Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Peningkatan Produktifitas Tanaman Sawi Melalui Penambahan Pupuk Kandang Ayam dan NPK 16:16:16 Karim, Harli A.; Fitritanti, Fitritanti; Yakub, Yakub
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v1i1.19

Abstract

Abstrak Objektif. Sawi (Brassica juncea L.). termasuk sayuran daun mempunyai ekonomis dan kandungan gizi tinggi. Produksi sawi di Indonesia sebesar 602.468 ton dengan rata-rata produktifitasnya sebesar 9,91 ton/ha tahun 2014. Masih rendah dibandingkan dengan produktivitas yang bisa mencapai 10-12 ton/ha. Masih rendahnya produktivitas tanaman disebabkan teknik budidaya khususnya pemupukan belum maksimal. Salah salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah penggunaan bahan organik. Bahan organik sangat berperan pada pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air. Pemberian pupuk kandang memperbaiki sifat fisik tanah terutama struktur sehingga permeabilitas meningkat. Pemberian bahan organik juga berperan dalam memperbaiki sifat kimia tanah, selanjutnya penggunaan Pupuk NPK 16 : 16 : 16 juga mampu menjaga keseimbangan unsur hara makro dan mikro pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang ayam dan dosis NPK 16 : 16 : 16 yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi sawi. Material dan Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saludengen Kecamatan Bambang, Kebupaten Mamasa Propinsi Sulawesi Barat menggunakan metode Rancangan Petak Terpisah yang terdiri dari 2 faktor. Petak Utama adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf yaitu :0, 1000 kg/ha dan 2000 kg/ha. Sedangkan faktor kedua adalah dosisi pupuk NPK 16: 16 :16 yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0, 500 (kg/ha) dam 1000 (kg/ha). Hasil. Interaksi pemberian dosis pupuk kandang ayam 2.000 Kg/ hektar-1 dan Pemberian dosis pupuk NPK 16 : 16 : 1000 Kg/ hektar-1 mamberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada parameter berat segar. Pemberian dosis pupuk kandang ayam dosis 2.000 Kg/ hektar-1 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada semua parameter yang diamati. Pemberian dosis pupuk NPK 16 : 16 : dosis 1000 Kg/ hektar-1 memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada semua parameter yang diamati. Kesimpulan. pemberian dosis pupuk kandang ayam 2.000 Kg/ hektar-1 dan Pemberian dosis pupuk NPK 16 : 16 : 16 1000 Kg/ hektar-1 mamberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat segar tanaman. Abstrack Objective. Mustard (Brassica juncea L.). including vegetable leaves have a high nutrient content. Indonesia's mustard production was 602,468 tonnes with an average productivity of 9.91 tonnes / ha in 2014. Productivity is still lower than the potential productivity of 10-12 tonnes / ha. Productivity is low due to planting techniques, especially fertilization is not optimal. One possible solution is to use organic matter. Organic matter plays an important role in the formation of good and stable soil structure so that the infiltration and storage capacity of fertilizers The use of fertilizers improves the physical properties of the soil especially the structure until its permeability increases. The preparation of organic matter also plays a role in improving the chemical properties of the soil, so the use of NPK 16: 16: 16 fertilizers can also maintain the balance of macro and micro nutrients in the soil. This study aimed to find out the effects of various doses of chicken pox and NPK 16: 16: 16 that have the best effect on mustard growth and production. Materials and Methods. This research was conducted in Saludengen Village, Bambang District, Mamasa Regency, West Sulawesi Province. The study uses a Separate Split Plot Design. Method which consists of 2 factors. Main plot is a dose of chicken manure consisting of 3 levels, namely: 0, 1000 kg / ha and 2000 kg / ha. While the second factor is the 16: 16: 16 NPK fertilizer composition consisting of 3 levels namely: 0, 500 (kg / ha) and 1000 (kg / ha). Results The interaction of dosing of 2,000 Kg / hectare-1 chicken manure and NPK 16: 16: 1000 Kg / hectare-1 dose of fertilizer gave the best effect on the growth and yield of mustard plants on fresh weight parameters. The administration of a dose of 2,000 kg kg / hectare-1 of chicken manure gave the best results on the growth and yield of mustard plants on all observed parameters. NPK fertilizer 16: 16 dosage: 1000 kg / hectare-1 dose gave the best results on the growth and yield of mustard plants in all observed parameters. Conclusion. Doses of 2,000 Kg / hectare-1 chicken manure and NPK 16: 16: 16 1000 Kg / hectare-1 dose of fertilizer give the best effect on the growth and yield of mustard plants on parameters of plant height, number of leaves, length of leaves and fresh weight of plants
Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Integrasi Kakao-Ternak Kambing di Desa Tapango Barat Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Karim, Harli A.; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Indonesia Mengabdi - June 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v1i1.448

Abstract

Efforts to increase the opinion of the people of Tapango Barat Village, especially partner communities, need attention. Increasing the ability of farmers to manage their land can be one way to improve the lives of partners. Integrated cocoa-goat livestock activities can increase farmers' income. Plant fertilizer needs can be obtained from the results of manure so that farmers do not need to pay for buying chemical fertilizers, besides being expensive, they are also less environmentally friendly. In addition, goats get feed from the results of cocoa leaf trimming and protective trees which are also found in cocoa plantations. Partner farmers, in turn, benefit from cocoa and goats and from saving on fertilizer costs. Implementation of activities by placing goat cages between cocoa plants so that the resulting output can overcome problems regarding fodder far from the location of the cage. Another solution is to plant a cocoa tree that is prepared for goat's feed. Various trainings have been conducted on partners including: Goat Husbandry Training, Maintenance Engineering Training on cocoa plants, Training and practice of composting made from goat manure and cocoa waste.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS POC HASIL FERMENTASI BIOGAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica (L.) Lini S 795) Makmur, Makmur; Karim, Harli A.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.697 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.565

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pengembangan tanaman kopi adalah masalah pembibitan yang berkwalitas dan pemupukan di tingkat petani. Hal ini mendorong dilakukan penelitian pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi berbagai dosis pupuk organi cair terhadap Pertumbuhan bibit tanaman kopi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari enam perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC), yaitu 50 ml pupuk organik cair per liter air, 100 ml pupuk organik cair per liter air,150 ml pupuk organik cair  per liter air, 200 ml pupuk organik cair per liter air, 250 ml pupuk organic cair per liter air dan 300 ml pupuk organik cair per liter air. Setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman dan jumlah daun berpengaruh sangat nyata pada taraf uji Duncan 0,05 dan 0,01 dan memberikan rata-rata hasil tertinggi pada perlakun 200 ml per liter air dengan nilai 39,6 cm terhadap tinggi tanaman, dan perlakuan 50 ml perliter air dengan nilai 39,8 helai terhadap jumlah daun pada pertumbuhan bibit tanaman kopi. Parameter diameter batang pada perlakuan  50 ml per liter air memberikan hasi tertinggi dengan nilai 3,96 mm bibit tanaman kopi.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KALIUM DAN FOSFOR 34-52 PADA JARAK TANAM BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) Arnoldi, Arnoldi; Karim, Harli A.; Aulia, Muh. Rifky
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.673 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.753

Abstract

Kedelai (Glycine max L) Kedelai merupakan komoditas strategis di Indonesia karena kedelai merupakan tanaman yang cocok untuk wilayah tropis sehingga kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia setelah beras dan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium dan fosfor 52-34 pada jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman kedelai (Glycine max L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 3 taraf dengan dua faktor yaitu faktor (1) dosis pupuk dan faktor (2) jarak tanam.Penelitian diiLakukan di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, Hasil penelitian ini menunjukan pada parameter jarak tanam maupun Interaksinya dengan dosis pupuk K dan P tidak berpengaruh nyata, sedangkan pada faktor dosis pemberian pupuk K dan P berpengaruh nyata pada parameter, jumlah tangkai, jumlah polong, berat 100 biji, berat biji per plot dengan perlakuan yang terbaik yaitu dosis 60 g/plot (P2). Pada parameter tinggi tanaman juga berpengaruh nyata, dengan dosis yang terbaik namun pada perlakuan dengan dosis 30 grm/plot (P1), Sedangkan pada berat kering tidak menunjukan pengaruh yang nyata.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA ( Brassica Oleraceae Var. Botrytis L. ) Korslinggo, Korslinggo; Karim, Harli A.; Satriani, Satriani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.993 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.766

Abstract

Kubis bunga merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi sehingga diusahankan secara meluas di berbagai Negara termasuk petani yang ada di Indonesia. Namun Permintaan dipasaran tidak diimbangi dengan hasil produksi yang ada karna pengetahuan petani terhadap langka budidaya terutama pada pemeliharaan masih kurang. Sehingga perlu diadakan penelitian tentang pengaruh pemberian pupuk NPK mutiara dan sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei sampai pada bulan agustus 2019 di desa penatangan, kecamatan buntu malangka’ kabupaten Mamasa, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK mutiara dan sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga.Penelitian ini menggunakan RAK dengan pola factorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama yaitu penggunaan pupuk NPK mutiara dengan 3 taraf yaitu penggunaan pupuk  NPK mutiara dengan dosis 10 gr/tanaman, 15 gr/tanaman, dan 20 gr/tanaman. Faktor kedua yaitu penggunaan pupuk sekam padi dengan 3 taraf yaitu tanpa penggunaan sekam padi, penggunaan pupuk sekam padi dengan dosis 150 gr/tanaman dan 300 gr/ tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat Interaksi dosis pupuk NPK mutiara dan sekam padi tidak memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, waktu terbentuknya bunga, berat tanaman, dan berat bunga pada pertumbuhan dan produksi tanaman kubis bunga. Begitupun pada Penggunaan pupuk NPK mutiara dan sekam padi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN WAKTU PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Resky, Resky; Karim, Harli A.; Kandatong, Hasanuddin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.541 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1812

Abstract

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnik budidaya suatu tanaman maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor pertumbuhan dan produksi tanaman tersebut. Ada berbagai faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman sawi adalah pemberian pupuk kandang ayam dan waktu pemberiannya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mannababa, Kecamatan Tandukkalua’, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Desember 2020 sampai pada bulan Januarii 2021. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor Pertama yaitu pemberian dosis pupuk kandang ayam: (D1) pupuk kandang ayam 1 kg/petak, (D2) pupuk kandang ayam 1,5 kg/petak, (D3) pupuk kandang ayam 2 kg/petak, dan Faktor kedua yaitu waktu pemberian: (W1) 7 hari sebelum tanam, (W2) pada saat penanaman, (W3) 7 hari setelah penanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam 2 kg/petak dengan waktu pemberian pupuk 7 hari sebelum tanam (D3W1) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman. Dosis Pupuk kandang 2 kg/petak (D3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman. Pemberian pupuk kandang 7 hari sebelum tanam (W1) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi, ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan berat tanaman.
EVALUASI REKOMENDASI PEMUPUKAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) SPESIFIK LOKASI PADA MUSIM GADU DI POLEWALI MANDAR Agustini, Hasma; Kandatong, Hasanuddin; Karim, Harli A.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.277 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1925

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat berperang penting dalam komsumsi pangan utama dalam rumah tangga dan apa bila tidak terpenuhi akan mempengaruhi keamanan nasional. Masalah yang terjadi pada tanaman padi yaitu anjuran pemupukan dalam teknik budidaya tanaman padi masih belum optimal. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Juni - September 2020. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk non faktorial yaitu berbagai dosis pupuk (R) yang terdiri dari enam taraf yaitu: 250 kg Urea + 50 kg SP36 + 50 kg KCl, 175 kg Urea + 200 kg NPK, 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl, 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 200 kg NPK, 416 kg GMOP + 600 kg Basic + 432 kg Mestac, 500 kg/ha NPK Phonska. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian berbagai dosis pemupukan spesifik lokasi berpengaruh nyata terhadap pemberian pupuk GMOP 416 kg, Basic 600 kg, dan Mestac 432 kg memberikian rata-rata terbaik pada parameter berat gabah 1000 biji.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) Karaeng, Karaeng; Kandatong, Hasanuddin; Karim, Harli A.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.189 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.759

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan salah satu tanaman yang berbentuk semak. Sayuran jenis ini dapat dijumpai diberbagai tempat dan dapat tumbuh sepanjang tahun baik musim penghujan maupun kemarau. Wortel sangat dibutuhkan dan menyehatkan untuk tubuh manusia karena kandungan vitamin yang ada didalamnya sehingga perlu dibudidayakan dalam jumlah yang lebih besar. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang tehnik budidaya suatu tanaman maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor pertumbuhan dan produksi tanaman tersebut. Ada berbagai faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman wortel seperti pengaruh pemberian jenis pupuk dan jarak tanam yang berbeda. Penelitian ini dilaksakanan di Desa Parondobulawan, Kecamatan Tandukkalua’, Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung mulai bulan Maret 2020 sampai bulan Juni 2020. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam bentuk faktorial yang terdiri dari dua taraf yaitu: Faktor Pertama yaitu pemberian jenis pupuk: pupuk kandang ayam 1 kg/petak, pupuk kandang kambing 1,5 kg/petak, pupuk kandang sapi 1,5 kg/petak, dan Faktor kedua yaitu jarak tanam yang berbeda: 10x20 cm, 20x20 cm, 30x20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi pupuk kandang ayam 1kg/petak dengan jarak tanam 10 x 20 cm memberikan pengaruh baik terhadap tinggi tanaman pada tanaman wortel.Interaksi pupuk kandang ayam 1 kg/petak dengan jarak tanam 30 x 20 cm memberikan pengaruh baik terhadap jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi dan berat umbi perpetak pada tanaman wortel. Pemberian pupuk kandang ayam 1 kg/petak memberikan pengaruh baik terhadap berat umbi perpetak pada tanaman wortel.
TINGKAT KEBERHASILAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI BIOBOOST DAN INTERVAL PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Enice, Enice; Nurdin, Dahliah; Karim, Harli A.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 1 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.081 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i1.760

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Timoro Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2019. Bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan pupuk hayati Bioboost dan interval pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Metode rancangan yang digunakan pada pelaksanaan penelitian ini dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok dengan pola Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak Utama perlakuan interval waktu pemberian pupuk hayati Bioboost (W)  meliputi  dua  taraf yaitu : W1  =  Pemberian Pupuk hayati Bioboost dua minggu sekali W2  =  Pemberian Pupuk hayati Bioboost tiga minggu sekali Sedangkan Anak Petak (AP) adalah dosis pupuk hayati Bioboost  (F) terdiri dari tiga taraf yaitu : F0  =  tanpa pemberian  Pupuk hayati Bioboost  F1  =  dosis Pupuk hayati Bioboost 20 ml + 1000 ml air. F2  =  dosis Pupuk hayati Bioboost 40 ml + 1000 ml air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi interval waktu pemberian dengan dosis pupuk hayati bioboost (Z x F) tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun pada semua parameter.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.) Sary, Putry Nilmala; Nurdin, Dahliah; Iinnaninengseh, Iinnaninengseh; Karim, Harli A.
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.721 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.802

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian mikroorganisme lokal yang diharapkan akan memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pemberian mikroorganisme lokal, mikroorganisme lokal bonggol pisang, mikroorganisme lokal nasi berjamur, mikroorganisme lokal daun lamtoro, dan mikroorganisme lokal daun trambesi. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jumlah perlakuan sebanyak 20 dan setiap perlakuan masing-masing 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 80 tanaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal daun lamtoro memberikan pengaruh baik terhadap tanaman cabai rawit pada parameter umur panen, jumlah buah dan berat buah.