Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

APLIKASI GAMBAR PENDERITA DEPRESI PADA BUSANA READY-TO-WEAR Sukma, Mestika Nawang; Rosandini, Morinta
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa STSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study focuses on the function of fashion as non-verbal communication. It explores  the characteristics of the depressed people images  potential for  creating new patterns that have visual characters and stories to be applied into ready-to-wear fashion products. It employs qualitative method through literature and pictorial studies to find out the characteristics of people with depression disorder and art psychotheraphy. The characteristics are applied through the creation of textile motifs and surface textile design such as screen printing and distressed fabric, with linen, semi wool, and cotton drill as primary material. They are then developed into fashion products by analyzing target market and brand competitor. The result of this study is new textile patterns inspired by depression disorder as a social phenomenon that can be applied into ready-to-wear fashion products.Keywords: Motifs, Textile, Depression, Ilustration, Ready-To-Wear________________________________________________________________ Aplikasi ini berfokus pada fungsi fesyen sebagai komunikasi non-verbal, dengan mengangkat potensi karakteristik gambar penderita depresi sebagai penciptaan motif baru yang memiliki karakter visual dan cerita dari gambar penderita depresi yang diaplikasikan pada produk fesyen ready-to-wear. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka berkenaan dengan Art Psychotherapy serta karakteristik dari gambar penderita depresi kemudian diterapkan melalui eksperimen penciptaan motif tekstil dan teknik surface design yaitu screen-printing dan distressed fabric dengan material kain Linen, Semi-Wool dan Cotton Drill. Hasil eksplorasi dikembangkan menjadi desain produk fesyen Ready-to-Wear dengan acuan desain analisa dari target market dan brand pembanding sebagai metode pendekatan. Aplikasi ini menghasilkan penciptaan motif baru yang terinspirasi dari fenomena sosial, yaitu penderita depresi. Penciptaan motif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi visual dan cerita yang dimiliki oleh gambar penderita depresi untuk diaplikasikan kedalam produk fesyen Ready-to-Wear. Kata Kunci: Motif, Tekstil, Depresi, Ilustrasi, Ready-to-Wear
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KANAKA UNTUK SERAGAM PPI ISHIKAWA JEPANG Hafiza Aprilia; Morinta Rosandini
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.4192

Abstract

PPI Ishikawa, Japan has a jacket uniform, but this uniform doesn’t have a strong Indonesian visual identity yet in it. The Kanaka Batik which was the winner in the batik design contest held by PPI Ishikawa, Japan to be made a uniform hasn’t been realized due to the difficulty of producing the batik. Therefore the purpose of this design is to design the PPI Ishikawa, Japanese uniform by applying the Kanaka Batik motif that has been developed by applying the digital printing and embroidery techniques. The stage of the design method is in the form of problem analysis and problem solving strategies. Then the result of this are three designs of developing Kanaka Batik motifs on a fabric measuring 90 x 100 cm and one sketch of a uniform design of a jacket with the development of Kanaka Batik motifs in it. Through this paper it’s hoped that it can add references for the readersPPI Ishikawa Jepang memiliki seragam berupa jaket, namun seragam ini belum memiliki identitas visual Indonesia yang kuat di dalamnya. Adapun Batik Kanaka yang menjadi pemenang dalam sayembara desain batik yang diadakan oleh PPI Ishikawa Jepang untuk dijadikan seragam belum direalisasikan karena kesulitan memproduksi batik tersebut. Maka dari itu tujuan perancangan ini ialah untuk merancang seragam PPI Ishikawa Jepang dengan mengaplikasikan motif Batik Kanaka yang telah dikembangkan dengan penerapan teknik digital printing dan bordir. Tahapan metode perancangan ini berupa analisis permasalahan dan strategi pemecahan masalah. Kemudian hasilnya adalah tiga desain pengembangan motif Batik Kanaka pada kain berukuran 90 x 100 cm dan satu sketsa desain seragam jaket dengan pengembangan motif Batik Kanaka di dalamnya. Melalui karya tulis ini diharapkan dapat menambah referensi bagi para pembaca.
PENGOLAHAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK ESCHER DENGAN INSPIRASI TENUN IKAT SUMBA PADA BUSANA READY-TO-WEAR Jeremi Samuel; Morinta Rosandini
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.4186

Abstract

Moving from the potencial of processing textile pattern with tessellation composititon using non-geometry elements. The technique called Escher’s technique which is used with inspiration from oramental variation of Sumba’s hinggi ikat weaving because it is using non-geometry elements too. The purpose of this research is for creating new variant of Ready-to-wear clothing. Mixed method applied in this research which is quantitative method by doing the experiment mathematically and qualitative method by doing observation about both  the used of tessellation composition and the characteristic of Sumba’s hinggi ikat weaving and literature study of Escher’s technique. Next is the experiment of  processing textile pattern by using Escher’s technique with the inspiration of ornamental variation of Sumba’s hinggi ikat weaving. The experiment results applied using surface design’s technique which is digital printing and embroidery accent and developed become menswear Ready-to-wear. The used of Escher’s technique for processing motif still can be developed with various inspirations.  Berangkat dari potensi pengolahan motif dengan komposisi tessellation menggunakan komponen nongeometri. Teknik yang digunakan disebut teknik Escher dengan inspirasi ragam hias tenun ikat hinggi Sumba karena tenun ikat hinggi Sumba memiliki ragam hias dengan unsur penyusun bidang nongeometri.Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan variasi baru pada busana Ready-to-wear. Metode campuran digunakan pada peneltian ini, yaitu metode kuantitatif dengan melakukan penghitungan matematis pada saat proses eksperimen dan kualitatif dengan melakukan observasi penggunaan pattern dengan komposisi tessellation juga karakter tenun ikat hinggi Sumba dan studi pustaka mengenai teknik Escher. Dilanjutkan dengan proses eksperimen pengolahan motif secara digital menggunakan teknik Escher dengan inspirasi ragam hias tenun ikat hinggi Sumba. Hasil eksperimen diaplikasikan dengan teknik surface design, yaitu digital printing dan aksen bordir yang kemudian dikembangkan menjadi produk busana Ready-to-wear untuk pria. Penggunaan teknik Escher pada pengolahan motif dapat dikembangkan lagi dengan berbagai inspirasi.
MOTIF BATIK DI KAMPUNG BATIK KEMBANG TURI KOTA BLITAR Jeng Oetari; Morinta Rosandini
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i2.4075

Abstract

Batik Kembang Turi, Blitar was present in 2018 as an embodiment of batik preservation in the City of Blitar. The Blitar Turi Batik Blitar Gallery has become one of the centers of making batik, has succeeded in empowering the surrounding community to produce batik with Blitar's distinctive characteristics. But until now not many people outside the city of Blitar know the beauty and uniqueness of Batik Kembang Turi Blitar, even though there is a lot of potentials that can be developed to be able to increase the strength of the characteristics of Kembang Turi Blitar Batik. The results of this study in the form of data from 17 batik motifs that have the characteristics of the main motifs, the Kembang Turi motif in combination with the Koi, Gendang, Bung Karno, and Lotus motifs that are characteristic of the city of Blitar. The distinctive color that is used on Kampung Batik Kembang Turi batik, namely bright colors, red colors, green and black are the hallmarks of Batik Kembang Turi Blitar. In the future, this data can be used as a basis for the development of new motif designs in “Batik Kembang Turi” Blitar  Gallery. Batik Kembang Turi, Blitar hadir pada tahun 2018 sebagai perwujudan dari pelestarian batik di Kota Blitar. Galeri Batik Kembang Turi Blitar menjadi salah satu pusat pembuatan batik, sudah berhasil memberdayakan masyarakat sekitar untuk memproduksi batik dengan ciri khas Blitar. Namun hingga saat ini belum banyak masyarakat di luar Kota Blitar mengetahui keindahan dan keunikan batik Kembang Turi Blitar, padahal banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk dapat meningkatkan kekuatan karakteristik dari batik Kembang Turi Blitar. Hasil dari penelitian ini  berupa data dari 17 motif batik yang memiliki karakteristik motif utama yaitu Motif Kembang Turi dengan kombinasi dengan motif Koi, Gendang, Makam Bung Karno, dan Teratai yang merupakan ciri khas dari Kota Blitar. Ciri khas warna yang digunakkan pada batik Kampung Batik Kembang Turi, yaitu warna-warna yang cerah, seperti warna merah, hijau dan hitam yang merupakan ciri khas batik Kembang Turi Blitar. Ke depannya data ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan desain motif baru di Galeri “Batik Kembang Turi” Blitar.
Kajian Bahasa Rupa pada Batik Gendongan Lasem Motif Pohon Hayat dan Satwa Morinta Rosandini; Yuki Kireina
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.428 KB) | DOI: 10.33153/glr.v18i1.3022

Abstract

Batik Gendongan Lasem merupakan salah satu produk budaya Indonesia yang saat ini keberadaannya sudah mulai hilang, hal tersebut terlihat dari menurunnya jumlah produksi kain batik gedongan di daerah Lasem, serta kerumitan motif serta teknik pembuatannya menambah faktor kelangkaan. Dalam upaya mengenalkan visual motif serta makna dan memaknai unsur desain yang terkandung pada batik gendongan asal lasem, kajian bahasa rupa pada motif batik ini diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisa wimba pada unsur bagian motif batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif pada batik gendongan asal lasem memiliki karakter stilasi primitif dan mengisahkan cerita tentang keharmonisan alam yang memiliki makna cerita tentang doa-doa kebaikan bagi pemakai (ibu dan anak). Studi visual bahasa rupa ini dapat dijadikan acuan bagi para desainer untuk mengembangkan desain motif sebagai inspirasi berkarya agar batik gendongan Lasem dapat dikenal lebih luas
Pengolahan Motif Batik Perpaduan Unsur Tradisi Jawa dan Jepang Morinta Rosandini; Imam Syafrudin
JURNAL RUPA Vol 2 No 2 (2017): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v2i2.1217

Abstract

PPI Ishikawa as one of the Indonesian student community in Japan invited Batik practitioners to design Batik motif, that not only has elements of traditional culture but also represents the character of that community. The purposes were to rise a pride of that community and to introduce Batik as Indonesian culture to local residents as well. Therefore, to fulfill those purposes, it is needed a research in designing Batik motifs that combine traditional Javanese ornaments as the original character of Batik and Japanese elements as a culture that developed around the community. The purpose of this research was to create ornaments pattern composition applied to Batik technique. The research method used was by conducting qualitative methods, including a literature study for data collection, an exploratory study of the elements of Javanese and Japanese culture, and an experiment on Batik Tulis technique. The result of this research was Batik cloth sheet with ‘Truntum’ motif as a character of Javanese Batik, combined with the statute of cherry blossom, pagoda, and heron motifs as a character of Japan.
PERANCANGAN MOTIF TERINSPIRASI DARI VISUALISASI MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT UNTUK BUSANA READY-TO-WEAR Yossie Novella; Morinta Rosandini
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i1.597

Abstract

The Monument of West Java People’s Struggle was built to honor the heroes who had liberated West Java people. Since the beginning, eventhough The West Java Tourism and Culture Office had applied multiple strategies to promote it, the number of its visitors was far below the expectation. Regarding this, the study focuses on the promotion of the Monument through fashion. Both quantitative and qualitative methods were used in this study through online questioners, observation and interview. The result of the study is an innovation in which a new motif composition resulted from digital printing technique is applied to ready-to-wear clothing by using doodle art. Such a promotion strategy that uses fashion has never been done before by The West Java Tourism and Culture Office.Keywords: Monument of West Java People’s Struggle, Pattern, Ready-to-wear________________________________________________________________ Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dibangun bertujuan sebagai bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang memerdekakan rakyat Jawa Barat. Pada awal pembangunan, rekapitulasi pengunjung museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat masih jauh dari yang diharapkan, padahal menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, telah melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan monumen itu sendiri. Maka, dari permasalahan tersebut tulisan ini difokuskan pada pengenalan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat melalui media fesyen. Proses kreasi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif  dengan menyebar kuisioner daring tentang pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan Monpera. Untuk memperkuatnya dilengkapi dengan observasi atau wawancara. Peneliti melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan melakukan wawancara. Perancangan ini menghasilkan sebuah inovasi baru yaitu komposisi motif baru melalui teknik digital printing yang diterapkan pada busana ready-to-wear dengan menggunakan penggayaan doodle art. Dimana pada upaya-upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, belum mencoba media pengenalan di bidang fesyen.Kata Kunci: Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Motif, Ready-to-Wear
PENGOLAHAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK ESCHER ROTATION DENGAN INSPIRASI TENUN SIKKA UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FESYEN Chantika Qintara Fatharani; Morinta Rosandini
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1771

Abstract

PENGOLAHAN MOTIF DARI INSPIRASI ORNAMEN TAMANSARI KERATON YOGYAKARTA Dea Rahma Andini; Morinta Rosandini
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v5i3.344

Abstract

Tamansari Keraton in Yogyakarta is one of cultural heritage in Indonesia with high traditional values. Today, Tamansari is chosen as a tourist destination by Indonesian government. This place was a resort for the Keraton King and his relatives. In 2004, Tamansari has been pronounced by The World Monument Fund as one of the 100 endangered sites. By looking at that phenomena, re-introduction is severely needed to keep the existence of the structure. This research uses qualitative method through direct observation on Tamansari structure, literature studies, and experiment method. Re-introduction was done by  introducing Tamansari Keraton through  fashion media by applying its ornaments and architectural silhouette of the structure into  ready-to-wear clothing referring back to 1950’s  vintage fashion. The techniques applied in design process are stylation, 1 step and ½ step repetition, and computerization which later is applied to digital printing technique. The colours used are adjusted to the colour of the structure to reinforce  the purpose of re-introducing f Tamansari Keraton to the public. By doing so, it is expected that they are getting familiar to Tamansari Keraton.Keywords: Digital Printing, Ready-To-Wear, Tamansari Keraton___________________________________________________________________ Tamansari Keraton Yogyakarta merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Kini, Tamansari telah dijadikan sebagai tempat pariwisata oleh pemerintah. Tempat ini dahulu berfungsi sebagai tempat peristirahatan untuk raja Keraton dan kerabat. Pada tahun 2004, Tamansari telah ditetapkan oleh World Monument Fund sebagai salah satu dari 100 situs yang terancam keberadaannya/ terancam punah. Dengan melihat fenomena tersebut, dibutuhkan adanya upaya pengenalan kembali agar dapat menjaga eksistensi bangunan tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui  observasi langsung terhadap bangunan Tamansari, studi literatur, dan metode eksperimen. Upaya pengenalan dilakukan dengan cara memperkenalkan Tamansari Keraton melalui media fesyen dengan mengambil ornamen dan siluet struktur bangunan ke dalam busana ready-to-wear yang mengacu pada fesyen vintage tahun 1950. Warna yang digunakan pun disesuaikan dengan warna bangunan agar dapat lebih mengenalkan Tamansari Keraton kepada masyarakat, sehingga tujuan untuk memperkenalkan bangunan dapat terasa.Kata Kunci: Digital Printing, Tamansari Keraton, Vintage 
PERANCANGAN ALAT IBADAH ANAK PEREMPUAN MUSLIM DENGAN INSPIRASI HURUF HIJAIYAH Finky Aura Nisa; Morinta Rosandini
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v6i3.599

Abstract

Children’s prayer equipment becomes an educational media to introduce hijaiyah letters for children. The motif of hijaiyah letters is created with playful theme and applied by using surface design technique in the form of digital printing. Children’s prayer equipment are made in the form of prayer garment (mukena), prayer rugs, iqra cover and prayer garment case that aims to facilitate the child in prayer activity. To sum up, the product is expected to function as a prayer equipment and an educational media to introduce hijaiyah letters. Keywords: Prayer Equipment, Children, Moslem, Hijaiyah Letters________________________________________________________________ Alat ibadah menjadi media edukasi untuk pengenalan huruf hijaiyah pada anak-anak. Motif yang dibuat terinspirasi dari huruf hijaiyah dengan tema playfull dan diaplikasikan dengan menggunakan teknik surface design berupa digital printing. Alat ibadah anak dibuat dalam satu set berupa mukena, sajadah, cover iqra dan tas alat ibadah yang bertujuan untuk memudahkan anak dalam proses beribadah. Produk diharapkan memiliki fungsi sebagai alat ibadah dan juga alat bantu anak dalam mengenal huruf hijaiyah melalui media yang lebih menarik.Kata Kunci: Alat Ibadah, Anak Perempuan, Muslim, Huruf Hijaiyah