Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDI KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU DITINJAU DARI PENGAPLIKASIAN DESAIN UNIVERSAL (Studi Kasus : Taman Nginden Intan, Surabaya) Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami; Brina Oktafiana; Hana Rosilawati
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 23, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i1.6199

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan manusia dan lingkungan sosial. Penyediaan RTH berupa Taman Kota menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya, dalam meningkatkan kualitas tata ruang kota yang mendukung konsep kota ekologis. Keberadaan dari Taman Kota sangat penting dalam mendukung pembangunan kota yang layak huni dan berkelanjutan. Ruang Terbuka Hijau merupakan aset pemerintah daerah yang dikelola untuk kepentingan masyarakat dari berbagai kalangan. Konsep Desain Universal atau Desain Inklusif merupakan pendekatan desain yang berpusat terhadap pengguna. Desain tersebut harus dapat diakses, dipahami, dan digunakan oleh semua orang, tanpa memandang usia, situasi, kemampuan atau kondisi disabilitas. Oleh karena itu, pengaplikasian Desain Universal menjadi hal yang esensial pada sebuah desain Taman Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas dan memberikan rekomendasi desain pada studi kasus Taman Nginden Intan ditinjau dari pengaplikasian Desain Universal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis triangulasi, untuk mendapatkan hasil yang valid secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisis, dapat ditarik kesimpulan bahwa Taman Nginden Intan memerlukan perbaikan dari segi penyediaan ramp, guiding block, hand rail, cabang jalur pedestrian dan fasilitas informasi yang komunikatif bagi penyandang disabilitas. Penambahan elemen barrier dan rumble strip pada jalan raya juga dibutuhkan, demi keselamatan pengunjung taman dari risiko kecelakaan. Di masa pandemi seperti sekarang ini, taman juga harus diberikan papan informasi protokol kesehatan dan fasilitas cuci tangan, untuk menciptakan kebiasaan baru guna menekan lonjakan kasus Covid-19.Green Open Space has a great contribution to human welfare and the social environment. The provision of City Park is one of the strategies of the Surabaya City Government, improving the quality of urban spatial planning that supports the concept of an ecological city. The existence of the City Park is very important supporting the development of a livable and sustainable city. Green Open Space is a local government asset that managed for the public interest. The concept of Universal Design or Inclusive Design is a user-centred design approach. It must be accessible, understood and used by everyone, regardless of age, situation, ability or disability. Therefore, the application of Universal Design is essential in a City Park design. This study aims to identify the quality and give design recommendations of Nginden Intan Park, in terms of the application of Universal Design. This study uses a qualitative method with triangulation analysis techniques, to obtain scientifically valid results Based on the analysis results, it can be concluded that Nginden Intan Park needs to be improved in terms of providing ramps, guide blocks, hand rail, pedestrian path branches and communicative information facilities, for people with disabilities. The addition of road barrier elements and rumble strips on the highway is also needed, for the safety of park visitors from the risk of accidents. During the pandemic, parks must be provided with health protocol information boards and hand washing facilities, creating new habits to decrease Covid-19 cases.
POLA PERMUKIMAN DI SEKITAR SITUS BERSEJARAH GIRI KEDATON Firdha Ayu Atika
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.067 KB) | DOI: 10.26905/mj.v19i2.3020

Abstract

Situs Giri Kedaton merupakan salah objek wisata bernilai historis di Kabupaten Gresik. Akan tetapi keberadaannya kurang dikenal oleh wisatawan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya daya dukung permukiman disekitar Situs Giri Kedaton yang mampu mendukung nilai historis kawasan. Sehingga perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pola permukiman yang mempelajari rancangan dari kondisi fisiknya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Permukiman pada area studi memiliki pola ruang tersebar yang disebabkan oleh kondisi relief wilayah berkontur. Rancangan dari kondisi fisik permukiman juga berbeda dengan wilayah lainnya. Rancangan kondisi fisik dari pola permukiman yang ada di lokasi studi belum banyak mendukung Situs Giri Kedaton untuk menjadi kawasan khusus yang memiliki nilai historis. Sehingga perlu adanya pengembangan permukiman dan peran serta masyarakat dalam menunjang keberadaan Situs Giri Kedaton. DOI: https://doi.org/10.26905/mj.v19i2.3020
TRANSFORMASI BENTUK ARSITEKTUR RUMAH ADAT BUGIS DI JALAN USMAN SADAR III/36, GRESIK Atika, Firdha Ayu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.766 KB)

Abstract

Setiap budaya memiliki ciri khas rumah adatnya masing-masing, begitu pula dengan Rumah Adat Bugis. Ketika merancang Rumah Adat Bugis, diperlukan proses yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat. Suku Bugis dikenal sebagai suku yang suka merantau dan mampu beradaptasi dengan adat istiadat di lingkungan perantauannya tanpa kehilangan budaya sendiri. Teknologi Arsitektur Tradisional mengalami perkembangan dan perubahan, jika dikaitkan dengan norma dan budaya. Seperti halnya pada Rumah milik keturunan Suku Bugis di Jalan Usman Sadar III/36, Gresik, yang menjadi studi kasus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi bentuk arsitektur pada studi kasus yang masih mempertahankan prinsip-prinsip Rumah Adat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemilik rumah banyak melakukan transformasi bentuk arsitektur Rumah Adat Bugis di lingkungan perantauannya. Prinsip-prinsip Rumah Adat Bugis tidak semua diterapkan pada studi kasus. Rumah tersebut banyak melakukan penyesuaian dengan kondisi lingkungan sekitar, kebutuhan dan keinginan pemiliknya.
Proporsi Fungsi Hunian dan Fungsi Usaha pada Home Based Enterprise Desa Klangonan, Gresik Atika, Firdha Ayu; Ramadhani, Annisa Nur; Fortuna, Shandy Oyteza
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.22 KB)

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki banyak wisata religi bersejarah islam. Situs Makam Sunan Giri merupakan salah satu objek wisata religi yang banyak dikenal oleh masyarakat. Klangonan adalah salah satu desa terdekat dengan Situs Makam Sunan Giri, yang memiliki potensi ekonomi lokal. 80% penduduk Desa Klangonan membuka usaha berbasis rumah tangga. Home Based Enterprise (HBE) / Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR) merupakan sebuah konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyaknya HBE Desa Klangonan berpotensi mendukung pengembangan wisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, diperlukan penelitian yang dapat mengidentifikasi kondisi eksisting HBE Desa Klangonan berdasarkan proporsi pembagian ruang hunian dan ruang usaha. Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. 8 rumah ditetapkan menjadi sampel yang akan mewakili 199 HBE Desa Klangonan sebagai subjek penelitian. Proporsi ruang HBE yang paling mendominasi pada wilayah studi adalah tipe campuran. Keunikan langgam arsitektur pada beberapa rumah dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan kawasan tematik. HBE Desa Klangonan membutuhkan perbaikan sirkulasi udara, penataan perabot dan perluasan pada ruang produksi. Permasalahan HBE di Desa Klangonan tidak hanya tentang perbaikan hunian saja, melainkan juga minimnya modal untuk usaha.
Housing Quality pada Permukiman Informal Sempadan Rel Kereta Api, Dupak Magersari, Surabaya Firdha Ayu Atika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman informal menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, khususnya di negara berkembang. Permukiman Informal Dupak Magersari merupakan salah satu permukiman informal yang tumbuh di Surabaya Utara. Housing Quality mencakup banyak faktor yang meliputi kondisi fisik bangunan serta fasilitas dan pelayanan lain yang membuat hunian di suatu kawasan menjadi kondusif. Riset ini mengkaji mengenai Housing Quality pada permukiman informal dalam upaya memperbaiki kondisi hunian dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi secara kualitatif yang mengungkapkan Housing Quality pada Permukiman Informal Dupak Magersari RW 09, Surabaya. Data yang diperoleh kemudian diuraikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi dari Housing Quality akan membantu dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan, pembangunan infrastruktur fisik, perbaikan sosial ekonomi, perbaikan lingkungan, serta peningkatan pembangunan bagi stakeholder yang terlibat dalam perbaikan permukiman informal.
Housing Quality pada Permukiman Informal Sempadan Rel Kereta Api, Dupak Magersari, Surabaya Atika, Firdha Ayu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman informal menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, khususnya di negara berkembang. Permukiman Informal Dupak Magersari merupakan salah satu permukiman informal yang tumbuh di Surabaya Utara. Housing Quality mencakup banyak faktor yang meliputi kondisi fisik bangunan serta fasilitas dan pelayanan lain yang membuat hunian di suatu kawasan menjadi kondusif. Riset ini mengkaji mengenai Housing Quality pada permukiman informal dalam upaya memperbaiki kondisi hunian dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi secara kualitatif yang mengungkapkan Housing Quality pada Permukiman Informal Dupak Magersari RW 09, Surabaya. Data yang diperoleh kemudian diuraikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi dari Housing Quality akan membantu dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan, pembangunan infrastruktur fisik, perbaikan sosial ekonomi, perbaikan lingkungan, serta peningkatan pembangunan bagi stakeholder yang terlibat dalam perbaikan permukiman informal.
RANCANGAN PUSAT KREATIVITAS PEMUDA DI KABUPATEN GRESIK DENGAN TEMA ARSITEKTUR KONTEMPORER Rohman, Abdullah Dani Fadhlur; Widjajanti, Wiwik Widyo; Atika, Firdha Ayu
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik dikenal dengan kabupaten banyak pabrik, namun jumlah pengangguran di Gresik masih tergolong tinggi, yang mana angka pengangguran tersebut didominasi oleh usia produktif. Disisi lain kabupaten Gresik memiliki potensi dibidang kreatif yang cukup berkembang seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi. kreativitas saat ini juga semakin berkembang terutama dalam bidang desain grafis, fotografi, seni lukis dan graffiti atau mural. Namun kreativitas tersebut belum bisa dikembangkan karena belum adanya fasilitas yang mewadahi para kreator dan komunitas seni untuk saling berdiskusi dan mengembangkan bakat mereka. Maka dari itu perancangan pusat kreativitas pemuda di Kabupaten Gresik ini diharapkan bisa untuk memfasilitasi para kreator dan komunitas seni untuk mengasah keahlian mereka supaya mampu bersaing dan menghasilkan nilai jual yang tinggi. dengan mengusung tema arsitektur kontemporer akan menghasilkan desain bangunan yang ikonik yang mudah untuk diingat dan dikenali fungsinya. Didukung Konsep Makro Dinamis, dengan Konsep Mikro Tatanan Lahan Responsif yang diharapkan bisa merespon keadaan sekitar, konsep Mikro Bentuk Simbolis yang mentransformasikan bentuk damar kurung yang mana merupakan kesenian khas kabupaten Gresik, dan Konsep Mikro Ruang Ekspresif yang mana ruangan akan didesain dengan banyak warna yang mencerminkan sebuah kreativitas. Dengan demikian diharapkan para kreator bisa nyaman dan lebih semangat untuk menciptakan karya, ide, imajinasi dan inovasi yang baru.
Penerapan Tema Arsitektur Perilaku pada Desain Fasilitas Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Surabaya Andriyansa, Ravi; Sulistyo, Broto Wahyono; Atika, Firdha Ayu
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1476

Abstract

Abstract. Education is not only aimed at normal children in general, but children with special needs are also entitled to a proper education. Children with special needs usually go to school in Extraordinary Schools (SLB), but nowadays many regular schools that accept children with special needs to learn with normal children in general so that later can support inclusive educational facilities in their learning, between children with special needs and normal children in general are merged into one. so that children with special needs can adjust to the environment in East Java, especially in the city of Surabaya. But sometimes only one type of child with certain special needs is accepted in the school, thus encouraging researchers to combine all types of children with special needs in one area, while the types of children with special needs are Deaf, Visually Impaired, Visually Impaired. The research method used is qualitative descriptive research and data obtained from field case studies and literature. Design with macro educational concepts so that all designs can be a learning for residents. Micro land order concept is Flexible so that residents can be free to do activities and also easier to move or move around considering this building is a building for children with special needs. Micro concept of shapes is Geometric because geometric shapes are very easy to be known for kindergarten and elementary school children, and also have a variety of shapes such as triangles, circles, squares, etc. So that students can easily recognize the concrete shape of the surrounding buildings. Micro interior concept is Play Based Learning because most students will spend the most time in the room to do their activities. so that with the concept of Play Based Learning Keywords. Children with Special Needs, Education, Inclusive Education Abstrak. Pendidikan yang layak tidak hanya ditujukan kepada anak normal pada umumnya, namun anak berkebutuhan khusus juga berhak memperoleh nya. Sekolah Luar Biasa adalah sekolah khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Namun sekarang ini sekolah regular pun juga menerima anak berkebutuhan khusus. Karena itu sekolah regular dituntut untuk menjadi sarana pendidikan inklusif, agar anak berkebutuhan khusus dan anak pada umumnya beraktivitas dalam satu atap. Dalam menerapkan system sekolah inklusif, sekolah regular di Jawa Timur khususnya kota Surabaya kurang memperhatikan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Bahkan hanya salah satu tipe anak berkebutuhan khusus tertentu yang diterima di sekolah tersebut. Hal itu  mendorong peneliti untuk  memfasilitasi pendidikan dari beberapa tipe anak berkebutuhan khusus dalam satu kawasan, antara lain Tunarungu, Tunanetra, dan Tunagrahita dari jenjang TK dan juga Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode rancangan dengan makro konsep Edukatif agar semua desain bisa menjadi pembelajaran bagi penghuni. Mikro konsep tatanan lahan adalah Fleksibel agar penghuni bisa bebas beraktifitas dan juga lebih mudah bergerak atau berpindah tempat mengingat bangunan ini adalah bangunan untuk anak anak berkebutuhan khusus. Mikro konsep bentuk adalah Geometris karena bentuk geometri sangat mudah dikenal untuk anak TK maupun SD, Mikro konsep interior adalah Play Based Learning.Kata Kunci. Anak Berkebutuhan Khusus, Edukatif, Pendidikan Inklusif
Strategi Peningkatan Kapabilitas Perumahan Desa Klangonan untuk Memperbaiki Kualitas Hidup, melalui Pemanfaatan Potensi Home Based Enterprises Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami
ARSITEKTURA Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55959

Abstract

Housing Capabilities and Home-Based Enterprises (HBE) were concept, that support the success of sustainable housing development.  This research aims to improve the quality of life of the Klangonan Village inhabitant, through the existence of HBE potential. The research methods used were mixed methods, combining qualitative data and quantitative data.  This study used qualitative SWOT analysis techniques, which begin by determining internal factors and external factors.  The results of this study showed that HBE development was very necessary, by doing the construction of housing and residential infrastructure. In addition, the relationship of the kinship system between citizens could also be used to develop business cooperation activities.
Proporsi Fungsi Hunian dan Fungsi Usaha pada Home Based Enterprise Desa Klangonan, Gresik Firdha Ayu Atika; Annisa Nur Ramadhani; Shandy Oyteza Fortuna
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki banyak wisata religi bersejarah islam. Situs Makam Sunan Giri merupakan salah satu objek wisata religi yang banyak dikenal oleh masyarakat. Klangonan adalah salah satu desa terdekat dengan Situs Makam Sunan Giri, yang memiliki potensi ekonomi lokal. 80% penduduk Desa Klangonan membuka usaha berbasis rumah tangga. Home Based Enterprise (HBE) / Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR) merupakan sebuah konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyaknya HBE Desa Klangonan berpotensi mendukung pengembangan wisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, diperlukan penelitian yang dapat mengidentifikasi kondisi eksisting HBE Desa Klangonan berdasarkan proporsi pembagian ruang hunian dan ruang usaha. Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. 8 rumah ditetapkan menjadi sampel yang akan mewakili 199 HBE Desa Klangonan sebagai subjek penelitian. Proporsi ruang HBE yang paling mendominasi pada wilayah studi adalah tipe campuran. Keunikan langgam arsitektur pada beberapa rumah dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan kawasan tematik. HBE Desa Klangonan membutuhkan perbaikan sirkulasi udara, penataan perabot dan perluasan pada ruang produksi. Permasalahan HBE di Desa Klangonan tidak hanya tentang perbaikan hunian saja, melainkan juga minimnya modal untuk usaha.