Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI ULAT HONGKONG DI PETERNAK RAKYAT DESA PATIHAN , BLITAR MELALUI TEKNOLOGI MODIFIKASI RUANG MENGGUNAKAN EXHOUST DAN TERMOMETER DIGITAL OTOMATIS Astuti, Farida Kusuma; Iskandar, Ahmad; Fitasari, Eka
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.518 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.599

Abstract

Ulat hongkong (Tenebrio molitor L) merupakan bagian dari “aneka ternak” yang sangat mudah diterapkan bagi ibu rumah tangga baik sebagai mata pencaharaian utama maupun sampingan. Ulat hongkong merupakan komoditas yang digunakan sebagai makanan burung, ikan, reptile, pangan, dan sebagai bahan baku kosmetik. Dalam masa hidupnya, ulat hongkong melewati beberapa siklus yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan kepik / serangga. Bagi peternak ulat hongkong, 4 tahapan siklus ini harus dilakukan sendiri karena tidak ada pasar yang hanya menjual bibit berupa ulat muda maupun kepiknya saja. Kelembaban dan suhu merupakan masalah yang seringkali dialami oleh peternak ulat hongkong karena sangat berpengaruh pada siklus produksi terutama perubahan ulat dewasa menjadi kepik. Suhu dan kelembaban yang yang terlalu panas atau terlalu rendah akan menyebabkan pembentukan kepik dari ulat dewasa menjadi tidak serempak sehingga ulat yang lambat berkembang akan mengalami kematian akibat diinjak-injak atau dimakan oleh ulat yang sudah berubah menjadi kepik. Untuk mengatasi hal ini solusi yang dilakukan adalah (1) identifikasi masalah pokok yang mempengaruhi perkawinan ulat hongkong (2) Penjelasan mengenai siklus hidup ulat hongkong dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya (3) Penerapan teknologi modifikasi ruangan perkawinan ulat hongkong melalui pemasangan exhaust dan pemasangan thermometer digital yang secara otomatis menyala sendiri sesuai suhu ideal ruangan perkawinan ulat (4) Pendampingan dan pelayanan konsultasi dilakukan selama seluruh kegiatan pengabdian yaitu 8 bulan penuh, yang meliputi terhadap semua kegiatan dan praktek hingga mengetahui dampak dari teknologi yang ditransfer bagi tingkat kematian kepik dan peningkatan produksi. Dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa penerapan teknologi melalui modifikasi ruangan menggunakan exhaust dan thermometer digital otomatis dapat menurunkan tingkat kematian kepik ulat hongkong sebesar 20%, peningkatan kuantitas ulat hongkong sebesar 16,7 % dan peningkatan pendapatan sebesar 70,9%.
Analisis Tinggi Gelombang Laut Di Perairan Sulawesi Tenggara Dan Laut Banda Ditinjau Dari Perspektif Dinamika Meteorologi Istiyono, Adi; Muliddin, Muliddin; Iskandar, Ahmad
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.261 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i2.6348

Abstract

Informasi tinggi gelombang dan angin sangat diperlukan masyarakat, khusus yang selalu menggunakan transportasi laut, pembangunan infrastruktur laut dan para nelayan tangkap di Perairan Sulawesi Tenggara dan Laut Banda.Gelombang laut yang sering terjadi, penyebabnya didominasi oleh faktor angin sebagai salah satu unsur cuaca akibat adanya dinamika meteorologi di atmosfer.Matahari sebagai penggerak dinamika meteorologi yang menyebab perubahan angin setiap musim barat dan musim timur.Interaksi laut dan atmosfer berupa tranfer energi angin dengan permukaan laut yang menyebabkan gelombang laut terjadi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola karakteristik tinggi gelombang pada saat musim barat dan musim timur serta mengetahui pola karakteristik arah kecepatan angin pada musim barat dan musim timur. Metode dalam  menganalisis penelitian ini dengan menggunakan aplikasi wind wave05 untuk mengkonversi data angin pemodelan dalam format grib menjadi data tinggi gelombang. Hasil penelitian menujukan bahwa tinggi gelombang maksimum dan kecepatan angin maksimum terjadi pada saat musim timuran dengan arah angin dari tenggara serta tinggi gelombang minimum dan kecepatan angin minimum terjadi pada saat musim baratan dengan arah angin dari barat sampai barat laut.Kata Kunci : Tinggi Gelombang, Dinamika Meteorologi, Wind Wave05DOI : 10.5281/zenodo.2658824
PENGGUNAAN 4 JENIS ADITIF YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS BAHAN KERING, PROTEIN KASAR, SERAT KASAR SILASE PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT Windi, Dominikus Kambaru; Marhaeniyanto, Eko; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted for 21 days from August 28, 2017 to October 3, 2017, at the UB Animal Husbandry Nutrition and Food Laboratory, Malang. The study aims to determine the use of 4 types of additives on the quality of dry matter (DM), crude protein (CP), crude fiber (CF) mini elephant grass silage (Pennisetum purpureum cv. Mott). The material used is mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) which is harvested at the age of 31 days. Fresh grass is aerated for approximately 12 hours, then chopped 2-5 cm in size. The study used 4 treatments and 5 replications based on a Completely Randomized Design (CRD). The duration of the ensilase process is 21 days. The length of treatment that was tried was P1 (Pennisetum purpureum cv. Mott + rice bran), P2 (Pennisetum purpureum cv. Mott + ?ampok maize?), P3 (Pennisetum purpureum cv. Mott + ?onggok?), P4 (Pennisetum purpureum cv. Mott + mollases). The use of 4 types of additives produces the same response on silage DM with DM content ranging from 17.44-20.34%, CP content ranging from 7.59-11.28%, CF content ranging from 24.50-28.56%, The highest content of 11.28% CP silage obtained from the use of ?ampok maize?. It is recommended, making Pennisetum purpureum cv. Mott silage using ?ampok maize? additives as much as 10% of fresh weight. Penelitian dilakukan selama 21 hari mulai tanggal 28 Agustus 2017- 3 Oktober 2017, di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya Malang. Penelitian bertujuan mengetahui penggunaan 4 jenis aditif terhadap kualitas bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK) silase rumput gajah mini (pennisetum purpureum cv. Mott). Materi yang digunakan yaitu rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipanen pada umur 31 hari. Rumput segar dianginkan selama kurang lebih 12 jam, kemudian dicacah ukuran 2-5 cm. Penelitian mengunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Lama proses ensilase adalah 21 hari. Perlakuan yang dicobakan yaitu P1 (Rumput Gajah mini + Dedak padi), P2 (Rumput Gajah mini + Ampok jagung), P3 (Rumput Gajah mini + Onggok), P4 (Rumput Gajah mini + Molases). Penggunaan 4 jenis aditif menghasilkan respon yang sama pada BK silase dengan kandungan BK berkisar 17,44-20,34%, kandungan SK silase berkisar 24,50-28,56%, kandungan PK silase berkisar 7,59-11,28%. Kandungan PK silase tertinggi 11,28% diperoleh dari penggunaan ampok jagung. Disarankan, pembuatan silase rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) menggunakan bahan aditif ampok jagung sebanyak 10 % dari berat segar.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP KECERNAAN, BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN LEMAK KASAR PADA AYAM BROILER. Kulla, Harun; Supartini, Nonok; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consumer demand for meat commodities as a source of animal protein is currently quite high. Poultry meat is an excellent commodity to be developed as a strategic commodity, especially in terms of fulfilling the nutritional needs, health, and living standards of the community. To achieve the success of the broiler farm business, not only requires large capital and adequate skills, but also the management and marketing of reliable production. The purpose of this study is to determine the effect of different levels of powder herbs against dry matter digestion, organic matter, and crude fat in broiler chickens. The method used is the experimental method and complete randomized design (RAL). Treatment of P0 = Giving rations without herb powder, P1 = feeding + herbs 0.3%, P2 = ration + herb pepper 0.6%, P3 = ration + herb pepper 0.9%. The results of research, it can be concluded that the provision of herbal powder does not give a significant different effect of the four treatments on the digestibility of dry matter and organic materials but significantly different from the grease fat digestibility. The highest digestibility was found in P2 treated with herb powder at 0.6%. Permintaan konsumen akan komoditi daging sebagai sumber protein hewani saat ini cukup tinggi. Daging unggas merupakan komoditi unggul yang tepat untuk dikembangkan sebagai suatu komoditi strategis, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat. Untuk mencapai kesuksesan usaha peternakan ayam broiler, tidak hanya memerlukan modal yang besar dan keterampilan yang memadai, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produksi yang handal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan tingkat puyer herbal terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Lemak Kasar pada ayam broiler. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penilitian P0 = Pemberian ransum tanpa puyer herbal, P1 = pemberian ransum + puyer herbal 0,3%, P2 = pemberian ransum + puyer herbal 0,6%, P3 = pemberian ransum + puyer herbal 0,9%. Hasil penilitian, maka dapat di simpulkan bahwa pemberian puyer herbal memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik namun berbeda nyata dengan kecernaan lemak kasar. Kecernaan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yang di berikan puyer herbal sebesar 0,6%.
NILAI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK Samia cynthia ricini INSTAR 5 YANG DIBERI PAKAN DAUN KETELA POHON Gobai, Orgens; Iskandar, Ahmad; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of cassava leaves of different varieties will affect the growth of silk worm instar 5, cocoon quality, and quality of the resulting fiber. To increase the production of coconut so cassava leaves required superior can be used as silkworm feed. The purpose of the study was to determine the amount of digestibility and consumption of different varieties of cassava leaves, on the growth of silkworms. The method used in this research is the Randomized Complete Random Design (RAL) method, followed by BNT test in the direction of 3 treatment pattern, the treatment (P1) cassava leaves of varieties faroka, the treatments (P2) cassava leaves shrimp varieties and P3 leaves of cassava varieties rubber. The results of the study showed that the consumption and digestibility of dry matter and organic matter was very significant (P
KECERNAAN INVITRO FERMENTASI PUCUK TEBU MENGGUNAKAN UREA DAN MOLASES Ay, Apriyanto Nyali; Iskandar, Ahmad; Marhaeniyanto, Eko
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the dry matter content, organic matter, dry matter and organic matter digestibility. The study was conducted in the Central Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University Malang for the stages of fermentation of sugarcane shoots using urea and molasses. For the second stage was the analysis of dry matter, digestibility of dry matter and organic matter, digestibility of organic matter for in vitro experiments using the Tilley and Terry method (1963) in the Animal Husbandry Nutrition and Food Laboratory, Malang. The research materials were sugar cane shoots, urea and molasses. The experimental method using a completely randomized design (CRD). Consists of 4 treatments and 6 replications. Each treatment unit was carried out in in vitro tests in duplicate. The description of treatment were P0: Cane shoots (Control), P1: Sugarcane shoots + Urea 5%, P2: Sugarcane shoots + 10% Molasses, P3: Sugarcane shoots + 5% Urea + 10% Molasses. The results showed a very significant effect (P
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT HIJAU TERHADAP RETENSI NITROGEN DAN PERTUMBUHAN BULU PADA TERNAK KAMBING JANTAN PERANAKAN ETAWA Theodorus, Suri Lebo; Marhaeniyanto, Eko; Iskandar, Ahmad
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is about the use of mixed leaves of Leucaena leucocepala, Calliandra haemochephala, Gliricidia sepium and Artrocarpus heterophyllus with a ratio (1: 1: 1: 1) of 0%, 10%, 20% and 30% in green concentrate feed, and 18% crude protein (CP). The aim of the study was to determine the effect of concentrate feed on nitrogen retention and fur growth on ettawa goat breeds (PE). The material used by male PE goats was 16 heads with an initial body weight of 26.66 ± 0.89 kg / head. The study was conducted using a randomized block design (RBD) experimental method, as many as 4 treatments 4 replications. Every day PE goats are given 1% concentrate feed from body weight according to treatment feed, with basal forage feed according to the breeders. Treatment feed gave no significant effect (P> 0.05) on nitrogen retention and fur growth. Nitrogen retention results at P1 = 13.20 ± 4.65, P2 = 10.85 ± 2.61, P3 = 18.29 ± 6.60 and P4 = 7.69 ± 1.94. The results of the average growth of feathers (g / head for 30 days of observation), P1 = 0.80 ± 0.03 P2 = 0.83 ± 0.04, P3 = 0.87 ± 0.07 and P4 = 0.88 ± 0 , 07. It is recommended to use a mixed leafs as much as 20% in green concentrate feed, 18% protein content for additional PE goat feed. Penelitian ini mengenai penggunaan campuran tepung daun lamtoro (Leucaena leucocepala), kaliandra (Calliandra haemochephala), gamal (Gliricidia sepium) dan nangka (Artrocarpus heterophyllus) dengan perbandingan (1:1:1:1) sebanyak 0%, 10%, 20% dan 30% dalam pakan konsentrat hijau, dan kandungan protein 18%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pakan konsentrat terhadap retensi nitrogen dan pertumbuhan bulu pada ternak kambing peranakan ettawa (PE). Materi yang digunakan kambing PE jantan sebanyak 16 ekor dengan bobot badan awal 26,66±0,89 kg/ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode percobaan rancangan acak kelompok (RAK), sebanyak 4 perlakuan 4 ulangan. Ternak setiap hari diberikan 1% pakan konsentrat dari bobot badan sesuai pakan perlakuan, dengan pakan basal hijauan sesuai yang diberikan peternak. Pakan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap retensi nitrogen dan pertumbuhan bulu. Hasil retensi nitrogen pada P1 = 13,20± 4,65, P2= 10,85± 2,61, P3=18,29± 6,60 dan P4= 7,69± 1,94. Hasil rataan pertumbuhan bulu(g/ekor selama 30 hari pengamatan), P1=0,80± 0,03 P2=0,83± 0,04, P3=0,87± 0,07 dan P4=0,88± 0,07. Disarankan memanfaatkan campuran tepung daun sebanyak 20% kandungan protein pakan konsentrat 18% untuk pakan tambahan kambing PE.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN SELAMA 14 HARI SILASE KOMPLIT BERBASIS DAUN TEBU TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING (BK), BAHAN ORGANIK(BO) DAN PROTEIN KASAR (PK) Khoiriyah, Ainin; Iskandar, Ahmad; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know and compare the content of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK) and to know physical quality with organoleptic test to complete silage-based leaf-based silage plus EM-4 inolumn at 14 days. This study was conducted in May 2016, at the Lab. Central University Tribhuana Tunggadewi Malang. Analysis of dry matter (BK), organic matter (BO) and crude protein (PK), carried out in Lab. Nutrition and Feed Universitas Brawijaya Malang. The material used was sugarcane leaf, water, concentrate with pollard composition, fine bran, milled corn, soybean meal and molasses, and inoculant bacteria EM-4 (Lactobacillus casei 1.5 x ?10? ^ 6cfu / ml, Saccharomyces cervisiase 1, 5 x ?10? ^ 6, Rhodopseudomonaspalustris 1.0x ?10? ^ 6). The method used in this study was an experiment using a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments and 6 replications. From the result of the complete silage leaf-based sugarcane research on 14 days curing with the addition of EM-4 can be concluded that: a. (P 0,05) to organic material (BO) and crude protein (PK), c. The EM-4 recipient can improve the physical quality of complete silage of sugarcane leaf compared to without EM-4 ie odor: unsanitary not sour (3), mushrooms: mushrooms 0-30% (3), texture: soft soft (3), color: green brownish and PH: good (4). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK) serta mengetahui kualitas fisik dengan uji organoleptik terhadap silase komplit berbasis daun tebu yang ditambah inolulan EM-4 pada lama pemeraman 14 hari. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei 2016, di Lab. Sentral Universitas Tribhuana Tunggadewi Malang. Analisis bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), dilaksanakan di Lab. Nutrisi dan Pakan Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan adalah daun tebu, air, konsentrat dengan komposisi pollard, dedak halus, jagung giling, bungkil kedelai dan molasses, serta inokulan bakteri EM-4 (Lactobacillus casei 1,5 x ?10?^6cfu/ml, Saccharomyces cervisiase 1,5 x ?10?^6, Rhodopseudomonaspalustris 1,0x ?10?^6). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dari hasil penelitian silase komplit berbasis daun tebu pada pemeraman selama 14 hari dengan penambahan EM-4 dapat di simpulkan bahwa: a. Berbeda nyata (P0,05) terhadap bahan organik (BO) dan protein kasar (PK), c. Penambaha EM-4 dapat meningkatkan kualitas fisik silase komplit daun tebu dibandingkan tanpa EM-4 yaitu bau : asam tidak harum tidak kecut (3), jamur : jamur 0-30% (3), tekstur : lembut halus (3), warna : hijau kecoklatan dan PH : baik (4).
USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA: ANALISIS KELAYAKAN FINANASIAL SUATU STUDI KASUS DI DESA BENDANG RAYA KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA Dwijatenaya, Ida Bagus Made Agung; Nugroho, Agung Enggal; Iskandar, Ahmad
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i2.1854

Abstract

The aims of this experiment was to determine the effect of the application of Agrib Compost liquid organic fertilizer to the growth of bud grafting seedling of Lai (Durio kutejensis HASSK. BECC) var. Mahakam. The experiment used a Randominzed Block Design (RCBD) with Agrib Compost liquid organic fertilizer treatment (P) 8 level and  3 tests made up of  p0 = without treatment (control), p1 = (2 ml L-1 water), p2 = (4 ml L-1 water), p3 = (6 ml L-1 water), p4 = (8 ml L-1 water), p5 = (10 ml L-1 water), p6 = (12 ml L-1 water), p7 = (14 ml L-1 water). The result of the experiment indicated that the treatment of Agrib Compost liquid organic fertilizer, it had a very significant effect to the age of broken buds but had no significant effect to the length of bud  parameters, the number of leaves  and the diameter of the stem. The treatment of Agrib Compost liquid organic fertilizer 14 ml L-1 water, providing better growth in  age parameters  of broken buds, bud length, and the number of leaves.
Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Air Baku Masyarakat di Desa Holimombo Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Iskandar, Ahmad; Kamur, Sudarwin; Nasarudin, Nasarudin; Yulianto, Andri
LaGeografia Vol 20, No 2 (2022): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v20i2.23984

Abstract

Holimombo Village is an area with a karst landscape, where the problems in the area are the absence of surface water sources. Based on these problems, the research objective is to identify the potential of groundwater as a source of raw water for the community in Holimombo Village, Wabula District, Buton Regency. The research is a quantitative descriptive study, where the subsurface resistivity data was used. The Field observation techniques were used for data collecting in this study, where the measurement of the subsurface resistivity value uses a set of geoelectrical resistivity meters. The results of the geoelectric measurements will then be processed using the Res2DinV application. The subsurface resistivity measurements were carried out in four different paths. Based on the measurement results, the subsurface resistivity values at the research site in Holimombo Village, Wabula District, Buton Regency vary, ranging from 6.64 Ωm to above 1000 Ωm. Areas that have ground water potential are on the line 4 with coordinates 5°33,751' S and 122°53,112' E. The layer at this point is weathered limestone in the form of sand and gravel which has groundwater potential because it has a resistivity value of 50-500 Ωm. The potential for groundwater at that point is quite a lot with a thickness of 27.7 m. Therefore, this potential can be utilized by the Holimombo Village community as a source of daily raw water. AbstrakDesa Holimombo merupakan daerah dengan bentang alam kars, dimana permasalahan di daerah tersebut adalah tidak adanya sumber air permukaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi air tanah sebagai sumber air baku masyarakat di Desa Holimombo, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dimana data yang digunakan berupa nilai resistivitas bawah permukaan. Teknik observasi lapang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, dimana pengukuran nilai resistivitas bawah permukaan menggunakan satu set alat geolistrik resistivitymeter. Hasil pengukuran geolistrik tersebut selanjutnya akan diolah dengan menggunakan aplikasi Res2DinV. Pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan di empat lintasan berbeda. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai resistivitas bawah permukaan di lokasi penelitian di Desa Holimombo Kecamatan Wabula Kabupaten Buton bervariasi, mulai dari 6,64 Ωm sampai dengan di atas 1000 Ωm. Wilayah yang memiliki potensi air bawah tanah yaitu pada lintasan 4 pada titik koordinat 5°33.751' LS dan 122°53.112' BT. Lapisan di titik ini merupakan lapukan batu gamping yang berupa pasir dan kerikil yang memiliki potensi air tanah karena memiliki nilai resistivitas 50-500 Ωm. Potensi air tanah di titik tersebut cukup banyak dengan ketebalan 27,7 m. Oleh sebab itu, potensi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Holimombo sebagai sumber air baku sehari-hari.