Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA ASPEK FISIK DAN NON FISIK DALAM TATANAN RUANG HUNIAN MASYARAKAT DI DATARAN TINGGI KEC. PONCOKUSUMO, KAB. MALANG Debby Budi Susanti; Gaguk Sukowiyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.936 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2343

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk menggali makna yang ada dalam hunianmasyarakat di dataran tinggi berdasarkan aspek fisik dan non fisik yangditampilkan pada rumah tinggal masyarakat di kawasan KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Kecamatan Poncokusumo merupakankawasan hinterland Kota Malang yang berbatasan langsung dengankawasan Desa Ngadas, Tengger. Dengan posisi yang demikianmasyarakat di kawasan Kecamatan Poncokusumo mendapat pengaruhdari dua budaya, yaitu budaya dari masyarakat Kota Malang dan budayadari suku Tengger Bromo. Sehingga penataan hunian masyarakat dikawasan Kecamatan Poncokusumo menyesuaikan dengan tradisi danbudaya masyarakat dari dua kawasan yang berdekatan denganwilayahnya, yaitu Kota Malang dan Suku Tengger Bromo.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG, TEMA GREEN ARCHITECTURE Agha Primatio; Gatot Adi Susilo; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 01 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang mendapat julukan sebagai kota pendidikan. Berdasarkan Banyaknya jumlah fasilitas pendidikan seperti sekolah mulai dari tingkat yang terendah sampai perguruan tinggi pun menjadi faktor kenapa kota malang mendapat Citra sebagai kota pendidikan. Menurut data yang diperoleh dari dinas pendidikan Malang, jumlah sekolah yang ada di kota ini yaitu 425 TK dan setingkatnya, 333 Sekolah dasar dan setingkatnya, 133 Sekolah menengah dan setingkatnya, 126 tingkat menengah atas, serta 62 perguruan tinggi. Maka dari itu Adanya fasilitas umum untuk menungjang kegiatan masyarakat yang bersifat edukatif dan rekreatif sangat dibutuhkan, hal itu dapat diwujudkan dengan adanya perpustakaan umum. Perpustakaan umum merupakan salah satu pusat koleksi pustaka sebagai sumber informasi yang sah informasi dan tepercaya serta menyenangkan untuk masyarakat umum. Perpustakaan umum pun harus mampu menarik minat masyarakat agar mau menggali informasi yang terdapat di dalamnya sehingga perpustakaan umum tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas untuk mendapat informasi, melainkan juga sebagai pusat edukasi, rekreasi, hiburan dan riset. Desain secara arsitektural akan berperan penting untuk menciptakan ruang dan fasilitas yang ideal untuk perpustakaan umum yang bertema Green atau tanggap akan lingkungan di kota malang. penyelesaian secara arsitektural pun diharuskan mampu menjawabnya.
STASIUN KERETA API DI KOTA MALANG, TEMA GREEN ARCHITECTURE Andika Yuniawan Yusuf1; Didiek Suharjanto; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 01 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api adalah kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan Dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di atas jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api. Kereta api sendiri terdiri dari lokomotif, kereta, dan gerbong, oleh karena itu perlu ada tempat untuk berlabuh nya kereta Api yang biasa kita sebut dengan Stasiun Kereta Api. Stasiun kereta Api adalah bagunan menjadi tempat berlabuhnya kereta api baik dari kedatangan kereta api, melintasnya kereta api dan berangkatnya kereta api yang di dalam nya terdapat aktifitas naik turunyan penumpang dan staaf serta tempat naik turun nya barang. Untuk memberikan ekstetika dan keasrian pada bagunan Stasiun kereta Api peru ada Konsep bagunan yang menunjang yaitu konsep yang digunakan adalah Asitektur hijau atau biasa di sebut Green Architecture Yaitu sebuah proses perancangan dalam mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik, Meningkatkan keyamanan manusia dengan meningkatkan efesiensi, Penguraan Sumberdaya energi, pemakaian Lahan, dan Pengolahan Sampah efektif dalam tataran arsitektur.
INSTITUT FASHION INTERNASIONAL, TEMA ARSITEKTUR KONTEMPORER Ardelia Benedicta Adji; Didiek Suharjanto; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 01 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk di kota Malang sendiri sangatlah tinggi yang dipengaruhi oleh kedatangan mahasiswa baru untuk melanjutkan pendidikan. Kepadatan penduduk kini secara langsung akan terjadi sosialisasi antar penduduk satu sama lain, sehingga tidak dapat dipungkiri setiap penduduk pasti ingin selalu tampil menarik. fashion menjadi gaya hidup (life style) yang sangat di minati. Perkembangan dunia fashion menjadi hal yang penting di berbagai kalangan baik kalangan muda maupun tua. Banyak orang yang ingin tampil menarik dan berbeda dari orang lain, apalagi dalam pergaulan, penampilan sangat penting untuk diperhatikan. Busana merupakan kebutuhan primer. Seiring dengan berkembangnya dunia industri, hiburan, informasi dan teknologi, gaya berbusana menjadi media untuk menunjukkan eksistensi seseorang dalam komunitasnya. Gaya berbusana sudah menjadi bagian dari gaya hidup setiap seseorang. Industri fashion kini sedang berkembang, untuk menghasilkan kualitas rancangan baju yang bagus tentu dibutuhkan oleh paradesainer. Banyak generasi-generasi penerus bangsa ini yang ingin menempuh pendidikan di bidang desain Namun, terhalang oleh fasilitas dan pengetahuan tentang fashion yang masih minim di Indonesia. Dengan adanya institut fashion, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang lebih berpengalaman dalam bidang tersebut karena memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Melihat kondisi dan permasalahan pendidikan di kota Malang ini perlu adanya penambahan lembaga tinggi bertaraf internasional yang mampu menampung dan menciptakan sumber daya manusia berkualitas di bidang fashion internasional.
TAMAN BELAJAR DAN BERMAIN ANAK DI KOTA BALIKPAPAN, TEMA ARSITEKTUR PERILAKU Hanna Cynthia Febriandi; Adhi Widyarthara; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 01 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman merupakan tempat yang ditanami dengan berbagai tumbuhan dan beberapa komponen tambahan yang bermanfaat untuk manusia. Taman dibuat untuk menanam dan menata berbagai tanaman dengan upaya untuk penghijauan. Dengan menggabungkan beberapa komponen seperti tanaman, tanah, air, udara, dan cahaya menjadikan suatu area menjadikan suatu area menjadi lebih indah, nyaman dan tertata rapi. Menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan serupa. Sejak dini anak-anak butuh dibentuk prilakunya dari cara pembelajaran yang tepat. Dengan belajar anak-anak mampu terampil dalam keadaan sendiri maupun berkelompok. Bermain merupakan kegiatan yang disukai oleh anak-anak, dengan bermain anak-anak merasakan kesenangan setelah melakukan kegiatan di sekolahnya. Selain menjadi kesenangan untuk anak-anak, bermain juga bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas anak, meningkatkan rasa percaya diri, melatih bersosialisasi dan mengajarkan berbagi dengan temannya. Jadi pengertian Taman Belajar dan Bermain Anak di Kota Balikpapan dengan Tema Arsitektur Perilaku adalah suatu tempat untuk menaungi kegiatan pembelajaran dan rekreasi untuk anak-anak. Serta memperhatikan perilaku pengguna dan memiliki kenyamanan bagi anak-anak.
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BELA NEGARA DI KOTA MALANG, TEMA ARSITEKTUR MODERN M. Abdul Kohar; Gaguk Sukowiyono; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 01 (2017): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan penduduk di kotamlang sendiri sangat lah tinggi yang di pengaruhi masyarakat yang menetap di kota Malang maupun masyarakat pendatang yang tidak menetap, pertambahan penduduk ini secara tidak langsung akan merubah sifat dan karakter dari daerah itu sendiri, sehingga tidak dapat di pungkiri jati diri daerah itu sendiri harus etap di pertahankan di tambah masuknya budaya barat yang sangat mengancam generasi muda saat ini, sehingga muncullah sarana atau fasilitas yang mengakomodasi semua lapisan masyarakat untuk lebih mencintai adat dan budaya daerah malang khususnya, selain itu juga untuk membentuk generasi muda yang lebih cinta tanah air. PUSDIKLAT ditujukan sebagai wadah mengembangkan sumber daya manusia dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi siapapun. Bela Negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dariluar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara adalah Suatu tempat untuk mengembangkan dan melatih kepribadian guna memperoleh kemahiran atau kecakapan sikap, tekad dan mental sebagai warga Negara yang dilandasi oleh kecintaan pada tahah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara indosesia. Rancana perancangan bangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan DiKota Malang ini bertujuan untuk mewadahi segala lapisan masyarakat agar lebih mencintai adat dan budaya di kota Malang khususnya dan lebih mencintai tanah air Indonesia ini, dengan model bangunan yang mempunyai estetika yang bertemakan Arsitetktur Modern.
SARANA EDUKASI DAN MEMBACA DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR MODERN Dian Khusnul Khatima; Lalu Mulyadi; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan kota pendidikan. Banyak kalangan dari seluruh pelosok Indonesia menimba ilmu di kota Malang baik untuk tingkat pendidikan tinggi maupun menengah. Selain faktor iklim yang mendukung swasana belajar, kota malang merupakan salah satu kota/ kabupaten di Indonesia yang memiliki beberapa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Ilmu adalah pelita kehidupan. Pepatah ini mungkin ada benarnya. Tanpa ilmu, seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, Sekecil apa pun ilmu yang dibutuhkan, tidak dapat dilepaskan. Salah satu sumber ilmu adalah buku. Ungkapan lama ini masih tetap dapat dipegang kebenarannya, meski saat ini berkembang beragam jenis media untuk mendapatkan pengetahuan (informasi), seperti televisi dan internet. Maka tidaklah salah jika buku tetap menjadi media nomor satu yang dijadikan jendela dunia pengetahuan, dan satu-satunya cara mengetahui isi buku hanya dengan membacanya. Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan. Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum. Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan saksama yang dilakukan untuk mengerti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.
MUSEUM SENI LUKIS DAN KERAMIK DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR MODERN ETNIK KONTEMPORER Devon Sanggrama Aradea; Breeze Maringka; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai seni rupa diantaranya adalah jenis karya seni lukis dan seni keramik. Seni lukis modern Indonesia sendiri dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda ke Indonesia. Masuknya kolonialisme Belanda mempengaruhi berbagai aspek, salah satunya adalah seni terutama seni lukis. Banyak perupa Indonesia yang kemudian tertarik mendalami seni lukis dan belajar melukis hingga ke Eropa pada sekitar abad ke-19. Sejak saat itu, banyak bermunculan pelukis dengan karya seni yang memiliki nilai dan kualitas yang tinggi dalam berbagai aspek yang sepatutnya dapat dilestarikan salah satunya adalah dengan dibuatnya sebuah bangunan museum.Museum adalah sebuah bangunan yang dapat mewadahi aktivitas kelembagaan yang berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan. Bangunan museum tersebut sepatutnya dapat menjadi sebuah karya arsitektur yang tidak hanya menarik namun juga menyimpan nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang dapat ditampilkan dengan baik secara visual dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur yang benar. Dengan ditampilkannya unsur lokal kedaerahan bukan berarti penampilannya menjadi kuno, justru bagaimana kita membuatnya agar tampil lebih modern dan berkelas.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA : GREEN ARCHITECTURE Prayu Victor Hurulean; Gaguk Sukowiyono; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Umum di Kota Malang adalah perpustakaan yang berlokasi di pusat Kota Malang yang memberikan pelayanan kepada para warga untuk membaca buku, mencari informasi, dan masih banyak lain. Perpustakaan umum ini mempunyai lokasi yang strategis yaitu di JL Soekarno-Hatta yang berdekatan dengan berbagai kampus dan sekolah di Kota Malang. Perpustaakn Umum ini menyediakan tempat bagi para pengguna dengan konsep dan suasana bangunan yang ramah lingkungan. Dengan adanya Perpustakan Umum ini diharapkan akan memberikan kesan yang nyaman dan alami sehingga mampu mendukung dan menarik minat baca warga Kota malang, serta tidak berdampak pada lingkungan sekitar dan mengurangi pemanasan global. Konsep dasar perancangan adalah Green Architecture, maksudnya adalah konsep desain dengan system penggunaan tekhnologi ramah lingkungan. Karena itu maka konsep desain ini juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi penggunanya, karena mereka akan mendapatkan suasana yang alami dan berbeda sekali dari perpustakaan pada umumnya dan dengan fasilitas yang mendukung kegiatan pengguna untuk membaca serta mencari informasi yang diperlukan.
MUSEUM WAYANG DI KOTA MALANG TEMA ARSITEKTUR METAFORA Seftyan Hadi Susilo; Daim Triwahyono; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan hasil kreasi seni dan budaya terdiri dari berbagai macam jenis, seperti wayang purwa, wayang kulit, wayang klitik, sampai wayang golek. Wayang sebagai bagian dari kebudayaan kita memiliki aset yang tidak ternilai dan menjadi salah satu bagian dari kebanggan Indonesia sebagai warisan karya budaya dunia. Namun semakin berkembangnya jaman, makin berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologi. Makin banyak budaya populer asing, dan tekonologi-teknologi modern dan canggih masuk ke negara ini sehingga budaya-budaya lokal, salah satunya adalah wayang menjadi terpinggirkan dan ditinggalkan oleh masyarakat umum, khususnya generasi muda. Untuk itu diperlukan wadah yang dapat meningkatkan kembali apresiasi para generasi muda, khususnya anak-anak terhadap salah satu budaya lokal, yaitu wayang. Wadah tersebut dapat direalisasikan dengan Museum Wayang di Kota Malang yang dapat mengapresiasi dan memberikan pendidikan, serta pengenalan kesenian wayang kepada generasi muda secara perlahan. Perancangan bangunan menggunakan konsep tema Arsitektur Metafora sehingga bentuk dasar bangunan mengambil dari bentuk dasar bentuk wayang. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali Museum Wayang di Kota Malang sebagai museum yang melestarikan tentang wayang di Indonesia.