Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LARI BOLAK-BALIK MENGGUNAKAN BEBAN KAKI DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PADA PEMAIN FUTSAL JUGADOR ANDALAS FC Saputra, Hengki; Sutisyana, Ari; defliyanto, Defliyanto
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v2i2.8742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap kemampuan dribbling pada pemain futsal di secara ilmiah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pada pemain futsal Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pemain futsal Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di GOR Kota Bengkulu dan Lapangan futsal SMP N 12 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest – posttest Design, penelitian ini secara objektif atau apa adanya dengan sampel 30 pemain Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji t. Adapun hasil analisis Uji t  hasil perhitungan antara tes awal dan tes akhir terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil perhitungan peningkatan dribbling menyatakan bahwa nilai  dengan taraf = 0,05 maka  ditolak dan  diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pemain futsal, sedangkan kontribusi latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training  terhadap kemampuan dribbling yaitu K= Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya kontribusi antara latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pada pemain futsal yaitu 86,49%. 
PENGARUH LARI BOLAK-BALIK MENGGUNAKAN BEBAN KAKI DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PADA PEMAIN FUTSAL JUGADOR ANDALAS FC Saputra, Hengki; Sutisyana, Ari
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v1i2.3476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap kemampuan dribbling pada pemain futsal di secara ilmiah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pada pemain futsal Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pemain futsal Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di GOR Kota Bengkulu dan Lapangan futsal SMP N 12 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest – posttest Design, penelitian ini secara objektif atau apa adanya dengan sampel 30 pemain Jugador Andalas fc Kota Bengkulu. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji t. Adapun hasil analisis Uji t hasil perhitungan antara tes awal dan tes akhir terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil perhitungan peningkatan dribbling menyatakan bahwa nilai t_(hitung )=11,10 <t_tabel=2,001 dengan taraf ?= 0,05 maka H_o ditolak dan H_a diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pemain futsal, sedangkan kontribusi latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap kemampuan dribbling yaitu K=r^2×100%=86,49% sedangkan Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya kontribusi antara latihan lari bolak-balik menggunakan beban kaki dan circuit training terhadap peningkatan kemampuan dribbling pada pemain futsal yaitu 86,49%.
Perpindahan Pemukiman Masyarakat dari Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah Saputra, Hengki; Mansyur, Munawir
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 2, November 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini: 1) melatar belakangi perpindahan pemukiman masyarakat dari Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe; 2) Bagaimana proses perpindahan pemukiman masyarakat Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe: 3) Apakah dampak dari perpindahan masyarakat yang bermukim di Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe. Tujuan Peneltian adalah 1) Untuk mengetahui latar belakang perpindahan pemukiman masyarakat dari Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe; 2) Untuk mengetahui proses perpindahan pemukiman masyarakat pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe; 3) Untuk mengetahui dampak dari perpindahan masyarakat yang bermukim di Pulau Kokoe ke Daratan Bugis Desa Kokoe. Jenis penelitian termasuk penelitian sejarah dengan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu peneliti memberikan gambaran tentang perpindahan penduduk dari Pulau Kokoe ke Daratan Bugis. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data lisan dan sumber data tertulis. Tehnik pengumpulan data adalah tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) latar belakang perpindahan pemukiman masyarakat Pulau Kokoe ke Daratan Bugis karena kepadatan penduduknya dan keterbatasan airbersih; 2) proses perpindahan pemukiman masyarakat Pulau Kokoe ke Daratan Bugis adalah membuka tempat/pemukiman di Daratan Bugis, membuat rumah, berangsur-angsur mulai tahun 2001 sampai sekarang secara perlahan mengangkut tiang-tiang rumah meraka karena sebagian rumah masyarakat Pulau Kokoe terendam air laut ketika air sedang pasang; dan 3) dampak perpindahan pemukiman masyarakat Pulau Kokoe ke Daratan Bugis adalah untuk dampak positifnya adalah daerah pemukiman yang mudah diakses, dekat dengan sumber air bersih. Kemudian, untuk dampak negatifnya adalah pada bagian barat laut Pulau Kokoe sudah menjadi hutan dikarenakan tidak ada warga yang bermukim disana dan perkebunan warga Pulau Kokoe menjadi tidak terurus.