Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Keracunan Akut Sianida Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol 1, No 1: 2017
Publisher : WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara tradisonal sianida dikenal sebagai racun. Selama ini sianida telah digunakan sebagai alat untuk pembunuhan massal, upaya bunuh diri, dan sebagai senjata perang. Pada tahun 1978, minuman rasa buah (Kool-Aid) yang mengandung potassium sianida menjadi agen penyebab bunuh diri massal para anggota People’s Temple di Jonestown, Guyana. Selama Perang Dunia II, para Nazi juga menggunakan sianida sebagai agen genosida dalam kamar gas. Laporan tahunan National Poison Data System dari American Association of Poison Control Centers, selama tahun 2007 terdapat 247 kasus paparan kimia sianida di Amerika Serikat. Jumlah kasus yang dilaporkan tersebut relatif masih kecil karena masih banyak kematian yang sering tidak dilaporkan. Meskipun demikian, jumlah kasus yang kecil ini tidak mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengenali, dan memberikan intervensi secara cepat pada kasus keracunan sianida.
IMUNOTERAPI PADA KANKER PAYUDARA Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol 2, No 1: 2018
Publisher : WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang menjadi penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Dari seluruh kasus kanker yang terdiagnosa, kanker payudara menduduki peringkat kedua (1,7 juta, 11,9%) setelah kanker paru (1,8 juta, 13%). Insiden kanker payudara meningkat di seluruh dunia. Insidennya diperkirakan meningkat lebih dari 5% setiap tahunnya. Insiden tertinggi terjadi di negara dengan sosial ekonomi tinggi (Eropa, Amerika Utara) dan terendah di negara dengan sosial ekonomi rendah. Walaupun demikian, lebih dari setengah kematian akibat penyakit ini terjadi di negara dengan sosial ekonomi rendah. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam deteksi dini penyakit dan minimnya fasilitas kesehatan yang ada. Di negara berkembang 75% kanker payudara terdeteksi pada stadium III dan IV, sedangkan di Amerika Utara 70% terdeteksi pada stadium 0 dan I. Lebih dari 1 juta wanita di seluruh dunia terdiangnosis kanker payudara setiap tahunnya, dengan jumlah kematian lebih dari 410.000.
TRANSPORT, METABOLISME DAN PERAN VITAMIN A DALAM IMUNITAS Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin A sangat penting bagi kehidupan. Vitamin A diperoleh melalui makanan yang mengandung prekursor vitamin A (seperti carotenoid) atau vitamin A itu sendiri dalam betuk retinyl ester. Asam retinoat merupakan metabolit aktif dari vitamin A, yang berfungsi untuk meregulasi berbagai fungsi seluler seperti proliferasi sel, diferensiasi dan kematian sel pada berbagai tipe sel. Vitamin A juga berperan dalam berbagai fungsi biologis tubuh seperti perkembangan embrio, penglihatan dan fungsi otak.1,2 Defisiensi vitamin A merupakan salah satu masalah kesehatan serius, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini menyebabkan tingginya risiko infeksi gastrointerstinal, infeksi paru, dan rendahnya respon terhadap vaksinasi, sehingga meningkatkan angka mortalitas pada anak-anak.1 Peran vitamin A pada sistem imun pertama kali dicetuskan pada abad ke 20 oleh Edward Mellanby dan Harry Green.2 Selama dekade terakhir penelitian tentang peran vitamin A pada imunitas telah banyak dilakukan. Melalui artikel ini penulis mencoba memberikan gambaran dan pemaparan tentang transport, metabolisme dan peran vitamin A serta peranannya dalam imunitas.
KONSULTASI ONLINE DAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Putu Nita Cahyawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p06

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) menyebar ke seluruh dunia dalam kurang dari dua bulan. Penyakit ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga penyebarannya menjadi sangat tidak terkontrol. World Health Organization merekomendasikan penggunaan masker medis, menjaga jarak (physical distancing), mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga system kekebalan tubuh agar terhindar dari COVID-19. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Desa Dalung telah membentuk Satgas COVID-19 yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan penyemprotan berkala pada tempat-tempat umum. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masyarakat juga masih belum memahami mengenai penularan penyakit COVID-19 dan cara mencegahnya. Masyarakat tampak masih belum menggunakan masker saat keluar rumah, serta menggunakan masker dengan cara yang kurang tepat. Kurangnya informasi kesehatan yang memadai juga menjadi salah satu penyebab timbulnya permasalahan ini. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini antara lain diskusi untuk mengidentifikasi dan mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi, pemberian penyuluhan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020 bertempat di posko Satgas COVID-19 Desa Dalung. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan penyuluhan, penyerahan desinfektan dan hand sanitizer, serta konsultasi online mendapat tanggapan yang positif dari mitra kegiatan. Pelaksanaan penyuluhan dihadiri oleh perwakilan Satgas COVID-19 Desa Dalung yang jumlahnya dibatasi karena situasi pandemi.
Keracunan Akut Sianida Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 1 No. 1: 2017
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.1.1.2017.80-87

Abstract

Secara tradisonal sianida dikenal sebagai racun. Selama ini sianida telah digunakan sebagai alat untuk pembunuhan massal, upaya bunuh diri, dan sebagai senjata perang. Pada tahun 1978, minuman rasa buah (Kool-Aid) yang mengandung potassium sianida menjadi agen penyebab bunuh diri massal para anggota People’s Temple di Jonestown, Guyana. Selama Perang Dunia II, para Nazi juga menggunakan sianida sebagai agen genosida dalam kamar gas. Laporan tahunan National Poison Data System dari American Association of Poison Control Centers, selama tahun 2007 terdapat 247 kasus paparan kimia sianida di Amerika Serikat. Jumlah kasus yang dilaporkan tersebut relatif masih kecil karena masih banyak kematian yang sering tidak dilaporkan. Meskipun demikian, jumlah kasus yang kecil ini tidak mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengenali, dan memberikan intervensi secara cepat pada kasus keracunan sianida.
IMUNOTERAPI PADA KANKER PAYUDARA Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.2.1.2018.52-55

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang menjadi penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Dari seluruh kasus kanker yang terdiagnosa, kanker payudara menduduki peringkat kedua (1,7 juta, 11,9%) setelah kanker paru (1,8 juta, 13%). Insiden kanker payudara meningkat di seluruh dunia. Insidennya diperkirakan meningkat lebih dari 5% setiap tahunnya. Insiden tertinggi terjadi di negara dengan sosial ekonomi tinggi (Eropa, Amerika Utara) dan terendah di negara dengan sosial ekonomi rendah. Walaupun demikian, lebih dari setengah kematian akibat penyakit ini terjadi di negara dengan sosial ekonomi rendah. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam deteksi dini penyakit dan minimnya fasilitas kesehatan yang ada. Di negara berkembang 75% kanker payudara terdeteksi pada stadium III dan IV, sedangkan di Amerika Utara 70% terdeteksi pada stadium 0 dan I. Lebih dari 1 juta wanita di seluruh dunia terdiangnosis kanker payudara setiap tahunnya, dengan jumlah kematian lebih dari 410.000.
TRANSPORT, METABOLISME DAN PERAN VITAMIN A DALAM IMUNITAS Cahyawati, Putu Nita
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.2.2.2018.43-47

Abstract

Vitamin A sangat penting bagi kehidupan. Vitamin A diperoleh melalui makanan yang mengandung prekursor vitamin A (seperti carotenoid) atau vitamin A itu sendiri dalam betuk retinyl ester. Asam retinoat merupakan metabolit aktif dari vitamin A, yang berfungsi untuk meregulasi berbagai fungsi seluler seperti proliferasi sel, diferensiasi dan kematian sel pada berbagai tipe sel. Vitamin A juga berperan dalam berbagai fungsi biologis tubuh seperti perkembangan embrio, penglihatan dan fungsi otak.1,2 Defisiensi vitamin A merupakan salah satu masalah kesehatan serius, khususnya di negara berkembang. Kondisi ini menyebabkan tingginya risiko infeksi gastrointerstinal, infeksi paru, dan rendahnya respon terhadap vaksinasi, sehingga meningkatkan angka mortalitas pada anak-anak.1 Peran vitamin A pada sistem imun pertama kali dicetuskan pada abad ke 20 oleh Edward Mellanby dan Harry Green.2 Selama dekade terakhir penelitian tentang peran vitamin A pada imunitas telah banyak dilakukan. Melalui artikel ini penulis mencoba memberikan gambaran dan pemaparan tentang transport, metabolisme dan peran vitamin A serta peranannya dalam imunitas.
Pemberdayaan Perempuan Di Pasar Sindhu Sanur, Kota Denpasar Untuk Pencegahan IMS Dan HIV/AIDS Pradnyawati, Luh Gede; Cahyawati, Putu Nita
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini di negara maju maupun di negara berkembang sangat mengkhawatirkan. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasi berisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS dan HIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimana populasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Daerah Sanur merupakan daerah yang cukup tinggi terhadap insiden IMS dan HIV/AIDS. Dari hasil wawancara dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalah minimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Sindhu Sanur. Dari hal tersebut pemberdayaan perempuan di Pasar Sindhu Sanur sangat diperlukan untuk pencegahan IMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Selain itu juga melaksanakan dialog interaktif, memberikan pelatihan pada kader. Secara umum, program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yang ditentukan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar kedua kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDS secara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan para pedagang yang ada di Pasar Sindhu Sanur.
Pemberdayaan Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat Dalam Pencegahan COVID-19 di Banjar Serongga Pondok, Tabanan Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, A. A. Sri Agung; Evayanti, Luh Gde
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.4.2.2020.1-6

Abstract

The COVID-19 pandemic is affecting all elements of Indonesian society. Lack of knowledge, lack of readiness, and insufficient allocation of funds make the prevention of this disease a challenge for the entire community. Social distancing, limiting all activities outside the home, using masks, hand sanitizers and disinfectants are all efforts that can be made to prevent the spread of this disease. Banjar Serongga Pondok is one of the traditional Banjar which is quite consistent in implementing these things. The residents of Banjar Serongga Pondok have indeed tried to reduce all activities outside the home, but it is undeniable that there are still residents who have not been able to implement this properly. Therefore, a special task force was formed called the Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat as the driving force for all COVID-19 virus prevention activities in Banjar. The routine efforts that usually they do are spraying disinfectant liquid every Sunday. However, the limitations of disinfectant fluids and budget constraints in the implementation of these activities made it difficult to carry out the activities. The condition, exacerbated by the scarcity of masks, also made it difficult for the task force to work for residents. Based on these problems, the service is focused on providing information related to COVID-19, providing masks, hand sanitizers, and disinfectants to the COVID-19 Task Force in Banjar Serongga Pondok. The activity was started by giving a speech by Kelian Adat Banjar Serongga Pondok, remarks by the head of the activity organizer, material delivery and discussion, the delivery of assistance, and assistance in the implementation of disinfection. This program is expected to help the task force's work program continuity in preventing the transmission of COVID-19, especially in Banjar Serongga Pondok.
EFEK FARMAKOLOGI DAN TOKSIK SIRSAK (Annona muricata): A MINI-REVIEW Cahyawati, Putu Nita
Biomedika Vol 12, No 2 (2020): Biomedika Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v12i2.10691

Abstract

ABSTRAKAnnona muricata (sirsak) telah digunakan secara tradisional sejak lama untuk mengatasi demam, nyeri, gangguan pernapasan dan kulit, sebagai antiparasit, mengatasi infeksi bakteri, menurunkan tekanan darah, mengatasi peradangan, mengatasi diabetes dan kanker. Oleh karenanya, banyak studi baik in vitro maupun in vivo ditujukan untuk membuktikan manfaat tersebut. Senyawa kimia telah berhasil diisolasi dari tanaman ini diantaranya: alkaloid, fenol, dan asetogenin. Senyawa-senyawa tersebut diyakini berperan terhadap efek farmakologi pada berbagai kondisi penyakit. Walaupun demikian, keamanan atau toksisitas tanaman ini masih dipertanyakan baik untuk pemakaian jangka pendek maupun jangka panjang. Dosis efektif tanaman ini juga belum diketahui secara pasti. Melalui tulisan ini, penulis hendak merangkum berbagai efek farmakologi serta efek toksik yang dapat ditimbulkan oleh Annona muricata berdasarkan hasil penelitian terdahulu.Kata Kunci: Annona Muricata, Sirsak, Efek Farmakologi, Efek ToksikABSTRACTAnnona muricata (sirsak) has been used traditionally for a long time to treated fever, pain, respiratory and skin disorders, as an antiparasitic, to treat bacterial infections, reduce blood pressure, to treat inflammation, diabetes and cancer. Therefore, many studies both in vitro and in vivo were aimed to prove these benefits. Various chemical compounds have been successfully isolated from these plants. These compounds were believed to play a vital role in pharmacological effects in various diseases. Nevertheless, the safety or toxicity of this plant was still questionable for both short and long term use. The effective dose of this plant was also not known with certainty. Through this paper, the author wishes to summarize the various pharmacological and toxic effects that can be caused by Annona muricata based on the results of previous studies.Keywords: Annona Muricata, Soursop, Pharmacological Effects, Toxic Effects