Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Komposisi By-catch Perikanan Lele Laut (Famili Plotosidae) di Perairan Teluk Kolono, Sulawesi Tenggara Asriyana, Asriyana; Halili, Halili; Irawati, Nur
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i1.10201

Abstract

The by-catch on the gill net fisheries is the current global fisheries problems and issues. This study aimed to analyze by-catch composition of fishery eel catfish (Plotosidae) in Kolono Bay, Southeast Sulawesi. Sampling was done monthly from April to July 2019, with bottom experimental gillnets of ¾, 1¼, 1½, 1 ¾, and 2 inches mesh sizes. The highest proportion of catches was found in by-catch (62.72%) than the main target, the family Plotosidae (37.28%). The by-catch includes 23 families consisting of two groups namely the useable by-catch 55.57% (19 families) and discarded by-catch 7.15% (4 families). Out of these 23 families, 44 species belong to the Least Concern (LC) and 24 species Not Evaluated (NE) categories on the IUCN red list 2019. The results showed that the use of bottom gillnets in eel catfish fisheries has a low selectivity which is characterized by high diversity and low dominance of by-catch.
Growth and condition factor of rivulated parrotfish, Scarus rivulatus in Kulisusu Bay, North Buton, Southeast Sulawesi Gusrin, Gusrin; Asriyana, Asriyana; Bahtiar, Bahtiar
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i1.10256

Abstract

The growth and condition factor of rivulated parrotfish (Scarus rivulatus) was studied in Kulisusu Bay of  North Buton Southeast Sulawesi from April to July 2019.  Fish samples were collected using gillnets of 11/2, 2, and 21/2 inches mesh size. Growth parameters were analyzed following von Bertalanffy formula using ELEFAN I software of package program of FiSAT II. A total of 300 fish individuals was caught  ranging from 145-300 mm in the total length and 63.8-461.8g in weight. The length–weight relationship of male was isometric, while female and combined sexes were negative allometric. The von Bertalanffy growth models for male, female, and combined sexes, were Lt = 310.8{1- e -0.89(t-0.011)}; Lt = 230.48{1- e -0,46(t+0,16)};  Lt = 304.5{1- e -1,2(t-0,064)}, respectively. A high value of b in male indicates this fish is getting enough food. The relative condition factor of fish varied from 0.80 to 3.45. The male has greather condition factors than female fish during this research. This shows male fish in good condition.
Population parameters and exploitation level of striped snakehead, Channa striata (Bloch, 1793) in Aopa Swamp, Southeast Sulawesi Bahrin, Nurtini; La Sara, La Sara; Asriyana, Asriyana
AQUASAINS Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.313 KB) | DOI: 10.23960/aqs.v8i2.p829-840

Abstract

Striped snakehead is one of the important economical fish in Aopa Swamp waters. Research on population parameters and exploitation level of striped snakehead was conducted from November 2018 to January 2019. The objective of this research was to analyze population parameters and exploitation level of  striped snakehead in the Rawa Aopa waters in Southeast Sulawesi. Fish samples were caught using a fishing trap used by fishermen. A total of 449 individual fish were caught with ranging 20.0-47.0 cm in length and 59.0-994.0 g in weight. Striped snakehead has an isometric growth pattern (b=3.08 ; r=0.96, R2=0.92) with the equation model W=6.10-3L3,08. Striped snakehead reaches its maximum length in size L ͚ = 48.62 cm with a growth coefficient (K) of 0.68 year-1. Fishing mortality (F= 0.87) is higher than natural mortality (0.63). Exploitation level of striped snakehead in Rawa Aopa waters is categorized as overfishing (E> 0.5).Keywords : Striped snakehead, isometrics, overfishing, Aopa Swamp, Southeast Sulawesi
Utilization Rates of Scad (Decapterus spp.) in Banda Sea where landed in Ocean Fishery Harbor Kendari, Southeast Sulawesi Hute, Endang Rahmi; Asriyana, Asriyana; Ramli, Muhammad
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 5, No 1 (2021): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v5i1.10219

Abstract

Scads fish (Decapterus spp.) is an economically important fish and is one of the target catches in the Banda Sea waters. This study aims to analyze utilization rates of scads fish in the Banda Sea waters landed at the Ocean Fisheries Harbor (PPS) Kendari in terms of the trend of catch per unit effort (CPUE). The study was conducted from January to June 2018. Analysis of data included capture productivity (CPUE), surplus production models, utilization rates, and the number of scad fish catches allowed in the Banda Sea waters. The results showed that the average catch productivity (CPUE) was 1.79 tons/trip. The sustainable catch of scad fish in the Banda Sea waters is 6,313.10 tons with an optimum effort of 4,419 trips/year. The average utilization rate is 90.98% of the MSY value and the total allowable catch (TAC) is 5,050.48 tons. High utilization rates and exceeding sustainable catches indicate that scad fishery in the Banda Sea has been heavily exploited. Control of fishing efforth both total of trips, fishing gear, and decent size of scad are necessary to reduce fishing pressure of this species.
Pertumbuhan dan Tingkat Eksploitasi Ikan Baronang (Siganus canaliculatus) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Tenggara Hamid, Ode Ali Akbar; Asriyana, Asriyana; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan selama lima bulan yaitu April sampai Agustus 2018 di Perairan Tondonggeu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan tingkat eksploitasi ikan baronang di Perairan Tondonggeu Kec. Abeli Kota Kendari. Pengambilan sampel ikan yaitu dari hasil tangkapan nelayan yang mengggunakan tiga unit alat tangkap sero dengan pertimbangan keterwakilan populasi. Hasil parameter lingkungan menunjukkan bahwa Parameter lingkungan perairan yang ditemukan selama penelitian pada bulan April sampai Agustus masih dalam kondisi yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ikan baronang. Sebaran frekuensi panjang ikan baronang jantan maupun betina di Perairan Tondonggeu didominasi ukuran dewasa. Hubungan panjang bobot ikan baronang jantan diperoleh pada bulan April menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik positif, pada bulan Mei-Juni-Agustus menunjukkan pertumbuhan bersifat isometrik, dan pada bulan Juli menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hubungan panjang bobot ikan baronang betina diperoleh pada bulan April menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik positif, pada bulan Mei-Agustus menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik negatif, dan pada bulan Juni-Juli menunjukkan pertumbuhan bersifat isometrik. Kisaran factor kondisi ikan baronang jantan dan betina menunjukkan ikan betina lebih baik dari ikan jantan. Nilai factor kondisi ikan tergolong pipih. Persamaan pertumbuhan ikan baronang yang didapat bahwa koefisien pertumbuhan (K) 0,750, panjang asimtot (L∞) 401,10 mm dan umur teoritis (t0) -0,31775 untuk ikan jantan dan koefisien pertumbuhan (K) 0,370, panjang asimtot (L∞) 528,41 mm dan umur teoritis (t0) -0,27847 untuk ikan betina. Hasil analisis mortalitas dan tingkat eksploitasi yang diperoleh diketahui bahwa ikan baronang (S. canaliculatus) mengalami kondisi pemanfaatan berlebihan (over fishing) karena adanya aktifitas penangkapan tanpa memerhatikan musim penangkapan.Kata Kunci: Tondongggeu, tingkat eksploitasi, ikan baronang
Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) Di Perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Suriani, Ningsih; Asriyana, Asriyana; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) yang ada di perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel hasil tangkapan nelayan di perairan Desa Puupi yang dilakukan dua kali dalam sebulan selama empat bulan. Data yang diperoleh dari hasil tangkapan tersebut ditabulasi dan dikelompokkan untuk dianalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Ikan sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan kemudian dipisahkan dan diukur panjang total dan bobot tubuh ikan. Setelah itu, penimbangan berat tubuh ikan dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0, 01 g. Selanjutnya ikan kurisi dibedah untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. Ikan jantan ditandai dengan gonad yang berwarna putih sedangkan betina ditandai dengan gonad yang berwarna kuning. Parameter lingkungan perairan yang diukur meliputi suhu, derajat keasaman (pH), salinitas, dan kedalaman perairan. Pengukuran parameter dilakukan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (N. hexodon) di perairan Desa Puupi dapat disimpulkan yaitu sebaran frekuensi ukuran panjang ikan kurisi yang tertangkap pada ikan jantan di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm  dengan presentase 22,35 %  dan betina di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm dengan presentase 22,88 %. Pola pertumbuhan yang terdapat pada ikan jantan yaitu pola pertumbuhan allometrik negatif sedangkan pada ikan betina yaitu tergolong pola pertumbuhan allometrik positif. Kisaran faktor kondisi yang dihasilkan pada ikan jantan selama penelitian yaitu 0,55-1,99  sedangkan kisaran pada ikan betina yaitu 0,52-1,55.Kata kunci: Desa Puupi, faktor kondisi, Ikan kurisi (Nemipterus hexodon), pertumbuhan.
Kebiasaan Makanan Ikan Gelodok Periopthalmus sp. di Kawasan Pantai Mangrove Teluk Kolono Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Hardianti, Hardianti; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di  di Perairan Desa Puupi Kecamatan Kolono Konawe Selatan selama Tiga bulan yaitu pada bulan Februari sampai April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan pada ikan gelodok (Periopthalmus sp.) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai kebiasaan makan dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 76 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari rotan dan dilapisi waring. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Jenis makanan yang terdapat dalam ikan gelodokyaitu crustacea, zooplankton, fitoplankton, polychaeta, insekta serta beberapa jenis makan yang tidak teridentifikasi. Berdasarkan hasil analisis, kelompok makanan jenis crustacea mendominasi baik dari segi bulan penangkapan maupun berdasarkan jenis kelamin, sehingga ikan gelodok dapat dikategorikan karnivora. Ikan ini memiliki kebiasaan makan diurnal.Kata Kunci: Ikan gelodok, karnivora, Desa Puupi
Biologi Kebiasaan Makan Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) di Perairan Teluk Staring Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Putra, Apriawan Arufi; Asriyana, Asriyana; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Teluk Staring merupakan perairan semi terbuka yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ikan kembung adalah ikan pelagis kecil yang ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia termaksud di perairan Teluk Staring. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan kebiasaan makanan dari ikan kembung yang tertangkap di perairan Teluk Staring konawe selatan. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2019 di perairan Teluk Staring Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Pengambilan contoh ikan kembung Perempuan dilakukan dengan interval waktu 2 kali pada setiap bulannya  menggunakan alat tangkap payang. Pengidentifikasian dilakukan dengan mengamati ciri-ciri morfologi, morfometrik, dan meristik ikan contoh.Ikan kembung yang telah ditangkap, diukur panjang total dan ditimbang bobotnya sehingga kebiasaan makanannya dapat dibandingkan berdasarkan kelompok ukuran panjang dan jenis kelamin.Pengukuran dilakukan dengan menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Selanjutnya berat total ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 g.Kata kunci : kembung perempuan, kebiasaan makan, Teluk Staring, Sulawesi Tenggara
Pola pertumbuhan Dan Faktor Kondisi Ikan Gelodok (Periopthalmus argentilineatus) Di Perairan Desa Mekar Sama Tampo Kecamatan Napabalano Pulau Muna Sulawesi Tenggara Sari, Ratna; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Desa Mekar Sama Tampo Kecamatan Napabalano Pulau Muna Sulawesi Tenggara selama Empat bulan yaitu pada bulan Februari sampai Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi pada ikan gelodok (Periopthalmus argentilineatus) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai pola pertumbuhan dan faktor kondisi dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 160 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari jarring dan bilah bambu. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Hasil penelitian pola pertumbuhan ikan gelodok dengan nilai b < 3, mengidentifikasikan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor Kondisi  dari ikan gelodok berkisar 0,60 – 2,00.Kata Kunci: Desa mekar sama; Ikan gelodok; pola pertumbuhan; faktor kondisi
Keanekaragaman dan Komposisi Jenis Ikan di Perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Baampe, Chevy Iwani; Asriyana, Asriyana; Munier, Taswin
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang keanekaragaman dan komposisi jenis ikan. di perairan Desa Puupi merupakan suatu hal yang penting karena komunitas ikan dari waktu kewaktu dapat mengalami perubahan disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan komposisi jenis ikan di perairan Desa Puupi, Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan di perairan Desa Puupi selama empat bulan dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020. Sampel  ikan ditangkap menggunakan jaring insang. Data penelitian dianalisis menggunakan indeks komposisi jenis, keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman. Parameter kualitas air yang diamati meliputi parameter fisika yaitu suhu parameter kimia meliputi salinitas. Selama penelitian ditemukan 809 ekor ikan yang termasuk dalam 27 spesies dan 15 famili. Keanekaragaman ikan di perairan Desa Puupi termasuk dalam kategori sedang (H'=0.58-1.21), dengan keseragaman spesies yang sedang dan tinggi (E=0.42-0.82) dan terdapat ada jenis ikan yang mendominansi (C= 0.17-0.71).Kata Kunci : Ikan, Desa Puupi, jaring insang, dan struktur komunitas