Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kulit Talas Bogor (Colocasia Esculenta) Sebagai Sumber Energi Alternatif Bioetanol Arlianti, Lily; Nurlatifah, Ismi
UNISTEK Vol 6 No 2 (2019): Agustus 2019 - Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.959 KB) | DOI: 10.33592/unistek.v6i2.261

Abstract

Abstrak. Penanggulangan limbah organik baik limbah domestik maupun limbah industri menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dikembangkan karena jumlah limbah atau sampah organik  sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia. Salah satu limbah organik yang banyak dihasilkan dari produksi makanan adalah kulit talas Bogor. Limbah kulit talas ini kami konversi menjadi bioetanol dengan metode fermentasi menggunakan ragi tape yang mengandung saccharomyces cereviceae dengan variasi lama fermentasi 4,6,8,10 dan 12 hari. Hasil fermentasi kemudian dipisahkan dengan metode destilasi dan didapatkan berat jenis destilat 0,8483 gr/mL. Dari penelitian ini didapatkan destilat bioetanol sebanyak 79 mL dengan yield 14,68%. Dengan demikian limbah kulit talas memiliki potensi untuk konversi biomassa menjadi bioetanol yang merupakan salah satu bahan bakar alternative yang ramah lingkungan. Kata kunci: limbah kulit talas Bogor, fermentasi, bioetanol Abstract.[ Utilization of Bogor Taro Skin Waste (Colocasia Esculenta) As an Alternative Energy Source of Bioethanols] The handling of organic waste both domestic waste and industrial waste is a very important thing to be developed because the amount of waste or organic waste is in line with the growth of the population in Indonesia. One of the many organic wastes produced from food production is Bogor taro skin. We convert taro skin waste into bioethanol by fermentation method using yeast tape containing saccharomyces cereviceae with long fermentation variations 4,6,8,10 and 12 days. The results of fermentation were then separated by a distillation method and obtained by the specific gravity of distillate 0.8483 gr / mL. From this study, 79 mL bioethanol distillate was obtained with a yield of 14.68%. Thus taro skin waste has the potential to convert biomass into bioethanol which is one of the alternative fuels that is environmentally friendly. Keywords: Bogor taro skin waste, fermentation, bioethanol
A Review : Degradasi Elektrokimia Zat Pewarna Golongan Azo (Azo Dyes) Arlianti, Lily; Nurlatifah, Ismi
UNISTEK Vol 5 No 2 (2018): Agustus 2018 - Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.356 KB) | DOI: 10.33592/unistek.v5i2.314

Abstract

Berkembangnya berbagai bidang industri yang menggunakan pewarna sintetis di duniaberimbas pada meningkatnya pencemaran lingkungan air di sekitar lingkungan industry tersebut.Pencemaran lingkungan air oleh limbah zat warna ini berbahaya untuk kesehatan manusia maupun biotaair di tempat lingkungan tercemar. Penanggulangan limbah cair zat warna sintetis ini sudah banyakdikembangkan berbagai metode seperti fotolisis, biodegradasi, elektrokimia dan sebagainya. Degradasielektrokimia sudah berkembang saat ini dengan elektroda-elektroda baru terhadap berbagai zat warnasintetis. Zat warna sintetis yang paling luas penggunaannya adalah zat warna azo yang memilikispesifikasi ikatan N=N. Artikel ini menampilkan berbagai riset yang dilakukan oleh peneliti-penelitiyang mengembangkan degradasi elektrokimia terhadap berbagai zat warna sintetis azo (azo dyes). Metodeini memberikan hasil yang signifikan terhadap dekolorisasi zat warna dan COD removal yang sangatbagus diberbagai hasil riset. Sehingga degradasi elektrokimia merupaka metode yang menjanjikan dimasadepan untuk penanggulangan limbah zat warna yang ramah lingkungan karena penggunaan bahan kimiayang sedikit.Kata kunci: Azo Dyes, degradasi elektrokimia, pencemaran lingkungan