Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Development of Post-implementation Erp Model: It-business Partnership, Erp Maintenance and Support Tripiawan, Wawan; Govindaraju, Rajesri
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 4 No 02 (2017): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2017
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v4i02.226

Abstract

Kesuksesan penggunaan sistem Enterpraise Resource Planning (ERP) telah banyak diteliti. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang meneliti lebih lanjut keterkaitan antara IT-Business Partnership, Maintenance and Support dalam mendukung realisasi manfaat dari penggunaan sistem ERP. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang termasuk dalam IT-Business Partnership, terhadap kegiatan dalam Maintenance and Support, pada fase post-project ERP. [1] membagi kegiatan Maintenance and Support menjadi tiga; ERP user support, ERP changes, dan ERP software update. IT Business Partnership digambarkan sebagai hubungan antara IT dengan bisnis, yang tergambarkan dalam 4 relasi, yaitu; Management’s-IT Ownership, User’s-IT Ownership, IT Professional’s-Business Ownership dan juga IT Manager’s-Business ownership. Berdasarkan dari 116 sampel responden perusahaan yang diolah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat manfaat/keuntungan dari penggunaan sistem ERP yaitu IT Manager’s – Business Ownership, IT Proffesional’s – Business Ownership, Management’s – IT Ownership, User’s – IT Ownership, mempengaruhi tingkat ERP Enable Business Change (Maintenance and Support) baik secara langsung ataupun tidak langsung.
The Development of Post-implementation Erp Model: It-business Partnership, Erp Maintenance and Support Tripiawan, Wawan; Govindaraju, Rajesri
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 4 No 02 (2017): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2017
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.722 KB) | DOI: 10.25124/jrsi.v4i02.226

Abstract

Kesuksesan penggunaan sistem Enterpraise Resource Planning (ERP) telah banyak diteliti. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang meneliti lebih lanjut keterkaitan antara IT-Business Partnership, Maintenance and Support dalam mendukung realisasi manfaat dari penggunaan sistem ERP. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang termasuk dalam IT-Business Partnership, terhadap kegiatan dalam Maintenance and Support, pada fase post-project ERP. [1] membagi kegiatan Maintenance and Support menjadi tiga; ERP user support, ERP changes, dan ERP software update. IT Business Partnership digambarkan sebagai hubungan antara IT dengan bisnis, yang tergambarkan dalam 4 relasi, yaitu; Management’s-IT Ownership, User’s-IT Ownership, IT Professional’s-Business Ownership dan juga IT Manager’s-Business ownership. Berdasarkan dari 116 sampel responden perusahaan yang diolah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat manfaat/keuntungan dari penggunaan sistem ERP yaitu IT Manager’s – Business Ownership, IT Proffesional’s – Business Ownership, Management’s – IT Ownership, User’s – IT Ownership, mempengaruhi tingkat ERP Enable Business Change (Maintenance and Support) baik secara langsung ataupun tidak langsung.
PERBANDINGAN KONSEP REKAYASA BUDAYA ORGANISASI MODEL PEMBENTUKAN KEBIASAAN, SHOOK, DAN SCHEIN PADA ORGANISASI PROYEK Tripiawan, Wawan; Aurachman, Rio
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.899 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.3.139-148

Abstract

Budaya organisasi adalah suatu bagian dari sistem terintegrasi, baik itu itu organisasi terstruktur maupun komunitas tidak terstruktur. Kebanyakan penelitian tentang budaya organisasi membahas tentang apa kaitan budaya dengan variabel lainnya di dalam organisasi. Atau bagaimana cara mengukur suatu budaya di dalam organisasi. Pada era kemajuan teknologi, perubahan yang cepat, dan kompleksitas tinggi, dibutuhkan suatu metode untuk mengubah budaya organisasi dengan tepat. Penelitian kali ini berusaha untuk mengkaji tiga konsep yang menawarkan metode untuk mengubah budaya organisasi. Ketiga konsep tersebut menawarkan paradigma yang sama. Yaitu bahwa perubahan budaya terjadi bukan dimulai dari mengubah sesuatu yang abstrak dan softsystem. Akan tetapi perubahan budaya justru perlu dimulai dari perubahan sesuatu yang konkret dan nyata,. Hal itu meliputi prosedur, cara kerja, infrastruktur, dan artefak lainnya yang ada di dalam organisasi perusahaan. Dari ketiga konsep tersebut kemudian disintesis untuk didapatkan sebuah konsep usulan. Konsep usulan tersebut yang diharapkan lebih mudah diimplementasikan dan dipahami oleh para pegiat dan peneliti di bidang budaya organisasi.
Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Ketahanan Pangan pada Masa Pandemi Covid-19 Berbasis Android di Desa Sukapura Rd Rohmat Saedudin; Avon Budiono; Edi Sutoyo; Siti Hajar Komariah; Wawan Tripiawan; M Teguh Kurniawan; R Yunendah Nur Fuadah; Rahmiati Aulia
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v4i2.3527

Abstract

Desa Sukapura dengan potensi yang ada sekarang ini, yaitu Warung kurang lebih 500 warung termasuk (warteg dan warung makan). Jumlah penduduk asli sekitar 11.370 penduduk, pendatang/mahasiswa lebih dari 10rb sehingga potensi jumlah warga yang ada di Desa Sukapura sekitar 25 ribu orang. Berdasarkan data 2018, rata-rata kebutuhan makan warga Desa Sukapura sebesar Rp 25.000/ jiwa/ hari. Sehingga dengan estimasi kasar saja keperluan makan/ pangan warga sukapura adalah 625 juta rupiah per hari atau sekitar 225 milyar rupiah per tahun. Sebagaimana umumnya desa-desa di wilayah Kabupaten Bandung, Desa Sukapura dalam 3 bulan terakhir tidak terlepas dari dampak pandemi covid-19. Nilai potensi dan perputaran ekonomi di bidang pangan yang cukup besar ini di Desa Sukapura, dalam 3 bulan terakhir secara signifikan terdampak oleh kebijakan PSBB, social distance, stay at home, akibat pandemic covid-19. Warga desa banyak yang kehilangan penghasilan, daya beli menurun, kekurangan pasokan dan stok pangan, roda usaha mikro, kecil, dan menengah seperti warung turun drastis omsetnya sampai hanya tinggal 30-40% saja. Banyak program yang sudah digulirkan oleh pemerintahan Desa Sukapura baik program mandiri maupun dalam rangka mendukung program pemerintahan di atasnya khususnya terkait penganggulangan penyebaran pandemi covid-19 dan mengatasi dampak yang ditimbulkannya dan dirasakan oleh warga. Salah satu hal utama yang mendapat perhatian pemerintah, selain pencegahan dan pengetatan penyebaran wabah Covid-19 ini adalah terkait Ketahanan Pangan warga nya dalam kondisi pandemi yang sedang berlangsung berkepanjangan. Untuk mencukupi ketersediaan dan kecukupan stok pangan dengan harga murah terjangkau, pihak Desa menggandeng pihak ke-3, yaitu PT Satoe Juara untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan warga akan sembako murah (beras, minyak goreng, gula, garam, telor, dll). Permasalahan supplier dan stok bahan baku murah bisa diatasi, timbul permasalahan baru mengingat daya beli masyarakat turun, pola distribusi dan penjualan tidak bisa konvensional sebebas dan seperti biasa di tengah kebijakan-kebijakan pencegahan pandemic covid-19. Perlu di desain proses bisnis Kerjasama tripatrit dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan ini, yaitu pemerintahan (dalam hal ini Pemerintahan Desa Sukapura), Supplier Sembako Murah, UMKM (para pemilik warung) untuk distribusi sembako murah, dan warga sebagai konsumen dan pengguna sembako. Bagaimana caranya, program keekonomian rakyat seperti ini dapat berjalan di tengah kebijakan pembatasan social berskala besar (PSBB), social distance dan stay at home sebagai akibat pandemi Covid-19 dengan menggalakan perekonomian berbasis transaksi online dan delivery order. Hal ini demi menjaga jarak sosial dan mentaati kewajiban tinggal dirumah untuk mencegah, membatasi dan menghentikan penyebaran Covid-19. Program aplikasi ketahanan pangan perlu di rancang bangun dan dibuat untuk menghubungkan konsumen ke penyedia pangan melalui pemesanan online ke agen terdekat dengan memanfaatkan jasa delivery oleh pihak kurir jasa pengantar makanan
The Development of Post-implementation Erp Model: It-business Partnership, Erp Maintenance and Support Wawan Tripiawan; Rajesri Govindaraju
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 4 No 02 (2017): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2017
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v4i02.226

Abstract

Kesuksesan penggunaan sistem Enterpraise Resource Planning (ERP) telah banyak diteliti. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang meneliti lebih lanjut keterkaitan antara IT-Business Partnership, Maintenance and Support dalam mendukung realisasi manfaat dari penggunaan sistem ERP. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang termasuk dalam IT-Business Partnership, terhadap kegiatan dalam Maintenance and Support, pada fase post-project ERP. [1] membagi kegiatan Maintenance and Support menjadi tiga; ERP user support, ERP changes, dan ERP software update. IT Business Partnership digambarkan sebagai hubungan antara IT dengan bisnis, yang tergambarkan dalam 4 relasi, yaitu; Management’s-IT Ownership, User’s-IT Ownership, IT Professional’s-Business Ownership dan juga IT Manager’s-Business ownership. Berdasarkan dari 116 sampel responden perusahaan yang diolah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat manfaat/keuntungan dari penggunaan sistem ERP yaitu IT Manager’s – Business Ownership, IT Proffesional’s – Business Ownership, Management’s – IT Ownership, User’s – IT Ownership, mempengaruhi tingkat ERP Enable Business Change (Maintenance and Support) baik secara langsung ataupun tidak langsung.
PERBANDINGAN PENENTUAN WAKTU BAKU MENGGUNAKAN METODE TIME STUDY DAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) Tripiawan, Wawan; Miranda, Suci
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.394 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v3i1.1418

Abstract

Increased technological developments encourage companies or industries to be able to increase their productivity. Increased productivity can do with improvements in each process carried out following the standard time set to complete an activity. This study aims to compare the usual time in the production process of MP YST Revo at a metal casting company using the time study method and the Critical Path Method (CPM) approach. Both methods process the same information for the duration of each recorded activity and allowance. The time study calculates the standard time of the production process by considering allowances, while the CPM uses completion time and final coefficient where the sum of the duration of each activity entering the critical path becomes completion time. Based on four observations, the average of the 30-minute allowance obtained, and the average observed time is 450.05 minutes, and the CPM gives a faster completion time of 341.4 minutes. The standard time to use CPM offers a difference of about 2 hours faster than a time study.
Schedule Acceleration Planning in Construction Project (Case Study: Japek II Selatan Tollroad) Aziz Irsyad; Ika Arum Puspita; Wawan Tripiawan
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 6 No 01 (2022): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v6i01.145

Abstract

This study focuses on the remaining work at stations (STA) 53+950 to 54+550 in Jakarta – Cikampek II Selatan Toll Road Package III project to find the critical path, completion durations, and project costs before and after acceleration. The CPM Technique was used to compile network planning diagrams, determine the critical path and project duration. Crashing Project was applied to crash schedule through the total project duration and cost whose changes due to the implementation of the crashing method. The critical path was found in mobilization, tree felling, clearing, dig and haul, borrow material, subgrade preparation, base course (A grade), subbase course (B grade), drainage layer, lean concrete (t=10 cm), concrete pavement, concrete barrier type B, and signage. In the CPM, the duration of project completion is 214 days. The total project budget under normal circumstances is Rp22.073.412.654. After accelerating with the Crashing Project by proposed overtime was obtained the reduced total cost of Rp32.004.882 from the total normal cost of Rp22.073.412.654 to Rp22.041.407.771 with an optimum duration of 183 days.
Validating Scope Design in Project STTF Case Study PT.XYZ Agustian Mauludin; Wawan Tripiawan; Achmad Fuad Bay
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 4 No 02 (2020): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v4i02.88

Abstract

PT.XYZ is a company in the Telecommunication Industry. Due to increase the product sales, PT.XYZ performed an annual project to build network infrastructure to the uncovered network areas, called the STTF project. As a project owner, conducting a high performance of scope validation is very crucial to make sure the quality of the result meets requirements. However, the previous project result has shown to the unsatisfactory result, i.e. titled pole resulting in high cable attenuation and over budget. To see the extent of the performance and effectiveness of the validation process, an evaluation of the current validate scope process is necessary. One of the methods is by comparing the operational implementation in the current STTF project against the project management standard to ensure the process performed effectively. Data collected using a questionnaire based on PMBOK 6th ed. standard processes using a self-assessment survey, and two project locations are chosen as a comparative sample. The verified questionnaires then distributed purposively to validate the scope team. In the end, the result of the research shows the implementation of validate scope activity is not comply with the standard process in PT.XYZ and there are gaps against standard practices in PMBOK.
PEMBUATAN DAN PENERAPAN ROLLER MEKANIS GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI OPAK KETAN Wawan Tripiawan; Sari Wulandari; Muhammad Rayes
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.749 KB)

Abstract

Selama ini kita mengenal berbagai macam opak, semuanya memang terbuat dari berbagai macambahan baku dan diberi nama sesuai dengan bahan baku yang digunakannya. Opak yang terbuatdari bahan baku beras ketan diberinama opak ketan yang diproduksi dalam skala rumah tangga diberbagai wilayah khususnya di Jawa Barat, sangat banyak sekali peminatnya. Produksi opak ketanyang dicetak halus satu demi satu secara tradisional, keunggulan opak ketan selain organik yangmenyehatkan juga cocok dijadikan makanan cemilan di berbagai macam acara termsuk oleh-olehkhas. di samping itu rasanya asin, renyah, tahan lama juga cocok bagi berbagai macam lapisanmasyarakat.Semua proses yang dilakukan oleh seluruh pengrajin opak ketan di berbagai daerah masihmemanfaatkan teknologi tradisional dan hampir setiap statsion kerja mengalami permasalahan,begitu pula kelompok pengrajin opak ketan Kec. Pamengpeuk – Kabupaten Bandung mengalamipermasalahan yang sama.Metode pencetakan Opak yang selama ini digunakan, masih menggunakan teknologi sederhanayang disebut “Jajaplok” oleh para pengrajin. Jajaplok hanya menghasilkan 1 opak untuk 1 kalipencetakan. Desain usulan alat pencetak mekanis,dengan menggunakan material besi, alat rollermekanis dapat melakukan press opak dalam satu kali pencetakan dengan tenaga motor listrik.Dengan demikian, proses pencetakan menjadi lebih cepat karena hanya membuat satu cetakanuntuk produk yang sama dan berjumlah banyak. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan teknologitersebut menghasilkan produk dengan presisi dan kecepatan produksi. Penelitian ini menyimpulkanbahwa penerapan cetakan mekanis pada industri makanan opak telah meningkatkan danmempercepat proses produksi.
Perbandingan Penentuan Waktu Baku Menggunakan Metode Time Study dan Critical Path Method (CPM) Suci Miranda; Wawan Tripiawan
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.394 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v3i1.1418

Abstract

Increased technological developments encourage companies or industries to be able to increase their productivity. Increased productivity can do with improvements in each process carried out following the standard time set to complete an activity. This study aims to compare the usual time in the production process of MP YST Revo at a metal casting company using the time study method and the Critical Path Method (CPM) approach. Both methods process the same information for the duration of each recorded activity and allowance. The time study calculates the standard time of the production process by considering allowances, while the CPM uses completion time and final coefficient where the sum of the duration of each activity entering the critical path becomes completion time. Based on four observations, the average of the 30-minute allowance obtained, and the average observed time is 450.05 minutes, and the CPM gives a faster completion time of 341.4 minutes. The standard time to use CPM offers a difference of about 2 hours faster than a time study.