Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KAJIAN FRAGMENTASI PEMBERAIAN BATUAN QUARRY ANDESIT DI BUKIT TAPUAN PT. XYZ Cahyono, Yudho Galih Dwi; Putri, Fairus Atika Redanto; Putri, Ratih Hardini Kusuma; Utamakno, Lakon
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.62 KB)

Abstract

PT.XYZ melakukan kegiatan pembongkaran yang terdiri dari peledakan dengan metode tambang terbuka pada batuan andesit (Quarry). Peledakan akan menghasilkan fragmentasi batuan. Ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menentukan keberhasilan sebuah peledakan. Design geometri peledakan yang kurang tepat akan menghasilkan boulder di atas standar perusahaan, yaitu 60 cm. Boulder yang terjadi harus dihancurkan lagi dalam alat peremuk batuan (crusher), oleh sebab itu boulder diusahakan sekecil mungkin ukurannya. Penelitian ini meredesign geometri peledakan dengan menghasilkan fragmentasi dengan menggunakan metode teoritis Kuz-Ram dan persamaan C.J Konya.
RANCANGAN PEMODELAN SETTLING POND PADA DAERAH IMKASU DI PT. GAG NIKEL, PULAU GAG, KABUPATEN RAJA AMPAT, PAPUA BARAT Utamakno, Lakon; Budiarto, Budiarto; Tinungki, Sisca Resca Prichalia
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.832 KB)

Abstract

PT. Gag Nikel ini merupaka kontrak karya yang berlokasi tereletak di Desa Gambir, Pulau Gag, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Dalam kegiatan penambangan merancang pemodelan settling pond penting untuk mengatasi salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di perusahaan tambang nikel. Ini sebagai penampung material pengotor dan air seperti lumpur dan lain sebagainya yang harus diendapkan sebelum dibuang ke pembuangan akhir. Berdasarkan luas catchment area yang sudah ditentukan maka didapatkan debit limpasan yang di peroleh 0.88 m³/detik. Berdasarkan hukum stokes untuk menghitung kecepatan waktu tinggal masing-masing partikel Pasir adalah 10.361 m/s, Debu adalah 0.043 m/s, Liat adalah 0.0016 m/s. hasil kecepatan waktu tinggal masing-masing partikel didapatkan hasil persentase padatan ditiap kompartemen Agar pengalirannya lancar sampai ke output idealnya ialah waktu yang dibutuhkan paertikel untuk mengendap (tv) lebih kecil dari waktu yang dubutuhkan material endapan untuk keluar dari kolam pengendapan (th), sehingga hasil yang didapatkan juga ialah tv<th. Penentuan letak kolam pengendapan dibuat pada daerah yang rendah dengan memperhatikan keadaan topografi serta letaknya didekat dengan saluran alami dan beberapa peraturan yaitu Keppres, IPPKH dan disesuaikan dengan kajian teknis yang telah di desain dan terdiri dari 4 kolamyaitu zona inlet, zona pengendapan, zona endapan lumpur, dan zona outlet.
OPTIMASI PRODUKSI BELT CONVEYOR UNTUK PENGANGKUTAN BIJIH EMAS DI PT. BUMISUKSESINDO SITE TUJUH BUKIT, KECAMATAN PESANGGARAN, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Utamakno, Lakon; Putri, Fairus Atika Redanto; Budiarto, Budiarto; Juliawan, I Kadek Putra
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1868.934 KB)

Abstract

PT. Bumi Suksesindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan emas yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. PT. Bumi Suksesindo mengoperasikan Ore Processing Plant ( OPP ) untuk pengolahan bijih ore dari mulut pit dengan 2 tahap yaitu crushing dan aglomerasi. PT. Bumi Suksesindo menggunakan belt conveyor untuk mengangkut bijih ore yang telah melalui tahap crushing, aglomerasi dan load out ke truk untuk diangkut menuju Heap Leach Operation ( HLO ). Sasaran produksi belt conveyor yang ditetapkan pada bulan Mei sebesar 139.500 ton atau 4500 ton/hari. Berdasarkan pengamatan dan perhitungan dilapangan terhadap weighter diketahui produksi nyata rata-rata belt conveyor pada bulan Mei hanya 104.267 ton atau 3.363 ton/hari. Maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menentukan produktivitas nyata dan teoritis dari belt conveyor pada OPP ; 2) Menganalisis efisiensi waktu kerja dari belt conveyor pada OPP ; 3) Menganalisis hambatan yang terjadi terhadap belt conveyor pada OPP ; 4) Merencanakan optimasi produksi dari belt conveyor pada OPP. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif kuantitatif dengan teknik terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kapasitas teoritis dan aktual pada belt conveyor 6, belt conveyor 7 dan belt feeder 2 diketahui bahwa efektivitas penggunaan pada CV 6 : 43,73 %, CV 7 : 43,73 % dan FDR 2 : 35,6 % sehingga dapat dilakukan penambahan laju umpan untuk dapat tercapainya sasaran produksi ; 2) Waktu kerja efektif per hari 335,65 menit/hari dari waktu kerja tersedia 480 menit/hari ; 3) Adanya waktu kerja terbuang sebesar 2,4 jam/hari yang disebabkan oleh adanya hambatan operation dan maintenance ; 4) Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan 2 alternatif yaitu meningkatkan laju pengumpan sebesar 203,6 ton/jam atau menambah waktu kerja sebesar 128,7 menit/hari sehingga sasaran produksi 4500 ton/hari dapat tercapai.  Bumi Suksesindo Ltd is one of companies in gold mining, located at Sumberagung Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency, East Java Province. This company operates Ore Processing Plant (OPP) to process ore from pit mouth through 2 phases namely crushing and agglomeration. It uses belt conveyor to haul ore which has passed the phases of crushing, agglomeration, and load out to truck which then transported to Heap Leach Operation (HLO). The production target of belt conveyor stated in May was by 139,500 tons or 4500 tons/day. Based on the observation and calculation toward weighter at field, the actual production of belt conveyor in May was averagely only 104,267 tons or 3,363 tons/day. Therefore, this research aimed at: 1) determining the actual and theoretical productivities of belt conveyor on OPP; 2) analyzing work time efficiency of belt conveyor on OPP; 3) analyzing obstacles of belt conveyor on OPP; 4) planning production optimization of belt conveyor on OPP. Qualitative-quantitative descriptive method using applied technique was employed in this research. The result of research demonstrated that: 1) the observation on theoretical and actual capacities of belt conveyor 6, feeder 1, and feeder 2 obtained the usage effectiveness of CV 6 : 43.73 %, CV 7 : 43.73 %, and FDR 2 : 35.6 %, therefore, additional feed rate can be carried out to achieve production target; 2) daily effective work time was 335.65 minutes/day of the available work time 480 minutes/day; 3) wasted wok time was 2.4 hour/day due to operation and maintenance obstacles; 4) production can be improved by 2 alternatives i.e. improving the feed rate by 203.6 tons/hour or giving additional work time by 128.7 minutes/day so as to reach production target by 4500 tons/day.
UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2017 SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN DAN PENYELAMATAN LINGKUNGAN TERHADAP BAHAYA MERKURI Sumarjono, Erry; Utamakno, Lakon
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.222 KB)

Abstract

The one of dangerous heavy metal among the others that had negative effect to the environment and human’s health is Mercury. The environmental could be degradation from the quality when Mercury have got in to them and out of to the threshold value limit. Characteristics of Mercury are very dangerous, Mercury have many characteristics : toxic, persistent, bioaccumulation, and it’s could transfer from one place to far away by hydrological cycle. The administrative country boundary, geological and geographical condition could not be an effective factor to prevent the effects of Mercury. The important case that could be getting up the conscious of human is Minamata Disease. Minamata is a village in Kumamoto, Japan which there were many thousands of the victims of Mercury in 1953. P.T. Chisso Corporation, a chemical industry had gotten out the waste contained Mercury to the Minamata Bay that cause disease to the people who lived in Minamata Bay. Minamata Disease is the biggest one of environmental case in Japan, Niigata Minamata Disease was the other case. After the case of Minamata disease, The Disease that caused by Mercury was still occurring in many countries in the world, for example ; Guatemala, Rusia also Indonesia. The effect of Mercury to the environment and human is not a local or regional problem, but it is a global problem that it needed the international action to manage the Mercury. Because of the dangerous characteristic of Mercury, There are no countries could be handle by itself to protect their citizen from the negative effects of Mercury. Countries around the world must have been built cooperation among them to manage all abot Mercury (trade, mining etc) Indonesia is one of countries which sign in The Minamata Convention on Mercury in Kumamoto, Japan in October 10th 2013. Minamata Convention on Mercury is a agreement of many countries in the world to prevent and save the environmental and human health from the negative effects of Mercury. The government of Indonesia had been made the regulation to follow up the agreement, it’s Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017. This regulation is to legitimate The Minamata Convention on Mercury and it has been the real action to prevent negative effects of Mercury. Merkuri merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Merkuri yang terlepas ke dalam lingkungan, melalui proses biogeokimia dapat masuk ke dalam rantai makanan dan membahayakan kesehatan manusia. Sifat-sifat Merkuri yang dapat membahayakan lingkungan menyebabkan keberadaan Merkuri di lingkungan harus dapat dikontrol melalui upaya-upaya nyata. Merkuri bersifat toksik, persisten, bioakumulasi dan dapat berpindah dalam jarak jauh di atmosfer melalui siklus hidrologi, sehingga tidak ada batasan-batasan geografis, geologis maupun administratif yang dapat membatasi pergerakan dan perpindahan Merkuri di lingkungan. Kasus fenomenal yang memicu kesadaran manusia terhadap bahaya keracunan yang disebabkan oleh Merkuri adalah permasalahan penyakit minamata (Minamata Disease) yang menimpa penduduk kota Minamata di Kumamoto, Jepang tahun 1953. Penyakit tersebut disebabkan oleh keracunan Merkuri yang terkandung dalam limbah industri yang dibuang oleh pabrik kimia P.T. Chisso Corporation. Minamata Disease mulai dikenal dan muncul di wilayah lain yaitu Niigata Minamata Disease, kasus-kasus tersebut merupakan dua bencana polusi terbesar di Jepang.Permasalahan-permasalahan keracunan Merkuri terjadi di negara-negara lain misalnya ; Guatemala, Rusia termasuk Indonesia. Permasalahan yang ditimbulkan oleh Merkuri terhadap lingkungan bukanlah suatu permasalahan lokal ataupun regional, Merkuri merupakan permasalahan global yang memerlukan penanganan bersama dengan melakukan kerjasama secara internasional. Sifat-sifat bahaya yang dimiliki oleh Merkuri menyebabkan suatu negara tidak dapat bertindak sendiri untuk melindungi warganegaranya terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh Merkuri. Oleh Karena itu, diperlukan kerjasama antarnegara secara global untuk mengatur pengadaan, penggunaan, pengelolaan dan penanganan Merkuri. Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani Konvensi Minamata Mengenai Merkuri (Minamata Convention on Mercury) tanggal 10 Oktober 2013 di Kumamoto, Jepang. Konvensi Minamata merupakan kesepakatan negara-negara untuk melindungi dan menyelamatkan lingkungan hidup dari bahaya Merkuri. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 mengenai Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Merkuri) merupakan wujud peran aktif Pemerintah Indonesia untuk upaya perlindungan dan penyelamatan lingkungan terhadap bahaya Merkuri.
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN REKLAMASI TAHAP OPERASI PRODUKSI PADA PT. GUNUNG BALE DESA ARGOTIRTO KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Wicaksono, Agung; Fanani, Yazid; Utamakno, Lakon
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.694 KB)

Abstract

Kegiatan Reklamasi adalah bagian hal penting bagi kegiatan pertambangan dimana dalam kegiatan reklamasi ini perlu dilakukannya penilaian terhadap keberhasilan reklamasi yang dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji serta mengevaluasi dari kegiatan reklamasi yang dilakukan oleh PT. Gunung Bale dengan mengetahui tingkat keberhasilan reklamasi pada lahan area timbunan. Metode penelitian dengan melakukan pendekatan metode kuantitatif yang meliputi: observasi penataan lahan, revegetasi dan pemeliharaan serta studi pustaka mengenai peraturan perundangan dan laporan penelitian sebelumnya. Hasil akhir yang diperoleh tingkat keberhasilan reklamasi yang dilakukan PT. Gunung Bale adalah 36 dimana nilai ini tidak dapat diterima, kemudian dilakukan kajian kembali dengan memperhatikan faktor dari tingkat keberhasilan reklamasi sehingga didapatkan nilai menjadi 79 nilai ini dapat diterima dengan baik.
ANALISIS OPTIMALISASI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI OVERBURDEN DI PIT 2A PT. FONTANA RESOURCES INDONESIA, KALIMANTAN TENGAH Umara Putra, Bagas Brillyant; Utamakno, Lakon; Kusdarini, Esthi
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.669 KB)

Abstract

PT. Fontana Resources Indonesia adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara. Perusahaan ini berlokasi di Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sistem penambangan yang digunakan oleh perusahaan adalah sistem tambang terbuka dengan metode penambangan open pit. Kegiatan pengupasan tanah penutup pada pit 2A di blok B06S04 menggunakan kombinasi 1 alat muat berupa Excavator Volvo EC – 750E dan 4 alat angkut berupa Articulated Dump Truck Volvo A40F. Blok B11S04 menggunakan kombinasi 1 alat muat Excavator Volvo EC – 750E dan 4 alat angkut Articulated Dump Truck Volvo A40G. Pada bulan Oktober 2018 total produksi aktual pada blok B06S04 dan B11S04 adalah 302.400 BCM/bulan sedangkan target produksi perusahaan sebesar 344.000 BCM/bulan sehingga target produksi overburden belum tercapai. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keserasian antara alat muat dan alat angkut; menganalisis faktor yang menghambat produktivitas alat muat dan alat angkut; mengaplikasikan langkah-langkah untuk mengoptimalkan produktivitas alat muat dan alat angkut; dan mengetahui produktivitas alat angkut setelah dilakukan perbaikan faktor penghambat. Faktor yang menyebabkan target produksi tidak tercapai diantaranya kondisi dan geometri jalan yang belum maksimal. Setelah dilakukan analisis perbaikan kondisi dan geometri jalan dengan memperbaiki lebar jalan lurus dan miring, jari-jari tikungan, superelevasi, crosslope, grade, dan rolling resistance maka diperoleh peningkatan produktivitas alat angkut pada blok B06S04 dan B11S04 menjadi 347.265 BCM/bulan.Fontana Resources Indonesia Ltd is a company of coal mining which is located in Butong Village, South Teweh District, North Barito Regency, Central Kalimantan. This company employs quarry mining system with open pit mining method. The activity of overburden at pit 2A Block B06S04 uses the combination of one Excavator Volvo EC – 750E and four dump trucks named Articulated Dump Truck Volvo A40F. Meanwhile, Block B11S04 uses the combination of one Excavator Volvo EC – 750E and four dump trucks named Articulated Dump Truck Volvo A40G. In October 2018, the total actual production at Block B06S04 and B11S04 was 302,400 BCM/month, whereas the production target of company was 344,000 BCM/month. Thus, the target of overburden production was not achieved. This research aimed at investigating the combination of dump truck and excavator, analyzing factors hindering the productivity of dump truck and excavator, implementing some phases to optimize the productivity of both equipment, and investigating the productivity of dump truck after improving the barrier factors. Basically, factors causing the underachievement of production target were less optimum road geometry and condition. Some improvements must be undergone on the road geometry and condition such as improving the width of straight and tilt roads, turn radius, super elevation, cross slope, grade, and rolling assistance. After conducting the analyses on those improvements, the productivity of dump truck at Blocks B06S04 and B11S04 can be increased to 347,265 BCM/month.  
Analisis Pengaruh Skala Terhadap Terhadap Uji Kuat Tekan Uniaksial Pada Batu Andesit Cahyono, Yudho Dwi Galih; Utamakno, Lakon; Sasti, Sylvesiana Ayunida; Yama, Gabriela Vionny; Fathurrosyidi, Muhammad; Allobunga, Sigit
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi batuan secara umum memiliki sifat homogen, kontinu dan isotrop. Namun kondisi dilapangan batuan memiliki sifat heterogen, diskontinu dan anisotrop. Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan skala batuan antara di laboratorium dan di alam. Salah satu pengujian untuk mengetahui perbedaan sifat tersebut dengan melakukan uji kuat tekan uniaksial. Sedangkan batuan yang digunakan adalah batuan Andesit yang merupakan jenis batuan beku. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh skala terhadap kuat tekan uniaksial. Penelitian dilakukan di Laboratorium. Hasil  pengaruh skala terhadap kuat tekan uniaksial menunjukkan bahwa semakin besar ukuran contoh maka semakin rendah nilai kuat tekan yang diperoleh. Pada ukuran contoh 40 mm, 50 mm, dan 60 mm memiliki kekuatan batuan berturut-turut 46,592 MPa, 44.47 MPa, dan 37,83 MPa. sedangkan  tingkat pengaruhnya cukup signifikan untuk jenis batuan andesit juka dibandingkan dengan batuan dolomit yang tergolong batuan sedimen
Identifikasi Sebaran dan Analisis Karakteristik Deposit Fosfat di Kecamatan Omben dan sekitarnya, Sampang, Jawa Timur Bahar, Hendra; Ikwan, Ikwan; Yuwanto, Sapto Heru; Utamakno, Lakon; Wiyanti, Heni Siska
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fosfat merupakan mineral penyusun suatu bahan galian dari unsur batuan beku atau sedimen dengan kandungan fosfor yang bersifat ekonomis. Keterdapatan cadangan fosfat di Indonesia cukup signifikan, termasuk di Jawa Timur, terutama di wilayah Pulau Madura. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penyelidikan sebaran dan karakterisik fosfat di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data primer lapangan dan dikombinasikan dengan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis sampel batuan fosfat yang di ambil dari lokasi penelitian kemudian dideskripsikan secara megaskopis dan analisis laboratorium yaitu X-Ray Fluorescene (XRF). Berdasarkan hasil analisis unsur batuan diketahui bahwa deposit fosfat yang prospek sebagai fosfat alam adalah sampel Batugamping pasiran dengan kandungan unsur Ca 93,43% - Al 1,1% - P 2,7% dan Fe 1,86%, dengan sebaran berada di sebelah timur hingga ke selatan lokasi penelitian. Karakteristik deposit fosfat yang prospek sebagai deposit alam pada lokasi penelitian hasil analisis XRF adalah termasuk kelompok Crandallite, diindikasikan terbentuk dari penghancuran batuan fosfat ataupun hancuran tulang belulang vetebrata kecil serta kotoran burung dan kelelawar yang berasosiasi dengan batugamping, kelompok ini dikategorikan jenis sebagai Fosfat Guano (Guano Phosphate).
KAJIAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN (K3L) TERHADAP PROSES BLASTING PADA PENAMBANGAN BATU GAMPING. Falirat, Naomi; Utamakno, Lakon; Kusuma Putri, Ratih Hardini; Agung C., Budiarto Tedy; Julita, Ika Justitia; Nurwasikto, Arif; Wahyudin, Wahyudin; Widodo, Sri
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.2065

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah  Untuk mengetahui bagaimana penerapan manejemen risiko dan efektifitas manajemen risiko pada proses blasting di PT. Pertama Mina Sutra Perkasa. Metode Kerangka pemikiran penelitian ini adalah bahwa aktivitas blasting di area pertambangan batu gamping mempunyai tingkat risiko tinggi yang dapat menyebabkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Penilaian risiko dan pengendalian dilakukan untuk mengelola bahaya agar tingkat risiko masuk dalam kriteria dapat diterima. Sedangkan untuk bahaya yang tidak diterima dilakukan pengendalian lanjutan agar tingkat risiko turun. Pengambilan data ini dilakukan melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara kepada karyawan serta studi kepustakaan. Data kemudian dibahas untuk mengetahui penerapan dan efektifitas manajemen risiko serta kesesuaiannya dengan peraturan perundangan dan standar identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan).
ANALISIS PROKSIMAT DALAM PENENTUAN KUALITAS DAN JENIS BATUBARA PADA PT. BUMI MERAPI ENERGI, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATRA SELATAN Oratmangun, Trivenna A; Yuwanto, Sapto Heru; Utamakno, Lakon
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2021.1988

Abstract

PT. Bumi Merapi Energi, berada di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan, Bagian Utara. Batubara merupakan bahan galian, maka posisi batubara sebagai bahan bakar alternatif dan meningkatkan pemanfaatannya untuk keperluan domestik sebagai bahan bakar pada pembangkit tenaga listrik, industri maupun untuk kepentingan ekspor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode proksimat merupakan metode awal dalam penentuan kualitas batubara yang meliputi penentuan kandungan kadar air, zat terbang, abu dan karbon tertambat dalam batubara. Untuk mengetahui kadar air dan abu dapat memperkirakan berapa nilai kalori dari batubara. Zat terbang juga salah satu pengotor dalam batubara dan dapat menentukan range batubara selain nilai kalori. Karena sangat pentingnya parameter proksimat dalam batubara diperlukan analisis yang presisi dan akurat dalam metode analisisnya. Maka dilakukan penelitian dan perhitungan lanjutan berdasarka dari data analisis proksimat. Dan untuk diketahui kualitas batubara berdasarkan klasifikasi menurut Classification of in Seam Coal (UNECE 1998) termasuk dalam High Grade Coal (berdasarkan kandungan ash yang didapat yaitu 6,82% db). Kemudian dari penentuan analisis proksimat dapat diklasifikasikan juga jenis batubara yaitu Bituminous Rank (medium rank), karena memiliki kandungan kalori yaitu 6242 kcal/kg, unsur karbon 41,65% dan kadar air 11%.