Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Public Relations Untuk Menciptakan Minat Pengunjung Ke Galeri Indonesia Kaya Lestari, Hessy; Nurhajati, Lestari
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.071 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v7i1.1563

Abstract

One of the most important tools in gallery is Public Relations. The existence of Public Relations in aGallery can be a bridge between the gallery with its public. The purpose of Public Relations in aGallery is to disseminate information, create, and maintain good harmonious relationships in orderto get a positive image of the Gallery. However, the abundance of Galleries in Jakarta, causes alack of public interest in visiting Gallery Indonesia Kaya. This causes the need for a PublicRelations strategy that is used to increase visitors?. This research was conducted by usingqualitative method through interview and observation. From the results of interviews andobservation, researchers found that the Gallery Indonesia Kaya performs strategies of PublicRelations to increase visitor?s interest. Researchers also found that Gallery Indonesia Kaya has notsucceeded in doing strategy of Public Relations to increase visitors? interest because theinconsistency between strategy and hope which executed with expectation to be achieved.
POLA KOMUNIKASI KEKERABATAN SUKU BATAK DALAM PENGGUNAAN MARGA UNTUK MENJALIN KEAKRABAN Fitriyani, Lamria Raya; Nurhajati, Lestari
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.01 KB) | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.620

Abstract

Suku bangsa yang ada di Indonesia secara keseluruhan dapat dikelompokkan menjadi 31 kelompok. Salah satunya adalah suku Batak. Suku Batak memiliki 6 pengelompokkan sub suku, yang masing-masing memiliki marga yang berbeda. Pengelompokkan sub suku dan marga tersebut di pahami hampir semua masyarakat Batak. Selain suku Batak, ada beberapa suku di Indonesia yang memiliki marga, tetapi dalam suku Batak penggunaan marga jadi sangat erat digunakan dalam berbagai kesempatan kegiatan adat maupun pertemuan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi kekerabatan suku batak dalam penggunaan marga untuk menjalin keakraban. Penelitian ini menggunakan teori intra budaya, dengan metodologi kualitatif dan paradigma konstruktivisme, sementara data didapat melalui wawancara mendalam kepada beberapa informan. Hasil awal penelitian ini menunjukkan bahwa keakraban kekerabatan masyarakat Batak melalui penggunaan marga dalam setiap pertemuan, perkenalan, dan dalam berbagai kesempatan pertemuan adat.
Kepemilikan Media dan Isi Pemberitaan Koran Tempo Nurhajati, Lestari; Wijayanto, Xenia Angelica
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v1i1.1

Abstract

Kepemilikan media, khususnya surat kabar di Indonesia saat ini menunjukkan pemusatan kepemilikan, terpusat pada beberapa nama pemilik modal seperti Kompas Group, Jawa Pos Grup, Globe Media Grop, Media Indonesia grup, dan Tempo Inti Media. Situasi ini menjadikan keberagaman isi media (diversity content) tidak terjadi karena tidak ada keberagaman pemilik (diversity ownership). Akibatnya terjadi proses industri budaya bersifat massal. Dari kondisi tersebut kepentingan dan pemilik media harusnya diabaikan, namun dalam prakteknya di Indonesia sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media, khususnya Koran Tempo bisa bersikap berimbang menyiarkan pemberitaan yang berkaitan dengan kepentingan para pemiliknya. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kepemilikan dan isi pemberitaan Koran Tempo dilihat dari perspektif strukturasi Giddens. Hasil penelitian ini menunjukan, isi Koran Tempo tidak semata-mata mempublikasi apa-apa yang diharapkan oleh pemilik modal. Namun tetap berkiblat dari rapat redaksi, ide dan gagasan dari para anggota redaksi. Kesimpulan penelitian ini adalah isi pemberitaan Koran Tempo  yang disajikan tidak semata-mata mengikuti kebutuhan pemilik modal yang dianggap menjadi penentu isi dari surat kabar sebagai bagian dari industri budaya.
POLA KOMUNIKASI KEKERABATAN SUKU BATAK DALAM PENGGUNAAN MARGA UNTUK MENJALIN KEAKRABAN Fitriyani, Lamria Raya; Nurhajati, Lestari
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.620

Abstract

Suku bangsa yang ada di Indonesia secara keseluruhan dapat dikelompokkan menjadi 31 kelompok. Salah satunya adalah suku Batak. Suku Batak memiliki 6 pengelompokkan sub suku, yang masing-masing memiliki marga yang berbeda. Pengelompokkan sub suku dan marga tersebut di pahami hampir semua masyarakat Batak. Selain suku Batak, ada beberapa suku di Indonesia yang memiliki marga, tetapi dalam suku Batak penggunaan marga jadi sangat erat digunakan dalam berbagai kesempatan kegiatan adat maupun pertemuan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi kekerabatan suku batak dalam penggunaan marga untuk menjalin keakraban. Penelitian ini menggunakan teori intra budaya, dengan metodologi kualitatif dan paradigma konstruktivisme, sementara data didapat melalui wawancara mendalam kepada beberapa informan. Hasil awal penelitian ini menunjukkan bahwa keakraban kekerabatan masyarakat Batak melalui penggunaan marga dalam setiap pertemuan, perkenalan, dan dalam berbagai kesempatan pertemuan adat.