IGA Sri Mahendra Dewi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Densitas Tumor Budding Adenokarsinoma Kolorektal Tipe Tidak Spesifik pada Pulasan Hematoksilin-Eosin Tidak Berbeda dengan Pulasan Pan-Sitokeratin I Made Naris Pujawan; Moestikaningsih Moestikaningsih; IGA Sri Mahendra Dewi
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 1 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.192 KB)

Abstract

Latar belakangTumor budding telah diketahui merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi prognosis karsinoma kolorektal. Tumor budding adalah sel tunggal atau kelompok kecil (sampai 5) sel tidak berdiferensiasi pada tepi invasi karsinoma. Penilaian tumor budding pada sediaan pulasan hematoksilin eosin (HE) atau pada sediaan dengan imunohistokimia pan-sitokeratin masih kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan densitas tumor budding adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik pada pulasan H-E dibandingkan dengan pulasan pan-sitokeratin.MetodePenelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional analitik yang dilakukan pada 43 kasus adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik. Densitas tumor budding dihitung pada pulasan H-E dan pulasan pan-sitokeratin menggunakan metode 10 lapang pandang besar dengan pembesaran 400x (luas area 0,65 mm2) kemudian diklasifikasikan menjadi high grade apabila ditemukan >100 tumor budding per 10 lapang pandang besar dan low grade apabila ditemukan ≤100 tumor budding per 10 lapang pandang besar. Uji x2 (uji McNemar) digunakan untuk menilai perbedaan proporsi antara densitas tumor budding pada pulasan HE dengan pulasan pan-sitokeratin.HasilEvaluasi densitas tumor budding pada pulasan HE menunjukkan 20 kasus high grade dan 23 kasus low grade. Evaluasi densitas tumor budding pada pulasan pan-sitokeratin menunjukkan 21 kasus high grade dan 22 kasus low grade. Analisis uji x2 (uji McNemar) menunjukkan evaluasi kategori grade tumor budding adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik pada pulasan HE tidak berbeda dengan pulasan pan-sitokeratin (p=1,000).KesimpulanPenentuan densitas tumor budding pada kasus adenokarsinoma kolorektal tipe tidak spesifik pulasan HE tidak berbeda dengan pulasan pan-sitokeratin.
Perbedaan Ekspresi Protein p53 antara Karsinoma Sel Basal Tipe Agresif dan Karsinoma Sel Basal Tipe Non Agresif kadek pramesti dewi; IGA Sri Mahendra Dewi; Herman Saputra
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Karsinoma sel basal umumnya merupakan keganasan yang tumbuh lambat, tetapi beberapa subtipe cendrung tumbuh agresif dan bermetastasis. Walaupun beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara mutasi pada gen P53 dan perilaku agresif dari tumor epitel, hasil yang didapat pada karsinoma sel basal masih menimbulkan pertentangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan ekspresi protein p53 pada KSB kulit tipe agresif lebih tinggi dibandingkan non agresif. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel penelitian adalah sediaan blok parafin dari penderita KSB agresif dan non agresif yang telah diperiksa secara histopatologi di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP. Denpasar dan Laboratorium Patologi Anatomik RS. Prima Medika Denpasar dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2013. Dilakukan re-diagnosis sediaan histopatologi dengan pengecatan rutin H&E untuk mendapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi supaya tercapai jumlah sampel minimal yaitu sejumlah 52 sampel terdiri dari 26 tipe agresif dan 26 tipe non agresif. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia p53 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t dengan kemaknaan α=0,05. Hasil Ekspresi protein p53 lebih tinggi pada karsinoma sel basal perilaku agresif dibandingkan dengan perilaku non agresif (p=0,001) dengan rerata ekspresi p53 sebesar 82% pada KSB agresif dan 33% pada KSB non agresif. Untuk variabel umur dan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,071 dan p=0,510). Kesimpulan Pemeriksaan ekspresi p53 penting dilakukan untuk menguatkan tingkat agresifitas tumor yang ditentukan berdasarkan tipe morfologinya untuk penanganan pasien yang lebih intensif. Kata kunci: agresif, ekspresi p53, karsinoma sel basal, non agresif.
Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor Berhubungan Positif dengan Kedalaman Invasi pada Adenokarsinoma Kolorektal IB Caka Gunantara; IGA Sri Mahendra Dewi; I Gusti Alit Artha
Majalah Patologi Indonesia Vol 28 No 2 (2019): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.961 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar belakangKarsinoma kolorektal adalah salah satu keganasan yang kejadiannya cukup sering, yang terjadi di seluruhdunia dan merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia. Kedalaman invasi merupakan salah satu faktorpenting dalam menentukan faktor prognosis adenokarsinoma kolorektal. Vascular endothelial growth factor(VEGF) merupakan faktor pro-angiogenik dominan yang berperan dalam angiogenesis untuk pertumbuhantumor, invasi, dan metastasis tumor pada adenokarsinoma kolorektal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisishubungan antara ekspresi VEGF dan kedalaman invasi pada adenokarsinoma kolorektal.MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang, menggunakan 50 sampel adenokarsinomakolorektal dari operasi kolonektomi yang diambil dari arsip blok parafin di Bagian/SMF Patologi AnatomikFakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar sejak tanggal 1 Januari 2012 sampai 30Juni 2016. Dilakukan diagnosis ulang kedalaman invasi, kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia VEGF.HasilEkspresi VEGF ditemukan pada 45 kasus dan 5 kasus dengan ekspresi VEGF negatif. Hasil uji korelasiSpearman menunjukkan korelasi positif sedang antara ekspresi VEGF dengan kedalaman invasi (r=0,491;r2(rsq)=0,24; p=0,000 (p<0,05)).KesimpulanEkspresi VEGF dan kedalaman invasi menunjukkan hubungan positif pada adenokarsinoma kolorektal.
Analisis Ekspresi p57Kip2 dalam Membedakan Mola Hidatidosa Tipe Parsial dan Komplit Nur Silfiah; AAAN Susraini; IGA Sri Mahendra Dewi
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 3 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.718 KB)

Abstract

Latar belakang Pada awal kehamilan trimester pertama, untuk membedakan diagnosis histopatologik mola hidatidosa tipe partial (MHP) dan tipe komplit (MHK) menggunakan pulasan hematoksilin-eosin (HE) didapatkan hasil yang kurang tepat. Oleh karena itu untuk menentukan faktor prediktif prognostik mola hidatidosa menjadi mola invasif dan transformasi maligna menjadi koriokarsinoma diperlukan pemeriksaan IHK menggunakan p57Kip2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi p57Kip2 dalam membedakan mola hidatidosa tipe parsial dan komplit. Metode Penelitian dilakukan dengan metode observasional analitik menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dari arsip slide dan blok parafin kasus MHK dan MHP pulasan rutin HE di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah dan Laboratorium Swasta dr. I Ketut Mulyadi, SpPA(K) di Denpasar antara 1 Januari 2009 sampai dengan 28 Februari 2014, secara acak dan blind sebanyak 73 buah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Semua sampel dilakukan review ulang oleh spesialis Patologi Anatomik dan dilakukan pulasan IHK p57Kip2. Hasil Dari 73 sampel penelitian didapatkan 34 MHK (46,58%) dan 39 MHP (53,42%). Hasil pulasan IHK p57Kip2 interpretasi positif 31 kasus (42,50%) yang terdiri atas 8 kasus MHK dan 23 kasus MHP. Sedangkan 42 kasus (57,50%) interpretasi negatif 26 kasus berasal dari diagnosis HPA MHK dan 16 kasus MHP. Uji chi-square antara MHK dan MHP menunjukkan perbedaan bermakna p=0,002 (p
Hubungan Antara Ekspresi HER-2/neu dengan Derajat Diferensiasi Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Uteri Efrisca M Br Damanik; IGA Sri Mahendra Dewi; Luh putu Iin Indrayani
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 1 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.996 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma sel skuamosa merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada serviks uteri dan merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita setelah karsinoma payudara. Skrining massal berdasarkan populasi terhadap kanker serviks uteri yang belum memasyarakat, menjadi salah satu sebab tingginya angka penderita baru dan angka kematian pada penderita kanker serviks uteri meskipun telah ada pap smear untuk mendeteksi dini. HER-2/neu amemperkirakan penanda untuk prognosis dan pemberian target terapi. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hubungan antara ekspresi HER-2/neu dengan derajat diferensiasi karsinoma sel skuamosa serviks uteri.MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel penelitian adalah blok parafin karsinoma sel skuamosa serviks uteri derajat diferensiasi I, II dan III di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar sejak 1 Januari 2013 sampai dengan 30 September 2015. Dilakukan reevaluasi terhadap seluruh sediaan untuk mendapatkan sampel yang memenuhi kriteria agar tercapai besar sampel minimal 48 yang masing-masing terdiri dari 15 sampel Karsinoma berdiferensiasi baik (well differentiated carcinoma) (I) 16 sampel karsinoma berdiferensiasi sedang (moderate differentiated carcinoma) (II) dan 17 sampel karsinoma berdiferensiasi buruk (poorly differentiated carcinoma) (III). Kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia HER-2/neu. Hasil penelitian dianalisis dengan Kendall’s rank correlation untuk melihat hubungan ekspresi HER-2/neu dengan derajat diferensiasi.HasilPada karsinoma sel skuamosa derajat diferensiasi I, ditemukan pada ekspresi HER-2/neu positif 28,6% (n=8) sampel. Pada derajat diferensiasi II ditemukan sebanyak 32,1% (n=9), dan ditemukan 39,3% (n=11) pada derajat diferensiasi III. Uji Kendall’s rank correlation menunjukkan hubungan positif lemah (r=0,113) tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0,505; p>0,05).KesimpulanDapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang lemah antara ekspresi HER-2/neu dengan derajat diferensiasi tetapi secara analisis statistik tidak bermakna.