Rinto Hasiholan Hutapea
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Kurikulum 2013 Rinto Hasiholan Hutapea
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 1 No 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v1i1.10

Abstract

The discussion in this paper aims to dissect the problems related to the theoretical and practical aspects of learning evaluation in the 2013 Curriculum. In the theoretical aspects the teachers of Christian Religious Education are expected to understand the essence of the evaluation of learning and the nature of the 2013 curriculum. This understanding is important, because of good understanding and right the nature of the evaluation of learning and Curriculum 2013 will help and facilitate Christian Religious Education teachers in designing evaluation instruments for learning in the classroom. On the contrary, if the Christian Education teacher does not understand well the nature of the evaluation of learning and the nature of 2013 Curriculum, it can be ascertained that the Christian Religious Education teacher will have difficulty in designing and implementing classroom learning evaluations. Pembahasan dalam tulisan ini bertujuan untuk membedah problematika terkait aspek teoritis dan praktis evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013. Dalam aspek teoritis guru-guru PAK diharapkan memahami dengan baik hakikat dari evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013. Pemahaman ini penting, karena pemahaman yang baik dan tepat akan hakikat evaluasi pembelajaran dan Kurikulum 2013 akan menolong dan memudahkan guru PAK dalam merancang instrumen evaluasi pembelajaran di kelas. Namun sebaliknya, jika guru PAK tidak memahami dengan baik hakikat evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013 dapat dipastikan guru PAK akan mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran di kelas. Kata-kata kunci: evaluasi, pembelajaran, kurikulum 2013
POTRET PLURALISME AGAMA DALAM MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Rinto Hasiholan Hutapea; Iswanto iswanto
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.363

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menemukan potret pluralisme agama dalam masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki pemahaman yang baik akan pluralisme agama. Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menghargai perbedaan dan kemajemukan agama, suku, dan ras. Kerukunan umat bergama juga terjalin dengan baik. Hal ini dapat terjadi oleh karena peran pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat yang membangun dialog dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar umat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustakan dan observasi lapangan. Abstract – This study aims to find a portrait of religious pluralism in the people of Kupang City, East Nusa Tenggara. The results showed that the people of Kupang City had a good understanding of religious pluralism. This is reflected in the daily lives of people who respect the diversity and diversity of religious, ethnicities, and races. Religious harmony is also well established. This can happen because of the role of government, religious leaders, and the community that builds dialogue in resolving conflicts that occur between religious communities. The method used in this study is a qualitative method with a library study and field observation approach.
Kreativitas Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Di Masa Covid-19 Rinto Hasiholan Hutapea
Didache: Journal of Christian Education Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v1i1.287

Abstract

This study aims to determine the desckription of the creativity of teaching Christian Religious Education teachers during the covid-19. The method used in this research is descriptive qualitative. The results show that teaching creativity is one of the important aspects that must be prossesed by Christian Religious Education teachers in dealing with online learning systems in the covid-19. Christian Religious Education teachers to be creative, at least understand well the nature of teaching creativity itself. In addition, Christian Religious Education teachers need to develop themselves in relation to creative teachers in teaching during the covid-19. Especially developing themselves in using online learning media. Another important thing is that Christian Religious Education teachers are able to overcome student learning problems at home related to Christian Religious Education learning materials. 
Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Rinto Hasiholan Hutapea; Yuliana Hau Dima
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v1i1.10

Abstract

This study aims to study the benefits of using the discussion method in improving student learning outcomes in Christian Religious Education subjects. This research uses classroom action research. The subjects of this study were a teacher and grade IV students of SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. The results of the study can be studied in the first cycle and second cycle. In the first cycle students learning outcomes were obtained with an average grade of 72,12 out of 19 students. Of the 19 students, there were 11 people in the completed category, and 8 people in the not completed category. In the implementations of the second cycle of action obtained an average grade of 76,05 from 19 students. Students who participated 19 people, there are 17 people who are categorized as completed, and 2 people who are categorized as not completed. The results of monitoring cycle I and cycle II showed significant changes to the learning outcomes of students. Changes in learning using discussion methods in Christian Religious Education learning have improved the learning methods of students in class IV SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian ini adalah seorang guru dan peserta didik kelas IV  SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang. Hasil penelitian dapat digambarkan pada pelaksanaan siklus I dan siklus II. Pada siklus I diperoleh keterangan hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata kelas adalah 72,12 dari 19 orang peserta didik. Dari 19 orang peserta didik tersebut, terdapat 11 orang yang masuk kategori Tuntas, dan 8 orang yang masuk kategori Belum Tuntas. Pada pelaksanaan tindakan siklus II diperoleh keterangan nilai rata-rata kelas adalah 76,05 dari 19 orang peserta didik. Peserta didik yang berjumlah 19 orang tersebut, terdapat 17 orang yang masuk kategori Tuntas, dan 2 orang yang masuk kategori Belum Tuntas. Hasil observasi siklus I dan siklus II menunjukkan perubahan yang signifikan atas pencapaian hasil belajar peserta didik. Perubahan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran PAK telah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IV SD GMIT Oenaek Kabupaten Kupang.
Nilai pendidikan Kristiani “terimalah satu akan yang lain” dalam bingkai moderasi beragama Rinto Hasiholan Hutapea
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i1.540

Abstract

This study specifically examined the interaction of IAKN Palangka Raya Christian students in a joint group of Real Work Lectures with IAIN Palangka Raya Islamic students and Hindu students kaharingan IAHN Palangka Raya. The location of special activities of Bukit Sua Village and Mungku Baru Village. The purpose of this study is also to examine and analyze the implementation of the value of Christian education "accept one another" Romans 15:7 in the framework of religious moderation. Empirical studies become the methods that researchers use to achieve these goals. The results stated that the interaction and implementation of the value of Christian education "accept one another" in the framework of religious moderation by Christian students in a combined group with Islamic students and Hindu Kaharingan students empirically realized very well. Christian students amid differences in faith in KKN activities can realize and apply the values of Christian education and religious moderation with indicators: attitude of acceptance with love, communication-based on love, cooperation based on love, attitudes that make room for differences in beliefs, and attitudes that accept local culture as part of religious expression. AbstrakPenelitian ini khusus mengkaji interaksi mahasiswa Kristen IAKN Palangka Raya dalam kelompok gabungan Kuliah Kerja Nyata dengan mahasiswa Islam IAIN Palangka Raya dan mahasiswa Hindu Kaharingan IAHN Palangka Raya. Lokasi kegiatan khusus Kelurahan Bukit Sua dan Kelurahan Mungku Baru. Tujuan penelitian ini juga untuk mengkaji dan menganalisis implementasi nilai pendidikan Kristiani “terimalah satu akan yang lain” Roma 15:7 dalam bingkai moderasi beragama. Studi empiris menjadi metode yang peneliti gunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menyatakan bahwa interaksi dan implementasi nilai pendidikan kristiani “terimalah satu akan yang lain” dalam bingkai moderasi beragama oleh mahasiswa Kristen dalam kelompok gabungan dengan mahasiswa Islam dan mahasiswa Hindu Kaharingan secara empiris terwujud dengan sangat baik. Mahasiswa Kristen di tengah-tengah perbedaan keyakinan, dalam dalam kegiatan KKN, dapat mewujudkan dan menerapkan nilai pendidikan kristiani dan moderasi beragama dengan indikator: sikap menerima dengan kasih, komunikasi berlandaskan kasih, bekerja sama didasarkan pada kasih, sikap yang memberi ruang terhadap perbedaan keyakinan, serta sikap yang menerima budaya lokal sebagai bagian dari ekspresi beragama.
Mendialogkan Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Yosef Heristyo Endro Baruno; Rinto Hasiholan Hutapea; Yudhi Kawangung
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i1.57

Abstract

Berdialog adalah sebuah upaya menyampaikan informasi dan pendapat untuk mempertimbangkan agar bisa saling memahami. Berkaitan polemik Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan khususnya pasal 69 dan 70 yang telah disusun oleh DPR bersama pemerintah selaku pembuat Undang-Undang di Indonesia, telah direspons oleh masyarakat luas, terutama lembaga keagamaan Katolik dan Kristen Protestan yang sebagian besar menolak Rancangan Undang-Undang tersebut. Polemik itu berkaitan dengan niat DPR dan pemerintah yang hendak memberi payung hukum bagi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan analisis pada proses penyimpulan deduktif atau induktif, serta analisis terhadap dinamika hubungan fenomena yang diteliti dengan menggunakan logika ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah Rancangan Undang-Undang tersebut mendapat tanggapan secara luas dari masyarakat dan lembaga keagamaan, khususnya pasal yang ditujukan bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan umat Katolik dan Kristen Protestan. Polemik tersebut membuat berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga keagamaan mengoreksi isi Rancangan Undang-Undang tersebut dan sementara dihentikan proses pengesahannya.
Instrumen Evaluasi Non-Tes dalam Penilaian Hasil Belajar Ranah Afektif dan Psikomotorik Rinto Hasiholan Hutapea
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v2i2.94

Abstract

Abstact: The Non-test Evaluation Instrument That Is Ignored in the Assessment of Affective and Psychomotor domains. This study aims to see the description of Christian Religious Education teachers in using non-test evaluation instruments in evaluating the learning outcomes of the affective and psychomotor domains of students. The method used in this research is survey method and literature study. Where it is explained that to measure and assess the learning outcomes of the affective and psychomotor domains, the right type of instrument to use is the non-test. The findings of this study explain that Christian Education teachers in SMP Negeri 5 and SMP Negeri 20 Kota Kupang are still low in using non-test evaluation instruments. The indicator is that teachers have difficulty using non-test evaluation instruments, and do not have time to prepare non-test evaluation instruments in evaluating the affective and psychomotor domains of students.Abstrak: Instrumen Evaluasi Non-tes yang Terabaikan Dalam Penilaian Ranah Afektif dan Psikomotorik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat gambaran guru-guru Pendidikan Agama Kristen dalam menggunakan instrumen evaluasi non-tes dalam penilaian hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik peserta didik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan studi pustaka.Dimana dijelaskan bahwa untuk mengukur dan menilai hasil belajar ranah afektif dan psikomotorik, jenis instrumen yang tepat digunakan adalah non-tes. Temuan hasil penelitian ini menerangkan bahwa guru-guru Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 20 Kota Kupang masih rendah dalam menggunakan instrumen evaluasi non-tes. Indikatornya adalah guru-guru meng-alami kesulitan menggunakan instrumen evaluasi non-tes, serta tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan instrumen evaluasi non-tes dalam penilaian ranah afektif dan psikomotorik peserta didik.
Meneropong Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Model Perilaku Peserta Didik Hutapea, Rinto Hasiholan
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.438 KB)

Abstract

This paper aims to examine one of the competencies that must be prossessed by a teacher. These competencies are personality competencies. The author will review the personality competencies of a Christian Education teacher as a model of behavior emulated  by students. The discussion in this paper covers the theoretical description of teacher personality competencies and their relationship as models of student behavior. The findings and analysis of the authors state that personality competencies possessed by a Christian Education teacher can determine the model of behavior emulated by a student at school. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian. Penulis akan mengulas kompetensi kepribadian seorang guru Pendidikan Agama Kristen sebagai model perilaku yang diteladani peserta didik. Pembahasan dalam tulisan ini mencakup uraian teoritis tentang kompetensi kepribadian guru dan kaitannya sebagai model perilaku peserta didik. Hasil temuan dan analisa penulis menyatakan bahwa kompetensi kepribadian yang dimiliki orang seorang guru Pendidikan Agama Kristen dapat menentukan model perilaku yang diteladani oleh seorang peserta didik di sekolah.
Teologi Keselamatan Injil Lukas 19:1-10 dan Relevansinya Bagi Pendidikan Agama Kristen Hasudungan Sidabutar; Rinto Hasiholan Hutapea
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 10 No 1 (2020): SANCTUM DOMINE December 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v10i1.80

Abstract

This study explores the concept of salvation. The study aims to answer the problem of differences in the concept of safety that students have in schools. The research method used in this research is qualitative research with a literature approach. The results of the research are as follows: First, the salvation of the Old Testament to the New Testament is the salvation of God Himself. Second, man is not saved by his own efforts but rather the Work of God, who is active in the work of salvation. Third, the Gospel of Luke contains a universal theology of salvation. Fourth, salvation does not look at boundaries, but salvation from God through Jesus Christ breaks through the boundaries made by humans. Fifth, human judgment is not the determinant of salvation but only God Himself should place it. Sixth, the concept of salvation in the Gospel of Luke 19: 1-10 can be considered in Christian Religious Education learning materials in schools.
Peran Guru Dalam Pengembangan Peserta Didik Di era Digital Ezra Tari; Rinto Hasiholan Hutapea
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i1.1

Abstract

Penulis mengkaji tentang pengembangan peserta didik di era digital. Penelitian ini berangkat dari keresahan penulis terhadap keadaan peserta didik di era digital.Para peserta didik belum mampu menggunakan teknologi secara maksimal. Sehingga guru dituntut untuk bertindak profesional untuk mendampingi nara didik untuk mengembangkan diri dalam penguasaan teknologi informasi. Dengan problematika tersebut maka, penulis mengupas tentang peran guru dalam pengembangan peserta didik di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan dalam penelitian tidak dipaksakan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh penulis dalam tulisan ini, kemampuan pengelolaan peserta didik, guru bertanggungjawabterhadap peserta didik dalam perancangan dan pelaksanaan hasil belajar.Pengembangan peserta didik, dengan sejumlah peran dan tanggung jawab yang dilakukan guru. Jadi guru wajib mahir, pandai, cermat, dan cerdas dalam menjalankan pekerjaan sebagai guru. Guru dituntut mampu mengaktualisasikan kompetensi pedagogik. Serta mampu mengimplementasikan pendidikan yang holistik. The author examines the development of students in the digital age.  This study departs from the writer's anxiety about the condition of students in the digital age.  The students have not been able to use technology maximally. So that teachers are required to act professionally to assist students to develop themselves in the mastery of information technology. On account of these problems, the authors explore the role of teachers in the development of students in the digital age.  The method used is descriptive qualitative.  In this study, the theory used in research is not forced to obtain a complete picture of a matter according to human views. Based on the study conducted by the author in this paper, the ability to manage learners, teachers are responsible for students in the design and implementation of learning outcomes. Development of students, with a number of roles and responsibilities undertaken by the teacher. So the teacher must be proficient, clever, careful, and smart in carrying out work as a teacher.  Teachers are required to be able to actualize pedagogical competencies.  And able to implement holistic education.