Syhabudin, Abu
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FIQH MUAMALAH SEBAGAI PRINSIP DASAR EKONOMI SYARI’AH (KAJIAN SURAT AN-NISA AYAT 29) Syhabudin, Abu
Al-Akhbar Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Syari’ah merupakan ekonomi yang berlandasakan prinsi-prinsip syari’at Islam. Dalam Syari’at Islam terdapat Fiqh Muamalah yang di dalamnya bersumber pada al-Qur’an, al-Hadits dan Ijtihad. Fokus kajian ini Firman Allah surat an-Nisa ayat 29. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui prisip dari al-Qur’an tentang cara mendapatkan harta. Metode kajian ini menggunakan Metode Tafsir Maudhui’. Hasil kajian ini didapatkan adanya prinsip dalam al-Qur’an tentang cara mendapatkan harta. Yaitu: tidak bathil, tijarah, dan ‘an taradhin. Tidak bathil berarti prinsip yang dijalankan tidak bertentangan dengan yang dilarang Syari’at Islam. Tijarah berarti segala transaksi yang dijalankan terdapat nilai jual dan beli atau ada nilai tukarnya atau ‘iwadh (penggnati). Dan ‘an taradhin berarti suka-sama suka, saling ridha atau saling menyetujui antara dua pihak yang bertarnsaksi. Ketiganya dapat dijadikan prinsip tentang cara mendapatkan harta yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang melakukan trnasaksi.
KEADILAN DAN KEZALIMAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Syhabudin, Abu
Al-Akhbar Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.207 KB)

Abstract

Dua jalan kehidupan Allah Swt. ciptakan di dunia ini, contohnya keadilan dan kezaliman. Keduanya saling berlawanan, namun terkadang manusia ada yang berbuat adil ada pula yang berbuat zalim. Perbuatan adil adalah perbutan baik, sebaliknya perbuatan zalim adalah perbuatan buruk. Orang-orang yang melaksanakan perintah Allah Swt. adalah termasuk berbuat adil sedangkan orang yang menentang perintah Allah Swt. adalah termasuk berbuat zalim. Dalam al-Qur’an Allah Swt. banyak menerangkan tentang perbuatan adil dan zalim. Keduanya memiliki akibat masing masing. Perbuatan adil membawa akibat baik bagi pelakunya, sedangkan perbuatan zalim membawa akibat buruk bagi pelakunya. Kedua perbuatan ini memberikan gambaran bagi manusia. Allah menerangkan pula tentang kedua perbuatan tersebut dengan kisah manusia masa lalu. Allah selamatkan bagi orang-orang yang berbuat adil, dan Allah azab bagi orang-orang yang berbuat zalim. Dari itu, maka manusia dapat mengambil pelajaran. Allah Swt. menghendaki menusia untuk berbuat adil melalui perintah-perintah-Nya. Dan tidak menghendaki kezaliaman melalui larangan-larangan-Nya.Kata kunci: Keadilan dan Kezaliman
PENGARUH TEKNIK KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PENINGKATAN DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 BALONGAN KABUPATEN INDRAMAYU Syhabudin, Abu; Hanan, Abdul
Al-Akhbar Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Al-Akhbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja merupakan faktor dalam meningkatkan disiplin kerja. Faktor motivasi menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap disiplin kerja guru di dalam meningkatkan kualitasnya sebab semakin meningkatnya motivasi seseorang makin tinggi kemungkinan untuk meningkatkan disiplin kerjanya. Motivasi kerja ini yang menyebabkan seorang guru untuk bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik karena telah terpenuhi kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan tersebut berkaitan dengan kepuasan kerja, dimana antara harapan guru terpenuhi oleh kenyataan yang diberikan organisasi. Upaya meningkatkan disiplin kerja guru juga dapat dilakukan dengan pemberian motivasi pada masing-masing. Disiplin merupakan kesadaran dan kesediaan seseorang untuk mentaati semua peraturan organisasi dan normanorma sosial yang berlaku. Disiplin pada hakikatnya merupakan kemampuan untuk mengendalikan diri dalam bentuk tidak melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan. Kepemimpinan yang berkualitas, disiplin kerja yang baik dapat memberikan peningkatan terhadap disiplin kerja yang pada akhirnya dapat berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa.  Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu melihat keterkaitan antara dua variabel atau lebih melalui analisis data yang didapat. Metode ini juga sering disebut deskriptif verifikatif analisis karena mencari seberapa besar pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap prestasi belajar siswa.  Hasil penelitian membuktikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMK Negeri 1 Balongan Kabupaten Indramayu dari hasil pembahasan sebagian besar dipersepsikan cukup baik menuju baik.  Disiplin kerja guru di SMK Negeri 1 Balongan Kabupaten Indramayu dari hasil pembahasan sebagian besar dipersepsikan cukup baik menuju sangat baik. Prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Balongan Kabupaten Indramayu dari hasil pembahasan sebagian besar dipersepsikan cukup baik menuju sangat baik. Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Disiplin kerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Kepemimpinan kepala sekolah dan disiplin kerja guru secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SKEMATIK PADA MATA KULAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) MELALUI DISKUSI KELOMPOK DI PERGURUAN TINGGI Syhabudin, Abu; Purwanto, Yedi; Busyaeri, Heri; Yuniarti, Nia
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2021): Islamic Studies and Islamic Education
Publisher : STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta bekerjasmaa dengan Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra, dan Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i2.196

Abstract

MODEL PEMBELAJARAN SKEMATIK PADA MATA KULAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) MELALUI DISKUSI KELOMPOK DI PERGURUAN TINGGI UMUM Penelitian Kelompok Disususn Oleh: Dr. H. Abu Syhabudin, M.Ag. Dr. H. Yedi Purwanto, M.A Heri Busyaeri, M.Pd. FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MAJALENGKA 2021 ABSTRAK Abu Syhabudin dkk., Model Pembelajaran Skematik Pada Mata Kulah Pai Melalui Diskusi Kelompok Di Perguruan Tinggi Umum. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diajarkan di Perguruan Tinggi Umum (PTU) itu meliputi ibadah dan muamalah. Dimana materinya cukup banyak. Secara umum ada persamaan materi yang disajikan di PTU yaitu meiputi ibadah dan muamalah. Jumlah sks yang diberikan untuk mengajar di PTU hanya 2 sks. Jika menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI berdasarkan Permenristekdikti no 44 tahun 2015 tentang SNPT, yaitu kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit perminggu per semester, kegiatan penugasan tersetruktur 60 (enam puluh) menit perminggu persemester dan kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester, semuanya berjumlah 170 menit. Tatap muka 100 menit, ditambah tugas terstruktur 60 menit dan mandiri 60 menit semuanya 170 menit. Itupun untuk tersampaikannya materi PAI masih kurang. Sementara Berdasarkan pada undang-undang no 12 tahun 2012 pasal 35 ayat 3 tentang Pendidikan Tinggi mata kuliah agama merupakan mata kuliah yang harus dimasukkan ke dalam setiap program studi. Dari sekian waktu yang diberikan dengan materi yang harus disampaikan masih jauh dari ketercapain. Karena dengan materi yang banyak dan waktu yang tidak seimbang, penguasaan materi keilmuan PAI di PTU masih kurang. Sehingga penguasaan materi PAI oleh mahasiswa dirasakan masih dangkal wal hasil tidak mendalam. Dengan dikembangkan model pembelajaran skematik diharapakan dapat membantu mahasiswa untuk lebih menguasai dan mendalami materi PAI secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, penerapan, dan hasil yang dicapai dalam Model Pembelajaran Skematik mata kuliah PAI di PTU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemdekatan deskriptif dan Verifikatif yaitu menggambarkan model pembelajaran skematik secara teori dan memverifikasi hasil penelitian setelahnya dieksperimen. Konsep Model Pembelajaran Skematik Model merupakan model yang dipergunakan di Perguruan Tinggi dimaksudkan agar mahasiswa dengan cepat, mudah dan singkat dapat memahami materi yang akan disampaikan dosen. Penerapan model pembelajaran skematik di perguruan tinggi melalui langkah-langkah atau tahapan-tahapan pembelajaran. Dimkasudkan agar mahasiswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai yang diharapakan dalam rencana pemebelajaran. Hasil yang dicapai menggunakan model pembelajaran skemataik mahasiswa memiliki kemampuan, baik dari segi kognetif, afektif maupaun psikomotor. Dengan penggunaan model pembelajaran skematik diharapkan dapat memberikan manfaat dan hasil yang maksimal bagi mahasiswa dengan belajar yang lebih efektif dan efisisen. KATA PENGANTAR Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Swt., shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Saw. kepada keluarganya, shahabtnya, tabi’in atba’ tab’in sampai kepada kita sebagai umatnya, amin. Penelitian ini berjudul “Model Pembelajaran Skematik Pada Mata Kulah Pendidikan Agama Islam (PAI) Melalui Diskusi Kelompok Di Perguruan Tinggi Umum” Merupakan sebuah model pembelajaran yang dikembangkan di Prguruan Tinggi. Hal ini dimaksudkan agar model pembelajaran yang diterapakan antara materi dan waktu yang disediakan efektif dan efisien. Sehingga mahasiswa dapat memahami materi kuliah lebih luas dan mendalam. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya penelitian ini. Dengan selesainya penelitian ini bukanlah berarti lepas dari kekurangan, namun dirasa masih perlu adanya perbaikan. Oleh karena itu diharapkan kritik dan saran dari para pemabaca untuk perbaikan penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat khusus bagi peneliti umumnya bagi para pembaca, amin. Majalengka, Juni 2021 Penulis DAFTAR ISI Halaman TRANSLITERASI ABSTRAK KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. ii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakanag Masalah ……………………………………………… 1 Fokus Masalah ………………………………………………………….. 5 Perumusan Masalah ……………………………………………………. 5 Tujuan Penelitian ………………………………………………………. 6 Kerangka Fikir …………………………………………………………. 6 BAB II LANDASAN TEORITIS Kajian Teoritis ………………………………………………………….. 8 Skematik ……………………………………………………………. 8 Metoda dsikusi …………………………………………………….. 11 Model Pembelajaran ……………………………………………… 11 Relevansi Penelitian ……………………………………………………. 12 Kerangka Teori ………………………………………………………… 14 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian ……………………………………………………….. 15 Metode Penelitian ……………………………………………………… 15 Desain Penelitian ………………………………………………………. 15 Data Yang Diperlukan ………………………………………………. 17 Sumber Data dan Kriteria informan ……………………………….. 18 Teknik Pengumpulan Data ………………………………………….. 18 Rancangan Analisis ………………………………………………….. 19 Lokasi Penelitian …………………………………………………….. 20 Jadwal Penelitian ……………………………………………………. 20 BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN Konsep Model Pembelajaran Skematik …………………………….. 21 Penerapan Model Pembelajaran Skematik ……………………….... 21 Hasil yang dicapai dalam pemeblajaran Skematik ………………... 23 BAB V. PENUTUP Kesimpulan …………………………………………………………… 25 Saran-saran …………………………………………………………… 25 LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Allah Swt. mengedukasi manusia agar menjalankan aktifitas hidupnya berdasarkan syari’at Islam, secara komphrehensip (totalitas, syumuliyyah), tidak secara parsial, atau sepotong-sepotong. Sebagaimana Firman Allah (Soenarjo dkk,tt: 50): Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (al-Baqarah (2): 208). Ayat al-Qur’an di atas menunjukkan bahwa orang-orang beriman harus melaksanakan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh). Harus semua dijalankan, tidak sebagian-sebagian (Muhamad Ali Ash-Shabuni, Juz 1:102 misalnya mengerjakan shalat namun tidak berpuasa. Untuk itu mempelajarinyapun harus seluruhnya. Mempelajari ajaran Islam secara menyeluruh memerlukan waktu yang cukup lama, karena di dalamnya berkaitan dengan keilmuan dan amalan (praktek) baik berkenaan dengan ibadah maupun muamalah. Pada kesempatan lain disebutkan bahwa misi Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin (Al-Anbiya (21): 107) berguna, bermanfaat, memberi kontribusi positif bagi pengembangan peradaban dan budaya insani yang moderat. Indoensia sebaggai bangsa majemuk, multikulturalisme, berbhineka tunggal ika, mempunyai kekayaan yang tiada terbatas baik sumber daya alamnya, maupun sumber daya manusianya. Indonesia sebagai negara yang majemuk, kaya budaya, kaya sumber daya alam, kaya ragam bahasa, bergabai agama, semuanya berpadu menjadi satu NKRI, dengan falsafat hidup bangsa Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Maka moderasi beragama sangat dibutuhkan dalam mempertautkan aneka keragaman budaya bangsa yang ada. Keragaman dalam beragama merupakan suatu keniscayaan. Ide dasar moderasi beragama sebagai upaya mencari persamaan dan bukan mempertajam perbedaan. (Saifuddin, Lukman Hakim, 2019:8). Mata kuliah PAI merupakan salah satu komponen mata kuliah Penegmbangan Kepribadian sesuai Keputusan Diejen Dikti Nomor 38/Dikti/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Keperibadian di Perguruan Tinggi yang kemudian diperbaharui oleh SK Dirjen Dikti No. 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata kuliah Pengembangan Keperibadian di Perguruan Tinggi(Truna, 2010:7). Metodologi memahami Islam yang dimuat pada bab pertama buku Pendidikan Agama Islam paling tidak menyebutkan ada 5 tujuan dari kajian ini, yaitu: pertama, dengan kajian ini diharapkan mahasiwa bisa memahami urgensi metodologi dalam memahami Islam. kedua, mahasiswa dapat memahami ketentuan atau rambu-rambu dalam memahami Islam, ketiga, bersikap hati-hati dari pemahaman dan pengembangan ajaran Islam yang tidak ditunjang oleh metodologi yang benar, keempat mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap Islam sesuai dengan bimbingan metodologi yang benar, dan kelima, bersikap terbuka untuk mendengarkan berbagai pemikiran dan pemahaman serta mampu memilih bersikap positif dan benar. (Tim Dosen PAI UPI, 2016:1). Merujuk pada Pasal 56 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 TentangPendidikan Tinggi kembali dikukuhkan wajib adanya mata kuliah Pendidikan Agama, yang sudah dapat dipastikan merupakan suatu entitas utuh psiko-pedagogis atauandragogis dalam kurikulum program diploma dan sarjana. Secara konseptual danparadigmatis,tujuan akhir atau capaian pembelajaran (learning outcomes) Pendidikan Agama Islam adalah terbentuknya kepribadian mahasiswa secara utuh denganmenjadikan ajaran Islam sebagai landasan berpikir, bersikap, dan berperilaku dalampengembangan keilmuan dan profesinya. Artinya, kepribadian yang utuh hanya dapat diwujudkan apabila pada diri setiap mahasiswa tertanam iman dan takwa kepada Allah Swt. Namun perlu dicatat bahwa keimanan dan ketakwaan, hanya akan terwujud apabila ditopang dengan pengembangan elemen-elemennya, yakni:wawasan/pengetahuan tentang Islam (Islamic knowledge), sikap keberagamaan(religion dispositions), keterampilan menjalankan ajaran Islam (Islamic skills), komitmen terhadap Islam (Islamic committment), kepercayaan diri sebagai seorang muslim (moslem confidence), dan kecakapan dalam melaksanakan ajaran agama (Islam iccompetence). Secara keseluruhan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sangatdiperlukan oleh setiap mahasiswa muslim agar mau dan mampu mewujudkan ajaranIslam dalam kehidupan pribadi, keilmuan dan profesi secara aktif, kreatif, cerdas, danbertanggung jawab sebagai seorang muslim yang taat beragama.(Abdussalam, Aam dkk. :2018). Berkenaan dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diajarkan di Perguruan Tinggi Umum (PTU) itu meliputi ibadah dan muamalah. Dimana materinya cukup banyak pula. Secara umum ada persamaan materi yang disajikan di PTU yaitu meiputi ibadah dan muamalah. Jumlah sks yang diberikan untuk mengajar di PTU hanya 2 sks. Jika menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI berdasarkan Permenristekdikti no 44 tahun 2015 tentang SNPT, yaitu kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit perminggu per semester, kegiatan penugasan tersetruktur 60 (enam puluh) menit perminggu persemester dan kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester, semuanya berjumlah 170 menit (Kemenag RI, 2018: 28).Tatap muka 100 menit, ditambah tugas terstruktur 60 dan mandiri 60 menit semuanya 170 menit. Itupun untuk tersampaikannya materi PAI masih kurang. Sementara Berdasarkan pada undang-undang no 12 tahun 2012 pasal 35 ayat 3 tentang Pendidikan Tinggi mata kuliah agama merupakan mata kuliah yang harus dimasukkan ke dalam setiap program studi (Kemenag diktis go.id). Dari sekian waktu yang diberikan dengan materi yang harus disampaikan masih jauh dari ketercapain. Karena dengan materi yang banyak dan waktu yang tidak seimbang, penguasaan materi keilmuan PAI di PTU masih kurang. Sehingga penguasaan materi PAI oleh mahasiswa dirasakan masih dangkal wal hasil tidak mendalam. Ditambah suasana perkuliahan tidak melalui tatap muka, dikarenakan pandemi Covid 19. Maka banyak kendala untuk tercapainya pemebelajaran secara maksimal. Dengan dikembangkan model pembelajaran skematik diharapakan dapat membantu mahasiswa untuk lebih menguasai dan mendalami materi PAI secara menyeluruh. Kendatipun suasana perkuliahan dilakukan secara jarak jauh atau daring. Hasil studi yang dilakukan Purwanto, Yedi dkk. (2019:118) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pemebalajaran mata kuliah PAI disertai dengan pemeblajaran tutorial yang merupakan suatu kesatuan program pembelajarn PAI dan SPAI, hal ini didasarkan pada perlunya meneyntuh aspek pembinaan keperibadian mahasiswa. Belajar ilmu agama Islam diperintahkan oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya pada surat at-Taubah (9) ayat 122: …….hendaklah dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Soenarjo dkk, tt: 301-302). Potongan ayat di atas dapat difahami bahwa belajar ilmu agama Islam diperintah oleh Allah Swt. Ilmu Agama Islam sangat penting karena untuk beribadah kepada Allah Swt. harus dengan ilmunya supaya terpenuhi syarat rukunnya. Apabila melakasankan ibadah tidak disertai dengan ilmunya maka ibadahnya akan sesat, oleh karenanya ibadahnya ditolak. Dalam belajar Ilmu agama tidak sekedar tahu, akan tetapi harus sampai bisa melaksanakannya. Inilah kelebihan belajar ilmu agama Islam dibandingkan ilmu lainnya. Sebab tuntuan agama Islam belajarnya itu harus tahu dan bisa melaksanaknnya. Tuntutan utamanya adalah amalan ibadah yang dijalankannya. Bahkan Purwanto, Yedi, dkk (2020 :65) memberikan gambaran luas bahwa mengamalkan ajaran Islam tidak hanya sebatas ritual saja akan tetapi juga menjangkau nilai-nilai spiritual, sehingga melahirkan pribadi-pribadi yang tidak kering makna dan minus kepekaan sosial. Di Institut Teknologi Bandung (ITB) suatu studi yang dilakukan Purwanto, Yedi, dkk (2019:1) menerangkan bahwa Mesjid Salman menjadi “center for spiritual studies” sebagai wahana untuk memperkaya kajian ke-Islam dari sudut spiritual. Secara bahasa skematik berasal dari bahasa Inggris, dari kata schema berarti skema, bagan.Schematic berarti menurut bagan (Echols, John M. dan Shadily, Hassan, 2005: 503). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2019), skema berarti bagan, rangka. Sulistiyaningsih, Lilis Siti, (2019) mengutip dari Chaplin tentang teori skema, bahwa skema itu; suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi, kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa, suatu model dan kerangka referensi yang terdiri atas respons-respons yang pernah diberikan kemudian menjadi standar selanjutnya. Istilah skema yang dimaksud dalam penelitian ini adalah skema yang bearti bagan, kerangka. Dengan maksud mengskemakan yaitu membuat paparan ke dalam bentuk skema, sehingga dalam hal ini disebutnya dengan istilah skematik.Scematic dalam istilah bahasa Inggris yang ditulis dalam kamus Inggris Indonesia oleh Echols, John M. dan Shadily, Hassan (2005:503) berarti menurut skema. Metode diskusi dalam pembelajaran di kelas sudah biasa dilaksanakan, baik oleh guru di sekolah maupun oleh dosen di perguruan tinggi. Menurut Muhibbin Syah dalam Ns. Roymond H. Simamora (2009:56), metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan belajar memecahkan masalah (problem solving), sering disebut diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socilitized resitacion). Model pembelajaran menurut Akbar dan Sriwiyana dalam Rulyansah, Afib, dkk. (2017:1) adalah langkah-langkah pembelajaran dan perangkatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya model pembelajaran sebagai pola, langkah-langkah. Eggen dan Kauchak menjelaskan tiga ciri model pembelajaran: 1) tujuan dirancang untu mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan pemahaman mendalam tentang materi, 2) fase, mencakup serangkain langkah-langkah untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelalajaran, dan 3) pondasi, didukung teori dan penelitian tentang pembelajaran dan inovasi (Rulyansah, Afib, dkk. (2017:1). Mengingat kondisi pada saat ini sedang adanya wabah yang melanda dunia yaitu pandemi Covid 19, maka perkuliahan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Melalui model pembelajaran skematik diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan pada setiap pertemuan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat difahami bahwa model pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang ditempuh dengan menyiapkan perangkatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang didukung dengan teori dan hasil penelitian dalam rangka inovasi pembelajaran. Tujuan Penelitian Penelitain ini bertujuan untuk: Mengetahui konsep pembelajaran skematik. Penerapan model pembelajaran skematik di masa pandemi Covid 19. Menganalisis hasil yang dicapai dalam pembelajaran skematik. Sehingga capaian model pembelajaran, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi model pembelajaran secara daring yang dapat digunakan di dunia pendidikan pada saat sekarang dan yang akan datang. Dan hasil peneltian ini diharapkan dapat terbit di jurnal sinta 3. Urgensi Penelitian Penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi mahasiswa dan dosen serta dunia pengetahuan pada umumnya. Yaitu: 1) Bagi mahasiswa: secara kognitif mengerti dan memahami materi yang disajikan secara menyeluruh dan mendalam, afektif: mahasiswa berfikir kritis dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugasnya, psikomotor: kreatif dan logis dalam merancang sebuah paparan materi perkuliahan. Secara kelompok membangun kerjasama yang baik dan siap menerima kritik serta saran dari dosen dan sesama teman. 2) Bagi dosen: memperkaya hasil karya mahasiswa dalam bentuk skema materi perkuliahan, menambah wawasan dari hasil temuan mahasiswa, memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk berkarya dan mendeteksi kemampuan mahasiswa sekaligus meliputi kognitif, afektif dan psikomotor secara langsung. 3) Bagi dunia pengetahuan dapat memperkaya model dan teori pembelajaran dalam menghadapai berbagai situasi dan kondisi terutama saat pandemi Covid 19, di mana proses pembelajaran dilakukan secara daring. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kajian Teoritis Model pembelajaran Skematik dimaksudkan di sini adalah merupakan sebuah model pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi. Bertujuan agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami materi kuliah yang diajarkan dosen dalam perkuliahan. Dalam memahami materi yang diajarkan dosen mahasiswa harus memahami secara mendalam tentang materi tersebut, karena materi harus dikemas oleh mahasiswa sedemikian rupa disusun dalam bentuk skema. Pembuatan skema tentunya di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliahnya. Setelah materi disusun ke dalam bentuk skema, mahasiswa harus disajikan isi materi tersebut di hadapan mahasiswa dan dosen, tentunya juga hal ini di bawah bimbingan dosen pengampu pula. Sehingga setelahnya mahasiswa selesai presentasinya di nilai dosen dan diberi saran oleh dosen maksud materi sebenarnya yang disajikan tadi, dimaksudkan agar mahasiswa tidak tersesat tentang materi yang difahaminya. Pembelajaran skematik diharapakan menjadi model inovasi dalam sebuah pembelajaran di Perguruan Tinggi. Saefudin, Udin, (2009:123), seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kaitanya dengan teori pembelajaran banyak mendorong dan mengilhami inovasi model pembelajaran di dunia pendidikan. Bahkan istilah mengajar, belajar dan proses belajar mengajar telah bergeser kepada pembelajaran. Pembelajaran merupakan rentetan kegiatan yang disusun melalui rancangan dalam proses belajar yang berimplikasi bahwa pembelajaran suatu proses dirancang, dikembangkan dan dikelola secara kreatif, dinamis, melalui pendekatan multi dalam menciptakan suasana dan proses pembelajarn yang kondusif. Pembelajaran skematik berpusat pada mahasiswa. Teori Pembelajaran (Cahyo, Agus N.,2013:20), implementasi prinsip-prinsip teori belajar berfungsi memecahkan masalah praktis dalam pembelajaran yang disorotnya prosedur pembelajaran yang efektif bersifat prekriptif dan normatif. Amir, M. Taufiq, (2015:5) menganalisa sebuah perbandingan yang dikutif dari Krisanti, Elsa, & Kamarza, menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran berpusat pada pengajar banyak kelemahan, kendatipun dari segi penguasaan materidan metode sangat menguasainya. Akan tetapi pendekatan pada pembelajar (mahasiswa) nampaknya mampu menutupi kelemahan-kelemahan dimaksud. Sebagai contoh apabila pengajar pasif, maka pembelajar pasif pula, maka pengajar sangat dominan. Sementara mahsiswa karena jumlahnya bukan seorang melalui diskusi, maka nampaknya akan hidup dan menjadi aktif. Contoh gambar skema Fiqh Thaharah (sumber: Kitab Fiqh Fath al-Mu’in) Penerapan model pembelajaran skematik diperlukan langkah-langkah di antaranya: 1). Dosen menyiapkan materi kuliah dalam bentuk narasi. Pada langkah pertama ini dosen menyusun materi perkuliahan sesuai dengan rencana pertemuan yang telah dirangcang dalam RPS. 2) Dosen menyuruh membuat kelompok diskusi sebelum kuliah dimulai. Pada acara perkuliahan, sebelum dimulai dosen menyuruh kepada mahasiswa untuk membentuk terlebih dahulu kelompok diskusi. 3) Materi yang akan diajarkan diserahkan kepada mahasiswa. Setelah kelompok diskusi terbentuk, selanjutnya materi diserahkan kepada mahasiswa untuk dipelajari dan difahami. 4) Dosen menyuruh materi tersebut untuk dibuat skema agar didiskusikan minggu depan. 5) Setelah materi diterima mahasiswa, dipelajari dan difahami kemudian disuruh untuk menyusun materi yang akan disajikan ke dalam bentuk skema. Skema tersusun dari seluruh materi yang disajikan pada pertemuan tersebut secara menyeluruh dan dibuat sesimpel mungkin, namun mudah untuk dicerna dan difahami materinya oleh dirinya dan orang lain. 6) Kelompok yang akan berdiskusi setiap anggota harus menguasai materi yang sudah dibuat skema tersebut. Setelah materi perkuliahan disusun oleh mahasiswa dalam bentuk skema, mahasiswa peserta kelompok diskusi yang akan menyajikan diwajibkan semuanya mengerti dan memahami materi diskusi tersebut. Agar ketika ada pertanyaan dalam diskusi seluruh anggota penyaji diskusi bisa menjawabnya dengan benar dan tepat. 7) Dosen menunjuk langsung sebagai pembicara kelompok saat diskusi akan dimulai. Penyaji pada kelompok diskusi tidak dibentuk oleh peserta diskusi, akan tetapi ditunjuk seketika oleh dosen. Penunjukkan langsung dimaksudkan agar setiap anggota mengusai materi yang akan didiskusikan tersebut sehingga seluruh anggota kelompok diskusi seolah penyaji semuanya mengerti dan memahami materi yang akan disajikan. Karena dengan begitu semua anggota diskusi akan mempersiapkan diri untuk menjadi penyaji. 8) Selama diskusi berlangung dosen menilai pembicara yang menyampaikan materi kuliah, nilai yang diberikan dosen kepada pembicara sama dengan untuk anggota. 9) Dosen menilai setiap anggota kelompok yang aktif menjawab dengan benar sebagai tambahan nilai pembicara. 10) Nilai dari pembicara sebagai nilai pokok setiap anggota. 11) Sedangkan nilai menjawab menjadi nilai bonus bagi yang menjawab dengan benar. 12) Dosen menilai akan benarnya skema yang dibuat oleh kelompok diskusi. 13) Apabila terdapat kesalahan dalam membuat skema, maka dosen meluruskannya. 14) Setelah selesai perkuliahan, maka dosen mengadakan tes secara langsung, untuk mengetahui kemampuan mahasiswa tentang materi yang sudah disajikan tersebut. 15. Nilai tersebut menjadi nilai mingguan yang digabungkan dengan nilai komulatif akhir semester. Langkah-langkah di atas disajikan dalam perkulaiahan secara daring antara dosen dengan mahasiswa. Dengan itu dosen dapat memantau belajar, tugas, kerjasama kelompok dan kemampuan mahasiswa sekaligus setiap pertemuannya. Penerapan pembelajaran skematik perlu didukung dengan pengkondisian suasana belajar termasuk hard ware maupun soft ware. Menurut Wiyani, Novan Ardy, (2013:59) dalam perkuliahan perlu diperhatikan faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan proses pembelajaran, mengenal masalah yang sewaktu-waktu muncul akan merusak suasana pembelajaran, dan menguasai berbagai pendekatan dalam mengelola proses pembelajaran. Pengelolaan suasana belajar berfungsi (Rusdiana, H.A., 2915:167): memberi dan melengkapi fasilitas seperti; membentuk kelompok, membagi tugas, kerjasama, prosedur kerja dan formasi belajar. Menjaga agar tugas berjalan lancar dimana pengelolaannya dikatagorikan masalh individu dan kelompok.Pendekatan model pembelajaran skematik dimaksudkan di sini adalah melalui metode diskusi. Metode diskusi Mulyasa, E. (2006:116) diartikan sebagai percakapan responsif yang melahirkan pertanyaan-pertanyaan diarahkan untuk pemecahan masalah.Melalui metode diskusi ini secara tidak langsung seluruh mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mengerti dan memahami esensi materi yang disajikan pada pertemuan tersebut. Peranan dosen dalam pembelajaran skematik, berperan (Mulyasa, E., 2006: 35) sebagai pengajar, pembimbing, pembaharu (inovator) dan pendorong kreatifitas. Sebagai pengajar menyampaikan materi dalam bentuk narasi tertulis, membimbing membuat materi dalam bentuk skema, mendorong agar mahasiswa menyusun skema dalam bentuk gagasan baru, dan kreatif dalam merangkai hubungan antara suatu materi dengan yang lainnya. Bahan ajar (Abidin, Yunus, 2016:4) menjadi penting dalam program pembelajaran yang dikembangkan sehingga nantinya dapat diimplementasikan secara lengkap. Untuk itu dosen perlu memberikan mataeri sebagai bahan ajar yang disusun secara sistematis oleh mahasiswa ke dalam bentuk skema. Penerapan Model pembelajaran skematik dapat ditinjau dari 3 (tiga) ranah teori Taxonomi (Bloom dkk.:1984): Dari segi Kognitif pembelajaran skematik diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan memahami secara mendalam, menghafal terlebih dahulu materi yang akan disajikan, mengembangkan kemampuan berfikir, menguasai materi yang akan disampaikan. Lorin W. Anderson dan David R. Krathwohl yang dikutip oleh Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP UPI (2007:116), menerangkan bahwa Kognitif itu terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, evaluasi dan kretaivitas. Dihubugkan dengan skematik, maka proses desain skema tahapan di atas, hemat penulis dilalui. Afektif: Mahasiswa memiliki ketekunan, keuletan dan ketelitian, menumbuhkan minat dan semangat dalam belajar, menumbuhkan percaya diri, menumbuhkan sikap kebersamaan, bermusyawarah dalam membuat keputusan. Mohamad Ansyar (2017:334) afektif itu meliputi; menerima, perhatian, menghargai, organisasi dan internalisasi. Model skematik melalui metode diskusi, terdapat unsur afektifnya, karena melalui diskusi yang didasarkan pada pembentukan kelompok, maka unsur afketifnya terpenuhi. Psikomotor: Kreatif mendesain materi dalam bentuk skema, memiliki kemampuan berbicara dengan baik di hadapan orang banyak, mempertahankan argumen berdasarkan alasan yang ilmiah, mempersingkat materi yang banyak dalam suatu skema. Mohamad Ansyar (2017:335) mengutip dari Anita J. Harrow menyusun pengembangan tingkat keteramapilan, Terdapat 6 (enam) tingkatan; Grakan reflex, gerakan fundamental, kemampuan persepsi, kemampuan fisik, gerakan terlatih dan komunikasi. Model pembelajaran skematik terdapat pada bagian kemampuan persepsi dan komunikasi dalam hal pembelajaran materi perkuliah mahasiswa. Relevansi Penelitian Penelitian Model Pembelajaran Skematik telah dilakukan sebelumnya oleh Ernawati (2013), Pembelajaran sejarah di SMA dengan metode skematik. Perbedaan peneltian Pembelajaran Skematik dengan penelitin sebelumnya adalah: 1) Bahan materi kuliah disampaikan kepada mahasiswa seminggu sebelumnya dalam bentuk paparan atau uraian materi, bukan disampaikan pada waktu pembelajaran. Sehingga pada waktu perkuliahan mahasiswa sudah siap dengan materi yang sudah disusun mereka dalam bentuk skema. 2) Penyusunan materi oleh mahasiswa bukan berbagai macam bentuk, akan tetapi lebih kepada bentuk skema terdiri dari kolom dan panah. 3) Kesimpulan yang dibuat bukan masing-masing secara heterogen, akan tetapi lebih diarahakan kepada capaian pembelajaran sesuai perencanaan. 4) Mahasiswa di tes langsung secara lisan oleh dosen dan diberi nilai yang dimasukan kepada rekap nilai keseluruhan sebagai nilai harian mahasiswa digabungkan dengan nilai komulatif akhir semester. 5) Dosen dapat mengetahui kemampuan setiap mahasiswa secara langsung. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian ini adalah mahasiswa, terutama mahasiswa Perguruan Tinggi Umum (PTU) yang belajar di kelas pada mata kulian Pendidikan Agama Islam. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemdekatan deskriptif dan Verifikatif yaitu menggambarkan model pembelajaran skematik secara teori dan memverifikasi hasil penelitian setelahnya dieksperimen. Desain Penelitian Pendahuluan Pada tahap ini dilakukan survey lapangan sebagai lokasi penelitian. Survey tersebut dilakukan oleh peneliti sendiri dengan menemui Dekan Fakultas Hukum dan Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Majalengka. Menjelaskan maksud penelitian yang dilakukan peneliti pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. Akan dilakuakan penelitian penerapan model pembelajaran skematik dengan teknik eksperimen. Dan pada prisipnya Dekan Fakultas Hukum dan Ketua Program Studi Ilmu Hukum menyetujui dan member izin untuk penelitian dimaksud. Observasi Setelah mendapat izin dari fakultas dan program studi selanjutnya melakukan observasi lapangan dengan mengamati lokasi ruang kuliah pengenalan pada mahasiswa semester satu. Observasi dilakukan pada semester satu karena mata kuliah Pendidikan Agama Islam diterapkan di smester satu. Selanjutnya disampaikan pada mahasiwa yang menajdi objek penelitian, bahwa akan dilakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran skematik melalui metode diskusi dengan teknik eksperimen. Kemudian disampaikan pada mahasiswa tentang penerapan model pembelajaran skematik dan langkah-langkahnya. Pada dasarnya mahasiswa mengerti dan memahami tentang penelitian dimaksud dan mahasiswa mendukungnya. Eksperimen Setelah peneliti dan mahasiswa sinkron tentang penelitian dimaksud. Untuk selanjuntya dilakukan penerapan model pembelajaran skematik melalui diskusi. Langkah-langkah tentang penerapan model skematik diterapkan, sehingga dalam waktu seefektif dan sefesien mungkin materi kuliah dapat dimengerti, diifahami dan dikuasai mahasiswa. Verifikasi Untuk menguatkan penelitian akan hasil yang dicapai, maka teknik eksperimen diulang sebanyak tiga kali. Wawancara Setelahnya hasil diketahui melalui tes akhir perkuliahan, maka mahasiswa dan dosen diwawancarai mengeani kelebihan dan kekurangan penerapan model skematik. Kesimpulan Setelah dilakukan eksperimen sebanyak tiga kali, dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan eksperimen pertama dan kedua dengan materi yang berbeda. Maka dapat dismpulkan bahawa model pembelajaran yang diterapkan di Perguruan tinggi Umum dapat memabntu mahasiswa menguasai materi kuliah secara efektif dan efisien. Data yang diperlukan Data Primer Mahasiswa menjadi sumber data primer karena mereka sebagai objek penelitian model ini. Seperti jumlah mahasiswa yang belajar di ruang kelas, untuk mengetahui tentang prosentase kemampuan mahasiswa stelahnya penerapan model pembelajaran skematik. Data Sekunder Dosen menjadi sumber data sekunder karena, ia dapat memberikan laporan hasil pembelajarn yang dicapai. Dosen memriksa hasil tes materi yang sudah disampaikan pada mahasiswa. Maka model ini tidak semata-mata dosen melepaskan begitu saja setelahnya pembelajaran, akan tetapi setelahnya harus memberikan penilain terhadap kemampuan mahasiswa setel;ah selesai pembelajaran. Dosen dapat mengetahui kemampuan mahasiswa dari nilai tersebut. Nilainya dapat dijadikan sebagai nilai harian dan diakumulasi dengan nilai lainnya. Data Tertier Data lain yang mendukung penelitian ini, yaitu tentang kondisi lemabaga tempat mahasiswa belajar. Sumber Data dan Kriteria Informan Dosen, sebagai pengajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum. Mahasiswa, sebagai perserta yang mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi umum. Lembaga tempat penelitian yaitu perguruan tinggi umum yang meneyelenggarakan pendidikan di dalamnya ada mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Teknik Pengumpulan Data Wawancara Wawancara dilakukan kepada: Mahasiswa, agar diketahui faktor pendukung dan penghambat kegunaan model pembelajaran di maksud. Serta daya serap kemampuan mahasiswa dalam menangkap materi pelajaran yang disajikan. Kelebihan dan kekurangan penggunaan model, semakn mudah dan membantu penguasaan materi pelajaran atau sebaliknya. Dosen, yang menggunakan model ini dari segi efektif dan efisiennnya. Karena materi pembelajaran yang banyak bisa diberikan dalam waktu lebih singkat, tapi mahasiswa menguasai setiap materi yang disajikan dalam setiap pertemuannya. Observasi Observasi dilakukan kepada mahasiswa yang belajar Pendidikan Agama Islam di PTU sebelum penerapan model pembelajaran skematik. Observasi ini maksudkan agar diketahui hasil antara sebelum dan sesudah penerapan model dimaksud. Eksperimen Teknik Eksperimen dilakukan di kelas terhadap mahasiswa dalam penerapan model pembelajaran skematik. Eksperimen dilakuakn sebanayak tiga kali untuk menguatkan penerapan model skematik. Eksperimen pertama dilaksanakan di Universitas Majalengka, eksperimen kedua di Istitut Teknologi Bandung dan eksperimen ketiga di Universitas Pasundan. Eksperimen dilakukan oleh tiga peneliti, masing-masing peneliti menyampaikan materi di tempat yang berbeda, agar didapatkan hasil penelitian yang saling mendukung dan memeperkuat model pemeblajaran skematik. Rancangan Analisis Setelahnya dilakukan eksperimen tentang penggunaan model pembelajaran, maka analisinya menggunakan SWOT dan komparasi. Dimaksudkan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran skematik. Dan membandingkan dengan model yang telah ada sebelumnya. Dari situ dapat diketahui keunggulan dan kelmahan model dimaksud serta manfaat dalam penerapannya. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian Universitas Majalengka, Istitut Teknologi Bandung dan Universitas \Pasundan. RENCANA ANGGARAN BIAYA PENELITIAN Honorarium Honor Honor/Jam Waktu (jam/minggu) Minggu Nilai Honor Non Dosen 20.000,00 7 4 560.000,00 Sub Total 560.000,00 Peralatan penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Keterangan Peralatan Penunjang 1 200.000,00 2 400.000,00 Peralatan Penunjang 2 200.000,00 3 600.000,00 Peralatan Penunjang 3 200.000,00 4 800.000,00 Sub Total 1.800.000,00 Bahan Habis Pakai Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Keterangan Material 1 Beli ATK 100.000,00 3 300.000,00 Material 2 Kertas HVS 100.000,00 2 200.000,00 Material 3 Alat Peraga 300.000,00 2 600.000,00 Sub Total 1.100.000,00 Perjalanan Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Keterangan Perjalanan ke 1 300.000,00 3 900.000,00 Perjalanan ke 2 300.000,00 3 900.000,00 Perjalanan ke 3 300.000,00 3 900.000,00 Sub Total 1.800.000,00 Lain-lain Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Keterangan Beli Buku 100.000,00 10 1000.000,00 Seminar penelitian 200.000,00 10 2000.000,00 Penerbitan Jurnal 1000.000,00 1 1000.000,00 Sub Total 4.000.000,00 TOTAL KESELURUHAN 9.260.000,00 JADWAL PENELITIAN No. Jenis Kegiatan Tahun 2020 – 2021 12 1 2 3 4 5 6 7 1 Observasi awal ke lapangan 2 Penyusunan rancangan proposal 3 Penelitian ke lapangan 4 Penyusunan Penelitian 5 Seminar hasil Penelitian 6 Edit hasil Penelitian 7 Laporan Hasil Penelitian BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN Konsep Model Pembelajaran Skematik Model pembelajaran Skematik dimaksudkan di sini adalah merupakan sebuah model pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi. Bertujuan agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami materi kuliah yang diajarkan dosen dalam perkuliahan. Dalam memahami materi yang diajarkan dosen mahasiswa harus memahami secara mendalam tentang materi tersebut, karena materi harus dikemas oleh mahasiswa sedemikian rupa disusun dalam bentuk skema. Pembuatan skema tentunya di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliahnya. Setelah materi disusun ke dalam bentuk skema, mahasiswa harus disajikan isi materi tersebut di hadapan mahasiswa dan dosen, tentunya juga hal ini di bawah bimbingan dosen pengampu pula. Sehingga setelahnya mahasiswa selesai presentasinya di nilai dosen dan diberi saran oleh dosen maksud materi sebenarnya yang disajikan tadi, dimaksudkan agar mahasiswa tidak tersesat taentang materi yang difahaminya. Penerapan Model Pembelajaran Skematik Dalam penerapan model pembelajaran skematik diperlukan langkah-langkah di antaranya: Dosen menyiapkan materi kuliah dalam bentuk narasi Pada langkah pertama ini dosen menyusun materi perkuliahan sesuai dengan rencana pertemuan yang telah dirangcang dalam RPS. Dosen menyuruh membuat kelompok diskusi sebelum kuliah dimulai Pada acara perkuliahan, sebelum dimulai dosen menyuruh kepada mahasiswa untuk membentuk terlebih dahulu kelompok diskusi. Materi yang akan diajarkan diserahkan kepada mahasiswa Setelah kelompok diskusi terbentuk, selanjutnya materi diserahkan kepada mahasiswa untuk dipelajari dan difahami. Dosen menyuruh materi tersebut untuk dibuat skema agar didiskusikan minggu depan Setelah materi diterima mahasiswa, dipelajari dan difahami kemudian disuruh untuk menyusun materi yang akan disajikan ke dalam bentuk skema. Skema tersusun dari seluruh materi yang disajikan pada pertemuan tersebut secara menyeluruh dan dibuat sesimpel mungkin, namun mudah untuk dicerna dan difahami materinya oleh dirinya dan orang lain. Kelompok yang akan berdiskusi setiap anggota harus menguasai materi yang sudah dibuat skema tersebut Setelah materi perkuliahn disusun oleh mahasiswa dalam bentuk skema, mahasiswa peserta kelompok diskusi yang akan menyajikan diwajibkan semuanya mengerti dan memahami materi diskusi tersebut. Agar ketika ada pertanyaan dalam diskusi seluruh anggota penyaji diskusi bisa menjawabnya dengan benar dan tepat. Dosen menunjuk langsung sebagai pembicara kelompok saat diskusi akan dimulai Penyaji pada kelompok diskusi tidak dibentuk oleh peserta diskusi, akan tetapi ditunjuk seketika oleh dosen. Penunjukkan langsung dimaksudkan agar setiap anggota mengusai materi yang akan didiskusikan tersebut sehingga seluruh anggota kelompok diskusi berarti seolah penyaji semuanya mengerti dan memahami materi yang akan disajikan. Karena dengan begitu semua anggota diskusi akan mempersiapkan diri untuk menjadi penyaji. Selama diskusi berlangung dosen menilai pembicara yang menyampaikan materi kuliah, nilai yang diberikan dosen kepada pembicara sama dengan untuk anggota. Dosen menilai setiap anggota kelompok yang aktif menjawab dengan benar sebagai tambahan nilai pembicara Nilai dari pembicara sebagai nilai pokok setiap anggota Sedangkan nilai menjawab menjadi nilai bonus bagi yang menjawab dengan benar Dosen menilai akan benarnya skema yang dibuat oleh kelompok diskusi Apabila terdapat kesalahan dalam membuat skema, maka dosen meluruskannya Setelah selesai perkuliahan, maka dosen mengadakan tes untuk mengetahui kemampuan mahasiswa tentang materi yang sudah disajikan tersebut Hasil yang dicapai dalam penerapan Model Pembelajaran Skematik Hasil yang diperoleh melalui pembelajaran skematik dapat ditinjau dari 3 aspek: Kognetif Dari segi kognetif pembelajaran skematik mendapatkan hasil: Mahasiswa dapat mengerti dan memahami secara mendalam Menghafal terlebih dahulu materi yang akan disajikan Mengembangkan kemampuan berfikir Menguasai materi yang akan disampaikan Afektf Mahasiswa memiliki ketekunan, keuletan dan ketelitian Menumbuhkan minat dan semangat dalam belajar Menumbuhkan percaya diri Menumbuhkan sikap kebersamaan Bermusyawarah dalam membuat keputusan Psikomotor Kreatif dalam mendesain materi dalam bentuk skema Memiliki kemampuan berbicara dengan baik di hadapan orang banyak Mempertahankan argumen berdasarkan alasan yang ilmiah Mempersingkat materi yang banyak dalam suatu skema BAB V PENUTUP Kesimpulan Konsep Model Pembelajaran Skematik Model Pembelajaran skematik merupakan model yang dipergunakan di perguruan tinggi dimaksudkan agar mahasiswa cepat, mudah dan singkat dalam memahami materi yang akan disampaikan dosen. Penerapan Model Pembelajaran Skematik Penerapan model pembelajaran skematik diterapakan di perguruan tinggi melalui langkah-langkah atau tahapan-tahapan pembelajaran. Dimkasudkan agar mahasiswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai yang diharapakan dalam rencana pemebelajaran. Hasil yang dicapai dalam penerapan Model Pembelajaran Skematik Hasil yang dicapai dengan menggunakan model pembelajaran skemataik mahasiswa memiliki kemampuan, baik dari segi kognetif, afektif maupaun psikomotor. Dengan penggunaan model pembelajaran skematik diharapkan dapat memberikan manfaat dan hasil yang maksimal bagi mahasiswa dengan belajar yang lebih efektif dan efisisen. Saran Setelahnya melakukan penelitain kiranya penulis dapat memberikan saran-saran tentang penggunaan model pembelajaran skematik : Bagi dosen: Mempersiapkan materi terlebih dahulu kepada mahasiswa Mengarahakan dan membimbing mahasiswa dalam menyusun materi darai uraian ke dalam bentuk skema Mencermati pada pelaksanaan diskusi mahasiswa Memberikan penilaian pada mahasiswa setelahnya proses pembeajaran berakhir Bagi mahasiswa: Mengikuti instruksi dosen dalam proses pembelajaran Menyusun skema dari materi uraian ke dalam bentuk skema Berusaha untuk mengerti dan memahami tentang materi yang akan didiskusikan Aktif dalam berdiskusi di kelas Bagi peneliti: Penelitian ini dapat dikembangkan, karena masih terdapat bagian lain tentang penggunaan model pembelajaran skematik yang perlu di teliti. Diantaranya: penggunaan model pemebelajaran skemataik untuk setiap mata kuliah di perguruan tinggi. DAFTAR PUSTAKA Buku: Abdussalam, Aam, dkk. (2018),Panduan Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dosen MKWU Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kemenristek Dikti RI. Abidin, Yunus, (2016, Revitalisasi Penilaian Pembelajaran Dalam Konteks Pendidikan Multiliterasi Abad ke-21, Bandung: PT Refika Aditama. Amir, M. Taufiq, (2015), Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning, Jakarta: Pt Adhitya Andrebina Agung. Ash-Shabuni, Ali, Muhammad, (t.t.), Shafwat at-Tafasir,Beirut: Dar al-Fikr. Bloom, S. Benjamin, (1984), Taxonomy of Educational Objektives: The Calssification of Eduacational Goals, The University of Michigan: Longman. Cahyo, N., Agus (2013), Panduan Aplikasi Teori-teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler, Jogjakarta: DIVA Press. Echols, John M. dan Shadily, Hassan, (2005),Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT Gramedia. Mohamad Ansyar, (2017), Kurikulum Haikat, Fondasi Desain & Pengembangan, Jakarta: Kencana. Mulyasa, E., (2006), Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Rulyansah, Afib dkk., (2017),Model Pembelajaran Brain Based Learning Bermuatan Multiple Intelligencer, (Banyuwangi, Pen. LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy. Rusdiana, H.A., (2015), Pengelolaan Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia. Saifuddin, Hakim, Lukman (2019), Moderasi Beragama,Jakarta : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Saefudin, Udin, (2009), Inovasi Pendidikan, Bandung: Alfabeta. Simamora, Ns. Roymond H., (2009), Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan, Jakarta: Pen. Buku Kedokteran EGC. Soenarjo dkk., Al-Qur’an dan Terjemahnya, Mujamma’ Al-Malik Fahd, li Thiba’at al-Mush-haf Asy-Syarif Medina Munawwarah P.O. Box 6262, Kerjaan Saudi Arabia. Saimroh, dkk., (2018), Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran di Madrasah Aliyah, Jakarta: Balai Kementerian dan Penegmbnagan Agama Kementerian Agama RI. Sugiono, (2013), Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta. Tim Dosen PAI Universitas Pendidikan Indonesia , (2016), Pendidikan Agama Islam, Bandung: UPI Press. Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, (2007), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung: PT Imperial Bhakti Utama. Truna, Dody.S, (2010), Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikulturalisme, Jakarta : Kementerian Agama RI. Wiyani, Novan Ardy, (2013), Manajemen Kelas Teori dan Aplikasi Untuk Menciptakan Kelas yang Kondusif, Jogyakarta: 2013. Jurnal Ilmiah: Maelani, Rima, dkk., (2016), Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Hasil Belajar, Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1-1, e-ISSN 2656-4734/ p-ISSN 2686-5491. Purwanto, Yedi, dkk., (2020), Pancasila Dan Tasawuf Vis-À-Vis Korupsi: Pendidikan Karakter Dalam Melawan ‘Musuh Bersama’ Di Era 4.0, Jurnal Sosioteknologi, 1-19, ISSN: 1858-3474 E-ISSN: 2443-258X. _______, Yedi, dkk.,(2019), Salman Mosque as a center of Islamic Dakwah and Spiritual Laboratory for Campus Community, Jurnal Academic Journal for Homiletik Studies UIN SGD Bandung, 1-13, ISSN 1693-0843 (Print), 2548-8708 (Online),. _______, Yedi, dkk., (2019), Internalisasi Nilai Moderasi Melalaui Pendidikan agama Islam di Perguruan Tinggi Umum, Jurnal Edukasi Kemenag RI, 2-17, p-ISSN: 1693-6418, e-ISSN: 2580-247X. Sumirat, Lusia Ari, (2014), Efektifitas Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write (TTW) Terhadap Kemampuan komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa, jurnal Pendidikan dan Keguruan, 2-1, ISSN: 2356-3915. Yudianto, D. Wisnu, dkk. (2014), Model Pembelajaran Teams Games Tournament, Jaurnal of Mechanical Enginering Education, 2-1, Website: Ernawati, (2019, Oktober 9), Pembelajaran Sejarah di SMA dengan Metode Skematik, dikutif dari: (http://sejarah-sman1-tmg.blogspot.com/2013/03/pembelajaran-sejarah-dengan-metode.html 17 Maret 2013/. Kemendikbud, (2019, Oktober 9), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Dikutif dari: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/skema. Kementerian Agama RI, (2019, Oktober 29), Panduan Pengembangan Kurikulum PTKI mengacu pada KKNI dan SN-Dikti,Dikutif dari http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/2815324462893281MFULL.pdf. Kemenag RI, (2019, Octber 29), Pendidikan Tinggi-Diktis, dikutif dari http://diktis.kemenag.go.id/prodi/dokumen/UU-Nomor-12-Tahun-2012-ttg-Pendidikan-Tinggi.pdf. Sulistiyaningsih, Lilis Siti, (2019, Oktober 29), Teori Skema, dikutif dari: https://www.google.com/search?q=definisi+skematik&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab. يتضمن منهج التربية الدينية الإسلاميةالذي يتم تدريسه في التعليم العالي العام العبادة والمعاملة. من الوقت الممنوح للمواد التي يجب تسليمها ، لا يزال بعيدًا عن التحقيق. بحيث لا يزال إتقان موادمن قبل الطلاب ضحلاً. مع تطوير نموذج التعلم التخطيطي ، من المأمول أن يساعد الطلاب على إتقان وفهم واستكشاف مادةككل بشكل أفضل. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد المفهوم والتطبيق والنتائج المحققة في التطبيق. نموذج التعلم التخطيطي لدورات في. يستخدم منهج البحث المنهج النوعي مع المنهج الوصفي. يهدف تطبيق نموذج التعلم هذا إلى تمكين الطلاب من فهم المواد التي سيقدمها المحاضر بسرعة وسهولة وإيجازًا. بحيث يمكن تحقيق أهداف التعلم كما هو متوقع في خطة التعلم والتي تشمل المجالات المعرفية والعاطفية والنفسية الحركية.