Liszulfah Roza
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembentukan Kader Remaja Sehat Reproduksi di SMA Muhammadiyah 4 Jakarta Mega Elvianasti; Roza, Liszulfah
JPMB : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter Vol 2 No 2 (2019): Agustus-Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Rekarta Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36765/jpmb.v2i2.4

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan dalam membentuk kader remaja sehat reproduksi di SMA Muhammadiyah 4 Jakarta. Berdasarkan survei, wawancara dengan salah satu guru bahwa sekolah belum memiliki kader remaja sehat reproduksi. Oleh karena itu dipandang perlu untuk membentuk, membina dan melaksanakan pendampingan kader remaja sehat reproduksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu, 1) Sosialisasi ke sekolah mitra, 2) pemberian pretest tentang kesehatan reproduksi, 3) pemberian materi mengenai kesehatan reproduksi 4) hasil pretest akan dipilih 5 besar untuk diwawancara mengenai pengetahuan kesehatan reproduksi 5) penetapan kader remaja sehat reproduksi (2 kader laki-laki dan 3 kader perempuan 6) pendampingan kader remaja sehat reproduksi dalam membina teman sebaya. Hasil dalam kegiatan pengabdian ini adalah terpilihnya 5 kader remaja sehat reproduksi yang terdiri dari 2 laki-laki dan 3 orang perempuan. Setiap kader akan dibina untuk dapat mensosialisasikan dan mengkampanyekan mengenai kesehatan reproduksi remaja kepada teman sebaya dan lingkunganya.Abstarct:This activity aims to form a healthy reproductive youth cadre at Muhammadiyah 4 High School Jakarta. Based on the survey, interview with one of the teachers that the school does not have a cadre of healthy reproductive youth. Therefore, it is deemed necessary to form, foster and carry out reproduction of healthy adolescent cadres. The steps taken in this community service activity are, 1) Socialization to partner schools, 2) giving pretest about reproductive health, 3) giving material about reproductive health 4) pretest results will be chosen in the top 5 to be interviewed regarding knowledge of reproductive health 5) determination reproductive healthy adolescent cadres (2 male cadres and 3 female cadres 6) assisted reproductive healthy adolescent cadres in fostering peers. The result of this community service activity was the selection of 5 healthy reproductive youth cadres consisting of 2 men and 3 women. Each cadre will be fostered to be able to socialize and campaign for adolescent reproductive health to peers and their environment.
KARAKTERISASI SIFAT OPTIK C-DOTS DARI KULIT LUAR SINGKONG MENGGUNAKAN TEKNIK MICROWAVE Putro, Permono Adi; Roza, Liszulfah; -, Isnaeni
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 11 No 2 Februari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v11i2.894

Abstract

Carbon dots (C-dots) are a new type of phosphorescent nanoparticles that can be easily synthesized from natural sources or raw materials. The outer shell of cassava is the second waste obtained from cassava skin waste which is less attention to be utilized. Synthesis of C-dots from the outer shell of dried cassava has been successfully carried out with Microwave techniques. Synthesis of C-dots was carried out using water as a solvent with a variation of the concentration of precursor solutions to the microwave duration. Microwave duration causes changes in the structure and optical properties of C-dots. C-dots are characterized to study the optical properties of the UV-Vis absorbance spectrum and emission intensity in the form of emissions. The observed optical properties aim to determine the C-dots energy transition, such as surface and core energy. The core energy level becomes dominant in the transition π→π* compared to the transition of n→π* in surface energy when the C-dots concentration increases so that energy shifts. This phenomenon is known from the top of the broad C-dots emission spectrum and shifts to longer wavelengths. In addition, we suspect that the difference in C-dots emissions is caused by the molecular density and content of the preparation based on the concentration of precursor solutions and the length of microwave time.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SMA ISLAM AS-SYAFIÍYAH DALAM MEMBUAT E-BOOK MATA PELAJARAN FISIKA Roza, Liszulfah; Rodhiah, Salsa Ariani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4597

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SMA Islam As-Syafi’iyah 01 diketahui bahwa pendidik di sekolah tersebut belum ada yang dapat membuat e-book secara mandiri maupun menggunakannya sebagai media menarik lainnya dalam kegiatan belajar mengajar. Para guru masih menggunakan sumber bahan ajar dari buku teks konvensional. Padahal pada masa sekarang ini, teknologi semakin berkembang pesat sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan pada bidang pendidikan. Oleh karena itu, perlu untuk membentuk, membina dan melaksanakan pendampingan kepada guru-guru di sekolah untuk meningkatkan kualitas dalam menunjang proses pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan dan melatih para guru-guru secara langsung tahapan demi tahapan dalam membuat sebuah e-book sehingga dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar yang menarik dalam proses pembelajaran. Materi kegiatan disampaikan dengan metode ceramah yang kemudian di barengi dengan demonstrasi langsung bagaimana proses pembuatan e-book tersebut sehingga pada akhir kegiatan para peserta juga diberikan pendampingan dalam kegiatan Latihan.  Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dari semua aspek termasuk tingkat kepuasan peserta selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya pelatihan ini, seluruh pendidik diajarkan mengenai cara pembuatan ebook, sehingga nantinya bisa diaplikasikan sendiri dan bisa digunakan sebagai media pembelajaran ketika mengajar. Berdasarkan analisis angket didapatkan bahwa 27.80% peserta sudah pernah menggunakan e-book sebagai media pembelajaran. Sedangkan 72.20% peserta belum pernah menggunakan ebook sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini terlihat mampu menambah wawasan serta memotivasi pendidik untuk berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran dengan menyajikan materi secara lebih variative lagi menggunakan media e-book. Abstract:  Based on needs analysis results at SMA Islam As-Syafi'iyah 01, it was known that the educators in the school not been able to make e-books independently or used that media in teaching and learning activities. Teachers still used teaching materials from conventional textbooks. In fact, technology is growing rapidly so that it is very possible to use this media in the teaching process in education program. Therefore, it is necessary to form, build and implement assistance to teachers in schools to improve the quality in supporting the learning process. The purpose of this community service is to teach and train teachers directly step by step in making an e-book so it can be used as a source of interesting teaching materials in the learning process. The activity material was delivered by lecture method which was then accompanied by a direct demonstration of how the e-book making process was so that at the end of the activity the participants were also given assistance in the training activities. At the end of the activity, an evaluation of all aspects was conducted, including the level of satisfaction of the participants during the activity. With this training, all educators are taught how to make an e-book, so that it can be applied on its own and can be used as a learning medium when teaching. Based on the analysis of the questionnaire, it was found that 27.80% of the participants had used e-books as a learning medium. While 72.20% of participants have never used an e-book as a learning medium. This activity is seen to be able to add insight and motivate educators to innovate in developing learning media by presenting material in a more varied way using e-book media.
PERBANDINGAN KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAN AIR KELAPA TERHADAP NILAI KONDUKTIVITAS LISTRIK Suminten, Nyai; Arjo, Sugianto; Roza, Liszulfah; Fitriana, Aisyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v9i2.4067

Abstract

Penelitian tentang Perbandingan Konsentrasi Larutan Garam dan Air Kelapa Terhadap Nilai Konduktivitas Listrik bertujuan untuk menganalisis perbandingan konsentrasi larutan garam dan air kelapa terhadap nilai konduktivitas listrik. Pemilihan kedua jenis zat cair ini berdasarkan pada jenis zat cair yang dapat menghantarkan arus listrik dan dapat dijadikan sebagai energi alternatif media sumber energi listrik. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Adapun hasil data penelitian diperoleh dari pengambilan data variasi konsentrasi jenis larutan elektrolit yaitu air kelapa muda, air kelapa tua, larutan garam serta konsentrasi air sumur dengan perbedaan jumlah perbandingan volume zat cair namun menggunakan daya yang sama yaitu sebesar 3 Volt kemudian jarak antar dua elektroda yang dibuat tetap yaitu 6 cm dan diameter batang elektroda yang digunakan yaitu 0,5 mm. Hasil data yang diperoleh pada data tabel maupun data grafik menunjukkan bahwa rerata larutan yang memiliki kemampuan elektrolit terbesar adalah larutan air garam dibandingkan dengan air kelapa, kemudian kadar kematangan air di dalam kelapa juga berpengaruh, hasilnya menunjukkan bahwa air kelapa tua memiliki nilai konduktivitas yang lebih besar dibandingkan dengan nilani konduktivitas air kelapa muda. Sehingga, perbandingan nilai konduktivitas listrik diurutkan dari yang terbesar yaitu larutan garam, air kelapa tua dan selanjutnya air kelapa muda. Maka larutan garam memiliki kemampuan menghantarkan arus listrik yang lebih baik dibandingkan dengan air kelapa.
PELATIHAN PEMBUATAN KONTROL LAMPU SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN ANDROID DAN ARDUINO UNO DI SMA ISLAM TERPADU AL-KAHFI BOGOR Roza, Liszulfah; Supriyatna, Supriyatna; Septian, Muhamad Fachry; Sari, Nuraeni Nanda; Rahmadhar, Yulia; Yarza, Husnin Nahry
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.67 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.4883

Abstract

Abstrak: Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu Al-Kahfi merupakan sekolah yang memakai kurikulum Diknas yang dipadukan dengan kurikulum pesantren. Hal ini mengharuskan para siswa untuk tinggal di asrama. Lingkungan sekolah yang luas membuat penggunaan kontrol lampu secara konvensional dirasa kurang nyaman akibat posisi saklar yang jauh dari jangkauan. Selain diketahui bahwa siswa memiliki ekstrakurikuler elektronika, namun hanya sedikit yang mengikuti karena kurang tertarik dengan ilmu fisika. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat bermaksud untuk memberikan pelatihan tentang pembuatan lampu otomatis berbasis smartphone android dan Arduino sehingga dapat memudahkan kontrol on/off lampu di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah pemahaman dan pengetahuan siswa maupun guru tentang konsep ilmu Fisika yang menjadi dasar sensor dan kaitannya dengan perkembangan teknologi yang dapat memudahkan aktivitas harian manusia. Kegiatan workshop ini dilakukan dengan metode ceramah untuk menerangkan konsep dasar ilmu, tanya jawab untuk membantu peningkatan pemahaman tentang materi yang disampaikan dan demosntrasi dalam membuat alat. Pelatihan ini dilakukan dalam empat kali pertemuan, yaitu pengurusan administrasi, pemberian materi dan pendampingan via daring pembuatan CT Bot Telegram dan pengkodingan dengan Software Arduino Uno, praktek langsung didampingi guru yang sebelumnya sudah dilatih disertai dengan pendampingan oleh tim pengabdian melalui aplikasi Google Meet. Pada akhir kegiatan akan dilakukan proses evaluasi dan monitoring menggunakan Google Form untuk melihat tingkat pemahaman dan kepuasan peserta terhadap materi. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa hampir 80% dari peserta yang mengikuti kegiatan mengaku puas dan semakin memahami materi tentang sensor dan mikrokontroler. Selain itu terlihat juga bahwa pengetahuan peserta semakin meningkat setelah diberikan materi dan pelatihan. Abstract: Al-Kahfi Integrated Islamic High School (SMA) is a school that uses the National Education curriculum combined with the Islamic boarding school curriculum. This requires students to live in dormitories. The large school environment makes the use of conventional light control less comfortable due to the remote position of the switch. Besides being known that students have electronics extracurricular, only a few who follow because they are not interested in physics. Based on these conditions, the community service team intends to provide training on the manufacture of automatic lamps based on Android and Arduino smartphones so that it can facilitate on/off control of lights in the school environment. This activity also aims to increase the understanding and knowledge of students and teachers about the concepts of Physics which are the basis of sensors and their relation to technological developments that can facilitate human daily activities. This workshop activity is carried out using the lecture method to explain the basic concepts of science, question and answer to help increase understanding of the material presented and demonstrations in making tools. This training was carried out in four meetings, namely administrative management, providing material and online assistance for making CT Bot Telegram and coding with Arduino Uno Software, direct practice accompanied by teachers who had previously been trained accompanied by assistance by the service team through the Google Meet application. At the end of the activity, an evaluation and monitoring process will be carried out using Google Forms to see the level of understanding and satisfaction of participants with the material. Based on the analysis, it was found that almost 80% of the participants who participated in the activity claimed to be satisfied and better understand the material about sensors and microcontrollers. In addition, it is also seen that the participants' knowledge increased after being given materials and training.