Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Brotherhood and It’s Rights in Islam | الأخوة وحقوقها في الشريعة الإسلامية Laila Sabrina; Inaratul 'ayn
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 13, No 2 (2016): AL-ZAHRĀʼ: JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.072 KB) | DOI: 10.15408/zr.v13i2.10666

Abstract

SUFISM MEMES: Gus Mus’s Representation in Countering the Narrative of Religious Fundamentalism on Social Media Sabrina, Laila; Ahmadi, Rizqa
AL-TAHRIR Vol 21, No 2 (2021): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v21i2.3134

Abstract

Abstract: In Indonesia, Muslim clerics preach the sermon orally. It is considered an effective method to disseminate Islamic teaching. Today, Muslims adopt the development of information technology to propagate the teaching of Islam. One of them is using memes. Commonly, memes are made by quoting wise words from influential figures. This study focused on Gus Mus’s wise words. Gus Mus (Musthafa Bishri) is a famous figure in Indonesia. His socio-religious idea is related to the moderate and traditional Muslim. This research aims to find out why some people use the quote of Gus Mus as an object for a meme. Second, it investigates how the memes represent the idea of Gus Mus. It employed qualitative research. The data was gathered through netnography, which focused on specific social media platforms. The data then were analyzed using a sociological approach. It was found that the massive appearance of disturbing memes causes the emergence of Gus Mus’s quote meme, particularly comes from fundamentalist communities. These memes represented the spiritual and humanistic ideas of Gus Mus. It is then called Sufism Memes.الملخص: قام العلماء بنقل أفكارهم لعامة الناس في سياق الإسلام الإندونيسي عادةً من خلال المحاضرات الشفهية. هذه الطريقة تعتبر وسيلة مؤثرة لنشر التعاليم الإسلامية. ولما تطور تكنولوجيا المعلومات أثر المسلمون فى نشر تعاليم الإسلام، أحدها عن طريق استخدام ميمي. الميميات تتركب من اقتباس كلمات حكيمة من شخصيات مؤثرة. فى هذا البحث، صارت كلمات الحكيمة لدي Gus Mus التي اقتبسها بعض الناس دراسة أساسية. Gus Mus (مصطفى بشري) هو عالم مشهور في إندونيسيا. فكرته الاجتماعية والدينية أكثر رسوخًا بين المسلمين المتوسطين والتقليديين. فالأسئلة الرئيسية لهذا البحث هي لماذا اقتبس بعض الناس كلمات Gus Mus لميمي، وكيف تمثل الميمي فكرة Gus Mus؟ تم جمع البيانات من خلال شبكة الإنترنت مع التركيز على وسائل التواصل الإجتماعي محددة وتحليلها بنهج اجتماعي. ومن ثم، أدعي أن ظهور ميمي Gus Mus كسرد مضاد بالظهور الميمات الهائلة والمزعجة، ولا سيما من المجتمعات المتطرفة. تمثل هذه الميميات من أصل الأفكار الروحية والإنسانية لدي Gus Mus. فأسميها ميمي صوفي.Abstrak: Dalam konteks Islam Indonesia, pandangan tokoh agama biasanya disampaikan kepada khalayak melalui ceramah secara verbal. Metode tersebut dinilai efektif untuk mengajarkan Islam. Pada perkembangan terkini, kemajuan teknologi informasi mempengaruhi sebagian besar muslim dalam penggunaan media baru untuk mengajarkan Islam. Salah satunya melalui meme. Biasanya meme dibuat dengan mengutip kata-kata bijak dari tokoh yang berpengaruh. Pada penelitian ini, kata-kata bijak Gus Mus (Musthafa Bishri) menjadi fokus kajiannya. Gus Mus adalah tokoh populer di Indonesia. Gagasan sosial keagamaannya lebih dekat dengan corak Islam moderat dan Islam tradisional. Pertanyaan utama artikel ini adalah mengapa sebagian orang mengutip kata bijak Gus Mus untuk dijadikan meme dan bagaimana kutipan tersebut merepresentasikan gagasan Gus Mus. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode netnografi dengan terfokus pada beberapa platform sosial media tertentu, dan dianalisis menggunkan pendekatan sosiologi. Penulis berpendapat bahwa kemunculan meme tersebut merupakan kepanikan moral atas maraknya meme yang meresahkan, khususnya dari kelompok fundamentalis. Meme tersebut merepresentasikan gagasan humanis dan spiritual Gus Mus. Penulis menandainya dengan istilah Meme Sufistik.
Muhammad Hasbi Siddiqi’ View on Sunnah | فكرة الأستاذ الدكتور محمّد حسبي الصّديقي عن السنّة النبوية Laila Sabrina
Al-Zahra : Journal for Islamic and Arabic Studies Vol 13, No 2 (2016): AL-ZAHRĀʼ: JOURNAL FOR ISLAMIC AND ARABIC STUDIES
Publisher : Fakultas Dirasat Islamiyah, Univitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/zr.v13i2.10672

Abstract

Muhammad hasbi as shiddieqie is one of indonesian moslem thinkers. He has manyworks in any diciplines of islamic studies such as fiqh, ushulul fiqh, tafsir and hadith. Inhadith, he has some difference ideas from other muhadithin. He distinguishes sunnahfrom hadith. According to him, hadith is an event leaning to the Prophet Muhammadalthough this event happened once in his life. Sunnah is mutawatir traditions andactivities which are done by Prophet Muhammad.
PENYELESAIAN KONFLIK PLURALISME BERNUANSA AGAMA DALAM MASYARAKAT HETEROGEN Nurma Khusna Khanifa; Laila Sabrina
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 22 No 1 (2022): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v22i1.2831

Abstract

Konflik biasanya terjadi karena berkumpulnya empat elemen utama dalam waktu yang bersama, yaitu kontek pendukung, akar konflik, sumbu dan pemicu. Sekali konflik terjadi maka proses berikutnya ialah eskalasi yaitu penggunaan taktik yang semakin keras, semakin luas sasarannya atau semakin banyak yang terlibat. Dengan demikian penyebaran faham yang kurang jelas tentu akan meresahkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang selanjutnya merusak sendi-sendi kerukunan umat beragama. Agama yang menurut orang jawa disebut segabagai ageman (pakaian) yang dapat membuat indah, sehat, aman bagi pemakainya dan orang lain, justru akan menjadi sesuatu yang menakutkan. Kemajemukan masyarakat Indonesia adalah sebuah realitas, dan dalam kemajemukan itu tidak boleh dibiarkan sikap dan praktek-praktek diskriminatif. Sehingga agama tidak selalu disalah manfaatkan dan dijadikan kambing hitam sebagai sumber atau pembenar konflik.
KONTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERKEMBANGAN UMKM DI KECAMATAN BANJARNEGARA Mila Fursiana Salma Musfiroh; Laila Sabrina; Sarno Wuragil
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.928

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) denganpendekatan kuantitatif. bersifat Statistik Inferensial Parametris,Menggunakan data interval. Dan menggunakan hipotesis asosiatifmemakai pearson product moment. Adapun variabel dalam penelitian ini,variabel terikat (Y) adalah pendapatan pelaku UMKM, dan variabel bebas(X) adalah pembiayaan, sistem bagi hasil, monitoring usaha, danpelayanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovinsehingga sampelnya adalah 100 UMKM dari 1789 UMKM di KecamatanBanjarnegara. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dandokumentasi. Uji validitas menggunakan metode korelasi productmoment pearson di bantu SPSS versi 19. 0 yang menunjukkan bahwasemua item pertanyaan lebih besar dari ˃ 30 maka dinyatakan valid . Ujireliabilitas menggunakan Cronbach Alpha hasilnya 0. 834 atau 83,4%sehingga dikatakan reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji regresilinier berganda diperoleh koefiesien korelasi (R) sebesar 0. 969, hal inimenunjukan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara variabelbebas X dengan variabel terikat Y sebesar 96,9%. koefisien korelasi yangbernilai posistif mununjukan pengaruh hubungan yang searah, dngan katalain jika niali variabel bebas naik, maka nilai variabel terikat juga naik.hasil Uji F diketahui bahwa tingkat signifikansi yang diperoleh adalah 0.00. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitupembiayaan, bagi hasil, monitoring, dan pelayanan secara simultanberpengaruh signifikan terhadap variabel terikat pendapatan. Atauterdapat pengaruh signifikan antara kontribusi perbankan syari’ahterhadap perkembangan umkm di kecamnatan Banjarnegara, bisadiartikan bahwa Ho diterima. Hasil Uji t dari 4 variabel pembiayaan 0.129, bagi hasil 0. 00, monitoring 0. 230, pelayanan 0. 00 tersebut yangberpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan Y adalah sistem bagihasil X2dan pelayanan X4.
Konsep Keharaman Riba: Studi Atas Pemikiran Muhammad Bâqir Aṣ-Ṣadr dalam Iqtiṣâdunâ Laila Sabrina
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 7 No 1 (2021): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur`an dah Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v7i1.1854

Abstract

Tulisan ini berpijak pada maraknya upaya masyarakat melawan praktik riba yang mana secara ortodoks pelaku riba memang layak diperangi karena dia memerangi Allah dan Rasul-Nya. Secara tekstual, pengharaman riba sudah jelas (jâliy), hanya saja kontestasi pendapat masih berkutat pada pengharaman bunga bank (interest). Indonesia salah satu Negara dengan mayoritas Muslim yang berambisi mensyariahkan dunia perekonomiannya tidak dapat menghususkan pendapat ulama sunni semata. Sosok ulama syi`ah yang layak dijadikan pijakan dalam perekonomian Islam sekaligus dikaji pemikirannya dalam artikel ini adalah Bāqir Sadr. Menariknya, Bȧqir Sadr yang lahir dari kalangan Syi`ah yang masyhur dalam dunia keilmuan dan teknologi (rasionalist) justru mengeluarkan fatwa pengharaman bunga bank dimana bank merupakan sarana ekonomi yang masyhur di era modern saat ini . Pendapatnya ini mengimbagi pendapat kaum tekstualis dan menselisihi pendapat kontekstualis. Dengan demikian, penelitian terhadap Bāqir Sadr menjadi patut diusung demi memperoleh sisi novelty dari buah pikirnya yang memungkinakan kaum kontekstualis modern menerima celah tekstualitas dalam pengharaman bunga bank. Dengan mengkaji pandanganya dalam kitabnya, Iqtishaduna, Peneliti menemukan beberapa poin menarik yang berbeda dengan beberap ulama lain yang juga memiliki sudut pandang teologis dengan pendekatan tentang tekstulis atas pengharaman bunga bank yaitu: (1) Bunga bank termasuk kategori Riba; (2) Kadar Keimanan dan perilaku konsumsi riba; (3) Konsep kepemilikan; (4) Konsep Kekayaan; (5) Konsep kerja; dan (6) Resiko bukan alasan untuk menghalalkan Riba.