Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Prospek Kontrasepsi Pria dalam Pengendalian Pertumbuhan Penduduk melalui Pendekatan Molekular Rahayu Ratri, Putri; Andriani, Mira
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 (2020): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.558 KB) | DOI: 10.37148/arteri.v1i2.53

Abstract

Nowadays, developing contraception methods were mostly addressed to women. The development of male contraception was still limited. There were condoms, vasectomies, and interrupted intercourse, which used in male contraception. The condom method and interrupted intercourse have a high failure rate and inconvenience in its use. The vasectomy method is invasive and expensive. The development of molecular-based contraceptive methods with minimal impacts on health is expected to be a good breakthrough in the context of population control and improving the quality of health. The study aims to summarize and analyze the early development of contraception until the invention of molecular contraception through immunologic, proteomic, and metabolomics science. This article review was done by studying literature in the PubMed Central (PMC), Springer, and Open Access ScienceDirect databases. The search was performed with the keywords "Contraception", "Molecular Contraception", "Male Contraception", and "Immunocontraception". Journal articles that fit the theme of the review are then reviewed by paraphrasing the core of the research. The conclusion drawn from the review is that male contraception using the molecular method is still being developed at a pre-clinical experimental stage using animal laboratory technique and in vitro technique. The key to the success of this molecular method is that the more specific the molecular target at male fertility levels, the better of contraceptive effect. The molecular- based contraception is expected to be a breakthrough in terms of population control that have more effective, safe, and comfortable, especially for male contraception
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KELURAHAN KARANGPANIMBAL KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR Andriani, Mira
Jurnal Academia Praja Vol 1 No 02 (2018): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.63 KB) | DOI: 10.36859/jap.v1i02.68

Abstract

Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa masih terdapat wajib pajak yang belum membayar pajak, sementara itu data yang didapat peneliti dari Kantor Kelurahan bahwa pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah tercapai target. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dari informan yang telah ditentukan dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja Kota Banjar belum optimal. Diantaranya dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan juga terdapat tanah guntai. Keterlibatan wajib pajak untuk aktif membayar pajakpun masih lemah, disebabkan oleh tidak adanya sanksi tegas dari Pemerintah Kelurahan bagi yang belum maupun terlambat membayar pajak.
Penggunaan bahan penguat fiber dan metal pada landasan gigi tiruan akrilik Andriani, Mira; Rikmasari, Rasmi; Hasratiningsih, Zulia
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol 1 No 1 (2012): JMKG Vol 1 No 1 Maret 2012
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.73 KB)

Abstract

Polymethyl methacrylate (PMMA /acrylic) has beenused extensivelyfor many yearsasthe maincomponent of denturebases. Clinical problemscommonly seen in the acrylic dentureis usually afractureat the midline. This occursdue toheavyocclusal forcesoracci dental damagesuch asfalling down while brushing the denture. Hence, it is necessary to strengthen the denture base especially the midline.The a forementioned issue can be solved by using reinforcement. Since those reasons above so that literature review will be presented on reinforcing materials ofacrylic denture. Denture base strengthening can be done using metal sandfibers. Each material has some advantages and disadvantages. The disadvantages of the metal reinforcement arein terms of aesthetics, can not chemically attached to the acrylic and can cause allergic reactions, furthermore, it is prone to corrosion. While the fiber reinforcement has aesthetics advantages due to its color and good adhesion to the acrylic. The addition of fiber or metalon the acrylic denture base can increase the strength of acrylic. The selection of a reinforcing material to be used should be considering the advantages and disadvantages of each material besides the availability in the dental laboratories.
Filogenetik Kutu Penghisap Darah (Haematopinus sp.) pada Beberapa Jenis Sapi berdasarkan Gen 18S rRNA Awaludin, Aan; Nugraheni, Yudhi Ratna; Andriani, Mira; Hasanah, Niswatin; Prayitno, Agus Hadi
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v3i2.1918

Abstract

The purpose of this study was to determine the phylogenetic relationship of Haematopinus sp. which became parasites in several types of cattle, namely Simmental, Limousin, PO (Peranakan Ongole), and FH (Friesian Holstein) from Jember Regency and Simmental and PO cattle from Karanganyar Regency. The method used was to isolate DNA from 6 samples of Haematopinus sp. and amplified using 18S rRNA universal primers with 18S (5'-TCATTACGAGCTCTGCAAT-3) reverse primers and 18S (5'-TTCAAAGTAAACGTGTCGGC-3) sequential PCR sequencing. Sequencing results were analyzed using MEGA 6 software for phylogenetic tree construction using the Neighbor-Joining and Maximum Parsimony Methods. The results showed that the sample Haematopinus sp. originating from Simmental, Limousin, and PO cattle from Jember, and Simmental and PO from Karanganyar were included in one cluster by Haematopinus quadripertusus. Haematopinus sp. sample from Jember FH cattle had a considerable genetic distance from Haematopinus quadripertusus which was possible because the sequence that could be analyzed was only 236 nt.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Pembuatan PMT Berbahan Dasar Kelor sebagai Upaya Percepatan Pencegahan Stunting Santi, Maya Weka; Triwidiarto, Cherry; Syahniar, Theo Mahiseta; Firgiyanto, Refa; Andriani, Mira
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 2 (2020): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i2.12056

Abstract

Berdasarkan data profil Dinas kesehatan Kota Probolinggo Tahun 2017 masih ditemukan balita mengalami gizi buruk sebanyak 27 balita. Kecamatan Kanigaran merupakan salah satu Kecamatan di Kota Probolinggo yang memiliki jumlah balita gizi buruk tertinggi sebanyak 10 balita (37%). Peran kader di Posyandu “Boegenville” belum optimal karena masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Kader juga belum berperan aktif dalam pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita. Salah satu bahan makanan lokal yang baik untuk PMT adalah daun kelor (Moringa Oleivera). Dengan demikian diperlukan peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam pembuatan PMT berbahan dasar kelor sebagai upaya percepatan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan materi meliputi pengertian stunting, penyebab balita stunting, cara mencegah stunting dan pengertian PMT. Kegiatan pelatihan pembuatan PMT berbahan dasar kelor juga dilakukan dengan menghasilkan tiga produk antara lain puding oreo coklat kelor, nugget ayam kelor dan cookies emping kelor. Hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest dengan indicator keberhasilan skor 70. Sebanyak 30% kader memiliki nilai diatas 70 pada pretest dan terjadi peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil posttest 100% kader memiliki nilai diatas 70. Perlu untuk merancang program lanjutan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu pelatihan kewirausahaan produk PMT bagi untuk mendukung ekonomi kader Posyandu.
Pengembangan Kombinasi Produk Olahan Kelor dan Susu Sapi dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Ekonomi Kader Posyandu Kemuning Lor di Era Covid-19 Santi, Maya Weka; Triwidiarto, Cherry; Syahniar, Theo Mahiseta; Firgiyanto, Refa; Andriani, Mira
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.17753

Abstract

Dalam profil Dinas kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2016 masih ditemukan balita Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 1.825 balita. Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Jember yang memiliki jumlah balita gizi buruk tertinggi sebanyak 87 balita (3,8%).  Peran kader di Posyandu “Manggis 18, 15A, dan 15” belum optimal karena masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Kader juga belum berperan aktif dalam pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita. Salah satu bahan makanan lokal yang baik untuk PMT adalah daun kelor (Moringa Oleivera). Dengan demikian diperlukan peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam pembuatan PMT berbahan dasar kombinasi kelor dan susu sapi sebagai upaya percepatan pencegahan stunting. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang tata laksana stunting. Kegiatan pelatihan pembuatan PMT berbahan dasar kombinasi kelor dan susu sapi juga dilakukan dengan menghasilkan produk YOKE (Yoghurt Kelor) dengan varian rasa original, pandan dan the hijau. Selain itu juga terdapat produk nugget ayam maronggi. Perlu untuk merancang program lanjutan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu pelatihan kewirausahaan produk PMT bagi untuk mendukung ekonomi kader Posyandu.