Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Efektivitas Pengolahan Air yang Mengandung Amonia Konsentrasi Tinggi Menggunakan Konsorsium Probiotik Komersial dan Bakteri Sedimen Kolam Lele Ambarsari, Hanies; Syah, Iman; Nugroho, Rudi; Manurung, Brian Saputra; Suciati, Fuzi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.099 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3478

Abstract

ABSTRACTNitrification is one of the most widely used methods to reduce ammonia concentration in wastewater.The purpose of this study was to determine the effectiveness of high-concentrated ammonia nitrification by the consortium between commercial probiotics and bacteria from the sediment of the catfish pond. The study was conducted on batch system bioreactors with a working volume of 1 liter containing 100 mg/L ammonia solution and 50 grams sediment of catfish pond. This study used a treatment variation of the concentration of commercial probiotics and the bacterial isolate from the catfish pond sediment using glucose as the carbon source. The variations of commercial probiotics added to the bioreactor were 5 ml/L, 10 ml/L and 15 ml/L. The variations of glucose concentration were 0 g/L and 3,9 g/L. Analysis of ammonia concentration was carried out by spectrophotometry using the phenate method. The highest removal efficiency of ammonia was 92.35% in the bioreactor with a mixture of 15 ml/L commercial probiotics and 3.9 g/L glucose with the fastest ammonia rate was on the third day of the experimental period. The addition of glucose in the bioreactors could increase ammonia removal by 57.39%. The result of statistical analysis indicated that variations in the concentration of commercial probiotic indicated no statistically significant difference in ammonia removal (P> 0.05), while variations in glucose concentration showed a statistically significant difference in ammonia removal (P <0.05). Three isolates were successfully isolated on specific media for nitrifying bacteria. The result of bacterial identification showed that three isolated bacteria were Bacillus sp., Aeromonas salmonicida, and Burkholderia cepacia.Keywords: ammonia, nitrification, sediment of catfish pond, commercial probioticABSTRAKNitrifikasi merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengurangi konsentrasi amonia pada limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan sedimen kolam lele dan probiotik komersial dalam nitrifikasi amonia konsentrasi tinggi. Penelitian menggunakan bioreaktor sistem batch dengan volume kerja 1 liter yang berisi larutan amonia 100 mg/L dan 50 gram sedimen kolam lele. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari pemberian variasi konsentrasi probiotik komersial dan sedimen kolam lele dengan sumber karbon glukosa. Variasi probiotik komersial yang ditambahkan pada bioreaktor adalah 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L sedangkan variasi konsentrasi glukosa adalah 0 g/L dan 3,9 g/L. Analisis konsentrasi amonia dilakukan secara spektrofotometri menggunakan Metode Fenat. Hasil penurunan rata-rata amonia tertinggi adalah sebesar 92,35% pada bioreaktor dengan campuran probiotik komersial 15 ml/L dan glukosa 3,9 g/L dengan laju penurunan ammonia tercepat pada hari ke-3 periode eksperimen. Penambahan glukosa pada bioreaktor mampu meningkatkan penurunan amonia sebesar 57,39%. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi probiotik komersial tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada penurunan amonia (p>0,05) sedangkan variasi konsentrasi glukosa menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap penurunan amonia (p<0,05). Tiga isolat berhasil diisolasi menggunakan media spesifik bakteri nitrifikasi. Hasil identifikasi dari tiga bakteri menunjukkan bahwa isolat tersebut adalah Bacillus sp., Aeromonas salmonicida dan Burkholderia cepacia.Kata kunci: amonia, nitrifikasi, sedimen kolam lele, probiotik komersial
GREEN TECHNOLOGY UNTUK GREEN COMPANY DENGAN PENERAPAN SISTEM FOTOBIOREAKTOR PENYERAP KARBON DIOKSIDA Suciati, Fuzi; Aviantara, Dwindrata B
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.691 KB)

Abstract

Indonesia telah menandatangani kesepakatan internasional Kyoto Protocol dalam upaya turut serta berkontribusi dalam mitigasi pemanasan global. Melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2030 secara mandiri atau sebesar 41% bila mendapat dukungan internasional. Fotobioreaktor merupakan sistem yang dapat diterapkan dalam upaya menahan  jumlah karbon dioksida yang dilepas melalui cerobong industri ke udara. Dengan mengumpankan gas karbondioksida yang diemisikan oleh cerobong ke dalam sistem fotobioreaktor di mana mikroalga ditumbuhkan maka alih-alih gas karbon dioksida di lepas ke udara dapat digunakan sebagai sumber karbon bagi mikroalga untuk bertumbuh dan berkembang. Penerapan teknologi fotobioreaktor dapat meningkatkan citra perusahaan sebagai Perusahaan Hijau yang memberikan daya ungkit selain kinerja lingkungan perusahaan juga potensi mendapatkan insentif ekonomi melalui Mekanisme Pembangunan Bersih. Meski demikian masih terdapat tantangan besar dalam penerapan fotobioreaktor mikroalga untuk mitigasi emisi karbon dioksida. Selain kendala dalam teknik pemanenan mikroalga juga keterbatasan laju serapan karbon dioksida oleh mikroalga. Kata kunci : fotobioreaktor, perusahaan hijau, mikroalga, karbon dioksida
POTENSI PERUBAHAN KUALITAS AIR PERMUKAAN AKIBAT PENGEMBANGAN KERETA API SEMI CEPAT DI SEPANJANG JALUR KERETA API JAKARTA – SURABAYA Herlambang, Arie; Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.314 KB)

Abstract

Banyak sungai di Jawa mengalir ke utara, pembangunan jalur kereta api memotong sungai-sungai tersebut. Jalur kereta api Jakarta Surabaya sudah ada sejak jaman Belanda, rencana pengembangan jalur kereta api kedepan akan menambah jalur dan frekuensi perjalanan. Potensi berubahnya kualitas air permukaan, akibat rencana pembangunan sedikit banyak akan terpengaruh, terutama akibat penyiapan lahan, pembangunan jembatan dan terowongan, pembuatan jalan baru, dan adanya peningkatan potensi limbah akibat meningkatnya perjalanan kereta. Parameter kualitas air yang potensi berubah adalah TSS, BOD dan COD akibat penyiapan lahan, masa kontruksi dan masa operasional terkait dengan munculnya limbah operasional limbah. Tulisan ini menyampaikan hasil analisis kualitas air dari sungai-sungai yang dilalui jalur kereta, dan berusaha mencari gambaran antara kualitas air dengan adanya rencana kegiatan pengembangan kereta jakarta ? surabaya. Pada beberapa wilayah kondisi rona awalnya sudah melampaui baku mutu, oleh karena itu pada saat kontruksi pengendalian TSS nya harus diperhatikan, sedangkan pada stasiun-stasiun besar parameter BOD dan COD-nya harus dijaga terutama pada limbah-limbah yang keluar dari stasiun, sehingga diperlukan instalasi pengolahan limbah. Tidak dipungkiri pada stasiun besar yang terletak dikota masalah limbah domestik dari pemukiman sekitar memerlukan peningkatan dalam pengelolaannya.Kata kunci : Perubahahan kualitas air permukaan, TSS, BOD dan COD.
POTENSI PERUBAHAN KUALITAS AIR PERMUKAAN AKIBAT PENGEMBANGAN KERETA API SEMI CEPAT DI SEPANJANG JALUR KERETA API JAKARTA – SURABAYA Herlambang, Arie; Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.314 KB)

Abstract

Banyak sungai di Jawa mengalir ke utara, pembangunan jalur kereta api memotong sungai-sungai tersebut. Jalur kereta api Jakarta Surabaya sudah ada sejak jaman Belanda, rencana pengembangan jalur kereta api kedepan akan menambah jalur dan frekuensi perjalanan. Potensi berubahnya kualitas air permukaan, akibat rencana pembangunan sedikit banyak akan terpengaruh, terutama akibat penyiapan lahan, pembangunan jembatan dan terowongan, pembuatan jalan baru, dan adanya peningkatan potensi limbah akibat meningkatnya perjalanan kereta. Parameter kualitas air yang potensi berubah adalah TSS, BOD dan COD akibat penyiapan lahan, masa kontruksi dan masa operasional terkait dengan munculnya limbah operasional limbah. Tulisan ini menyampaikan hasil analisis kualitas air dari sungai-sungai yang dilalui jalur kereta, dan berusaha mencari gambaran antara kualitas air dengan adanya rencana kegiatan pengembangan kereta jakarta ? surabaya. Pada beberapa wilayah kondisi rona awalnya sudah melampaui baku mutu, oleh karena itu pada saat kontruksi pengendalian TSS nya harus diperhatikan, sedangkan pada stasiun-stasiun besar parameter BOD dan COD-nya harus dijaga terutama pada limbah-limbah yang keluar dari stasiun, sehingga diperlukan instalasi pengolahan limbah. Tidak dipungkiri pada stasiun besar yang terletak dikota masalah limbah domestik dari pemukiman sekitar memerlukan peningkatan dalam pengelolaannya.Kata kunci : Perubahahan kualitas air permukaan, TSS, BOD dan COD.
BIOMASSA MIKROBIAL-ATP SEBAGAI BIOINDIKATOR TANAH TERCEMAR FLUAZINAM Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2609.504 KB)

Abstract

Fluazinam adalah suatu fungisida berbasis piridin yang diduga merupakan endocrine disrupture chemical (EDC). Pada pemanfaatannya, Fluazinam berpotensi menurunkan kesehatan dan mutu tanah (soil health) melalui perubahan level dan aktivitas ATP dalam tanah. Kandungan ATP tanah telah diketahui berhubungan erat dengan aktivitas jasad renik tanah sehingga kandungan ATP tersebut dapat digunakan sebagai indikator proses biokimia tanah serta ukuran biomassa aktif dalam tanah. Untuk mengkaji potensi dampak dari penggunaan fluazinam terhadap level ATP tanah dilakukan percobaan di laboratorium. Fluazinam dengan kepekatan 3000 mg/kg dicampurkan kepada tanah kemudian dikeringkan di udara terbuka. Selanjutnya pada akhir inkubasi selama 1-, 3-, 7-, dan 14-hari level ATP diidentifikasi. Level ATP ditetapkan dengan cara mengukur intensitas pendarfluor yang diemisikan oleh oxyluciferin pada kisaran panjang gelombang 550 ? 570 nm menggunakan Luminometer (OPTOCOMP1 MGM USA). Penurunan secara konsisten kandungan ATP tanah selama dua minggu periode inkubasi memperlihatkan, dari 0.100 ± 0.006 menjadi 0.043 ± 0.009 nmol/g tanah. Hasil ini menunjukkan bahwa fluazinam mengganggu serta menurunkan kesehatan dan mutu tanah sehingga untuk memulihkan kualitas tanah yang terkena dampak fluazinam perlu dilakukan teknik dan prosedur aplikasi yang terkendali berdasarkan Best Management Practices (BMP).kata kunci: xenobiotics, fluazinam, ATP tanah, bioindikator, kesehatan tanah
GREEN TECHNOLOGY UNTUK GREEN COMPANY DENGAN PENERAPAN SISTEM FOTOBIOREAKTOR PENYERAP KARBON DIOKSIDA Suciati, Fuzi; Aviantara, Dwindrata B
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.691 KB)

Abstract

Indonesia telah menandatangani kesepakatan internasional Kyoto Protocol dalam upaya turut serta berkontribusi dalam mitigasi pemanasan global. Melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2030 secara mandiri atau sebesar 41% bila mendapat dukungan internasional. Fotobioreaktor merupakan sistem yang dapat diterapkan dalam upaya menahan  jumlah karbon dioksida yang dilepas melalui cerobong industri ke udara. Dengan mengumpankan gas karbondioksida yang diemisikan oleh cerobong ke dalam sistem fotobioreaktor di mana mikroalga ditumbuhkan maka alih-alih gas karbon dioksida di lepas ke udara dapat digunakan sebagai sumber karbon bagi mikroalga untuk bertumbuh dan berkembang. Penerapan teknologi fotobioreaktor dapat meningkatkan citra perusahaan sebagai Perusahaan Hijau yang memberikan daya ungkit selain kinerja lingkungan perusahaan juga potensi mendapatkan insentif ekonomi melalui Mekanisme Pembangunan Bersih. Meski demikian masih terdapat tantangan besar dalam penerapan fotobioreaktor mikroalga untuk mitigasi emisi karbon dioksida. Selain kendala dalam teknik pemanenan mikroalga juga keterbatasan laju serapan karbon dioksida oleh mikroalga. Kata kunci : fotobioreaktor, perusahaan hijau, mikroalga, karbon dioksida
STUDI LINGKUNGAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH GALUGA KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Suciati, Fuzi; Aviantara, Dwindrata B
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2190.081 KB)

Abstract

Tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Galuga merupakan areal controlled landfill untuk sampah domestik penduduk Kota dan Kabupaten Bogor. Areal seluas 54 ha tersebut 92% diperuntukkan bagi sampah domestik Kota Bogor. Sebanyak 500 ton/hari sampah domestik Kota Bogor serta 600 ton/hari sampah domestik Kabupaten Bogor dibuang pada fasilitas penimbusan akhir tersebut. Fasilitas TPA Galuga yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun tersebut dilengkapi pula dengan unit proses pengomposan sampah open windrow. Namun laju perolehan produk akhir kompos belum mampu mengimbangi laju penambahan sampah domestik yang masuk ke areal tersebut. Dari sekitar 1100 ton per hari sampah yang masuk ke TPA galuga sekitar 250 ? 300 ton per hari sampah yang berupa plastik maupun kertas dapat disisihkan oleh pemulung. Walaupun TPA Galuga merupakan controlled landfill namun belum terkelola dengan baik. Hal tersebut menimbulkan persoalan lingkungan bau sampah serta mutu lindi yang fluktuatif. Terobosan teknologi tampaknya diperlukan untuk menanggulangi persoalan sampah di TPA Galuga.     kata kunci : sampah domestik, tempat pemrosesan akhir, penimbusan akhir, kualitas lingkungan
MATERIAL FLOW ANALYSIS DALAM EVALUASI KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN 1 TEKNIK AKUAPONIK: Material Flow Analysis Suciati, fuzi; Aviantara, Dwindrata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4676

Abstract

Pertambahan populasi penduduk menyebabkan pengurangan lahan pangan. Namun kebutuhan pangan semakin meningkat dengan pertumbuhan populasi manusia. Situasi tersebut diperparah dengan kegiatan antropogenik yang berdampak kepada penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya menurunkan kualitas pangan yang dihasikan. Pendekatan Material Flow Analysis (MFA) digunakan untuk memperkirakan pengaruh pengelolaan pakan ikan nila (P0 = Pemberian setiap hari pakan, P1 = Pemberian satu hari pakan – satu hari puasa, P2 =Pemberian dua hari pakan – satu hari puasa dan P3 = Pemberian tigahari pakan – satu hari puasa) terhadap mutu air bekas budidaya. Darihasil perhitungan diperoleh skenario P3 memberikan rasio terkecilkebutuhan pakan terhadap bobot ikan total saat panen. Hal inimenyebabkan penurunan mutu air kolam budidaya ikan lebih lambat daripada skenario lain sehingga kekerapan pergantian air menjadi lebih jarang. Kebutuhan volume air budidaya ikan nila dengan skenario P3 adalah paling sedikit, yakni 25% dari kebutuhan air yang menggunakan teknik business as usual, yakni P0. Dengan skenario P3 air bekas budidaya ikan nila memiliki potensi untuk digunakan dalam budidaya tanaman tomat secara hidroponik. Potensi panen tomat adalah dua kaliberdasarkan konsentrasi fosfor. Meski demikian, dari sudut pandang perolehan biomassa ikan pada saat panen, terdapat kelemahan skenario P3. Dalam hal ini skenario P1 memberikan bobot ikan total paling besar pada saat panen.
KONSEP IMBAL JASA LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA AIR DAS 1 CIDANAU Aviantara, Dwindrabata Basuki; Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4677

Abstract

DAS Cidanau, satu-satunya ekosistem rawa pegunungan di Pulau Jawa, merupakan sumber air baku yang penting bagi Provinsi Banten,khususnya dalam memenuhi kebutuhan kawasan industri sertapenduduk Kota Cilegon. Meskipun DAS Cidanau merupakan kawasanCagar Alam namun perambahan serta penggundulan hutan yangmarak menyebabkan ancaman terhadap keberlanjutan penyediaan air.Masyarakat hulu yang mengandalkan sumberdaya alam sertamasyarakat hilir yang mengandalkan air memerlukan penyelesaianmemuaskan kedua belah pihak. Karena masing-masing memilikikepentingan maka perlu dibangun mutual relationship antar keduanya.Melalui mekanisme Imbal Jasa Lingkungan (IJL) terbentuk hubunganimbal balik menguntungkan antara masyarakat hilir selaku penerimamanfaat atas air dengan masyarakat hulu selaku penjaminkelangsungan ekosistem hulu untuk daerah resapan air. Skema IJLmemiliki dampak positif terhadap perbaikan keanekaragaman hayati,fungsi ekologik serta sosio-ekonomik. Keberterimaan nilai layak atasair diukur dengan kesediaan untuk membayar yang merupakankesepakatan bersama antara penyedia jasa dan pengguna jasa dalamIJL. Guna menjamin pelaksanaan IJL secara transparan diperlukankelembagaan pemangku kepentingan yang terdiri dari kelompok tani,lembaga swadaya masyarakat serta pemerintah daerah. Karya tulis inibertujuan menarasikan lesson learned penerapan konsep IJL antaraPT Krakatau Titra Industri dengan masyarakat hulu DAS Cidanau yangdimediasi oleh Forum Komunikasi DAS Cidanau.
PENGGUNAAN MODEL MATEMATIK GAUSSIAN DISPERSION UNTUK PENDUGAAN PERUBAHAN KUALITAS UDARA DALAM ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN Aviantara, Dwindrabata Basuki; Suciati, Fuzi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis dampak lingkungan (ANDAL) memperkirakan perubahan kualitas lingkungan dapat dilakukan dengan sejumlah pendekatan, salah satunya adalah melalui pemodelan matematik. Guna pendugaan perubahan kualitas udara yang disebabkan oleh sumber emisi tetap berupa cerobong maka dapat digunakan persamaan sebaran Gauss (Gaussian dispersion). Persamaan dispersi Gauss diterapkan dengan memperlakukan cerobong sebagai sumber emisi berupa titik. Parameter persamaan dispersi Gauss menimbang faktor laju emisi cemaran dari cerobong, keadaan cuaca serta ketinggian efektif dari cerobong. Dengan persamaan tersebut pendugaan besar paparan cemaran udara di suatu tempat sebagai fungsi dari jarak terhadap cerobong dapat dilakukan. Dengan teknik perhitungan matematik menggunakan persamaan dispersi Gauss maka dapat dilakukan evaluasi perubahan indeks mutu lingkungan (environmental quality index) sehingga analisis risiko lingkungan emisi cemaran udara terkait perubahan kualitas udara memunginkan untuk dilakukan.