Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pembuatan Emping Biji Rambutan: Emping Biji rambutan Purity Sabila Ajiningrum; I.A.K Pramushinta; Ngadiani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2596

Abstract

Buah rambutan merupakan buah yang seringkali diminati masyarakat, biji rambutan mengandung polifenol dan senyawa golongan flavonoid yang berhasil diisolasi dari ekstrak etanol biji rambutan. Senyawa fenolik yang terdapat dalam ekstrak biji rambutan merupakan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antibakteri. Pembuatan emping dari biji rambutan dengan cara diambil biji buah rambutan dan dicuci, biji rambutan disangrai matang sampai kulit mengelupas kemudian ditumbuk hingga pipih dan halus sampai membentuk bulatan pipih kemudian biji rambutan di ditumbuk dan dijemur selama 2 hari di bawah panas matahari, digoreng untuk siap dinikmati. Hasil yang dicapai dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa manfaat emping biji rambutan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Pembuatan Emping Biji Rambutan: Emping Biji rambutan Ajiningrum, Purity Sabila; I.A.K Pramushinta; Ngadiani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2596

Abstract

Buah rambutan merupakan buah yang seringkali diminati masyarakat, biji rambutan mengandung polifenol dan senyawa golongan flavonoid yang berhasil diisolasi dari ekstrak etanol biji rambutan. Senyawa fenolik yang terdapat dalam ekstrak biji rambutan merupakan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antibakteri. Pembuatan emping dari biji rambutan dengan cara diambil biji buah rambutan dan dicuci, biji rambutan disangrai matang sampai kulit mengelupas kemudian ditumbuk hingga pipih dan halus sampai membentuk bulatan pipih kemudian biji rambutan di ditumbuk dan dijemur selama 2 hari di bawah panas matahari, digoreng untuk siap dinikmati. Hasil yang dicapai dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa manfaat emping biji rambutan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Uji Banding Ekstrak Bawang Hitam dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Antifungi Terhadap Pertumbuhan Candida albicans A, Purity Sabila; ., Ngadiani; Budiarti, Fradina Fitri
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.147

Abstract

ABSTRAKPenyakit infeksi telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar. Pemberian antibiotik dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan secara tidak rasional dapat menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya patogen yang bersifat resisten. Oleh karena itu, pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan dan tanaman herbal saat ini banyak digunakan. Bawang putih termasuk dalam familia Liliaceae merupakan tanaman herba parenial yang membentuk umbi lapis. Bawang putih sudah dikenal memiliki potensi medis dan dipercaya dapat berperan sebagai antifungi karena mengandung allicin didalamnya. Sedangkan bawang hitam merupakan bawang putih yang telah dipanaskan pada suhu 65-80ºC dengan kelembaban relatif 70-80% selama 30-40 hari tanpa perlakuan tambahan apapun. Bawang hitam memiliki sifat antibakteri lebih kuat, serta antioksidan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih biasa karena mengandung S-allycysteine. Peneliti tertarik mengangkat judul penelitian ini dengan tujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bawang putih dan bawang hitam pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap dan menggunakan uji lanjut BNT dan didapatkan hasil bahwa bawang hitam terbukti lebih baik menghambat pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci : antifungi, ekstrak bawang hitam, ekstrak bawang putih, Candida albicansABSTRACTInfectious diseases have become one of the biggest health problems. Giving antibiotics in the long term and done irrationally can cause new problems, namely the emergence of resistant pathogens. Therefore, alternative treatments using herbal materials and plants are now widely used. Garlic included in the familia Liliaceae is a parenial herbaceous plant that forms tuber bulbs. Garlic is already known to have medical potential and is believed to act as antifungal due to its allicin content. While the black onion is garlic that has been heated at a temperature of 65-80 º C with a relative humidity of 70-80% for 30-40 days without any additional treatment. Black onions have stronger antibacterial properties, as well as antioxidants two times higher than regular garlic as they contain S-allycysteine. Researchers are interested in raising the title of this study with the aim to test the ability of both extracts at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% on the growth of Candida albicans. This study used Completely Randomized Design and using BNT advanced test showed that black onions proved to be better inhibiting the growth of Candida albicans.Key words ; antifungi, black garlic extract, garlic extract, Candida albicans
Pelatihan Pembuatan Stik Kangkung Untuk Guru Dan Siswa SMA Wijaya Putra Surabaya Ajiningrum, Purity Sabila; Sukarjati, Sukarjati; Ngadiani, Ngadiani; Binawati, Diah Karunia; Andriani, Vivin
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no01.a3705

Abstract

Pelatihan pembuatan stik kangkung pada program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Biologi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada guru dan siswa SMA Wijaya Putra Surabaya tentang aplikasi ilmu dan teknologi dalam menghasilkan stik yang berasal dari kangkung. Peserta berasal dari guru dan siswa SMA Wijaya Putra Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu secara virtual dengan menggunakan platform virtual web conferencing. Berdasarkan penyampaian tentang kandungan dan manfaat kangkung, maka potensi kangkung dijadikan olahan stik sangat berguna agar masyarakat yang tidak suka mengkonsumsi sayur secara langsung dapat menjadikan stik kangkung sebagai alternatif. Selain itu, kejelasan narasumber dalam memberikan informasi memiliki persentase sebesar 81,3%. Poin selanjutnya yaitu persentase kejelasan gambar yang diterima mitra saat narasumber melakukan zoom cloud meeting sebesar 78,3% dan sebesar 31,7% mitra yang menyatakan kejelasan gambar yang kurang bagus. Hasil evaluasi setelah berlangsungnya kegiatan yaitu mitra akhirnya mengetahui kandungan dan manfaat kangkung serta olahan kangkung yang dapat menarik perhatian pembeli serta mengetahui tentang bagaimana teknik pengemasan dan pemberian label yang baik.
Aktivitas Diameter Koloni Fusarium Sp Menggunakan Antifungi Kombinasi Ekstrak Daun Kersen (Mutingia Calabura L.) Dan Paku Nephrolepis Maya Puspita Sari; Ngadiani
SNHRP 2019: Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.017 KB)

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L) dan daun paku nephrolepis merupakan tanaman liar yang tidak mengenal musim. Fusarium Sp merupakan patogen penyebab layu pada tanaman. Komponen senyawa kimia flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid yang terdapat pada daun kersen dan paku nephrolepis diduga sebagai antifungi. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan apakah kombinasi ekstrak daun kersen dan ekstrakdaun paku Nephrolepis dapat menghambat pertumbuhan diameter koloni fungi Fusarium Sp. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang di gunakan adalah 0 mg/ml, 1250 mg/10ml, 1500 mg/10ml, 1750 mg/10ml sedangkan konsentrasi ekstrak daun paku nephrolepis adalah 0 mg/10ml , 0.625 mg/10ml, 0.650 mg/10ml, 0.675 mg/10ml dan Ciprofloxacyn sebagai kontrol positifnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan mengukur diameter koloni Fusarium Sp dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan derajat kepercayaan 95% (P?0,05). Analisis ini menggunakan rancangan acak lengkap uji ANOVA satu arah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian kombinasi ekstrak daun kersen dan ekstrak daun paku nephrolepis berpengaruh nyata terhadap diameter koloni fungi Fusarium Sp. (P?0.05).
PELATIHAN PEMBUATAN SIOMAY BERBAHAN DASAR IKAN LELE UNTUK GURU DAN SISWA SMA WIJAYA PUTRA SURABAYA Ngadiani; Sukarjati; Purity Sabila Ajiningrum; Diah Karunia Binawati; Vivin Andriani
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4392

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan produk olahan. Olahan ikan lele salah satunya adalah dapat dibuat sebagai bahan dasar pembuatan siomay. Pelatihan membuat olahan pangan berbahan dasar ikan lele yang ditujukan kepada guru dan siswa SMA Wijaya Putra dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pangan dan dapat digunakan untuk berwirausaha sehingga memperoleh tambahan pendapatan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu menggunakan virtual web conference. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan hasil sebesar 83,4% tentang kejelasan narasumber dalam memberikan informasi, persentase kejelasan gambar yang diterima mitra saat narasumber melakukan zoom cloud meeting sebesar 80% baik dan sebesar 20% mitra yang menyatakan kejelasan gambar yang kurang bagus. Hasil evaluasi setelah berlangsungnya kegiatan dianalisis dari hasil pretest yang mana ternyata kurang dari 40% mitra belum mengetahui tentang pengolahan daging ikan lele menjadi siomay, namun dari hasil post test pada akhir kegiatan, 87% mitra akhirnya mengetahui bagaimana cara membuat siomay dari daging ikan lele.
Uji Efektivitas Ekstrak Paku Pedang (Nephrolepis exaltata) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Ngadiani; Diana Mey Merlina
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 13 No 01 (2020)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.13.1.2551.33-38

Abstract

Plant swords (Nephrolepis exaltata) are ferns in the Lomariopsidaceae tribe which are easily found on the banks of rivers, cliffs, and contain flavonoids and alkaloids that can inhibit the growth of albicans candida fungi. This study aims to determine the effectiveness of Sword nail extract (Nephrolepis exaltata) on the growth of albicans candida fungi. This research is a quantitative laboratory experimental type using a completely randomized design (RAL) with 4 different treatment groups, 1 negative control (pz sterile) and 1 positive control (ketocenazole). The parameters observed were the number of colonies (CFU) and the average area of ​​the inhibition zone (mm). The data was analyzed using SPSS software using one way ANOVA analysis which was then followed by a test using DMRT. The results showed that all concentrations differed from the negative controls, while the extract concentration of 1000 ppm compared to the positive controls had no difference. Sword nail extract (Nephrolepis exaltata) has an influence on the growth of candida albicans mushrooms, namely the number of colonies of 6.78 CFU (6x106) at a concentration of 1000 ppm and inhibition zone 33.10 mm at a concentration of 1000 ppm. Keywords : Candida albicans, Sword spikes (Nephrolepis exaltata), Inhibitory Zone, Colony Count.
Pengaruh Pemberian Hormon NAA Dan BAP Pada Media MS (Murashige and Skoog) Terhadap Pertumbuhan Anggrek Vanda tricolor Secara In-Vitro Ngadiani; Try Jayanti
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.14.02.4885.89-98

Abstract

Anggrek vanda di pasar lokal maupun ekspor memiliki permintaan yang sangat tinggi hal ini tidak sebanding dengan perbanyakan vegetative anggrek vanda yang terbatas. Perbanyakan anggrek vanda dengan metode kultur jaringan merupakan solusi dalam perbanyakan bibit anggrek vanda dan dengan kultur jaringan didapatkan bibit anggrek yang berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP juga mengetahui konsentrasi optimum penambahan NAA dan BAP terhadap media tumbuh anggrek vanda. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dimana peneliti menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang berbeda yakni MS (0ppm NAA + 0ppm BAP), MS (2ppm NAA + 2ppm BAP), MS (4ppm NAA + 4ppm BAP), MS (6ppm NAA + 6ppm BAP) diulang sebanyak 3 kali pada setiap perlakuan dan dianalisis menggunakan (ANOVA) dengan taraf signifikan (p<0.05) kemudian dilanjutkan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test. Penelitian ini menggunakan parameter uji yakni jumlah akar, jumlah daun, berat masaa planlet dan tinggi tanaman. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan signifikan ddengan pemberian beberapa perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP pada medi MS. Perlakuan B (MS + 2ppm NAA + 2ppm BAP) merupakan perlakuan terbaik dalam mendapatkan hasil optimum guna meningkatkan jumlah akar dan berat massa planlet anggrek vanda. Hasil pada penelitian mampu menjadi referensi bagi pembudidaya kultur jaringan tanaman anggrek vanda. Pembudidaya disarankan menggunakan zat pengatur tumbuh dengan konsentrasi 2ppm NAA dan 2ppm BAP untuk meningkatkan pertambahan jumlah akar dan berat massa planlet anggrek vanda. Kata Kunci : Anggrek Vanda, BAP, Media MS, NAA dan Kultur Jaringan.