Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pancasila as Ideology and Characteristics Civic Education in Indonesia Dewantara, Jagad Aditya; Suhendar, Ilham Fajar; Rosyid, Rum; Atmaja, Thomy Sastra
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 1, No 5 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v1i5.1617

Abstract

The role of Civic Education in its era of globalization is very necessary, given its very strategic position, especially for the formation of nation and character building. The purpose of this study is to prove that Civic Education in Indonesia is inseparable from the values of Pancasila. The literature method is used to get conclusions in proving that Pancasila is an ideology and characteristic of civic education in Indonesia. The results prove that Civic Education must be in accordance with Pancasila values in all aspects of citizenship learning. Therefore Pancasila is a characteristic of the State of Indonesia as a philosophical system animating all the concepts of Citizenship teachings and must be applied in the life of the nation and state.
PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT Atmaja, Thomy Sastra; Sulistyarini, Sulistyarini; Dewantara, Jagad Aditya
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi politik, bentuk partisipasi politik, serta orientasi politik mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam Pilgub Kalbar tahun 2018. Penelitian menggunakan metode survey. Teknik dan instrumen pengumpul data berupa kuesioner atau angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan (1) Partisipasi politik mahasiswa PPKn dalam Pilgub Kalbar tahun 2018 tergolong sangat tinggi yakni sebesar 89,7 %. Partisipasi politik tersebut didasari oleh keinginan dan kesadaran mahasiswa sendiri dalam memilih yakni sebesar 79 %.  (2). Bentuk partisipasi politik mahasiswa PPKn dalam Pilgub Kalbar tahun 2018 sangat beragam yakni berpartisipasi sebagai pemilih, berpartisipasi sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), berpartisipasi sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), berpartisipasi sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), berpartisipasi sebagai Pemantau dari Partai Politik, dan berpartisipasi sebagai tim sukses pasangan calon Guberbur. (3). Orientasi politik mahasiswa PPKn dalam Pilgub Kalbar tahun 2018 dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan yakni mahasiswa memilih atas dasar kesamaan agama, kesamaan suku, kesamaan etnis dengan calon, kesamaan daerah (kabupaten/kota) dengan calon, dan pertimbangan calon memiliki integritas dan karakter yang baik, memiliki kinerja dan prestasi politik yang baik, memiliki latar belakang dan karir politik yang jelas
COMMUNITY CIVIC EDUCATION IN THE INDONESIAN BORDER AREAS (STUDY IN THE CENTRAL SEBATIK DISTRICT, NORTH KALIMANTAN PROVINCE) Wahyudi, Wahyudi; Affandi, Idrus; Darmawan, Cecep; Tippe, Syarifudin; Nurisnaeny, Poppy Setiawati; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v6i3.797

Abstract

People who live in Indonesia's border area have conflict potential due to its condition that lagging in development, low level of welfare and human resources, and the access that is far from the central government. Therefore, this study outlines and develops the concept of civic education that aims to create ‘smart’ and ‘good’ citizens to create peace. Communities are based on local wisdom that is distinctive in society, especially communities who live in border areas. This study presents qualitative data from field research in the Indonesia-Malaysia border in Central Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan Province, which has polarization between different ethnic groups, religions, and citizenship. The results show that people who live in villages with different ethnicities, religions, and nationalities were able to live side by side peacefully. Those ethnic groups and religions are Bugis, Muslim, Timorese, Catholic, and Malaysian Bajau,  which originated from religious values and tribal values that were believed can be developed in the Community Civic Education and has the potential to present defense resources at the border area.
PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT Atmaja, Thomy Sastra; Sulistyarini, Sulistyarini; Dewantara, Jagad Aditya
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1676

Abstract

NEGARA: KEADAAN SUATU MASYARAKAT BERDASARKAN IDEOLIGI YANG DIANUTNYA Mohtar, Tarmila; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/No 1 No 2

Abstract

AbstrakIdeologi adalah suatu konsep pemikiran yang mencakup kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar terkait kehidupan manusia yang sifatnya menyeluruh dan terstruktur  yang menyangkut kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang dan bertujuan untuk mencapai tujuan atau cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap ideologi mempunyai karakteristik tersendiri dan ideologi ini juga menjadi penentu dari keadaan suatu masyarakat oleh suatu negara. oleh karena itu penulis dalam kepenulisan ini akan membahas mengenai keadaan suatu masyarakat berdasarkan ideologi yang dianutnya. Hal tersebut dikarenakan setiap ideologi yang dianut mencerminkan keadaan suatu masyarakat yang berbeda. Dengan mambahas ini maka kita akan mengetahui seperti apa suatu masyarakat atau negara yang menganut ideologi tersebut dan tulisan ini akan membahas terkait negara berdasarkan ideologi Anarkisme, komunisme, dan Pancasila. Adapun hasil yang didapat dari tulisan ini adalah dimana anarkisme, komunisme dan Pancasila merupakan ideologi yang berbanding terbalik dan mempunyai perbedaan yang mendasar dan hal ini menciptakan keadaan suatu masyarakat yang sangat berbeda. Dimana sebenarnya setiap ideologi bertujuan untuk kebaikan rakyatnya hanya saja dalam pergerakan yang menyimpang membuat ideologi tersebut dipandang buruk.Kata kunci: Negara, Ideologi, Anarkisme, Komunisme, Pancasila AbstractIdeology is a concept of thought that includes a collection of ideas, ideas, beliefs and beliefs that form the basis for human life that is comprehensive and structured which involves people's lives in various fields and aims to achieve common goals or ideals in the life of the nation and state. Each ideology has its own characteristics and this ideology is also a determinant of the state of a society by a state. Therefore, the author in this paper will discuss the state of a society based on the ideology it adheres to. This is because each ideology adopted reflects the state of a different society. By discussing this, we will find out what a society or country that adheres to this ideology looks like and this paper will discuss the state based on the ideology of Anarchism, Communism, and Pancasila. The results obtained from this paper are where anarchism, communism and Pancasila are ideologies that are inversely proportional and have fundamental differences and this creates a very different state of society. Where in fact every ideology aims for the good of its people, only in a deviant movement makes the ideology seen as bad.Keywords: State, Ideology, Anarchism, Communism, Pancasila
KETERKAITAN PEMIKIRAN AL-FARABI MENGENAI NEGARA YANG IDEAL DENGAN KONSEP KEHIDUPAN BERNEGARA DI INDONESIA Antika, Yumi; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/No 1 No 2

Abstract

Al-farabi adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang filsafat dan ia merupakan seorang fisuf muslim pada abad ke-10. Menurut Al-Farabi dalam suatu negara pendudukannya perlu mengenal Tuhan, aktif secara spritual( Aql Fa’al), berdasarkan pada sistem nilai kebajikan yang harmonis, dan percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Ide al-Farabi tentang negara utama oleh banyak penulis diambil dari karyanya yang berjudul Arā’ Aḥl al-Madīnah al-Fāḍīlah yang secara harafiah berarti “Dasar-dasar Pandangan Warga Kota Utama” dan merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal. Dalam karya ini, pandangan al-Farabi banyak dipengaruhi oleh dua filsuf Yunani, yaitu Plato dan Aristoteles. Negara utama adalah negara yang warganya memahami hakikat kebenaran (teoritis) dan juga memiliki kemampuan bertindak secara tepat (tawassuth) dengan mempertimbangkan tempat, waktu, pelaku dan juga alasan mengapa hal itu harus dilakukan (phronesis). Keutamaan ini dapat membuat warga negaranya mencapai kebahagiaan (al-sa’ dah). Kebahagiaan adalah tujuan hidup yang paling penting dan tertinggi dalam kehidupan manusia. Dalam upaya mewujudkan negara utama, peran filsuf raja menjadi sangat penting karena dia yang akan mendidik warganya untuk memahami dan bertindak berdasarkan dengan nilai-nilai kebajikan. Beberapa orang merasa sulit mewujudkan ide-ide Al-Farabi  dalam pemerintahan dan kekuasaan pada masa kini  karena menganggap bahwa pemikiran Al-Farabi ini besifat radikal. Gagasan ini juga bukan pemikiran utopis tetapi menjadi kritik bagi para penyelenggara negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan nnegara berdasarkan hubungan antara pandangan seorang filsuf politik Islam yang bernama Al-Farabi dengan keterkaitannnya tentang konsep kehidupan bernegara di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data (penelitian kepustakaan) yang didapat dari beberapa website resmi, artikel, jurnal ilmiah, maupun dari penelitian terdahulu.
PEMIKIRAN SOEKARNO DALAM AJARAN MARHAENISME Raeinady, Vhiasyah; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021 ( In Press )
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/No 1 No 2

Abstract

AbstrakTulisan ini menjelaskan sebuah konsep dari pemikiran Soekarno mengenai Marhaenisme yang dianalis dan dibedah sesuai dengan sumber kepustakaan yang ada. Kemudian, berisi sebuah wacana terhadap Indonesia tentang kewajiban pemerintah melindungi kaum Marhaen di tengah pandemi covid-19. Marhaenisme identik sebuah ideologi perjuangan yang melawan kapitalisme yang tumbuh dan berkembang di dunia ini. Marhaenisme lahir dan tumbuh berdasarkan rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh kolonialisme dan imperialisme. Akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing membuat rakyat Indonesia hidup dalam penuh penderitaan dan kesengsaraan. Dengan adanya ideologi ini diharapkan Indonesia yang terjajah segera bangkit dan pulih kembali. Kemudian, mampu mengelola kekayaan negeri sendiri tanpa tunduk kepada orang lain. Marhaenisme berusaha menghapus segala bentuk pertentangan dan perbedaan dalam kehidupan. Dalam hal ini, ideologi tersebut berusaha menjadi pembeda dengan ideologi lainnya.Kata kunci: Soekarno, Marhaenisme, Ideologi AbstractThis paper describes a concept from Soekarno's thoughts on marhaenism which is analyzed and dissected according to the available literature sources. Then it contains a discourse against Indonesia about the government's obligation to protect the Marhaen in the midst of the covid-19 pandemic. Marhaenism is identical to an ideology of struggle against capitalism that grows and develops in this world. Marhaenism was born and grew based on a sense of shared destiny and shared responsibility caused by colonialism and imperialism. As a result of colonization by foreign nations, the Indonesian people live in full of suffering and misery. With this ideology, it is hoped that colonized Indonesia will soon rise and recover. Then, they are able to manage the wealth of their own country without submitting to others. Marhaenism tries to erase all forms of contradictions and differences in life. In this case, ideology is made trying to be different from other ideologies.Keywords: Soekarno, Marhaenism, Ideology
Pola Pembentukan Karakter Disiplin Belajar PPKn Sebagai Civic Virtues Siswa Di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah Rupita, Reni; Dewantara, Jagad Aditya; Widodo, Rohmad
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17726

Abstract

Ketika proses belajar mengajar berlangsung, guru Mata Pelajaran PPKn di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah mengeluh karena karakter disiplin belajar siswa yang masih kurang baik, seperti siswa tidak mencatat materi pelajaran, bahkan ada siswa yang tidur saat guru menjelaskan. Seharusnya dalam kegiatan belajar mengajar, siswa harus memiliki karakter disiplin belajar yang baik karena karakter disiplin merupakan kunci utama sebagai penentu berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitataif deskriptif yang menjelaskan bagaimana proses pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa kelas VII di MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah Desa Pesaguan Kanan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara karena sistem pembelajaran yang dilakukan secara online, maka peneliti terkendala untuk melakukan teknik observasi. Jumlah informan yang diambil sebanyak sembilan orang yakni Kepala MTs Sirajul Mukminin Azzakiyah, Guru PPKn, Waka Kesiswaan dan siswa kelas VII A dan siswa kelas VII B. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian yakni pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa kelas VII dilakukan oleh guru PPKn melalui tiga cara yakni dengan mengajarkan siswa agar masuk kelas tepat waktu, mengarahkan siswa agar membaca doa sebelum dan sesudah belajar serta menasehati siswa. Pembentukan karakter disiplin belajar yang dilakukan ternyata bisa membuat siswa lebih disiplin, lebih mudah untuk diarahkan serta lebih mudah untuk diatur.  Dalam pembentukan karakter disiplin belajar PPKn siswa ini, peranan guru merupakan hal yang sangat penting karena guru tidak hanya bertugas mentransferkan ilmu pengetahuan, namun guru juga memiliki kewajiban dalam membentuk karakter siswa, membimbing siswa, mengarahkan siswa dan sebagainya.
Strategi Adaptasi Ekonomi Pengerajin dan Tukang Ojek Pada Masa Kebijakan Penutupan Perbatasan Di Desa Jagoi Babang Musa, Dahniar Th.; Efriani, Efriani; Praptantya, Donatianus BSE; Dewantara, Jagad Aditya
Sosio Konsepsia Vol 11 No 1 (2021): Sosio Konsepsia
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v11i1.2492

Abstract

Kebijakan penutupan perlintasan antarnegara menjadi satu kebijakan dalam pengcegahan dampak pandemi Covid-19. Namun kebijakan ini, telah memberikan dampak, terutama pada aspek ekonomi. Masyarakat yang menggantungkan hidupnya terhadap perlintasan perbatasan, adalah yang pertama menerima dampak dari kebijakan penutupan perbatasan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua kelompk masyarakat  yang menerima dampak dari kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Jagoi Babang, perlintasan antarnegara Indonesia-Malaysia. Penelitian ini bertujuan menemukan praktik baik yakni strategi adaptasi ekonomi yang dilakukan oleh  pengerajin dan tukang ojek di perlintasan antarnegara Indonesia-Malaysia. Menggunakan metode kulitatif dengan wawancara mendalam dan pengamatan langsung, ditemukan  empat strategi adaptasi ekonomi yakni  (1)  Beralih ke Produk dalam Negeri (2) Menciptakan Alternatif Hidup Hemat,  (3) Beralih Pekerjaan Lain dan  (4) Meminta Bantuan Kerabat. Strategi ini tampak dalam dua bentuk  yakni adaptasi material dan adaptasi nonmaterial. Adaptasi materi yakni perubahan konsumsi produk, yang kini telah beralih pada produk-produk dalam negeri, sementara adaptasi nonmaterial ialah pengatahuan ekonomi, keterampilan dan jaringan sosio-kultural.