Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review Sistematik: Model Pemulihan Penderita Gangguan Jiwa Berat Berbasis Komunitas Lestari, Retno; Yusuf, Ah; Hargono, Rachmat; Setyawan, Febri Endra Budi
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 (2020): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.965 KB) | DOI: 10.37148/arteri.v1i2.44

Abstract

People with severe mental illness have complex disabilities affecting mental functions, daily activities, and social life, thus they need help from others in carrying out daily functional activities. Optimizing the recovery of severe mental illness requires a holistic approach and integration between mental health services and supportive communities so that sufferers can interact with others, have a positive self-concept, and improve their well-being. This study aims to describe a community-based model of recovery for people with severe mental illness. Several literature studies were obtained from 50 reference sources through Science Direct, Google Scholar, Proquest Health and Medical Complete, Proquest Nursing, and Allied Health Sources from 2009 to 2019. Results explain that the community provides an adequate support system in improving the care of people with severe mental illness. Support systems in the community involve social and physical aspects as well as the economic infrastructure through employment opportunities or financial support and a decent living. The interaction between community members and people with severe mental illness could be a positive thing in strengthening the motivation of people with severe mental illness to recover and be able to do their activities independently. The recovery process of severe mental illness requires strong motivation and commitment from the sufferer, the family, all society members, community mental health service team, and related policymakers. It can be concluded that people with severe mental illness need support from various parties in terms of future life planning, identifying strengths and weaknesses that they have, and recognizing multiple obstacles and support so that they recover and live independently.
Komunikasi Medis: Hubungan Dokter-Pasien Setyawan, Febri Endra Budi
MAGNA MEDIKA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): February
Publisher : APKKM (Muhammadiyah Medical and Health Education Association)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.473 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.4.2017.51-57

Abstract

Latar Belakang: Hubungan dokter-pasien adalah hubungan antara profesional (dokter) dengan klien (pasien). Untuk membuat hubungan dokter-pasien yang baik adalah menguasai teknik komunikasi yang baik dengan pasien. Penggunaan komunikasi pasien dengan dokter adalah hal yang paling penting yang disebut dengan Art of Medicine. Interaksi profesional antara dokter dan pasien, biasanya dimulai dari sejarah, yang dalam makalah ini disebut sebagai wawancara medis. Wawancara medis adalah bagian yang paling penting dalam proses diagnosis karena akan membantu kita dalam membentuk gambaran penyakit pasien seakurat dan seakurat mungkin. Dokter tidak hanya dibutuhkan saat sakit, tapi bila sehat adalah dokter yang benar-benar dibutuhkan untuk mencegah penyakit atau merawat dan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis pasien. Dokter yang bisa melakukan ini adalah dokter keluarga, yang sudah belajar dan dilatih untuk menangani penyakit sekaligus menjaga kesehatan masyarakat mulai dari lahir hingga manula. Hubungan dokter-pasien adalah hubungan kepercayaan, jadi tanpa rasa saling percaya di antara keduanya, pengobatan mungkin tidak dilakukan dengan baik. Background:Doctor-patient relationship (DPR) is a relationship between the professional (physician) with the client (patient). To create a doctor-patient relationship a good one is to master the techniques of good communication with patients. The use of patient communication with physicians is the most important thing is referred to as the Art of Medicine. Professional interaction between doctor and patient, usually starting at history, which in this paper referred to as the medical interview. Medical interview is the most important part in the process of diagnosis because it will help us in forming a picture of the patient's illness as complete and accurate as possible. Doctors not only needed when sick, but when healthy was a doctor actually needed to prevent illnesses or maintain and enhance physical and psychological health of patients. Doctors who can do this is a family physician, who is already studied and trained to handle the disease as we ll as safeguarding public health ranging from birth to seniors. Physician-patient relationship is a relationship of trust, so without a sense of trust between the two, treatment may not be done well. 
Sistem Pembiayaan Kesehatan Setyawan, Febri Endra Budi
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.818 KB)

Abstract

Pembangunan kesehatan adalah sebagai bagian dari pembangunan nasional, dalam pembangunan kesehatan tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.Kenyataan yang terjadi sampai saat ini derajat kesehatan masyarakat masih rendah khususnya masyarakat miskin. Hal ini dapat digambarkan bahwa derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikatorAngka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebabnya adalah karena mahalnya biaya kesehatan sehingga akses ke pelayanan kesehatan pada umumnya masih rendah. Asuransi kesehatan salah satu upaya untuk mengatasi masalah ketidakmampuan terhadap pembiayaan pelayanan kesehatan.