Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN UNSUR ARSITEKTUR NUSANTARA PADA KARYA DESAIN ARSITEK YU-SING Winarni, Sri; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.34 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.121

Abstract

Arsitektur nusantara memiliki pemaknaan yang berbeda-beda oleh berbagai kalangan, namun yang menjadi fokus dari arsitektur nusantara ini adalah bagaimana mempertahankan kearifan lokal yang terkandung didalamnya, baik secara tampilan, konsep lingkungan, sosial dan budaya didalam sebuah rancangan. Permasalahan yang muncul dalam memaknai kembali arsitektur nusantara dalam sebuah rancangan sering kali ditemui pada wujud tampilannya. Banyak desain-desain yang hanya memperhatikan tampilan saja dan melupakan unsur-unsur penting lainnya, sehingga menjadikan desain tersebut hanya meniru dan mengulang tanpa ada pembaharuan. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan unsur-unsur arsitektur nusantara pada karya desain arsitek Indonesia Yusing yang ide-ide desainnya banyak mengangkat nilai kearifan lokal arsitektur nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi data karya desain arsitek Yusing, hasil analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini adalah bahwa unsur aspek nusantara secara umum telah diterapkan pada keempat desain karya Yu-sing meskipun tidak diterapkan secara utuh. Desainnya mencoba untuk menginterpretasikan kembali dalam wujud yang baru sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, bukan menghadirkan kembali masa lalu ke masa kini.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN RUANG PAMER KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Soeharjanto, Didiek; Widyarthara, Adhi; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.255 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.249

Abstract

Ruang pamer pada kawasan pengrajin keramik Dinoyo yang memiliki fungsi memberikan informasi tentang produk terkini maupun produk yang banyak digemari oleh masyarakat memberikan fasilitas yang terbatas pada pengunjung karena ruang yang ada dioptimalkan untuk penyimpanan produk keramik sehingga kurang memperhatikan sirkulasi untuk manusia dan barang pada tatanan ruangnya. Kenyamanan pelayanan pada pengunjung menuntut perlunya menciptakan suasana ruang dengan tema sesuai potensi bangunan, merencanakan sirkulasi manusia dan barang dengan membatasi jenis barang maupun jumlah perabot; memperhatikan letak pintu, jendela agar pencahayaan maupun penghawaan sesuai dengan kebutuhan; serta menyesuaikan ketinggian plafon agar pengunjung tidak merasa tertekan secara psikologis apabila memasukinya. Perlu melakukan penataan jenis komoditi sesuai dengan kelompok berdasarkan sifat kegunaannya, penampilan bentuknya serta mutu barang untuk memudahkan pengunjung melakukan pemilihan, maupun pengamatan terhadap barang yang dikehendakinya.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO, KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Widyarthara, Adhi; Hamka; Tri Harjanto, Suryo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.557 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.865

Abstract

Keberadaan kawasan pengrajin keramik merupakan potensi sebagai destinasi wisata untuk kawasan Kota Malang dengan karakteristik perilaku dalam memproduksi benda-benda guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Citra kawasan pengrajin keramik yang mulai meredup karena keterbatasan fasilitas dalam mengekspose budaya yakni memproses pembuatan keramik hingga memamerkan produk keramik maupun menjualnya. Sejalan dengan keinginan penghuni kawasan untuk menjadikan Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, membutuhkan peranan mereka yang terlibat agar dapat mencapai apa yang dicita-citakannya. Peran Pemerintah sangat penting dalam mengendalikan fungsi kawasan karena sebagai pemegang regulasi dalam penataan bangunan maupun lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang dapat menjadikan pemilik bangunan, pekerja maupun pengunjung merasa nyaman dalam berinteraksi dalam kawasan. Salah satu program yang diusulkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan citra kawasan berdasarkan peran Pemerintah dan masyarakat adalah pemberlakuan garis sempadan bangunan pada kawasan pengrajin keramik; pembukaan ruang tersebut dapat difungsikan sebagai ruang transisi antara teritori publik dan teritori primer sehingga akan mengintegrasikan kultur pengunjung dan kultur pengrajin keramik. Apabila semuanya dapat terwujud, diharapkan kawasan ini akan memiliki nilai sosial, nilai ilmiah serta nilai komersial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta berkelanjutan dalam mewujudkan kemakmuran bagi penghuninya
EVALUASI PENATAAN RUANG KAWASAN PENGRAJIN KERAMIK BERWAWASAN LINGKUNGAN PERILAKU DI KELURAHAN DINOYO, KOTA MALANG Widyarthara, Adhi; Soeharjanto, Didiek; Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.451 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i01.1066

Abstract

Pengrajin keramik memiliki aktivitas yang spesifik yakni membuat dan menjual produk keramik, kegiatan tersebut membutuhkan ruang yang tertata dengan baik agar proses produksinya lebih efektif dan efisien. Keberadaan ruang yang saat ini digunakan untuk tempat produksi maupun ruang pamer merupakan alih fungsi ruang, yang dulu merupakan bagian dari rumah tinggal; saat ini difungsikan secara optimal dan kondisi ini merupakan produk rancangan tata ruang oleh masyarakat. Evaluasi penataan ruang bertujuan untuk mengetahui kinerja rancangan tata ruang pada saat ini, sehingga dapat memberikan saran apabila didapatkan permasalahan dan mempertahankan rancangannya apabila tatanan ruang tersebut sudah memiliki kinerja yang berwawasan lingkungan perilaku. Terdapat 3 lingkup kajian untuk melakukan evaluasi tersebut, pertama melakukan kajian mikro yakni mengetahui fungsi ruang untuk proses produksi dan ruang pamer, kedua melakukan kajian meso yakni mengetahui tatanan temp at produksi maupun ruang pamer dengan lingkungannya, ketiga melakukan kajian makro yakni mengetahui potensi lingkungan dalam menunjang kawasan pengrajin keramik. Ketiga kajian lingkungan tersebut melibatkan para pemilik tempat produksi keramik, pekerja serta pengunjung. Informasi yang didapatkan dari evaluasi ini diharapkan dapat menjadikan kawasan pengrajin ini lebih berwawasan lingkungan perilaku dan menarik bagi wisatawan
METODE DESAIN ARSITEK DALAM MENDESAIN RUMAH TINGGAL: STUDI OBJEK: RUMAH TINGGAL ARSITEK DI MALANG Widyarthara, Adhi; Hamka; Winarni, Sri
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.387 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2342

Abstract

Dunia Pendidikan arsitektur mengajarkan berbagai macam jenis teorimengenai metode desain arsitektur rumah tinggal. Namun, teori-teori desaintersebut perlu diuji keberlanjutannya setelah keluar dari lingkunganakademik, apakah hal tersebut sepenuhnya diterapkan didunia praktisi,mengalami penyesuaian atau justru tidak dipakai sama sekali, sehinggaobjek penelitian yang tepat untuk mengkaji hal tersebut adalah arsitek danrumah tinggalnya. Pengalaman-pengalaman desain yang didapatkan olehpara arsitek selama terlibat langsung dalam dunia kerja dan projek yangditangani, tentunya membentuk sebuah pemikiran baru mengenai cara ataumetode berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metodeberarsitektur arsitek di Kota Malang dalam mendesain rumah tinggal.Manfaat dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan ajarperancangan rumah tinggal bagi mahasiswa dan memberikan pengetahuanbagi masyarakat umum mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikandalam rancang bangun rumah tinggal. Metode yang digunakan dalampenelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam(deep interview) dan observasi lapangan dengan variable kajian penelitian,kemudian dianalisis melalui teori-teori berdasarkan variable-variabel yangtelah ditentukan. Hasil dari analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatifuntuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat pengelompokan cara berarsitektur (balckbox dan glassbox)masing-masing arsitek dalam mendesain rumah tinggalnya. Aspek desainyang menjadi faktor penting dalam mendesain juga berbeda-beda, semuatergantung pada konteks, keinginan dan kebutuhan dari masing-masingarsitek.
COLLOCATIONS MASTERY OF THE UNIVERSITY STUDENTS Hamka; Eka Sustri Harida
ELITE JOURNAL Vol 1 No 2 (2019): English Linguistics, Literature, and Education
Publisher : ELITE Association Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.187 KB)

Abstract

This study is about students‟ collocation mastery of the English Department students of IAIN Padangsidimpuan. The students‟ ability in mastering vocabulary is still low; it makes the students‟ ability also low ability in mastering collocation. This research is in quantitative types, to find out the students‟ ability in collocation mastery, 25 subjects were involved in this study. A test was administered to them to analyze the collocation selected. The result of the analysis indicated that the sixth semester students of English Department IAIN Padangsidimpuan were in low categories, and it is needed to deliberate learning and teaching. The students felt difficult to understand collocation because they need to remember it more.
PUSAT DESAIN ARSITEKTUR DI KOTA MALANG, TEMA POST MODERN Wildan Arief Setya; Daim Triwahyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur merupakan sebuah ilmu bangunan sebagai wadah untuk menampung kegiatan manusia baik dalam skala kecil/mikro atau skala yang lebih besar/makro. Pada umumnya, berarti menciptakan ruang atau space yang ideal untuk suatu kegiatan manusia dan berarti pula susunan ruang-ruang yang dirancang untuk kegiatan tertentu untuk menciptakan kenyamanan bagi pengguna berdasarkan prinsip-prinsip yang digunakan. Berkembangya kota-kota di indonesia telah memicu meningkatnya kegiatan pembagunan kota dalam bentuk pembangunan baru yang berskala besar. .Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di jawa timur telah meningkat berbagai macam kebutuhan akan karya arsitektur. Namun, fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan juga hasil karyanya belum ada. Perkembangan di bidang arsitektur yang semakin pesat ini maka, diperlukan sebuah wadah untuk mewadahi karya para arsitek yang dapat difungsikan sebagai sarana sosial, pusat promosi, pusat transaksi atau jual beli bahkan konsultasi suatu pelayanan masyarakat melalui para arsitek yang dapat bertukar informasi dan mendapatkan solusi. Dari penjabaran diatas, adanya pusat desain arsitektur yang ada di suatu kota sangatlah penting dan berpengaruh sebagai keperluan dan kebutuhan masyarakat.
GEDUNG PUSAT KEBUDAYAAN JAWA TIMUR TEMA ARSITEKTUR METAFORA Ahmad Nur Sanjaya; Bambang Joko Wiji Utomo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya yang merupakan sebuah unsur dalam hidup untuk menjalankan kehdupan manusia memiliki peran penting dalam menjalankan sebuah peradaban. Kegiatan dalam menjalankan kehidupan manusia tak lepas dari kegiatan budaya mulai dari kegiatan yang sederhana hingga kegitan yang dapat dikatakan komplek dari bersifat kegaamaan dan lain sebagainya. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasinya di jaman yang modern ini. Aktivitas yang bersifat kebudayaan mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang modern dikarena keadaan, situasi, dan aktifitasnya dianggap terlalu rumit, pertentangan dengan nalar dan logika masyarakat modern serta dianggap ketinggalan zaman. Untuk menyelesaikan masalah dan memberikan solusi yaitu engan menyediakan sebuah wadah atau fasilitas yang dapat menampung segala kegiatan budaya namun dikemas secara atraktif, menarik, dan modern. Segingga nantinya masyarakat akan dapat tetap menjalankan aktivitasnya sebagai sebuah saran pendidikan dan juga hiburan bagi seluruh kalangan.fasilitas yang dimaksud adalah Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Timur dengan lokasi perancangan berada di kota Malang. Pemilihan Kota Malang dalam pembuatan pusat kebudayaan dikarenakan Kota Malang berada di pusat dari provinsi Jawa Timur dengan memiliki spesifikasi kota dengan tujuan pendidikan, budaya, dan hiburan. Dengan melihat potensi yang telah ada maka bangunan akan didisain dengan bentuk bangunan yang lebih modern dan menonjolkan unsur kebudayaan pada bangunan. Untuk mewujudkan terbangunnya bangunan tersebut digunakan salah satu unsur kebuyaan Jawa seperti hewa yang melambangkan budaya jawa, sehingga pendekatan yang dibutuhkan dalam merancang bangunan tersebut adalah Arsitektur Metafora.
GALERI SENI LUKIS TEMA: POSTMODERN Ferolica Krizia; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maksud dan tujuan karya tulis ini adalah untuk menyusun dan meningkatkan suatu landasan konseptual yang diarahkan guna mendapatkan factor-faktor penentu perencanaan wadah fisik. Landasan tersebut meliputi acuan perancangan mikro dan acuan perancangan makro yang selanjutnya ditransformasikan kedalam desain grafis. Metode karya tulis yang dipakai menggunakan analisa sintesa dengan menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok bahasan melalui cara memaparkan data-data yang berdasarkan studi literatur, wawancara dan observasi lapangan yang berhubungan dengan materi penelitian ini. Karya hasil ilmiah ini berupa Perencanaan Gedung Galeri Seni Lukis Di Kota Malang yang representatifnya ditinjau dari segi arsitektural, yang berkesan komersil. Rekreatif yang bercirikan postmodern, dan ditinjau dari segi fungsi serta intensitasnya yang dapat menampung seluruh aktivitas yang terselenggara didalamnya serta menyediakan fasilitas penunjang dan perlengkapan bangunan serta prasarana utilitas yang lengkap.
PERANCANGAN KONFERENSI DAN PAMERAN DI KOTA MALANG TEMA: HIGH-TECH ARCHITECTURE Maxedo Novami Dahlia Tenggara; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata menjadi komoditas bisnis andalan di banyak negara maju. Meskipun fasilitas pariwisata dengan potensinya pas – pesan, namun karena kemasan pariwisatanya sangat menarik, sektor ini menjadi penghasil devisa terbanyak dari total devisa yang diterima. Bahkan ada beberapa negara hanya sebagai alat penjual – broker dengan negara kita, namun devisa yang dihasilkan cukup signifikan. Dalam hal ini, tercatat industri konvensi dan pameran sebagai bagian terbanyak dalam perolehan tersebut, karena garapannya melibatkan banyak sumber daya manusia, mulai dari yang mempunyai ketrampilan standar sampai yang profesional di bidangnya masing – masing, pengaruh di bidang ekonomi dan multipel effect yang kental serta porsi keuntungan yang sangat besar. Hal ini perlu dicermati karena industri konvensi & pameran mempunyai Prospek yang menjanjikan. Prospek industri MICE di era globalisasi ini semakin penting. Kemajuan teknologi dan pengetahuan serta persaingan bisnis yang semakin tajam dengan tingkat konflik antar negara/ kelompok yang tiada henti, menuntut untuk diadakan pertemuan, perundingan atau konferensi, baik tingkat wilayah/ regional maupun internasional sesering mungkin dan pameran dagang untuk wilayah/ negara/ regional atau internasional dalam promosi yang berkesinambungan untuk memenangkan persaingan yang ada. Terlebih di Malang sendiri gedung pameran dan konvensi hampir dalam satu bagian dari sebuah gedung, seperti hotel yang memiliki fasilitas tersebut. Tidak adanya gedung khusus yang menawarkan fasilitas ini sebagai fasilitas utama menjadi awal pembuatan gedung pameran dan konvensi.