Claim Missing Document
Check
Articles

"BAYI LAHIR BULAN MEI 1998" DAN "TANAH AIR MATA": KAJIAN SASTRA KONTEMPORER “Bayi Lahir Bulan Mei 1998” and “Tanah Air Mata”: Contemporary Literature Analytics Herawati, Lilik
Jurnal Lingko : Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Vol 1, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Kantor Bahasa NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.464 KB) | DOI: 10.26499/jl.v1i2.36

Abstract

Sastra kontemporer merupakan sebutan karya baru yang berkembang pada zaman ini. Lahirnya sastra kontemporer menimbulkan propaganda dan mengobrak-abrik tatanan sastra terdahulu yang telah disepakati oleh sastrawan dahulu, hasilnya sastra kontemporer dianggap tidak sesuai dengan sifat-sifat sastra pada umunya pada saat itu. Karena sastra kontemporer ini dianggap menyimpang. Awal munculnya sastra kontemporer  yang diusung oleh Sutardji Calzoum Bachri karena merasa adanya perubahan pada  nilai-nilai serta tatanan masyarakat secara menyeluruh serta tidak adanya campur tangan kebiasaan masyarakat lingkungnya. Terkenalnya sastra kontemporer sampai saat ini dikarenakan awal gebrakannya dan diteruskan oleh sastrawan lainnya di Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang di mana mengerucut serta menitikberatan cara menyelesaikan masalah dan data yang diperoleh cepat diselesaikan secara dipaparkan dengan kata-kata.Contemporary literature is a designation of a new work that is developing at this time, where this new work causes propaganda that triggers and ransacks the first literary order which was agreed upon by writers / I in the past, the result of contemporary literature is considered to be incompatible with the literary properties in general at that time as well as contemporary literature is considered to be distorted. At his birth which was carried by Sutardji Calzoum Bachri who basically felt the change in the values and order of the community as a whole and the absence of interference from the habits of the surrounding community. The popularity of contemporary literature to date is due to the beginning of its breakthrough followed by other literary writers in Indonesia. The method in this study uses qualitative methods which cone and emphasize how to solve problems and the data obtained quickly resolved by exposing it to words.
Parity as failure determinants of labor induction in Bangka Belitung Dina Delvin Anggriani; Lilik Herawati; Ernawati Ernawati
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 24 No. 3 (2016): September - December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.823 KB) | DOI: 10.20473/mog.V24I32016.79-83

Abstract

Objectives: to identify factors affecting labor induction failure in Sungailiat General Hospital, District Bangka, Bangka Belitung.Materials and Methods: This is a case control retrospective analytic study. Population of this study was postterm delivering mother at delivery room Sungailiat General Hospital during July 1st, 2012 to July 1st, 2015. Sampling method conducted for case group was total sampling method with labor induction failure as a inclusion criteria, and no data for first trimester ultrasound, didn’t have a routine antenatal care history, and maternal complication as exclusion criterias as many as 78 samples. Whereas, control group was women whose underwent a success labor induction used random sampling method with 1:1 ratio. Data source was from medical records. Data analysis was chi square with 95% confidence interval.Results: From the 78 samples with labor induction, 19,2 % was ≥ 35 years old, 48,7% was primiparas, 62,8% with infant birth weight ≥ 3500 gram, and from 96 samples, 47,5% with ≥ 5 years pregnancy interval. Statistical analysis result showed factors that affecting induction failure were parity (P Value 0,014, odds ratio 2,970), baby’s weight (P Value 0,016, odds ratio 2,631), pregnancy interval (P Value 0,023, odds ratio 2,993), whereas mother’s age did not show significant effect (P Value 0,383, odds ratio 2,278).Conclusion: Parity has a 2,9 times risk to develop induction failure.
Pemberian Ekstrak Bayam Merah (Amarantus Tricolor linn) Memperbaiki Ekspresi BDNF dan GLUR1 pada Area Hipokampus Tikus Muda yang Terpapar Anestesi Inhalasi Halothane dan Sevoflurane Argarini, Raden; Wigati, Kristanti Wanito; Herawati, Lilik; Riawan, Wibi; Rehatta, Nancy M.
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.665 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v48n3.844

Abstract

Otak dalam tahap perkembangan memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap zat anestesi dibanding dengan otak orang dewasa. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh pemberian ekstrak bayam merah terhadap penanda biologis fungsi kognitif dan neuroplastisitas, yaitu Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dan AMPA Glutamate Receptor subunit 1 (Glur1) pada area hipokampus tikus yang terpapar anestesi inhalasi halothane dan sevoflurane. Rancangan penelitian adalah randomized posttest only control group. Penelitian ini dilakukan di Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan prosedur anestesi dilakukan di Rumah Sakit Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga pada bulan Mei 2014–Oktober 2014. Subjek penelitian adalah 23 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar, umur 1–1,5 bulan, bobot kurang lebih 60–100 gram dengan kondisi sehat fisik. Subjek dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K (kontrol); K1 (halothane 1 MAC); K2 (bayam merah 800 mg/kgBB+Halothane 1 MAC); K3 (sevoflurane 1MAC) dan K4 (bayam merah 800 mg/kgBB+ Sevoflurane 1 MAC). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan ekspresi BDNF pada pemberian halothane dan sevoflurane serta peningkatan kembali ke normal pada kelompok yang sebelumnya telah diberikan bayam merah sebelum terpapar gas anastesi (p=0,000). Ekspresi GLUR1 meningkat pada pemberian halothane dan sevoflurane dan penurunan kembali ke normal pada kelompok yang sebelumnya telah diberikan bayam merah sebelum terpapar gas anestesi (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak bayam merah memiliki potensi untuk mencegah neurotoksisitas pada fungsi kognitif tikus yang terpapar gas anastesi. [MKB. 2016;48(3):148–54]Kata kunci: AMPA Glutamate Receptor subunit 1 (GLUR1), Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF), ekstrak bayam merah, halothane, sevofluraneRed Spinach Extract Administration (Amarantus Tricolor linn) in Young Rats Exposed to Inhalation Anesthetic Halothane and Sevoflurane Improves BDNF and GLUR1 Expressions in Hippocampus AreaIn the development stage, brain has a higher level of vulnerability than the adult brain to anesthetic agents. The aim of this study was to investigate the effects of red amaranth extract to brain derived neurotrophic factor (BDNF) and AMPA glutamate receptor subunit 1 (Glur1) expressions as biomarkers of cognitive and neuroplasticity in rat hippocampus areas exposed to inhaled anesthetics halothane and sevoflurane. The design of this study was a randomized posttest only control group. This study was conducted at the Department of Biochemistry Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, and the anesthetic procedures were performed at the Veterinary Hospital, Faculty of Veterinary Medicine Universitas Airlangga during the period of May–October 2014. The subjects of this study were 23 white male rats (Rattus norvegicus) wistar strain, aged 1–1.5 months, weighted approximately 60–100 grams in a healthy physical condition. The subjects were divided into 5 groups, K (control); K1 (1 MAC halothane); K2 (red amaranth 800 mg/kgBW + 1 MAC halothane); K3 (1 MAC sevoflurane); and K4 (red amaranth 800mg/kgBW+1 MAC sevoflurane). The results of this study showed a decrease in the expression of BDNF when halothane and sevoflurane were administered. Red amaranth treatment prior to anesthetic gases exposure preserved and increased BDNF expression (p=0.000) while GLUR1 expression increased in the group that received halothane and sevoflurane administration and decreased back to normal in the group that received red amaranth treatment prior to exposure to anesthetic gases (p=0.000). In conclusion, red amaranth extract has the potential effect to prevent cognitive neurotoxicity on the cognitive function in rats exposed to anesthetic gases. [MKB. 2016;48(3):148–54]Key words: AMPA Glutamate Receptor subunit 1 (GLUR1), Brain Derived Neurotrophic Factor(BDNF), halothane, sevoflurane, red amaranth extract 
GAMBARAN LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA DENGAN POSISI MERANGKAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Gantini, Dede; Herawati, Lilik
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS Vol 3 No 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi merangkak dapat membantu meringankan rasa sakit, posisi ini juga dapat membantu memutar janin dari posisi oksiput posterior untuk berputar menjadi posisi oksiput anterior. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida dengan posisi merangkak di wilayah Kerja Puskesmas Tamansari. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil primigravida di wilayah Kerja Puskesmas Tamansari, dengan taksiran persalinan bulan Oktober sampai November 2017 berjumlah 18 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata rata lama persalinan kala 1 fase aktif pada primigravida dengan posisi merangkak adalah 251 menit (4.11) jam, sebanyak 10 orang (55.56%) melalui kala I fase aktif dalam waktu >251 menit, dan sebanyak 8 orang (44.44%) melalui kala I fase aktif selama <251 menit. Saran untuk tenaga kesehatan atau penolong persalinan dapat menerapkan teknik posisi merangkak saat memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala I fase aktif sehingga akan mempercepat proses persalinan.
EXERCISE PREVENTS AGE-RELATED MEMORY DECLINE: THE ROLE OF NEUROTROPHIC FACTORS Rivarti, Arina Windri; Herawati, Lilik; Hidayati, Hanik Badriyah
Malang Neurology Journal Vol 6, No 2 (2020): July
Publisher : Malang Neurology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2020.006.02.8

Abstract

Increasing aging population causes an increased prevalence of neurodegenerative diseases such as dementia that is associated with memory decline. Developing strategies for the prevention and therapy of age-related dementia is important to reduce the burden of treatment costs. Physical exercise is known to prevent cognitive decline and improve cognitive abilities. Physical exercise with moderate intensity for at least 150 minutes/week or 30 minutes/day for 5 days can reduce the incidence of degenerative diseases in the elderly. Thus, physical exercise appears as a simple, inexpensive, and affordable non-pharmacological therapy for most people. The processes of neurogenesis and neuronal survival involve the role of neurotrophic factors including BDNF, IGF-1 and VEGF, which are the three main neurotrophic factors that are known to increase after exercise. Many publications discuss about these neurotrophic factors, but their mechanism of signals and changes related to aging and exercise have not been completely studied. The purpose of this review is to discuss the mechanism of signals and changes of neurotrophic factors (focuses on BDNF, IGF-1, and VEGF) related to aging and exercise.
Ascorbic Acid Drink after Submaximal Physical Activity can Maintain the Superoxide Dismutase Levels in East Java Student Regiment Junian Cahyanto Wibawa; Muhammad Zainul Arifin; Lilik Herawati
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15824

Abstract

Objective - This study aimed to analyze the effect of ascorbic acid after submaximal physical activity onreducing levels of malondialdehyde (MDA) and increasing levels of superoxide dismutase (SOD) to StudentRegiment in East Java.Methods - This study was a true experiment with a randomized control group posttest-only design used 28male subjects aged 19-23 years with body mass index (BMI) 18.5-24.9 kg/m2, and randomly divided intofour groups. Namely G1 (n=7, control without submaximal physical activity+placebo), G2 (n=7, submaximalphysical activity+placebo), G3 (n=7, submaximal physical activity+AA 500 mg), and G4 (n=7, submaximalphysical activity+AA 1,000 mg). The submaximal physical activity was 2.400 meters running in 12 minutesor when the 60-70% of HRmax achieved. The drinks containing 500 mg and 1.000 mg ascorbic acid (AA)for G3 and G4 was given after exercise test. Measurement of serum MDA and SOD used the ThiobarbituricAcid Reactive Substances (TBARs) method. The data was statistical analyzed using SPSS software with asignificant level (p<0.05).Results - The results of MDA levels showed in G1 (308.18±61.81 ng/mL), G2 (338.42±125.78 ng/mL), G3(290.54±69.18 ng/mL), G4 (279.83±39.10 ng/mL) and there was no significantly difference among groups(p=0.557). The mean levels of SOD was significant among groups ((p=0.000), and the SOD level in eachgroup was G1 (23.19±0.77 units/mL), G2 (24.81±0.87 units/mL), G3 (25.27±0.79 units/mL), G4 (25.57±0.47units/mL).Conclusion - It can be concluded that 500 mg and 1.000 mg ascorbic acid drinks after submaximal physicalactivity can increase SOD levels of students regiment in East Java. Ascorbic acid drink may maintain theSOD level by lessening the use of antioxidant endogen and it may also increase the SOD level, howeverfuther research is needed to be conducted to figure out the mechamism.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN PARITAS TERHADAP USIA MENOPAUSE DI SURABAYA Widayana, Maeril Kirana; Dwiningsih, Sri Ratna; Herawati, Lilik
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16388

Abstract

Abstrak Menopause merupakan kondisi dimana wanita tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turutdan menjadi permanen. Normalnya terjadi pada usia 45 - 55 tahun. Menopause yang terlalu dini (<40 tahun)dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti kardiovaskular dan osteoporosis. Sementara menopauseyang terlambat, yaitu >55 tahun akan meningkatkan risiko dari kanker endometrium, ovarium, dan payudara.Berbagai faktor dapat memengaruhi usia menopause. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanyahubungan IMT dan paritas dengan usia menopause, mengetahui rata - rata usia menopause di Surabaya, danrata - rata IMT serta paritas pada wanita menopause di Surabaya. Penelitian ini bersifat analitik denganpendekatan studi cross sectional. Sample dikumpulkan dengan teknik total sampling. Besar sampel yangdiperoleh sebanyak 53 wanita yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dari penelitian. Data yangdigunakan adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner dan pengukuran secara langsung terhadapIMT pada sebagian responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson yang didapatkan hasil p=0,621 padahubungan IMT dengan usia menopause dan p=0,725 pada hubungan paritas dengan usia menopause.Sementaraitu rata - rata usia menopause di Surabaya adalah 50,69 dengan IMT 25,09 kg/m2 dan paritas rata - rata 2-3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak didapatkan korelasi IMT dan paritas terhadap usia menopause(p>0,05), rata - rata wanita di Surabaya memasuki menopause diusia yang normal dengan berat badan berlebihtingkat ringan dan merupakan multiparitas.Kata Kunci : Indeks massa tubuh, IMT, Paritas, Usia menopause, Menopause
The Effect Of Progressive Muscle Relaxation and Slow Deep Breathing Combinations on Sleep Quality of Pregnant Women Mufidah Sheena Andani Prastini; Lilik Herawati; Endyka Erye Frety; Aditiawarman Aditiawarman
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.275 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.6919

Abstract

Several studies suggest that poor sleep quality has an impact on both the mother and the fetus. Providing relaxation exercises in the form of progressive muscle relaxation and slow deep breathing can be a non-pharmacological effort to improve sleep quality in pregnant women. This study aims to analyze the effect of a combination of progressive muscle relaxation and slow deep breathing in pregnant women of third trimester. This research method is pre-experimental designs with a pretest-posttest control group design. The number of samples was 24 pregnant women trimester III with the sampling technique using consecutive sampling. The independent variable is the provision of progressive muscle relaxation and slow deep breathing exercises which are carried out for 3 times on a week over a period of 3 weeks. The dependent variable is sleep quality which is measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test. The results showed a decrease in the mean value in the direction of improved sleep quality by a difference of 4.5 in the experimental group. Whereas in the control group there was an increase in the value which led to a deteriorating sleep quality by a difference of 1.42. The test results showed a difference in the pretest and posttest of the two groups p = 0.000 (p <0.05). These data indicate that there is an effect of a combination of progressive muscle relaxation and slow deep breathing on the sleep quality pregnant women of third trimester. 
Analisis gangguan menstruasi pada atlet putri selama pelatihan yang intensif Sugiharto, Sugiharto; Nugroho, Ardi Setyo; Purwanto, Bambang; Herawati, Lilik
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 3 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.471 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i3.14859

Abstract

Pelatihan yang berat dan melelahkan yang dilakukan oleh atlet, tentunya memiliki dampak negatif pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gangguan menstruasi pada atlet putri selama pelatihan yang intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan metode survey test. Populasi penelitian ini adalah 15 atlet putri pada tim softball Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Data yang berhasil dikumpulkan yaitu: karakteristik responden, siklus menstruasi, dan ovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden penelitian ini memiliki usia rerata 20,46 ± 2,09, rerata tinggi badan 159,6 ± 5,13, rerata berat badan 58,13 ± 8,12, rerata IMT 22,95 ± 2,34, dan rerata skor GPAQ 11363 ± 1621,03. Hasil pemeriksaan ouvutest menunjukkan 47% dari responden penelitian mengalami ovulasi, sedangkan 53% dari responden penelitian mengalami anovulasi. Kesimpulan penelitian ini hampir keseluruhan responden memiliki periode menstruasi yang normal, tetapi yang mengejutkan adalah lebih dari setengah dari populasi atlet putri yang mengikuti pelatihan intensif mengalami gangguan menstruasi berupa anovulasi. Maka dari itu perlu dilakukan upaya pemulihan gangguan tersebut untuk mencegah efek negatif seperti penurunan performa fisik. Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut untuk memastikan tidak terdapat gangguan kesehatan lainnya.
HIIT for Improving Maximal Aerobic Capacity in Adults Sedentary Lifestyle Fajar Syamsudin; Lilik Herawati; Ema Qurnianingsih; Citrawati Dyah Kencono Wungu
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1 (2021): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.927 KB) | DOI: 10.31851/hon.v4i1.5139

Abstract

World Health Organization (2020) telah merekomendasikan setidaknya 150-300 menit aktifitas fisik intensitas sedang 40-60% HRM (Heart Rate Maximal) atau 75-150 menit aktivitas fisik intensitas tinggi/virgorous 60-85% HRM perminggu untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran orang dewasa. Namun, hambatan yang sering dikutip untuk terlibat dalam aktifitas fisik adalah “kurangnya waktu”, motivasi rendah, dan ketidakpatuhan terhadap pedoman yang sudah diberikan. HIIT membutuhkan lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang serupa atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan rekomendasi aktivitas fisik yang telah ditetapkan WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek HIIT terhadap VO2max. Metode yang digunakan adalah literature review, mencari artikel dari DataBased Elektronik berupa PubMed, ScienceDirect dan ProQuest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIIT dapat meningkatkan VO2max dengan signifikan dan efisien.
Co-Authors Adek Ardiansyah Aditiawarman - Ahmad Rukhani Lutfi Ahmad Rukhani Lutfi Angga Miftakhul Nizar Angga Miftakhul Nizar Anggis Putri Wijayanti Anggraeni Dyah Kumalasari Anissa Maulina Rinjani Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Ario Imandiri Ashon Sa’adi Ashon Sa’adi Bambang Harijono Bambang Purwanto Cantika Putri Melyana Chiquita Febby Pragitara Choesnan Effendi Citrawati Dyah Kencono Wungu Damayanti Tinduh David Wicaksono Dede Gantini Desi Rianti Rahmadhani Dicha Niswansyah Auliyah Dina Delvin Anggriani Dita Mega Utami Dwi Putri Rahayu Tampubolon Dwikora Novembri Utomo Eddy Rahardjo Eka Arum Cahyaning Putri Ema Qurnianingsih Endyka Erye Frety Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Faizah, Zakiyatul Fajar Shamsudin Fajar Syamsudin Farah Yusrania Gadis Meinar Sari Gantini, Dede Gebyar Catur Wahyuning Rohmawati Giwang Yayi Retnosari Gosy Endra Vigriawan Hanik Badriyah Hidayati, Hanik Badriyah HariSetijono Herdy Sulistyono Hermina Novida Hidayat Arifin I Ketut Sudiana I'tishom, Reny Indira Syahraya Innani Wildania Husna Iqbal Laksana Irwanto, Irwanto Jimmy Yanuar Annas Junian Cahyanto Wibawa Krismaningrum, Veronika Intan Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Laylatul Fitriah Mukarromah Lila Tri Harjana Lina Lukitasari, M.Si M. Ali Machfud Maharani Ayuputeri Wijaya Mahmudin Aritanoga Maulana Arif Murtadho Maulana Arif Murtadho Maya Septriana Misbah Abdul Haris Nasution Alhanif Mohammad Anam Al-Ari Mohammad Anam Al-Arif Muchammad Rif’at Fawaid As’ad Muchammad Rif’at Fawaid As’ad Mufarrihul Ihsan Mufidah Sheena Andani Prastini Muhammad Miftahussurur Muhammad Zainul Arifin Nancy M. Rehatta, Nancy M. Ningrum, Astika Gita Niwanda Yogiswara Nugroho, Ardi Setyo Nuniek Nugraheni Sulistiawaty Paulus Liben Paulus Liben Pradika Gita Baskara Prananda Surya Airlangga Purwo Sri Rejeki Purwo Sri Rejeki Purwo Sri Rejeki Purwo Sri Rejeki Purwo Sri Rezeki Putri Lisdiana Rahmawati Putri Rizkiya Raden Argarini Rehatta, Nancy Margarita Rias Gesang Kinanti Rifka Kurniati Risa Etika, Risa Rivarti, Arina Windri Senja Himaya Senja Himaya Silvia Maya Ananta Siti Khaerunnisa Siti Khaerunnisa Soetojo Sony Wibisono Sri Ratna Dwiningsih Suhartati Suhartati Susi Wahyuning Asih Wardhani, Indrayuni Lukitra Wibi Riawan Widati Fatmaningrum Widayana, Maeril Kirana Widjiati Wigati, Kristanti Wanito Windhu Purnomo Winna Adelia Amru Yudi Her Oktaviano Zulhabri Othman