Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD DENGAN VARIASI SUDUT PUTAR TERHADAP PERFORMA MESIN HONDA SUPRA X TAHUN 2002 ROHMAN, FATKUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 01 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyaknya peminat sepeda motor sehingga industri mengembangkan kendaraan bermotor tersebut semakin baik lagi. Untuk mendapatkan daya atau power yang besar diperlukan campuran udara dan bahan bakar yang sempurna. Intake manifold merupakan bagian kendaraan tempat mengalirnya udara dan bahan bakar dari karburator menuju ruang pembakaran melalui  katup masuk. Untuk mendapatkan aliran turbulent diperlukan adanya modifikasi pada bagian mesin, salah satunya modifikasi pada intake manifold. Apabila aliran bahan bakar menjadi turbulent maka campuran bahan bakar menjadi homogen atau sempurna. Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengubah lengkungan intake manifold dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan tekanan efektif rata-rata. Penelitian yang dilakukan meliputi kelompok standar dengan sudut putar 00, kelompok eksperimen meliputi variasi ke-1 dengan sudut putar 1250 , variasi ke-2 dengan sudut putar 1500 dan variasi ke-3 dengan sudut putar 1750 . Standar pengujian performa mesin adalah SAE J1349 dengan katup terbuka penuh. Pengujian menggunakan chasis dynamometer, fuel meter, rpm couter, oil temperature meter, dan 4 in 1 multi function enviroment meter.  Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dengan 3500-9000 rpm pada beban penuh   untuk mengetahui torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan tekanan efektif rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa menggunakan intake manifold variasi 125º, 150º, dan 175º dapat meningkatkan performa dan efisiensi Honda Supra X tahun 2002 dibandingkan menggunakan intake manifold standar. Peningkatan prosentase tertinggi rata-rata terjadi pada variasi 175º, dan mendapatkan hasil torsi sebesar 25,28%. Daya meningkat sebesar 23,9%, tekanan efektif rata-rata meningkat sebesar 25,20%. Sedangkan penurunan konsumsi bahan bakar terendah mengacu torsi, daya dan tekanan efektif rata-rata pada variasi 125º, dengan hasil penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 15,65%. Kata kunci: Intake manifold, performa mesin dan sudut putar Abstract The number of motorcycle enthusiasts so that the industry develops motor vehicles is getting better again. To get the power or power of the required mixture of air and fuel is perfect. The intake manifold is the part of the vehicle where the air and fuel flow from the carburetor go into the combustion chamber through the inlet valve. To get turbulent flow required a modification on the engine, one of the modifications on the intake manifold. If the fuel flow becomes turbulent then the fuel mixture becomes homogeneous or perfect. To do that research by changing the curve intake manifold with the aim of knowing how much influence on torque, power, fuel consumption, and average effective pressure. The study included a standard group with a rotation angle of 0º, the experimental group consisting of the 1st variation with 125º turn angle, the 2nd variation with the rotation angle 150º and the 3rd variation with 175º rotary angle. Standard engine performance testing is SAE J1349 with full open valve. Testing using chassis dynamometer, fuel meter, rpm couter, oil temperature meter, and 4 in 1 multi function enviroment meter. Data analysis was performed by descriptive method with 3500-9000 rpm at full load to know torque, power, fuel consumption and average effective pressure. The result data obtained in the table and displayed in graphical form is further described with simple sentences. Based on the results of the study, it was concluded that using intake manifold of 125º, 150º, and 175º variations can improve the performance of Honda Supra X engine in 2002. The highest average percentage increase occurred at 175º variation, and got the result of torque of 25.28%. Power increased by 23.9%, average effective pressure increased by 25.20%. While the lowest decrease in fuel consumption refers to torque, power and average effective pressure on 125º variation, with a decrease in fuel consumption by 15.65%. Keywords: Intake manifold, engine performance and turning angle
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Tinggi Reetrance Terhadap Efek Water Hammer Pada Variasi Pembebanan Disk Valve Rohman, Fatkur; Khusna, Dwi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.927 KB)

Abstract

Air berperan sangat penting bagi setiap makhluk hidup dalam menunjang aktifitas di ruang lingkup dalam kegiatan baik untuk kebutuhan pokok maupun industri dan pertanian, oleh karena itu air harus tersedia kapanpun dan dimanapun dalam jumlah waktu, dan mutu yang memadai, maka dari itu perlu dicari teknologi terbarukan yakni pompa hidram dengan topik Efek Water Hammer. Pada analisa efek water hammer yang terjadi bertujuan untuk mengetahui tekanan yang terjadi ketika tekanan air ketika mengalir kemudian tertutup secara tiba-tiba pada salah satu alat yang dinamakan disk valve atau katup limbah yang tersambung pada aliran pipa berdiameter 1 inch. Pada pengujian efek water hammer dengan sistem alat pompa hidram ini divariasikan dengan penambahan ketinggian head air masuk dengan variasi beban katup limbah yang diberikan guna mengetahui tekanan efek water hammer terbesarnya yakni 344.674,6144 Pa setelah diberikan penambahan head air masuk 4 meter dan penambahan beban pada katup limbah sebesar 200 gr, dan efek water hammer terkecil dengan nilai 293.745,1061 Pa pada ketinggian head air masuk 3,25 meter dengan beban katup limbah sebesar 100 gr. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa besarnya head air masuk atau tinggi sumber air dan beban katup limbah akan mempengaruhi tekanan efek water hammer semakin besar pula.
KOMBINASI WARNA DAN KETINGGIAN STICKY TRAPS UNTUK MENGENDALIKAN Bemisia tabaci (GENNADIUS) (HEMIPTERA: ALEYRODIDAE) PADA TANAMAN KEDELAI EDAMAME Rohman, Fatkur; Haryadi, Nanang Tri
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i2.221

Abstract

Bemisia tabaci (Gennadius) (Hemiptera: Aleyrodidae) merupakan OPT yang banyak menimbulkan kerugian pada tanaman edamame. Pengendalian yang biasa digunakan untuk mengendalikan B. tabaci  adalah menggunakan insektisida sintetik yang dapat meninggalkan residu pestisida pada edamame yang menyebabkan turunnya jumlah ekspor edamame yang diterima oleh negara lain. Pengendalian ramah lingkungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tangkat residu pestisida adalah dengan pemasangan sticky traps. Penelitian ini dilakukan di lahan edamame kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember pada tanggal 17 februari 2018 sampai 22 april 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu warna (kuning, merah, hijau, biru dan putih) dan ketinggian pemasangan sticky traps (100 cm, 125 cm, 150 cm, 175cm, dan 200 cm) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan warna kuning dengan ketinggian 150 cm merupakan perlakuan yang paling efektif untuk memperangkap Bemisia tabaci dengan rata-rata 526,33 ekor/perlakuan. Populasi Arthropoda yang tertarik pada sticky traps antara lain dari ordo: Diptera, Coleoptera, Araneae, Hymenoptera, Hemiptera, Orthoptera, Lepidoptera. Penggunaan sticky traps paling efektif untuk mengendalikan B. tabaci adalah pada saat pagi hari (06.00-08.00). Intensitas serangan B. tabaci tertinggi terjadi pada perlakuan warna merah dengan ketinggian 200 cm, hal ini berbanding lurus dengan rata-rata jumlah polong pertanaman sebanyak 33 polong/tanaman.
The Development of Teaching Factory Module to increase The Interest in Entrepreneurship through Competency Based Training Model in Central Java State Vocational School Rohman, Fatkur
Journal of Vocational and Career Education Vol 5, No 2 (2020): Article In Press December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v5i2.28534

Abstract

Vocational High School (SMK) is an educational institution at the secondary level which aims at preparing students to become competent and independent workforce by prioritizing abilities and skills in certain fields. The selection of appropriate learning media can increase interest in entrepreneurship significantly. The group taught using the developed module on SMAW arc welding showed significant difference compared to the group who did use the module. This study involved eleventh grade students at construction and property business focus in SMK Negeri Jawa Tengah in 2020/2021. This study aims to develop a module for the Shield Metal Arc Welding (SMAW) training by using teaching factory (TEFA) based on Competency - based Training (CBT). This training aims to increase the interest of students in entrepreneurship. The research used ADDIE research and development design. The ADDIE research design consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The unit of analysis of this study is the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training. Instruments used in research consisted of (1) assessment sheet of the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training; (2) questionnaire of the practicality of the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training; and (3) a questionnaire to measure the entrepreneurial interest of eleventh grade students at Property and Construction Business expertise and Mechanical Engineering in SMK Negeri Jawa Tengah. The data analysis used in this study consisted of (1) categorical to determine the feasibility level of the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training; (2) Guttman categorical to determine the level of practicality level of the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training, by using the Kr and Ks coefficient; and (3) N-Gain and the t – test for the N-Gain, to determine the effectivity of the on the entrepreneurship interests of students. The test of feasibility, practicality, and the effectivity of the module for Shield Metal Arc Welding (SMAW) training involved lecturers as the media expert, the head of Mechanical Engineering and The Teaching Factory Guide as learning material experts. The tests showed that the learning module was feasible, very practical, and sufficiently effective and could significantly increase the entrepreneurship interests of the eleventh-grade students at SMK N Jateng.
TECHNICAL GUIDANCE FOR PRE-UKK ACTIVITIES (EXPERTISE COMPETENCY TEST) FOR AUTOTRONIC VOCATIONAL STUDENTS AS ONE INDICATOR OF INCREASING STUDENT COMPETENCE Tripariyanto, Afiff Yudha; I, Lolyka Dewi; Komari, Ana; Wardi, Wardi; Rohman, Fatkur; Mas’ud, Mas’ud
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.7213

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan  adalah bentuk satuan pendidikan yang orientasinya memberi bekal siswa untuk memasuki lapangan kerja tingkat menengah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang sesuai dengan kejuruannya. Pada pendidikan kejuruan memberikan suatu bentuk pengembangan bakat, pendidikan dasar keterampilan dan kebiasaan-kebiasaan yang mengarah pada dunia kerja yang dipandang sebagai latihan keterampilan. Siswa akan disiapkan untuk memasuki persaingan di dunia kerja. Kegiatan pembelajaranpun tidak hanya terjadi di sekolah, namun kegiatan praktik industri di dunia kerja nyata sangat ditekankan untuk mendapatkan dan meningkatkan pengalaman bekerja di persaingan dunia kerja. Kejuruan Ototronik merupakan program studi pada SMK yang menitik beratkan peroses pembalajaran dan praktek pada kendaraan ringan dengan teknologi-teknologi terbaru seperti rangkaian elektronik terapan, sistem kontrol aplikatif berbasis micro-proccessor, sistem injeksi, kecepatan berbasis elektronik, perbaikan system ABS, ASR/ETC dan ESP, transmisi otomatis, suspensi aktif dan automatic air conditioning, sistem alarm, central-lock dan power windows. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada siswa SMK ini adalah dengan melakukan pendampingan kegiatan Pra UKK sehingga siswa lebih paham dan mengerti pada saat akan mengerjakan soal uji kompetensi keahlian. Dari hasil evaluasi yang dilakukan pada siswa SMK kejuruan ototronik dengan jumlah 31 siswa.  Pada kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi dan soal UKK semakin baik dan maksimal dan nilai yang didapatkan ada kenaikan yang lumayan signifikan yaitu 8,75 dan yang paling rendah adalah 8,00. Harapan selanjutnya adalah agar pendampingan ini bisa dilakukan sebelum siswa SMK Ototronik melaksanakan kegiatan Uji Ketrampilan Kompetensi (UKK).