi yang melebihi ambang batas yang lain yaitu konsentrasi BOD dan DO. Kondisi ini dapat disebabkan oleh dekomposisi unsur organik yang terdapat dalam air sungai. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor determinan yang berpengaruh utama terhadap pencemaran Sungai Musi yaitu faktor sampah rumah tangga dan faktor determinan yang kedua adalah faktor indistriKata Kunci: Faktor Determinan; Kualitas Air; Sungai Musi
Faktor Determinan Yang Berpengaruh Terhadap Pencemaran Sungai Musi Kota Palembang Setianto, Heri; Fahritsani, Husni
Media Komunikasi Geografi Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21151

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan tingginya kegiatan pembangunan di Kota Palembang mengakibatkan semakin meningkatnya kegiatan industri, kegiatan permukiman, dan kegiatan lainnya yang menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan setiap harinya. Masalah dalam penelitian yaitu Faktor –faktor determinan yang paling berpengaruh terhadap pencemaran Sungai Musi di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan survai. Data primer diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium meliputi konsentrasi TDS, TSS, pH, Besi (Fe), Timbal (Pb), Ammoniak (NH3-N) Phosphate (PO4-P), DO, COD, BOD, dan konsentrasi Colyform Total. Hasil penelitian yaitu unsur kimia yang paling dominan yaitu unsur besi dalam air sungai, unsur besi  antara 288 mg/l sampai dengan 453 mg/l. Konsentrasi Amoniak tertinggi berada pada titik sampel 1 yang terletak pada hilir Sungai Musi, tingginya kadar amoniak bersumber dari kegiatan industry dan kegiatan domestik rumah tangga. Konsentrasi COD pada air Sungai Musi berada diatas ambang batas normal yaitu 97 mg/l. Konsentrasi yang melebihi ambang batas yang lain yaitu konsentrasi BOD dan DO. Kondisi ini dapat disebabkan oleh dekomposisi unsur organik yang terdapat dalam air sungai. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor determinan yang berpengaruh utama terhadap pencemaran Sungai Musi yaitu faktor sampah rumah tangga dan faktor determinan yang kedua adalah faktor indistriKata Kunci: Faktor Determinan; Kualitas Air; Sungai Musi
Hubungan Pola Persebaran Permukiman dengan Kualitas Airtanah di Kecamatan Plaju Kota Palembang Setianto, Heri; Murjainah, Murjainah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18412

Abstract

Kegiatan Industri, kegiatan domestik, dan kegiatan lain dapat berdampak negatif terhadap sumberdaya air antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian dilakukan di Kecamatan Plaju yang merupakan daerah perkembangan permukiman di Kota Palembang, penelitian dilatar belakangi oleh dinamika wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas airtanah dan menganalisis pola persebaran pemukiman di Kecamatan Plaju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan analisis kualitas airtanah di laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel air tanah  yang diambil dengan metode purposive sampling. Secara umum terdapat tiga pola permukiman di Kecamatan Plaju yaitu pola permukiman mengikuti jalan raya yaitu permukiman yang berada di sepanjang jalan utama dan jalan komplek, permukiman tersebar merupakan permukiman penduduk asli yang masih mengolah lahan pertanian, dan pola permukiman terpusat yang sebagian besar berada disekeliling pusat pertumbuhan seperti pasar dan mall dan daerah fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan fasilitas olahraga. Kualitas air tanah berdasarkan kondisi fisika pada pola permukiman tersebar memiliki jumlah zat padat tersuspensi (TDS) tertinggi yaitu 519 mg/liter. Pada unsure kimia airtanah kandungan pH terbesar berada pada pola permukiman mengikuti jalan raya dengan konsentrasi pH 8,0. Kandungan nitrat tertinggi berada pada pola permukiman terpusat yaitu 6,14 mg/liter. Seangkan kandungan nitrit terbesar berada pada pola permukiman tersebar dengan konsentrasi 0,030 mg/liter. Pada parameter biologi kandungan bakteri Total Colyform berada pada pola permukiman tersebar yaitu 4,5 MPN/100 ml.The study was conducted in Plaju Subdistrict, which is an area of development of settlements in Palembang City. The research was motivated by the dynamics of the region which had a strong relationship with the population growth. This study aims to analyze groundwater quality and analyze patterns of distribution of settlements in Plaju District. The research method used is the survey method and analysis of groundwater quality in the laboratory. The research sample amounted to 18 groundwater samples taken by purposive sampling method. In general, there are three settlement patterns in Plaju Subdistrict, namely settlement patterns that follow roads, namely settlements located along main roads and complex roads, scattered settlements are indigenous settlements which still process agricultural land, and centralized settlement patterns which are mostly around the growth center such as markets and malls and other public facilities such as schools and sports facilities. Groundwater quality based on physical conditions on scattered settlement patterns has the highest amount of suspended solids (TDS), which is 519 mg/liter. In the chemical elements of groundwater the largest pH content is in settlement patterns following highways with a pH concentration of 8.0. The highest nitrate content is in a centralized settlement pattern of 6.14 mg/liter. As for the largest nitrite content in the settlement pattern spread with a concentration of 0.030 mg/liter. The biological parameters of Colyform Total bacteria were in scattered settlement patterns of 4.5 MPN/100 ml.
Visualisasi Spatio Temporal Kasus Covid-19 di Kota Palembang Setianto, Heri; Heldayani, Eni; Nugroho, Yanuar Adji
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i2.30177

Abstract

This research is a research with a case study approach that aims to provide a new perspective on the spread of COVID-19 cases in the city of Palembang, namely by visualizing information about the spread of COVID-19 in Palembang City in a spatio-temporal manner. Spatio means presenting the distribution of the disease in dimensions spatially by making the District administration as a mapping unit and temporal shows the speed of spreading cases from day to day. So that by combining the two, it can be seen the direction of disease spread with an increase in the number of positive sufferers, ODP and PDP and the speed of spread from day to day. Data on positive sufferers, ODP, and PDP are accessed through the official website of the Palembang City Information and Communication Service via the hallopalemabang.go.id website. Data management and analysis begins after the required data has been collected. The data is compiled into a database. The database used here is PostgreSQL. RDBMS which has the advantage in handling spatial-based databases. The historical data obtained then needs to be formatted and organized so that it fits the GIS data format. Data that is in accordance with the GIS format can be called and displayed into Mapbox. Mapbox is one of the Maps API Services which has almost the same features as the Google Maps API which is used for styling and more attractive map backgrounds. COVID-19 cases that occur in 18 districts in Palembang City have different phenomena every day. The district with the highest tight box record was Kec. Ilir Barat Satu, in second place is Kec. Kalidoni and the third are Kec. Ilir Timur One. Meanwhile, the kecamatan with the lowest record of close contact was Kec. Gandus. From Figure 2 it can be seen that there is an interesting pattern in which in July, the total close contact with confirmed cases is almost the same (95%). Meanwhile, in the months after the number of confirmed cases the number was relatively constant over time, although the number of close contacts continued to increase. As of 26 November 2020, approximately 53% of the number of close contacts were registered as confirmed cases
Hubungan Pola Persebaran Permukiman dengan Kualitas Airtanah di Kecamatan Plaju Kota Palembang Setianto, Heri; Murjainah, Murjainah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18412

Abstract

Kegiatan Industri, kegiatan domestik, dan kegiatan lain dapat berdampak negatif terhadap sumberdaya air antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian dilakukan di Kecamatan Plaju yang merupakan daerah perkembangan permukiman di Kota Palembang, penelitian dilatar belakangi oleh dinamika wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas airtanah dan menganalisis pola persebaran pemukiman di Kecamatan Plaju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan analisis kualitas airtanah di laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel air tanah  yang diambil dengan metode purposive sampling. Secara umum terdapat tiga pola permukiman di Kecamatan Plaju yaitu pola permukiman mengikuti jalan raya yaitu permukiman yang berada di sepanjang jalan utama dan jalan komplek, permukiman tersebar merupakan permukiman penduduk asli yang masih mengolah lahan pertanian, dan pola permukiman terpusat yang sebagian besar berada disekeliling pusat pertumbuhan seperti pasar dan mall dan daerah fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan fasilitas olahraga. Kualitas air tanah berdasarkan kondisi fisika pada pola permukiman tersebar memiliki jumlah zat padat tersuspensi (TDS) tertinggi yaitu 519 mg/liter. Pada unsure kimia airtanah kandungan pH terbesar berada pada pola permukiman mengikuti jalan raya dengan konsentrasi pH 8,0. Kandungan nitrat tertinggi berada pada pola permukiman terpusat yaitu 6,14 mg/liter. Seangkan kandungan nitrit terbesar berada pada pola permukiman tersebar dengan konsentrasi 0,030 mg/liter. Pada parameter biologi kandungan bakteri Total Colyform berada pada pola permukiman tersebar yaitu 4,5 MPN/100 ml.The study was conducted in Plaju Subdistrict, which is an area of development of settlements in Palembang City. The research was motivated by the dynamics of the region which had a strong relationship with the population growth. This study aims to analyze groundwater quality and analyze patterns of distribution of settlements in Plaju District. The research method used is the survey method and analysis of groundwater quality in the laboratory. The research sample amounted to 18 groundwater samples taken by purposive sampling method. In general, there are three settlement patterns in Plaju Subdistrict, namely settlement patterns that follow roads, namely settlements located along main roads and complex roads, scattered settlements are indigenous settlements which still process agricultural land, and centralized settlement patterns which are mostly around the growth center such as markets and malls and other public facilities such as schools and sports facilities. Groundwater quality based on physical conditions on scattered settlement patterns has the highest amount of suspended solids (TDS), which is 519 mg/liter. In the chemical elements of groundwater the largest pH content is in settlement patterns following highways with a pH concentration of 8.0. The highest nitrate content is in a centralized settlement pattern of 6.14 mg/liter. As for the largest nitrite content in the settlement pattern spread with a concentration of 0.030 mg/liter. The biological parameters of Colyform Total bacteria were in scattered settlement patterns of 4.5 MPN/100 ml.