Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan dan Kelautan

Karakteristik Habitat dan Populasi Kerang Bambu (Solen lamarckii) di Zona Intertidal Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Ramadhan, Muhammad Farizqy; Nasution, Syafruddin; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.36-43

Abstract

Kerang bambu merupakan salah satu jenis moluska dari famili solenidae yang mempunyainilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017 bertempatdi Pantai Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat, kelimpahan dan pola distribusi kerangbambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuanlokasi pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengukurankualitas perairan dilakukan secara in situ dan ex situ yang terdiri dari parameter fisikadan kimia perairan. Karakteristik habitat kerang bambu yaitu jenis substratnya pasirdengan klasifikasi pasir sangat halus. Bahan organik sedimen tergolong rendah dansangat rendah 0,907-1,749 %. Padatan tersuspensi tergolong sangat tinggi 223-1830mg/l. Parameter kualitas perairan masih mendukung untuk kehidupan kerang.Kelimpahan rata-rata adalah 0,88/m2, kelimpahan tertinggi terdapat di subzona 5(zona lower) atau surut terendah dan kelimpahan terendah pada subzona 3 (zona middle)atau zona tengah intertidal. Pola distribusi rata-rata bersifat mengelompok. Ukurankerang yang ditemukan memiliki panjang 45-93 mm dengan berat 1,91-9,67 g.
KELIMPAHAN DAN NISBAH KELAMIN SIPUT BAKAU (Telescopium telescopium) DI EKOSISTEM MANGROVE DESA DARUL AMAN KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS Efriyeldi, Efriyeldi; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.20.1.24-31

Abstract

Mangrove ecosystem in the coastal of Darul Aman Village has been seriously degradated. This condition can affect gastropods live in the area. The purpose of this study was to determine the density and sex ratio of mangrove snails Telescopium telescopium in mangrove ecosystem. This study was conducted in September 2014 in the mangrove ecosystems of Darul Aman Village Rupat Distric. The method used in this study was a survey method. Location study was divided into three stations. Snail T. telescopium sample was collected by hand-picking directly in five plots of 2 m x 2 m for each station. The snail sex determination was done from colour and shape observation of gonad in laboratory. Variance Analysis (ANOVA) was used to test the significance differences of mangrove snail density between stations. During the research, a total of 77 samples of snail mangroves, with sizes ranging from 59.0 to 98.1 mm and a weight of 24.83 to 84.26 g was obtained. Average density of mangrove snails obtained 0.60±0.379 to 2.05±0.411 (ind/m2). Mangrove snail density was significantly different between stations (sig.<0.05). Morisita index value at the third station shows that the distribution pattern of mangrove snail is uniform (Id <1.0). Sex ratio (male and female) of mangrove snails was 1: 1.
Sebaran Nitrat, Fosfat dan Kelimpahan Fitoplankton di Muara Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Arbianti, Purnama; Nurrachmi, Irvina; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.2.1-9

Abstract

Masuknya massa air pasang dalam jumlah yang besar di muara Sungai Kampar disebutmasyarakat setempat sebagai bono. Bono merupakan fenomena alam yang disebabkanoleh gelombang pasang yang bertemu dengan arus Sungai Kampar. Arus pasang surutdi muara Sungai Kampar dapat mempengaruhi penyebaran nitrat, fosfat dan kelimpahanfitoplankton. Fitoplankton adalah tumbuhan renik yang hidup melayang di perairandan pergerakannya sangat tergantung pada arus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanJanuari 2017 di muara Sungai Kampar, Pelalawan yang bertujuan untuk mengetahuisebaran nitrat, fosfat serta hubungannya dengan kelimpahan fitoplankton denganmenggunakan metode survey. Metode pemilihan lokasi dengan purposive samplingyang dilakukan di tiga stasiun saat pasang menuju surut dan surut menuju pasang denganpertimbangan telah mewakili wilayah muara Sungai Kampar. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebaran nitrat, fosfat dan kelimpahan fitoplankton akan semakinkecil menuju ke arah laut dan yang terjadi saat pasang menuju surut lebih tinggi dibandingsaat surut menuju pasang. Sebaran kelimpahan fitoplankton lebih dipengaruhinitrat dibandingkan fosfat. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa nitrat danfosfat bersumber dari sungai.
TOXICITY TO Artemia salina AND PHYTOCHEMICAL COMPONENTS OF Thalassia Hemprichii SEAGRASS ON NIRWANA BEACH PADANG CITY WEST SUMATERA PROVINCE Arifin, Adani Fatahilal; Nurrachmi, Irvina; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 25, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.25.3.163-171

Abstract

Many of marine ecotourism activities on Nirwana Beach has had a negative impact to the development of seagrass ecosystems. Pressure that occurs on the coastal ecosystem becomes a trigger factor seagrasses to adapt with produce certain compounds for maintain immunity, the name is bioactive compounds. This research was aimed to know toxicity to Artemia salina and phytochemical component of Thalassia hemprichii seagrass from Nirwana Beach by using experimental method. Two seagrass extracts with different solvents have been made in the Marine Chemistry Laboratories for use in toxicity and phytochemical tests. The results of the test are displayed in tabular or graphical form and analyzed descriptively. The results of toxicity testing showed that seagrass had a toxicity level of 446.872 ppm (n-hexane solvent) and 218.183 ppm (methanol solvents), both of extract are toxic to the Artemia salina. Phytochemical testing shows tannin compounds founded in extracts with n-hexane and methanol solvent, alkaloids and triterpenoids compound contained in extracts with methanol solvent.
Struktur Komunitas Makrozoobenthos Pada Hutan Mangrove Di Desa Mengkapan Kecamatan Sungai Apit Provinsi Riau Nababan, Sitty Mey; Efriyeldi, Efriyeldi; Nasution, Syafruddin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.2.24-33

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2017. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos pada hutan mangroveDesa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit Provinsi Riau yang meliputi: jenis makrozoobenthos,kepadatan, keanekaragaman, dominasi, keseragaman dan pola distribusimakrozoobenthos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.Sampel sedimen diambil dari 3 Stasiun. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukanmenggunakan plot berukuran 1m x 1m. Analisis dan identifikasi dilakukan di laboratoriumbiologi laut, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Pekanbaru.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh makrozoobenthos yang ditemukan terdiridari 3 kelas yaitu gastropoda, bivalvia, dan crustacea. Kelimpahan makrozoobenthosberkisar 58,3 - 90 ind/m2. Kelimpahan relatif tertinggi pada stasiun 1 yaitu spesiesNerita sp (34,7%), pada stasiun 2 yaitu spesies Cassidula aurisfelis (17,2%) dan stasiun3 yaitu spesies Telescopium telescopium (22,3%). Keanekaragaman (H’) padastasiun-stasiun penelitian berkisar 2,08-2,21, indeks dominansi (C) pada stasiun-stasiunpenelitian berkisar 0,23-0,26, indeks keseragaman (E) pada stasiun-stasiun penelitianberkisar 0,45-0,50 dan pola distribusi makrozoobenthos (Id) berkisar antara 1,02-1,05(mengelompok).
ANALISIS FEKUNDITAS DAN DIAMETER TELUR KERANG BAMBU (Solen lamarckii, Chenu 1843) DI ZONA INTERTIDAL DESA API-API KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA KABUPATEN BENGKALIS Langsana, Laila; Nasution, Syafruddin; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 25, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.25.3.216-223

Abstract

Bamboo clam (Solen lamarckii) is a type of mollusck of the Solenidae family known as “sepahat” by the people around Bengkalis. This study was conducted at Api-Api village waters, Bengkalis Regency  in January 2020. This study aims to investigate the fecundity produced by each female of  bamboo clam and egg diameter in each phase of maturity gonad stage. This study used survey method and sampling location determined by simple random sampling. Fecundity was calculated using the modificated volumetric method. The result showed, the fecundity of bamboo clam ranged from 290,325-1,902,391 with an average 1,105,285 ±1,074,724 eggs  for 50.3-72.8 mm in shell length. Egg diameter ranged between 30-110 μm. Average diameter in each phase of maturity gonad stage, the stage I gonads was 46.7 μm, stage II 65.2 μm, stage III 82.8 μm and stage IV 101 μm.