p-Index From 2017 - 2022
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Khoirunnisa', Ninin
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI SAWI DI DUSUN MARON SEBALUH DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON Khoirunnisa', Ninin; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Marpaung, Jupri Johanes SM
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard is a vegetable that has an important role in the balance of food consumed. The consumption of mustard greens in Indonesia always increases every year. But the increase was not offset by an increase in mustard production. Possible efforts to increase mustard production are by optimizing the use of production factors in mustard farming. Production factors in mustard farming include seeds, manure, urea fertilizer, NPK fertilizer, ZA fertilizer, pesticides and labor. This research aims to analyze the efficiency of the use of production factors and analyze the level of income in farming using the census method with 35 mustard farmers in Maron Sebaluh Hamlet, Pandesari Village, Pujon District. The analysis was performed using the Cobb-Douglas function and farm income analysis. The results showed that the use of production factors was not yet technically or economically efficient. The mustard farming in Maron Sebaluh Hamlet, Pandesari Village, Pujon District is profitable with an R/C value of 2,74. Sawi adalah sayuran yang memiliki peran penting dalam keseimbangan makanan yang dikonsumsi. Konsumsi sawi di Indonesia selalu meningkat setiap tahun. Namun peningkatan itu tidak diimbangi dengan peningkatan produksi sawi. Upaya yang mungkin untuk meningkatkan produksi sawi adalah dengan mengoptimalkan penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani sawi. Faktor-faktor produksi dalam usahatani sawi yaitu benih, pupuk kandang, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk ZA, pestisida dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan menganalisis tingkat pendapatan dalam usahatani sawi menggunakan metode sensus dengan 35 petani sawi di Dusun Maron Sebaluh, Desa Pandesari, Kabupaten Pujon. Analisis dilakukan dengan menggunakan fungsi Cobb-Douglas dan analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi belum efisien secara teknis maupun ekonomis. Usahatani sawi di Dusun Maron Sebaluh, Desa Pandesari, Kabupaten Pujon menguntungkan dengan nilai R/C 2,74.
ANALISIS RANTAI PASOKAN KOMODITAS CABAI MERAH BESAR DESA BOCEK KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Khoirunnisa', Ninin; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Toni, Toni
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Supply Chain emerged in the 1980s as something new, an integrative philosophy for managing the total flow of goods from suppliers to end users and growing considering the integration of broad business processes along the supply chain. Supply chain or supply chain is a concept where there is a regulatory system related to product flow, information flow and financial flow (financial).This study aims to analyze the supply chain of large red chili commodities and marketing margins of large red chili commodities in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The population of red chili farmers is 50 people. The sample was determined by 33 red chili farmers, the analysis used was quantitative descriptive. The red chili commodity supply chain from the village of Supiturang, Bocek Village, is represented by 3 marketing channels: I farmers, collectors, wholesalers, retailers, consumers, II farmers, collectors, retailers, consumers, III farmers, collectors, consumers. The biggest marketing margin is in channel 1, which is Rp. 17,000. This channel has the longest channel chain in distributing red chili to consumers. Rantai Pasok muncul pada 1980-an sebagai sesuatu yang baru, filsafat integratif untuk mengelola total aliran barang dari pemasok ke pengguna akhir dan berkembang mempertimbangkan integrasi proses bisnis yang luas sepanjang rantai suplai. Rantai pasok atau supply chain merupakan suatu konsep dimana terdapat sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi maupun aliran keuangan (finansial). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok komoditas cabai merah besar dan marjin pemasaran komoditas cabai merah besar di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Populasi petani cabai merah berjumlah 50 orang. Sampel ditentukan sebesar 33 petani cabai merah, Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Rantai pasok komoditas cabai merah dari Dusun Supiturang Desa Bocek diwakili oleh 3 saluran pemasaran : I petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen, II petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen, III petani, pedagang pengumpul, konsumen. Margin pemasaran terbesar terdapat pada saluran 1 yaitu sebesar Rp. 17.000. Saluran ini memiliki rantai saluran yang terpanjang dalam mendistribusikan cabai merah hingga ke konsumen.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA TENAGA KERJA DESA UNTUK BEKERJA PADA SEKTOR NON PERTANIAN (Studi Kasus Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang) Chandra, Alex; Arvianti, Eri Yusnita; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the dynamics of the village workforce to work in non-agricultural sector in Jenggolo Village, Penarukan Village, Sukoharjo Village and Talangagung Village, Kepanjen Subdistrict. The data used in this research is primary data and secondary data, the data is analyzed using logistic regression model (LRM). Independent variables used were gender, education level, income level, number of family members, broad sense of agricultural land and work experience. While the variables denpenden the dynamics of labor which consists of agriculture and non agriculture. The results showed the gender and income level did not affect the dynamics of the village workforce to work in the non-agricultural sector. For example, education level variables have a positive and significant influence on the dynamics of rural labor to work in the non-agricultural sector and the variable number of family members, the broad sense of agricultural land and work experience show a negative and significant result to the dynamics of rural labor to work in non-agricultural sectors . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian di Desa Jenggolo, Desa Penarukan, Desa Sukoharjo dan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder, data tersebut dianalisis menggunakan logistic regression model (LRM). Variabel independen yang digunakan yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja. Sedangkan varibel denpenden yaitu dinamika tenaga kerja yang terdiri dari pertanian dan non pertanian. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel jenis kelamin dan tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian. Sedangkan variabel tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian dan variabel jumlah anggota keluarga, luas kepemilikan lahan pertanian dan pengalaman kerja menunjukan hasil yang negatif dan signifikan terhadap dinamika tenaga kerja Desa untuk bekerja pada sektor non pertanian.
PENGARUH PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI Neri, Fhilipus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of the use of farming production facilities that allegedly affect the income of farming in Jatirejoyoso Village, Kepanjen Subdistrict. Data collected in the study were analyzed using regression model. The results of this study indicate that the variables of land area, urea fertilizer, and NPK fertilizer have an effect on rice farming income, while the variable of labor, seed, TSP fertilizer, and pesticide have no significant effect. The area of land used for rice farming is 1.10 Ha; seeds used with the amount of 34 Kg / Ha; manpower with the number of 5 people / Ha; and the fertilizer used are: Urea 138 Kg / Ha, TSP 92 Kg / Ha, NPK 143 Kg / Ha; the drugs used are: herbicide 2 L / Ha, insecticide 2 L / Ha. The net income of rice farming in Jatirejoyoso village is Rp.35.483.948 / Ha. with production of 8,333 Kg / Ha, revenue of Rp.37.650.000 / Ha, and production cost of Rp.2.166.052 / Ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sarana produksi usahatani yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dianalisis menggunakan model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, pupuk urea, dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan variabel tenaga kerja, benih, pupuk TSP, dan pestisida tidak mempunyai pengaruh signifikan. Luas lahan yang digunakan untuk usahatani padi rata-rata 1,10 Ha; benih yang digunakan dengan jumlah 34 Kg/Ha; tenaga kerja dengan jumlah 5 orang/Ha; serta pupuk yang digunakan adalah: Urea 138 Kg/Ha, TSP 92 Kg/Ha, NPK 143 Kg/Ha; obat-obatan yang digunakan adalah: herbisida 2 L/Ha, insektisida 2 L/Ha. Pendapatan bersih usahatani padi sawah di Desa Jatirejoyoso yaitu sebesar Rp.35.483.948 /Ha. dengan produksi sebesar 8.333 Kg/Ha, penerimaan sebesar Rp.37.650.000/Ha, dan biaya produksi sebesar Rp.2.166.052/Ha.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA PERMANU KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Amantur, Leonardus; Suwasono, Son; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (a) examine the role of agricultural extensionists in the growth of Combined Farmer Groups (b) to examine the impact of agricultural extension role in the growth of the Combined Farmer Group. research method that is done include taking samples by using random sampling method. Data collection is taken primary data and secondary data. Data analysis used descriptive (Qualitative) that is with skorin. Based on the results of research in Permanu Village Pakisaji District of Malang can be concluded that: The role of Agricultural Extension Farmers in the combined growth of Madukismo farmer groups in Permanu Village is fairly good, judging from the respondents' answers Joint group members 71.4% of respondents who answered well. The impact of the role of agricultural extension in the growth of Gapoktan Madukismo in Permanu Village has increased with the involvement of agricultural extension workers. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengkaji peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani (b) mengkaji dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak random sampling. Pengumpulan data diambil data primer dan data skunder. Analisis data yang digunakan deskriptif (Kualitatif) yaitu dengan skorin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Peran Penyuluh Pertanian Lapang dalam penumbuhan gabungan kelompok tani Madukismo di Desa Permanu terbilang baik, dilihat dari jawaban responden anggota Gabungan kelompok tani sebesar 71,4% responden yang menjawab baik. Dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan Madukismo di Desa Permanu mengalami peningkatan dengan adanya keterlibatan penyuluh pertanian.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Nduwa Ndewa, Alice Aprilia Susanti; Arvianti, Eri Yusnita; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili commodities is widely used as raw material for the domestic processing industry (medicines, food and cosmetics). Consumption of chili commodities is increasing in line with the increasing number of population and the increasing variety of types and food menu that utilize this product. Fulfillment of national cayenne consumption needs of the increasing can be supported by increased production of cayenne pepper. The ability of chili production is influenced by the development of land area and productivity level of chili in certain area. Chili farming activities generally have a risk that is often faced by farmers harvest failure, lack of selling certainty, fluctuating prices, low probability of business margin, and weak market access. Farmer of chili farming conducted by the farmers in the research location has the purpose to improve the welfare of the family, but in improving the income and welfare of farmers, often faced with the problems of knowledge of farmers who are still relatively low, limited capital, small land and lack of farmers skills that will eventually effect on farmer acceptance. The research was conducted in Ngantru Village, Ngantang District, Malang Regency using sample of 50 peasants in this village. The system conducted in this village is feasible to be developed. The results showed that the R / C value of 1.40 (> 1), BEP farmer's acceptance is smaller than the acceptance received by farmers is Rp.13.270.336,00, the amount of chiliproduction is greater than BEP of chili production (5,860 kg> 2,413 Kg), and the price received by farmers is larger than BEP price (Rp.5,500.00> Rp.3,917.00). Cabai rawit komoditas pertanian banyak digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan dalam negeri (obat-obatan, makanan dan kosmetik). Kebutuhan konsumsi komoditas cabai rawit ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan semakin bervariasinya jenis serta menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Pemenuhan kebutuhan konsumsi cabai rawit nasional yang semakin meningkat dapat ditunjang oleh peningkatan produksi cabai rawit. Kemampuan produksi cabai rawit dipengaruhi oleh perkembangan luas lahan dan tingkat produktivitas cabai rawit pada daerah tertentu. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat produktivitas cabai rawit tertinggi. Kegiatan usahatani cabai rawit pada umumnya memiliki resiko yang sering dihadapi oleh petani antara lain resiko gagal panen, tidak adanya kepastian jual, harga yang berfluktuasi, kemungkinan rendahnya margin usaha, dan lemahnya akses pasar. Usahatani cabai rawit yang dilakukan petani memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun demikian dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sering dihadapkan pada permasalahan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya ketrampilan petani yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penerimaan petani. Penelitian dilakukan di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan menggunakan sampel sebanyak 50 orang petani cabai rawit di desa ini. Cabai rawit yang dilakukan layak untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C sebesar 1,40 (>1), BEP penerimaan petani lebih kecil yaitu Rp 13.270.336,00, jumlah produksi cabai rawit lebih besar dari BEP produksi cabai rawit (5.860 kg > 2.413 Kg), dan harga yang diterima oleh petani lebih besar dari BEP harga (Rp 5.500,00 > Rp 3.917,00).