Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

OPTIMALISASI DIGITAL LIBRARY DALAM PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BERMUATAN NILAI KONSERVASI Utomo, Asep Purwo Yudi; Haryadi, Haryadi; Widhiyanto, Riyadi; Liana, Novi Izmi
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22684

Abstract

Rumusan masalah dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen ini meliputi : 1) Bagaimana analisis strategi optimalisasi Digital Library  dalam Pelatihan Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS) Bermuatan Nilai Karakter bagi Guru Bahasa Indonesia SMA/SMK di Kota Salatiga? 2) Bagaimana optimalisasi Digital Library  dalam Pelatihan Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS) Bermuatan Nilai karakter bagi Guru Bahasa Indonesia SMA/SMK di Kota Salatiga? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah yang dapat dilakukan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan cara: 1) melakukan pelatihan terstruktur mengenai optimalisasi Digital Library; 2) melakukan pelatihan terstruktur mengenai Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS); 3) melakukan penyusunan soal High Order Thinking Skills (HOTS) yang bermuatan nilai karakter; dan 4) uji validitas dan reliabilitas Soal High Order Thinking Skills (HOTS).
Kesalahan Bahasa pada Manuskrip Artikel Mahasiswa di Jurnal Sastra Indonesia Utomo, Asep Purwo Yudi; Haryadi, Haryadi; Fahmy, Zulfa; Indramayu, Ayom
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 3 (2019): November
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v8i3.36028

Abstract

Penelitian ini membahas kesalahan bahasa yang terdapat dalam manuskrip artikel mahasiswa di Jurnal Sastra Indonesia. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis kesalahan bahasa pada tataran diksi, frasa, dan kalimat yang terdapat pada manuskrip artikel mahasiswa pada Jurnal Sastra Indonesia. Data-data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat yang terdapat pada manuskrip artikel mahasiswa Jurnal Sastra Indonesia dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Data kemudian dianalisis menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan kesalahan bahasa dalam penggunaan diksi, frasa, dan kalimat. Kesalahan yang muncul yakni berupa kesalahan pemilihan diksi, kesalahan penggunaan frasa, dan ketidakefektifan kalimat. Kesalahan pemilihan diksi mayoritas berupa penggunaan kata yang belum baku dan tidak sesuai dengan KBBI. Kesalahan pada tataran frasa yakni ketidaktepatan dalam menyandingkan kata untuk dijadikan frasa dan ketidaktepatan penulisan. Adapun kesalahan kalimat yakni dikarenakan kalimat yang digunakan tidak efektif dan beberapa memiliki makna ambigu. This study discusses language errors found in student article manuscripts in the Indonesian Literature Journal. The purpose of this study is to analyze language errors at the level of diction, phrases, and sentences contained in the student article manuscripts in the Indonesian Literature Journal. The research data in the form of words, phrases or sentences contained in the article manuscripts of the Indonesian Literature Journal students were collected by listening and note taking techniques. Data were then analyzed using the aggregate method. The results showed that language errors were found in using diction, phrases, and sentences. Errors that arise in the form of errors in the selection of diction, errors in the use of phrases, and ineffectiveness of the sentence. Errors in the selection of majority diction are in the use of words that are not standard and are not in accordance with KBBI. Mistakes at the phrase level are inaccuracies in pairing words to be used as phrases and inaccuracy in writing. The sentence error is because the sentence used is not effective and some have ambiguous meaning.
ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM TUTURAN FILM LASKAR PELANGI Yulianti, Yessinta; Utomo, Asep Purwo Yudi
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2020): Current Issue
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implikatur percakapan merupakan implikasi pragmatis yang timbul sebagai akibat pelanggaran prinsip percakapan dalam sebuah tuturan. Implikatur percakapan sering terjadi pada sebuah tuturan, salah satunya dalam film. Laskar Pelangi merupakan film terlaris nomor keempat dengan jumlah penonton mencapai 4,6 juta orang. Sebagai film yang masih sering diputar, mungkin saja terdapat implikatur percakapan dalam tuturan film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implikatur percakapan antar tokoh dalam film Laskar Pelangi dan menjelaskan proses terbentuknya implikatur percakapan sebagai akibat dari pelanggaran prinsip kerja sama dalam tuturan film Laskar Pelangi. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan pragmatik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa penggalan tuturan yang dikategorikan dalam bentuk implikatur percakapan dan terjadi akibat pelanggaran prinsip kerja sama. Sumber data penelitian ini merupakan penggalan tuturan dalam film Laskar Pelangi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan, yaitu metode simak. Teknik yang digunakan, yaitu teknik observasi dan catat. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tiga tahap model alir, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pemaparan hasil analisis data dalam bentuk informal. Dari 9 data yang ditemukan, meliputi 3 pelanggaran maksim kuantitas, 1 pelanggaran maksim kualitas, 4 pelanggaran maksim relevansi, dan 1 pelanggaran maksim cara. Dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan makna implisit dalam sebuah film yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM DIALOG FILM “THE TEACHER’S DIARY” DENGAN SUBTITLE BAHASA INDONESIA Haryani, Febri; Utomo, Asep Purwo Yudi
Jurnal Skripta Vol 6, No 2 (2020): SKRIPTA NOVEMBER 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v6i2.703

Abstract

Tuturan sebagai bentuk komunikasi setiap individu memiliki makna dan maksud tertentu yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tuturnya. Adanya bentuk tuturan tertentu dari penutur akan mempengaruhi pemahaman dan tanggapan dari mitra tuturnya. Dengan demikian, tujuan dari kajian ini adalah untuk mendeskripsikan salah satu bentuk tindak tutur, yaitu tindak tutur perlokusi dalam film “The Teacher’s Diary” dengan subtitle Bahasa Indonesia. Data dalam kajian ini diperloeh dari dialog adegan atau tuturan tokoh dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa dalam film “The Teacher’s Diary” dengan subtitle Bahasa Indonesia mengandung tindak tutur perlokusi yang meliputi tindak tutur perlokusi membujuk, menipu, mendorong, membuat jengkel, menkut-nakuti, menyenangan, melegakan, mempermalukan, dan menarik perhatian. Hasil kajian ini, diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan tentang pragmatik dan dapat memberikan pemahaman mengenai bentuk tindak tutur perlokusi untuk pembaca.
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM BERITA DOKTER DETEKSI VIRUS CORONA MENINGGAL DI WUHAN PADA SALURAN YOUTUBE TRIBUNNEWS.COM Mu'awanah, Ifatul; Utomo, Asep Purwo Yudi
Jurnal Skripta Vol 6, No 2 (2020): SKRIPTA NOVEMBER 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v6i2.868

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan sebagai penyampai pesan dari penutur kepada mitra tutur. Dalam berkomunikasi akan menghasilkan tuturan dan kegiatan dalam melakukan tuturan disebut tindak tutur. Terdapat beberapa jenis tindak tutur salah satunya yaitu tindak tutur ekspresif. Secara umum, tujuan penelitian ini adalah memaparkan tindak tutur ekspresif yang terdapat pada salah satu berita yang memuat tentang virus corona. Virus corona masih diperbincangkan oleh khalayak ramai karena jumlah kematian yang disebabkan sangat tinggi dan kini telah menjangkiti hampir seluruh negara di belahan dunia. Objek penelitian ini yaitu sebuah berita berjudul Dokter yang Pertama Kali Deteksi Virus Corona Di Wuhan Meninggal dari sumber saluran youtube Tribunnews.com. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah teknik catat. Adapun analisis data menggunakan langkah-langkah: mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, melakukan pembahasan penelitian data, dan menyimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat empat jenis tindak tutur ekspresif: mengkritik, memuji, meminta maaf, dan menyalahkan. Data terbanyak merujuk pada tindak tutur ekspresif mengkritik dan memuji, penutur mengkritik sebagian mitra tutur yang menjustifikasi seorang dokter yang memberikan informasi tentang virus corona dan penutur memuji dokter yang telah berhasil mendeteksi virus corona dan mengungkapkannya. Dari penelitian ini diharapkan pembaca memahami tindak tutur ekspresif dan lebih menghargai perjuangan seseorang yang bekerja keras serta tidak menjustifikasi orang tanpa adanya bukti.
Directive speech act in President Joko Widodo's speech related to handling coronavirus (Covid-19) in Indonesia (Pragmatic review) Sari, Desi Novita; Utomo, Asep Purwo Yudi
Journal of Social Studies (JSS) Vol 16, No 1 (2020): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v16i1.32072

Abstract

Knowing the type of speech act is very important to understand to see the kind of speech act and its meaning and purpose behind the utterance. The purpose of this study is to describe the types, forms, and meanings or intentions of speech acts in the president's speech related to the handling of the coronavirus, especially with pragmatic studies. The type of research used is qualitative research. This study's data source is the video source contained in the upload of an account on Youtube. The data in this study are all speech acts, which are directive speech acts. The data collection techniques used are recording, observation, observation, and note-taking. The results showed: first, the directive speech acts consist of speech acts by asking, inviting, pleading, ordering, and prohibiting. Second, the speech act is in the form of an oral form, an utterance uttered by the president in his speech regarding the coronavirus's handling, which tends to be qualitative. Third, the purpose of this directive speech act has several meanings, namely to influence, invite, something, tell or explain something, expect attention, forbid, praise, criticize, and as a form of channeling complaints.
The implication of humor discourse in the Tonight Show television program Pramukti, Dita Intan; Utomo, Asep Purwo Yudi
Journal of Social Studies (JSS) Vol 15, No 2 (2019): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v15i2.31939

Abstract

Humor discourse is a form of language that deviates from the rules of speech and conversation principles. Humor is a form of contradiction or deviation from the constraints of language. One of the humor discourse that presents language use conditions with a particular speech strategy is NET TV Tonight Show. This television program may contain speech offenses at the event. This study aims to describe and explain the implicature of humor discourse in the Tonight Show. In this study, researchers used a qualitative approach with the content analysis method and the pragmatic theory approach. The data is in the form of humor discourse in the Tonight Show television program, which is aired on NET TV. Still, researchers take the data from the Tonight Show uploaded on YouTube, collected by recording and recorded techniques. The data is analyzed by using an interactive model. The results showed that the implicature of humor discourse in the Tonight Show was in the form of mentioning, insinuating, revealing, protesting, informing, rejecting, accusing, asking, and saying. The benefit of this study is to know the humor discourse contained in the Tonight Show.
Analisis Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Praktik Debat Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan Ni'am, Syahrin Thohir Fatkhun; Utomo, Asep Purwo Yudi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2: November 2020
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v9i2.42073

Abstract

Abstrak Kesantunan berbahasa merupakan bagian dari kesopanan dalam penggunaan bahasa ketika berkomunikasi melalui lisan maupun tulisan. Dalam proses belajar mengajar, kesantunan berbahasa siswa harus diketahui untuk mengidentifikasi tingkat kesantunan berbahasa siswa, khususnya pada pembelajaran debat bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa siswa, serta tingkat kesantunan berbahasa yang dimiliki oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan. Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis tingkat kesantunan berbahasa siswa adalah penelitian kualitatif dengan metode heuristik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Pematuhan bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 113 tuturan. Hasilnya pematuhan bidal yang paling sering muncul adalah bidal kebijaksanaan dengan jumlah 63 tuturan; (2) Pelanggaran bidal kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa yaitu terdapat 45 tuturan. Hasilnya bidal yang paling sering dilanggar adalah bidal berpendapat dengan jumlah 28 tuturan; (3) Tingkat kesantunan berbahasa pada kegiatan praktik debat siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan termasuk dalam kategori santun dengan jumlah perolehan 45,6%. Perolehan tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan kategori sangat santun sebanyak 26%, tidak santun sebanyak 27,8%, dan sangat tidak santun sebanyak 0,6%. Berdasarkan perolehan tersebut menunjukan bahwa tuturan siswa pada kegiatan praktik debat tergolong santun. Kata Kunci: pematuhan, pelanggaran, prinsip kesantunan berbahasa, praktik debat. Abstract Language politeness is part of politeness in the use of language when communicating through oral or written. In the teaching and learning process, students 'language politeness must be known to identify the level of students' language politeness, especially in Indonesian language debate learning. This study aims to determine the form of obedience and violations of the students' language politeness principles, as well as the level of language politeness possessed by students of class X SMA Negeri 1 Pecangaan. This type of research used to analyze students' language politeness levels is qualitative research with a heuristic method. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) The compliance with language politeness thimbles in students' debate practice activities was 113 utterances. The result of applying the thimbles that most often appeared was the thimble of wisdom with a total of 63 utterances; (2) Violation of language politeness thimbles in student debate practice activities, namely 45 utterances. As a result, the thimble that is most often violated is the thimble of arguments with a total of 28 utterances; (3) The level of language politeness in the debate practice of class X SMA Negeri 1 Pecangaan is included in the category of courtesy with a total gain of 45.6%. The acquisition was classified as higher than the very polite category as much as 26%, not polite by 27.8%, and very disrespectful by 0.6%. Based on these results, it shows that the students' speech on debating practice activities is classified as polite. Keywords: obedience, violation, the principle of politeness, debate practice.
Analisis Tindak Tutur Representatif Dalam Video “Trik Cepet Jawab Soal Matematika Bahasa Inggris Versi Jerome!” Pada Saluran Youtube Jerome Polin Wulandari, Eva; Utomo, Asep Purwo Yudi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i1.45120

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusisa untuk menuangkan maksud dan tujuan kepada mitra tutur. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga merupakan sarana penyaluran maksud, gagasan, pendapat, sehingga melahirkan perasaan yang memungkinkan melahirkan kerja sama dengan sesama manusia (atau mitra tutur). Bahasa dapat melahirkan tuturan, sehingga terciptalah kegiatan yang melibatkan atau dengan melakukan tuturan. Tindakan yang seperti itu disebut tindak tutur. Terdapat beberapa jenis tindak tutur dalam bahasa, salah satunya adalah tindak tutur representatif. Tindak tutur mempunyai tujuan dan maksud yang berbeda, sesuai dengan konteks dan situasi tutur pada manusia. Pada penelitian pragmatik ini, maksud atau tujuan yang secara garis besarnya terdapat pada bahasa yang kita gunakan. Bahasa yang kita gunakan atau yang kita temui dapat berupa lisan maupun tulisan. Tuturan atau ujaran lebih condong ke bahasa lisan. Salah satu bahasa berupa tuturann lisan yaitu ada pada saluran YouTube. Saluran YouTube milik Jerome Polin yang berjudul “Trik Cepet Jawab Soal Matematika Bahasa Inggris Versi Jerome” menarik perhatian saya untuk membuat penelitian ini secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan maksud tindak tutur representatif yang terdapat pada saluran YouTube Jerome Polin “Trik Cepet Jawab Soal Matematika Bahasa Inggris Versi Jerome”. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan pragmatik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak bebas dan teknik catat. Metode analisis berupa metode padan, sedangkan metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Strategi tuturan yang digunakan cenderung condong ke dalam strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi dan strategi terus terang dengan basa-basi. Dari video yang berdurasi 12 menit 06 detik tersebut, memuat 13 data yang termasuk dalam tindak tutur representatif. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan mampu mendeskripsikan dan memahami jenis tuturan, khususnya tuturan representatif. Kata kunci: pragmatik, tindak tutur, representatif, kualitatif, YouTube ABSTRACK Language is a communication tool used by humans to convey the meanings and goals to speech partner. Apart from being a means of communication, language is also means of channeling intentions, ideas, opinions, so as to give birth to feelings that enable cooperation with fellow humans (or speech partners). Language can give birth to speech, so that it creates activities that involve or do speech. Such actions are called speech acts. There are several types of speech acts in language, one of which is representative speech acts. Speech acts have different goals and purposes, according to the context and situation of speech in humans. In this pragmatic research, the aims or objectives are broadly contained in the language we use. The language we use or that we encounter can be spoken or written. Speech or speech is more inclined to spoken language. One of the languages in the form of spoken speech is on the YouTube channel. On the Jerome Polin's YouTube channel entitled “Trik Cepet Jawab Soal Matematika Bahasa Inggris Versi Jerome” attracted my attention to make this research systematically. This study aims to describe the form and intent of representative speech acts on Jerome Polin's YouTube channel "Trik Cepet Jawab Soal Matematika Bahasa Inggris Versi Jerome". This research approach is in the form of a pragmatic approach and a qualitative descriptive approach. The data collection techniques in this study used free listening techniques and note-taking techniques. The analytical method is in the form of an equivalent method, while the method of presenting the results of data analysis uses an informal method. The narrative strategy used tends to lean toward straightforward, straightforward speech strategies and blunt strategies. Durations in this video, which lasts 12 minutes and 06 seconds, contains 13 data which are included in representative speech acts. With this research, it is hoped that it will be able to describe and understand the types of speech, especially representative speech. Key word: Pragmatic, speech act, representative, qualitative, YouTube
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Fahmy, Zulfa; Utomo, Asep Purwo Yudi; Nugroho, Yusro Edy; Maharani, Annisa Tetty; Liana, Novi Izmi; Alfatimi, Nailul Akhla; Wuryani, Titi; Kesuma, Rossi Galih
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.48469

Abstract

Minat baca ialah keinginan yang kuat disertai dengan usaha-usaha seseorang untuk membaca. Minat baca tidak tiba-tiba muncul dari dalam diri seseorang. Namun, minat baca timbul dari dorongan dan lingkungan yang tepat. Pandemi covid-19 telah membatasi dorongan dan lingkungan yang menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada minat baca siswa sekolah dasar pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemic covid-19 terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Artinya peneliti membaca seluruh data yang terkumpul, lalu menginterpretasikannya berdasarkan data, teori, dan fenomena-fenomena yang terekam selama proses pengumpulan data. Didapatkan hasil penelitian bahwa pada masa pandemi covid-19, minat baca siswa sekolah dasar mengalami penurunan. Hal ini terbukti dari hasil penelitian bahwa siswa sekolah dasar cenderung menganggap biasa aktivitas membaca. Selain itu, aktivitas baca yang dilakukan cenderung hanya karena tugas guru, disuruh orang tua. Durasi membaca siswa juga hanya sebatas 10 s.d. 30 menit. Hal ini terjadi karena terjadi adanya keterbatasan-keterbatasan selama pandemi. Ini mengakibatkan bahwa siswa mulai menganggap bahwa aktivitas membaca adalah rutinitas biasa saja, tanpa ada motivasi dan perasaan bahagia ketika melakukannya.