Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Penentuan Jenis Penyakit yang Memungkinkan Bisa Diterapi Dengan Bawang Merah Dengan Menggunakan Metode NAÏVE BAYES Fadhli Almu'iini Ahda; Miftachuniam .
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 9 No 1 (2015): Volume 9 Nomor 1 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini terapi pengobatan dengan menggunakan tanaman semakin berkembang, baik jenis buah-buahan, sayur-sayuran atau rempah-rempah.Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai terapi pengobatan jenis penyakit adalah bawang merah, beberapa penelitian memaparkan bahwa bawang merah mengandung vitamin B1, amino, kalori, kalium, dan fosfor.Salah satu manfaat bawang merah bisa digunakan untuk terapi pengobatan jenis penyakit lambung. Dalam penelitian ini metode naïve bayes berfungsi untuk menghitung probabilitas gejala-gejala penyakit dan kandungan zat/gizi bawang merah yang sudah diklasifikasikan didalam database. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat membantu memberikan solusi kepada user dengan bentuk visual. Maka dari itu, aplikasi ini menghasilkan jumlah prosentase kemungkinan kandungan zat/gizi bawang merah yang memenuhi kebutuhan dalam penyembuhan jenis penyakit, informasi manfaat bawang merah, dan anjuran mengkonsumsi bawang merah.
Peningkatan Literasi Pengetahuan Kesehatan dan Teknologi untuk Pencegahan dan Deteksi Penyakit Menggunakan Digital Image Processing Farokhah, Lia; Noercholis, Achmad; Ahda, Fadhli Almuiini; Rofiq, Muhammad; Sulistyo, Danang Arbian
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v5i2.1399

Abstract

Perkembangan penyakit dan alat Kesehatan di dunia sangat berdasar dengan import. Alat Kesehatan cukup mahal harganya. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi mengikuti model The European Health Literacy Survey: the 12 subdimensions. Adopsi model ini diharapkan akan pada tahap dimensi menilai atau mengevaluasi informasi yang relevan dengan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi masyarakat khususnya perguruan tinggi yang memiliki fokus keilmuan Teknologi dan Kesehatan untuk meningkatkan literasi Kesehatan. Adapun hasil yang didapatkan selama pengabdian melalui kolaborasi webinar adalah cukup bagus untuk meningkatkan iterasi Kesehatan. Hal ini didasarkan atas fakta saat proses tanya jawab dalam penggalian informasi. Kolaborasi dua keilmuan yaitu kesehatan dan teknologi bisa membuat alat deteksi maupun pencegahan penyakit yang lebih murah namun akurat menggunakan sistem cerdas.