Dendy Murdiyanto
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KEPOMPONG ULAT SUTRA (Bombyx mori)TERDAHAP KEKUATAN TEKAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Jasmine, Jasmine; Murdiyanto, Dendy
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah resin komposit flowable. Resin ini memiliki viskositas yang rendah sehingga sifat mekanisnya menurun, termasuk kekuatan tekan. Penambahan serat seperti pada fiber-reinforced composite merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan mekanis dari resin komposit. Serat dental memiliki berbagai kekurangan termasuk salah satunya sifat potensi toksik. Dewasa ini biomedis tertarik akan serat kepompong ulat sutra (Bombyx mori) karena sumbernya yang melimpah, sifat yang baik dalam kekuatan mekanis dan memiliki biokompotibilitas. Serat kepompong ulat sutra memiliki fibroin yang kekuatan mekanisnya baik. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kepompong ulat sutra terhadap kekuatan tekan resin komposit flowable. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test-only control design untuk mengukur kekuatan tekan resin komposit flowable tanpa penambahan serat kepompong ulat sutra dan dengan penambahan serat kepompong ulat sutra. Objek penelitian sebanyak 32 sampel yang dibagi mejadi 2 kelompok yaitu kelompok resin komposit flowable tanpa penambahan serat kepompong ulat sutra dan kelompok resin komposit flowable dengan penambahan serat kepompong ulat sutra. Hasil Independent T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kekuatan tekan resin komposit flowable pada 2 kelompok yang diuji dengan nilai signifikansi 95% (α = 0,05) yang berarti terdapat pengaruh penambahan serat kepompong ulat sutra terhadap kekuatan tekan resin komposit flowable. Perbedaan rata-rata dari kedua kelompok menunjukkan rata-rata kekuatan tekan resin komposit flowable dengan penambahan serat kepompong ulat sutra lebih tinggi daripada rata-rata kekuatan tekan resin komposit flowable tanpa pembanahan serat kepompong ulat sutra. Sehingga dapat disikmpulkan bahwa penambahan serat kepompong ulat sutra memiliki pengaruh terhadap kekuatan tekan resin komposit flowable. Penambahan serat kepompong ulat sutra meningkatkan kekuatan tekan resin komposit flowable.Kata Kunci : Resin komposit flowable, Kekuatan tekan, serat kepompong ulat sutra (Bombyx mori)
SITOTOKSISITAS NON DENTAL GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP SEL FIBROBLAS METODE METHYL TETRAZOLIUM TEST Murdiyanto, Dendy
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.931 KB)

Abstract

Perawatan di kedokteran gigi mulai menggunakan material fiber reinforced composite (FRC) sebagai bahan penyusun alat-alat tertentu seperti gigi tiruan cekat, restorasi onlay,  splinting gigi goyah, pasak gigi dan space maintainer. Penyusun FRC terdiri dari fiber dengan jenis terbanyak glass fiber dan matriks berupa dental composite. Non dental glass fiber merupakan jenis glass fiber yang digunakan pada pembuatan gypsum, patung dan alat-alat otomotif yang mudah dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksisitas non dental glass fiber reinforced composite terhadap sel fibroblas yang mati.Penelitian ini menggunakan FRC yang diperkuat oleh non dental glass fiber yang telah dianalisa komposisinya dengan scanning electron microscope – energy dispersive x-ray (SEM-EDX). Uji sitotoksisitas dilakukan dengan metode methyl tetrazolium test (MTT) menggunakan sel Vero terhadap air hasil rendaman FRC selama 1, 4 dan 7 hari masing-masing 6 pengulangan  sampel tiap kelompok. Jumlah sel yang mati menunjukkan tingkat sitotoksisitas dan kemudian dianalisa dengan uji Anava satu jalur(α = 0,05).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kematian sel tertinggi yaitu 8,50 ± 0,34 % pada lama perendaman 4 dan 7 hari, sedangkan rata-rata kematian sel terendah yaitu 8,49 ± 0,35 % pada lama perendaman 1 hari. Berdasarkan pedoman dari Sjögren bahan tidak bersifat sitotoksis jika kematian sel masih dibawah 10%. Uji Anava satu jalur diperoleh p>0,05 pada lama perendaman 1, 4 dan 7 hari. Kesimpulan hasil penelitian yaitu tidak terdapat perbedaan jumlah sel fibroblas yang mati pada lama perendaman 1, 4 dan 7 hari. Non dental glass fiber reinforced composite tidak bersifat sitotoksis terhadap sel fibroblas.
PENGARUH JENIS DAN LAMA PERENDAMAN NON DENTAL GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP SITOTOKSISITAS SEL FIBROBLAS Murdiyanto, Dendy; Widjijono, Widjijono; Nuryono, Nuryono
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.801 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.13

Abstract

Perawatan di kedokteran gigi mulai menggunakan material fiber reinforced composite (FRC) sebagai bahan penyusun alat-alat tertentu seperti gigi tiruan cekat, restorasi onlay, splinting gigi goyah, pasak gigi dan space maintainer. Penyusun FRC terdiri dari fiber dengan jenis terbanyak glass fiber dan matriks berupa dental composite. Non dental glass fiber merupakan jenis glass fiber yang digunakan pada pembuatan gypsum, patung dan alat-alat otomotif yang mudah dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksisitas jenis dan lama perendaman non dental glass fiber reinforced composite terhadap sel fibroblas yang mati. Penelitian ini menggunakan FRC yang diperkuat oleh 3 jenis non dental glass fiber I, II, III dan dental E-glass fiber sebagai pembanding. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan methyl tetrazolium test (MTT) menggunakan sel vero terhadap air hasil rendaman FRC selama 1, 4, 7 dan 10 hari masing-masing 6 pengulangan sampel tiap kelompok. Jumlah sel yang mati menunjukkan tingkat sitotoksisitas dan kemudian dianalisa dengan Anava dua jalur (α = 0,05).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kematian sel tertinggi yaitu 8,55 ± 0,27 % pada FRC III dengan lama perendaman 10 hari, sedangkan rata-rata kematian sel terendah yaitu 8,48 ± 0,35 % pada dental glass fiber dengan lama perendaman 1 hari. Berdasarkan pedoman dari Sjögren bahan tidak bersifat sitotoksis jika kematian sel masih dibawah 10%. Uji Anava dua jalur menunjukkan bahwa jenis non dental glass fiber reinforced composite dan lama perendaman mempunyai pengaruh tidak bermakna (p>0,05) terhadap sitotoksisitas sel fibroblas. Kesimpulan hasil penelitian yaitu non dental glass fiber reinforced composite tidak bersifat sitotoksis terhadap sel fibroblas, jenis non dental glass fiber reinforced composite dan lama perendaman tidak berpengaruh terhadap sitotoksisitas sel fibroblas
PENINGKATAN SARANA DAN PENGETAHUAN UNTUK MENDUKUNG PENERAPAN E-RAPOR DAN UKS DI MIM POTRONAYAN 1 Supriyono, Heru; Isnen, Nur Muhammad Akbar; Murdiyanto, Dendy
WARTA WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v22i2.8929

Abstract

The partner of this Community Partnership Program (PKM) service are Potronayan Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1. The main problems raised in this activity are two, namely schools have not been able to implement e-report cards or known as digital report cards (ARD) applications and the problem is not yet the optimal role of the school health business (UKS), especially the school dental health business (UKGS). The purpose of this activity is to improve the supporting facilities for implementing e-report cards and increase the knowledge of teachers and students to support UKS and UKGS. The method of implementing the activity is the application of computer infrastructure to support the application of e-report cards and the implementation of training and application of Android applications to increase knowledge about maintaining oral health and UKS. The results obtained from this activity are partners already have a computer infrastructure that is in accordance with the needs for the application of e-report cards and teachers and students have received training and Android applications to improve knowledge of dental and mouth maintenance. Evaluation results show that the Android application that is applied is able to make learning about oral health more enjoyable when compared to just using printed material.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAPAS (Gossypium sp.) TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Pratiwi, Santi Galih; Murdiyanto, Dendy
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2. No 1. 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.336 KB)

Abstract

Resin komposit mempunyai berbagai macam jenis, salah satunya berdasar karakteristik alirannya adalah resin komposit flowable. Resin ini memiliki viskositas rendah yang menjadikannya mudah diaplikasikan dan filler yang rendah sehingga menyebabkan rendahnya terhadap kekuatan, salah satunya kekuatan fleksural. Cara meningkatkan kekuatan resin komposit flowable dapat dilakukan dengan penambahan serat. Serat alam cukup diminati, salah satu serat alam yaitu serat kapas (Gossypium sp.). Hasil analisis serat kapas tersusun atas selulosa yang menjadikan kekuatan mekanis serat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan serat kapas terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable dan mengetahui pengaruh penambahan serat kapas terhadap peningkatan kekuatan resin komposit flowable. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test-only control design yang mengukur kekuatan fleksural resin komposit flowable tanpa penambahan serat kapas dan dengan penambahan serat kapas. Objek penelitian adalah resin komposit flowable sebanyak 32 sampel dibagi mejadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Hasil Independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (<0,05) dengan rata-rata kelompok perlakukan 155,082 MPa dan kontrol 115,898 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kapasberpengaruh terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable. Penambahan serat kapas meningkatkan kekuatan fleksural resin komposit flowable.
Potensi Serat Alam Tanaman Indonesia Sebagai Bahan Fiber Reinforced Composite Kedokteran Gigi Murdiyanto, Dendy
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 6 No 1 (2017): JMKG Vol 6 No 1 Maret 2017
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.664 KB) | DOI: 10.32793/jmkg.v6i1.260

Abstract

Indonesia is a country in tropic area so there are many variatif natural materials. The potency of natural material is a plant which produce fiber for textile industry. The raw textile material in Indonesia are cotton, kapok, rami, rosella, banana and pineapple. Dental treatment use fiber for fiber reinforced composite (FRC) to make denture, dental splinting, post, restoration and retainer. Fiber dental material is a synthetic material imported from other country, some of them doesn’t environment friendly. Many country concern of go green program to save the earth. Fiber reseach must do to find composition,strength, and suitable for dental appliance. Study for the new fiber will done in order to make cheap fiber, last longer and biodegradable material.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAUN NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) TERHADAP KEKUATAN TEKAN RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Kristi, Rizky Milian Bayu; Murdiyanto, Dendy
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 1 (2020): Vol 3. No 1. 2020
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.254 KB)

Abstract

Latar Belakang : Resin komposit merupakan salah satu bahan restorasi di kedokteran gigi. Salah satu jenis dari resin komposit adalah resin komposit flowable. Resin komposit flowable memiliki viskositas yang lebih rendah dibandingkan resin komposit lain, sehingga sifat mekanisnya juga rendah. Peningkatan kekuatan mekanis dari resin komposit flowable dapat dilakukan dengan cara menambahkan serat atau yang sering dikenal sebagai fiber-reinforced composite (FRC). Salah satu serat yang sangat berpotensi sebagai material dari FRC adalah serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr). Serat daun nanas dipilih karena sumbernya yang melimpah, tidak toksik, memiliki kekuatan mekanis yang baik dan memiliki biokompatibilitas. Kekuatan mekanis yang baik dalam serat daun nanas dipengaruhi oleh selulosa yang terkandung didalamnya. Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap kekuatan tekan resin komposit flowable. Metode Penelitian : Desain penelitian post test-only control design yang mengukur kekuatan tekan resin komposit flowable tanpa penambahan serat daun nanas dan dengan penambahan serat daun nanas. Objek penelitian adalah 2 kelompok resin komposit flowable sebanyak 32 sampel yang dibagi mejadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil: Hasil Independent T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan ( 0,05) dengan rata-rata kelompok kontrol 249,61 MPa dan kelompok perlakukan 271,07 MPa. Kesimpulan : Terdapat pengaruh penambahan serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap kekuatan tekan resin komposit flowable. Penambahan serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr) dapat meningkatkan kekuatan tekan resin komposit flowable.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAPAS (Gossypium sp.) TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Dendy Murdiyanto; Santi Galih Pratiwi
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2. No 1. 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit mempunyai berbagai macam jenis, salah satunya berdasar karakteristik alirannya adalah resin komposit flowable. Resin ini memiliki viskositas rendah yang menjadikannya mudah diaplikasikan dan filler yang rendah sehingga menyebabkan rendahnya terhadap kekuatan, salah satunya kekuatan fleksural. Cara meningkatkan kekuatan resin komposit flowable dapat dilakukan dengan penambahan serat. Serat alam cukup diminati, salah satu serat alam yaitu serat kapas (Gossypium sp.). Hasil analisis serat kapas tersusun atas selulosa yang menjadikan kekuatan mekanis serat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan serat kapas terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable dan mengetahui pengaruh penambahan serat kapas terhadap peningkatan kekuatan resin komposit flowable. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test-only control design yang mengukur kekuatan fleksural resin komposit flowable tanpa penambahan serat kapas dan dengan penambahan serat kapas. Objek penelitian adalah resin komposit flowable sebanyak 32 sampel dibagi mejadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Hasil Independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (0,05) dengan rata-rata kelompok perlakukan 155,082 MPa dan kontrol 115,898 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kapasberpengaruh terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable. Penambahan serat kapas meningkatkan kekuatan fleksural resin komposit flowable.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KEPOMPONG ULAT SUTRA (Bombyx moriL.) TERHADAP KEKUATAN TARIK DIAMETRAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Murdiyanto, Dendy
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite flowable is composite that have low viscocity and have amount of filler 60% from the total weight. The low amount of the filler make resin composite flowable have lower mechanical properties then the conventional resin composite. One of the important mechanical propeties is the diametral tensile strength, the force that make a material elongated and stretch before the material finally break. The additional of fiber can increase the toughness of tensile. Silkworm fiber (bombyx mori L.) actually have high tensile strength until 600Mpa. The objective of this research is to determine the effect of adding cocoon silkworm fiber on flowable composite resin diametral tensile strength and to determine the effect of adding cocoon silkworm fiber on the increase of diametral tensile strength. The study design was post-test-only control design which measures the diametral tensile strength of flowable composite resin with and without the addition of silkworm cocoons fibers. The object for the research was flowable composite resin groups as 32 samples were divided into 2 groups: control group and treatment group. Independent T-Test result showed that there was significant means difference ( 0.05) with 43,086 MPa for the treatment group and 38,504MPa for the control group. Conclusion of this study was the additional of silkworm cocoons fiber have influence to the diametral tensile strength. The addition of silkworm cocoon fiber increase the diametral tensile strength of flowable composite resin.  
PERUBAHAN DIMENSI BAHAN CETAK ALGINAT DENGAN PELARUT EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Dendy Murdiyanto; Vega Rasiditya Andryant Putra
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20910

Abstract

Bahan cetak alginat kedokteran gigi dapat menjadi media penularan infeksi dan mudah mengalami perubahan dimensi. Metode disinfeksi alternatif perlu dilakukan dengan mencampurkan bahan alam kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang memiliki manfaat anti fungi dan anti bakteri serta bersifat desinfektan sebagai pelarut bahan cetak alginat tanpa mempengaruhi dimensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi dan mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Desain penelitian posttest-only control group design dengan cara mengukur selisih volume akhir dengan volume awal menggunakan jangka sorong ketelitian 0,01 mm. Kelompok perlakuan larutan ekstrak kayu manis dibagi menjadi 5 konsentrasi yaitu kontrol, 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian dengan uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,066 (p0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh ekstrak kayu manis sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Simpulan penelitian bahwa ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi. Peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) hingga 40% sebagai pelarut bahan cetak alginat juga tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi.