This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Muljawan, Rikawanto Eko
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DEWI SRI DALAM KEGIATAN USAHATANI SAYURAN ORGANIK DI LAHAN PEKARANGAN DI KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Leksono, Anita
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Womens?s group Dewi Sri cultivating of organic vegetables with the aim of increasing revenue, agricultural productivity, welfare of this life. The purpose of this study is analyze the us of yard, participation member of farmer women?s group Dewi Sri in the cultivation of organic vegetables, and the factors that determine are related with level participation member of farmer women?s group Dewi Sri. The population in this study is all members of farmer women?s group Dewi Sri cultivating of organic vegetables in Kelurahan Dadaprejo. The data were analyzed descritptively of quantitative. The results of the study show that the level of participation member of farmer women?s group Dewi Sri om the perceptual aspects with a number of good categories 19 people (63.3%), and then aspects participation in activities with enough participating categories 16 people (53.3%), and aspects evaluation participation with vering participation categories 14 people (46.7%). Anggota KWT Dewi Sri membudidayakan sayuran organik di Kelurahan Dadaprejo dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan, produktifitas pertanian, dan kesejahteraan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan lahan pekarangan, partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Dewi Sri dalam kegiatan usahatani sayuran organik di lahan pekarangan, dan faktor-faktor yang menentukan berhubungan dengan tingkat partisipasi anggota KWT Dewi Sri dalam kegiatan usahatani sayuran organik di lahan pekarangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KWT Dewi Sri yang membudidayakan sayuran organik di Kelurahan Dadaprejo. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota KWT Dewi Sri pada aspek persepsi dengan kategori baik berjumlah (63.3%), sedangkan aspek partisipasi kegiatan dengan kategori cukup berpartisipasi berjumlah (53.3%), dan aspek partisipasi evaluasi dengan kategori baik dengan jumlah (52.7%).
MODEL PENGEMBANGAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM USAHATANI CABE DAN TOMAT KAITANNYA DENGAN PERAN DOMESTIK DI DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Zulkarnain, Zulkarnain
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farmer Women Group is an activity of a group of women farmers who createjobs for housewives who want to participate in agricultural activities, while alsoincreasing the income of rural communities while increasing welfare in an effort toalleviate poverty. The method used is descriptive qualitative with the informant Determination technique used is Purposive Sampling. Based on the results of the studythat the Model of Farmer Women Group Development in Relation to Domestic Functionsis quite good which can be seen from the Characteristics of Respondents, DecisionMaking for Chili Plants, Decision Making in Tomato Plants, Rangga House Activities,Existing Development Method / Development Model Current and Reasons to Become aFarm Woman. Supporting factors in the implementation of the Women's Farmers Groupactivities in relation to domestic functions are in the form of fertilizers, farming tools,seeds, and a large area of land in the form of tractors and hoes. While the inhibitingfactors in agricultural activities are in the form of disease pests, lack of information sothat the level of knowledge of farmers is still lacking and the climate is uncertain. Kelompok Wanita Tani merupakan Kegiatan kelompok wanita tani yang menciptakan lapangan kerja bagi para ibu rumah tangga yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pedesaan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Model Pengembangan Kelompok Wanita Tani Dalam Kaitannya Dengan Fungsi Domestik sudah cukup baik dimana dapat dilihat dari Karakteristik Responden, Pengambilan Keputusan dalam Tanaman Cabe, Pengambilan Keputusandalam Tanaman Tomat, Kegiatan Rumah Tangga (Domestik), Metode/Model Pengembangan yang ada saat ini dan alasan menjadi Wanita Tani. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan Kelompok Wanita Tani dalam kaitannya dengan fungsi domestik yaitu berupa pupuk, alat tani, benih, dan lahan yang cukup luas serta berupa Traktor, dan cangkul. Sedangkan Faktor penghambat dalam kegiatan pertanian yaitu berupa hama penyakit, kurangnya informasi, Tingkat pengetahuan petani yang masih kurang dan iklim yang kurang menentu.
KONTRIBUSI GABUNGAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN PRODUKSI KOPI BUBUK RUMAH TANGGA (STUDI KASUS GAPOKTAN MEKAR TANI DI DESA JAMBUWER KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG) Mutiara, Farah; Muljawan, Rikawanto Eko; Ruspina, Monri Nelly
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robusta ground coffee which is often referred to as Jambuwer red coffee itself is produced by the creative hands of Gapoktan and the community in Jambuwer Village. This study aims to analyze the combined contribution of farmer groups in the development of household ground coffee production and determine the relationship of the combined contribution of farmer groups in the development of household coffee production. The research was conducted in the Mekar Tani farmer group Jambuwer Village, Kromengan District. Sampling was carried out using Slovin to obtain 52 people. Methods of data analysis using correlation analysis and data collection, data reduction, drawing conclusions and verification. The results of this study are the contribution of Mekar Tani Gapoktan in the economic and social fields, while the relationship between the contribution of farmer groups has a positive correlation with the development of household coffee production in Jambuwer village that is 0.985 greater than the r table of 0.279 with a significance level of 0,000 < 0.005. Kopi bubuk robusta yang sering disebut dengan Kopi merah Jambuwer sendiri diproduksi oleh tangan kreatif gapoktan dan masyarakat di Desa Jambuwer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi gabungan kelompok tani dalam pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga dan mengetahui hubungan kontribusi gabungan kelompok tani dalam pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga. Penelitan dilakukan di kelompok tani Mekar Tani Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan slovin sehingga diperoleh 52 orang. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi dan pengumpulan data, reduksi data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat Kontribusi Gapoktan Mekar Tani dalam bidang ekonomi dan bidang sosial, adapun hubungan kontribusi kelompok tani memiliki korelasi positif dengan pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga di desa jambuwer yaitu sebesar 0,985 lebih besar daripada r tabel sebesar 0.279 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG DALAM MENJUAL PRODUK PERTANIAN HORTIKULTURA DI PASAR GADANG KOTA MALANG Agustina, Eka; Arvianti, Eri Yusnita; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional market in Malang is one of the Gadang market. Gadang market is an active market in selling agricultural products. The existence of the Gadang market is considered very important, because it can increase the income of traders, and the city government through taxes. This research began in February 2017 until July 2017, at Gadang market, subdistrict Sukun, Malang city. The research is quantitative descriptive research with multiple linear regression analysis. The result showed that capital (X1), total sales (X3), merchandise type (X4) has a real effect and positive relation ship towards earned income traders. Separately trade location (X2) does not have a significant influence towards income. On the contrary, the most influential variables is the number of sales. The merchant can potentially increase the income of 46,7%. On each attempt increase the number of sales of agricultural products in the horticultural market Gadang in Malang city. Pasar tradisional di Kota Malang salah satu nya adalah Pasar Gadang. Pasar Gadang adalah pasar yang aktif dalam menjual produk-produk pertanian. Keberadaan Pasar Gadang dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan pendapatan pedagang, maupun pemerintah kota melalui pajak. Penelitian ini dimulai bulan Februari 2017 sampai bulan Juli 2017, di Pasar Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan alat analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal dagang (X1), jumlah penjualan (X3), jenis dagangan (X4) memiliki hubungan positif dan berpengaruh nyata terhadap pendapatan yang diperoleh pedagang. Secara terpisah lokasi dagang (X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan. Sebaliknya variabel yang paling berpengaruh adalah jumlah penjualan. Pedagang berpotensi meningkatkan pendapatan 46,7% pada setiap upaya meningkatkan jumlah penjualan produk pertanian hortikultura di Pasar Gadang Kota Malang.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENSUKSESKAN SWASEMBADA BERAS DI DESA MANGLIAWAN DAN DESA PUCANGSONGO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Badin, Ferdinandus Bera; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Farmer Group is felt to be more important and enough to play strategic role because it is the front guard in supporting the success of agricultural production. Rice self-sufficiency is an activity of increasing rice along with inputs of facilities and infrastructure of increasing production through optimization of agriculture, technology and institutional resource utilization in order to achieve independence of rice availability For the community. This thesis discusses the role of farmer groups in success of rice self-sufficiency in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The problem in this thesis concerns the lack of role of farmers in empowering their members so that the production result is not as expected. This research is located in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The research method used is qualitative and quantitative method. While the type of analysis used is descriptive analysis. Sampling in this research using purposive sampling technique that determination of sample with certain consideration (Sugiyono 2011). Sampling in this study were 39 members of Kelompoktani in Mangliawan village and 32 in Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. Peranan Kelompok tani sangat penting dan memegang peranan strategis dalam mendukung keberhasilan Produksi pertanian.Swasembada beras adalah kegiatan peningkatan beras disertai input sarana dan prasarana peningkatan produksi melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian, teknologi dan kelembagaan guna tercapainya kemandirian ketersediaan beras bagi masyarakat. Peranan Kelompok Tani Dalam Mensukseskan Swasembada Beras di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.mengalami Permasalahan mengenai Kurangnya Peranan Kelompoktani dalam memberdayakan anggotanya sehingga hasil produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini berlokasi di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yakni penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu 39 petani di desa Mangliawan dan 32 di Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan petani di Desa Mangliawan yaitu sebanyak 39 orang pada kategori Cukup Baik sebanyak 30 orang (76,9%) dan Peranan kelompok tani di Desa Pucangsongo sebanyak 32 orang,Sebagian Besar berada pada kategori Cukup Baik, yaitu sebanyak 22 orang ( 68,8%).
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan.Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner.Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.
Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Pada Kegiatan Pola Pangan Beragam, Bergizi Seimbang Dan Aman ( B2SA ) Di Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Seruni Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Bala, Herman Hardyanto; Muljawan, Rikawanto Eko; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security is the condition of the fulfillment of food for the state up to the individual that is reflected from the availability of adequate food, both quantity and quality, safe, diverse, nutritious, and evenly (Minister of Agriculture Regulation number 15 of 2015). Agricultural extension strategy is intended to accelerate the achievement of four successful agricultural development as the policy of the Ministry of Agriculture by involving the whole community to support and actively participate in the success of the existing programs. This study aims to find out the communication strategy of agricultural extension on B2SA food pattern activity and to know the activity of B2SA food pattern in KWT Seruni. The research method used is interview / quesionare, obeservasi and documentation, data analysis using qualitative descriptive analysis. The location of research in Sengguruh Village, Kepanjen District, Malang Regency in April-April 2017 with 36 respondents. Based on the result of the research, the result is the group method which is done by the agriculture extension of 86,5%, individual method 61,5%, mass method that is gathering 78% and communication media 92%, suitability of communication material 94,5%, have program of KWT 97 ,5%, KWT 94.5% business plan, 100% KWT assistance and practice / skill of B2SA activities 92%. From the results and the discussion can be obtained by conclusion that the agricultural extension implementing the method using group method, the counselor held a routine meeting 2 times a month and make individual visits. Media suitability using print media and KWT Seruni has programs, business plans, assistance and trained in various skills related to B2SA food activities. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya dan tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi dan merata (Peraturan Menteri Pertanian nomor 15 tahun 2015). Strategi penyuluhan pertanian ditujukan untuk mempercepat pencapaian empat sukses pembangunan pertanian sebagaimana kebijakan Kementerian Pertanian dengan melibatkan seluruh masyarakat untuk mendukung dan berperan serta secara aktif menyukseskan program yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi penyuluh pertanian pada kegiatan pola pangan B2SA dan untuk mengetahui kegiatan pola pangan B2SA di KWT Seruni. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara/quesionare, obeservasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang pada bulan april-mei tahun 2017 dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yaitu metode kelompok yang di lakukan penyuluh pertanian sebesar 86,5%, metode perorangan 61,5%, metode massal yaitu pertemuan 78% dan media komunikasi 92%, kesesuaian materi komunikasi 94,5%, memiliki program KWT 97,5%, rencana usaha KWT 94,5%, bantuan yang didapat oleh KWT 100% dan praktek/keterampilan kegiatan B2SA 92%. Diperoleh kesimpulan bahwa penyuluh pertanian melakukan penerapan metode menggunakan metode kelompok yaitu melakukan pertemuan rutin 2 kali dalam sebulan serta melakukan kunjungan perorangan. Kesesuaian media menggunakan media cetak dan KWT Seruni mempunyai program, rencana usaha, bantuan dan dilatih berbagai keterampilan terkait kegiatan pangan B2SA.
MOTIVASI DAN KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN INTENSIFIKASI TANAMAN SAWI DI DESA BANJAREJO KEC. PAKIS, KAB. MALANG Jandu, Inosensius Harmin; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extension Agent as spearhead the implementation of the extension in the field is necessary to improve their competence according to the demands of changing times. It is therefore important to know the reality of the competence of agricultural extension.The purpose of this study is; ). To determine the role of agricultural extension Pakis subdistrict in the development of intensification of mustard. 2). To know the intensification of mustard plants in the district of fern has developed or undeveloped. This research use descriptive research quantitative, the study sample were farmers and extension workers. Data were collected using a questionnaire and analyzed mengganakan quantitative. From the results of this study indicate. 1). Extension implemented intensively by the extension so that the amount of vacant land has been reduced. 2) The real effect of an explanation is that in doing extension can change vacant land into land of mustard production. Penyuluh sebagai ujung tombak pelaksanaan penyuluhan di lapangan sangat perlu untuk meningkatkan kompetensinya sesuai tuntutan perubahan zaman. Oleh karena itu penting diketahui realitas kompetensi penyuluh pertanian, apa lagi hingga saat ini belum ada standar kompetensi yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah ; ). Untuk mengetahui peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan intensifikasi tanaman sawi. 2). Untuk mengetahui intensifikasi tanaman sawi di sudah berkembang atau tidak berkembang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitattif, sampel penelitian adalah petani dan penyuluh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis mengganakan analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukan. 1). Penyuluhan di laksanakan secara intensif oleh para penyuluh sehingga jumlah lahan kosong sudah berkurang. 2) pengaruh nyata dari penjelasanya adalah penyuluh yang di lakukan bisa merubah lahan kosong menjadi lahan produksi sawi.
MODEL KOMUNIKASI YANG EFEKTIF MELALUI PENDEKATAN KELOMPOK TANI PEDESAAN DI KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Lamapaha, Yohanes Visensius; Muljawan, Rikawanto Eko; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi yang efektif melalui pendekatan kelompok tani dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyuluh dalam melaksanakan model komunikasi pertanian yang efektif pada pendekatan kelompok tani di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Bentuk metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, metode kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner sedangkan jenis analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan model komunikasi yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan dikategorikan baik. Metode penyuluhan yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan yaitu: ceramah, diskusi dan praktek lapangan sedangkan media penyuluhan yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yaitu: poster, kender, buku-buku tentang pertanian dan handphone. Faktor yang mempengaruhi penyuluh dalam melaksanakan model komunikasi yang efektif pada pendekatan kelompok tani pedesaan adalah motivasi penyuluh, sikap penyuluh dan pengetahuan penyuluh. Motivasi penyuluh dapat dikategorikan sangat baik sedangkan sikap dan pengetahuan penyuluh adalah baik.
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG. Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan. Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.