Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DARI BUAH MANGGA (Mangifera indica L.) Ibrahim, Arsyik; Fridayanti, Aditya; Delvia, Fila
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung akademi farmasi samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.792 KB) | DOI: 10.51352/jim.v1i2.29

Abstract

The research has been done for the isolation and identification of lactic acid bacteria (LAB) from mango (Mangifera indica L.). This research aimed to isolated of lactic acid bacteria that is in mango (Mangifera indica L.) and determine the characteristics of lactic acid bacteria isolate (LAB) of mango (Mangifera indica L.). The method used is spoiled  technique of mango (Mangifera indica L.) and isolation using selective media MRS Broth and MRS Agar. The identification isolate of lactic acid bacteria (LAB) used methods macroscopically and microscopically with indirect coloring, gram staining and used biochemical with katalase testing. The results obtained in the form of characteristic isolate of lactic acid bacteria displayed form of bacteria with circle, smooth surface, curve, entire side and white. The microscopically displayed stick form of bacteria and purple with gram coloring
IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIDIARE EKSTRAK DAUN CINCAU (Stephania capitata (Blume) Spreng) Mentari, Ika Ayu; Hairunisa, Indah; Ibrahim, Arsyik; Fridayanti, Aditya
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung akademi farmasi samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.446 KB)

Abstract

Indonesia biodiversity has the second highest number of indigenous medical plants after the amazon rain forest, meanwhile Indonesian people usually used plants as a medicine source and some medicine plants have been developed as modern drugs. One of medicine plant in Indonesia that usually used as a refreshment was grass jelly (Stephania capitata (Blume) Spreng). This plant frequently found in Sumatra, Borneo and Java island and the leaf of grass jelly has been reported as a medicine against stomach complaint (diarrhea) and fevers. This research was designed to investigate the secondary metabolites and the efficacy of leaf extract of grass jelly as anti diarrhea. The leaves extraction was done by using maceration with ethanol solvent at room temperature. Meyer reagent, dagendroff reagent, methanol, magnesium band, hydrochloric acid, iron (III) chloride, anhydrous acetic acid, sulfuric acid, chloroform were used for identification of secondary metabolites from grass jelly leaves. For potency anti diarrhea, animals were divided into six group: diarrhea group, treatment group with loperamid HCl and treatment group of leaf extract of grass jelly. The results showed that the leaf extract of grass jelly contain saponin, phenol, sterol and triterpen and the treatment with leaf extract of grass jelly significantly decreasing time duration of diarrhea.
Isolation and Characterization Endophytic Fungal Isolate from Peronema canescens Jack Leaf and Coptosapelta tomentosa Val. K. Heyne Root Ibrahim, Arsyik; Arifuddin, M.; Cahyo P, Wisnu; Widayat, Wahyu; Bone, Mahfuzun
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i5.169

Abstract

Has been done Isolation, Characterization and Secondary Metabolite Endophytic Fungal Isolate from Peronema canescens Jack Leave and Coptosapelta tomentosa Valeton K. Heyne Root. The aim of this research is to know the number of fungal isolates, chromatogram profile and secondary metabolite group of endophytic fungal isolates from P. canencens leaves and C. tomentosa root. Characterization of endophytic fungal isolates was done macroscopically and microscopically. Identification of secondary metabolites endophytic fungal isolates were performed by chemical reaction test and TLC (Thin Layer Chromatography) method with specific spray reagents. The data of this study were obtained based on the number of endophytic fungal that can be isolated, observing macroscopic and microscopic morphological profiles, chromatogram profile and secondary metabolites of each endophytic fungal isolated. The results showed that endophytic fungal that can be isolated from P. canencens leaves four isolates, and two isolates from C. tomentosa root. Morphological profile macroscopic endophytic fungal of the six isolates showed a greenish-colored colony, white gray, clear black. Microscopic profile of each fungal isolate having spores, sprangiosphora, sporangium, conidia, hyphae and stolon. The identified secondary metabolites are: alkaloids, terpenoids, and flavonoids, and polyphenols.
Formulasi dan Optimasi Basis Krim Tipe A/M dan Aktivitas Antioksidan Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Anggraini, Septi; Mita, Nur; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.881 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.4

Abstract

Krim adalah sediaan semipadat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut atau terdispersikan baik dalam emulsi tipe minyak dalam air (M/A) atau air dalam minyak (A/M). Daun cempedak (Artocarpus champeden Spreng) memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid sebesar 75 % dari senyawa yang terisolasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari basis krim dengan memvariasikan konsentrasi Trietanolamin yaitu 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% serta untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun cempedak terhadap radikal bebas. Optimasi dilakukan dengan menguji stabilitas fisik basis krim meliputi organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, dan homogenitas serta pengujian stabilitas fisik basis terhadap suhu dengan metode Freez and Thaw. Penentuan aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun cempedak menggunakan metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Hasil yang didapatkan dari optimasi basis krim yang terbaik adalah basis krim yang mengandung Trietanolamin sebesar 2% dan nilai IC50 ekstrak etil asetat daun cempedak sebagai antioksidan adalah 4,275 ppm.
Formulasi dan Optimasi Basis Emulgel Carbopol 940 dan Trietanolamin dengan Berbagai Variasi Konsentrasi Handayani, Merry; Mita, Nur; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.36 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.8

Abstract

Emulgel telah muncul sebagai sistem pengiriman obat yang baik untuk obat-obat yang bersifat hidrofobik. Emulgel juga baik digunakan dengan mengurangi kesan berminyak saat diaplikasikan pada kulit untuk tujuan penggunaan lokal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula optimum basis emulgel dengan formulasi gelling agent (Carbopol 940 0,5-2%, TEA 1-2,5%), fase minyak (parafin cair 5%), emulgator (Tween 60 5%, Span 60 5%), humektan (propilenglikol 10%), pengawet (Propil paraben 0,06%, metil paraben 0,03%). Viskositas, kemudahan sebar, homogenitas, tipe emulsi, pH, organoleptis digunakan sebagai parameter optimasi formula. Masing-masing parameter mempunyai contour plot sehingga dapat ditentukan formula yang merupakan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan formula emulgel mengandung gelling agent (Carbopol 940 1%, TEA 1,5%), fase minyak (parafin cair 5%), emulgator (Tween 60 5%, Span 60 5%), humektan (propilenglikol 10%), pengawet (Propil paraben 0,06%, metil paraben 0,03%) stabil berdasarkan hasil uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar, dan freeze thaw.
Formulasi dan Optimasi Basis Gel Carbopol 940 dengan Berbagai Variasi Konsentrasi Hidayanti, Utami Wahyu; Fadraersada, Jaka; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.347 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.10

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula basis gel yang stabil. Basis gel dibuat dalam empat formula dengan menggunakan Carbopol 940 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Optimasi basis gel meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, uji viskositas dan daya sebar selama 16 hari. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium. Hasil yang diperoleh pada pengujian organoleptik yaitu dilihat dari warna yang transparan, bentuk sediaan semi padat dan bau khas Carbopol 940, uji homogenitas menunjukkan bahwa basis gel tidak mengalami penggumpalan apapun, uji pH menunjukkan kisaran pH dari 6,72-7,82, uji viskositas menunjukkan kisaran viskositas 18,98-36,38 Pa.S dan uji daya sebar menunjukkan kisaran diameter dari 4,33 cm-6,87 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula basis gel dengan menggunakan Carbopol 940 0,5% telah sesuai dengan standar.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Delvia, Fila; Fridayanti, Aditya; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.227 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.16

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat (BAL) dari buah mangga (Mangifera indica L.). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri asam laktat yang ada di dalam buah mangga (Mangifera indica L.) dan mengetahui karakteristik isolat bakteri asam laktat (BAL) dari buah mangga (Mangifera indica L.). Metode yang digunakan yaitu teknik pembusukan buah mangga (Mangifera indica L.) dan isolasi dengan menggunakan media selektif MRS Broth dan MRS Agar. Di identifikasi isolat bakteri asam laktat (BAL) secara makroskopik dan mikroskopik dengan pewarnaan tak langsung dan pewarnaan gram serta secara biokimia dengan uji katalase. Hasil yang di peroleh berupa karakteristik isolat bakteri asam laktat yang memperlihatkan bentuk bakteri bulat dengan permukaan halus, elevasi cembung, tepi entire dan berwarna putih susu dan dari pengamatan mikroskopik memperlihatkan bentuk bakteri batang dan berwarna ungu dengan pewarnaan gram.
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak N-Heksana Batang Tembelekan (Lantana camara L.) terhadap Beberapa Mikroba Patogen Jaya, Cakra Segara; Agustina, Risna; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.035 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.17

Abstract

Mikroba patogen merupakan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans merupakan mikroba patogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti infeksi kulit dan candiasis. Akibatnya penggunaan antibiotik semakin meningkat dan menyebabkan terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Untuk itu perlu pengembangan obat bahan alam untuk menunjang peningkatan taraf kesehatan masyarakat. Tanaman tembelekan memiliki banyak metabolit yang berskhasiat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antimikroba ekstrak n-heksana batang tembelekan (Lantana camara L.). Pengujian antimikroba dilakukan dengan metode difusi padat. Hasil metabolit sekunder batang tembelekan (Lantana camara L.) berdasarkan pengujian yang telah dilakukan mengandung tanin dan steroid yang berkhasiat sebagai antimikroba. Pengujian antimikroba yang dilakukan menggunakan konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh data bahwa konsentrasi ekstrak n-heksana yang memberikan zona bunuh atau zona hambat terbesar adalah 30% untuk Staphylococcus aureus , 40% untuk Pseudomonas aeruginosa dan terhadap 40% untuk Candida albicans.
Aktivitas Ekstrak Herba Sawi Langit (Vernonia cinerea L) Sebagai Antiinflamasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Maulidina, Rere; Ayu, Welinda Dyah; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 1 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.815 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v1i1.26

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi metabolit sekunder dan attinflamasi dari herba sawi langit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada herba sawi langit dan aktivitas ekstrak herba sawi langit sebagai antiinflamasi. Hasil pengujian metabolit sekunder menunjukan bahwa herba sawi langit mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid. Sedangkan metode yang digunakan yaitu induksi karagenan pada kaki tikus putih. Tikus putih dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi Na CMC dan tiga kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan tiga variasi dosis yaitu 50 mg, 75 mg dan 100 mg yang masing-masing diberikan secara oral. Pengukuran bengkak pada kaki tikus dengan mengukur diameter kaki tikus terlebih dahulu dengan plestimometer. Dari hasil pengukuran menunjukkan dosis 100 mg memiliki aktivitas penurunan radang lebih baik dari dosis lainnya.
Formulasi Krim Antioksidan Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Anggraini, Septi; Mita, Nur; Ibrahim, Arsyik
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.72 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.32

Abstract

Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) merupakan tumbuhan asli Indonesia. Ekstrak etil asetat daun cempedak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 4,282 ppm. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan ekstrak etil asetat daun cempedak sebagai bahan utama dalam pembuatan sediaan krim antioksidan. Krim diformulasi dengan membandingkan konsentrasi ekstrak etil asetat daun Cempedak yaitu 1,6%, 0,16% dan 0,016%.. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi dan uji stabilitas dengan metode Freeze Thaw. Hasil yang diperoleh sediaan krim terbaik adalah sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak sebesar 0,016% dengan nilai IC50 sebesar 5,91 ppm sebelum penyimpanan dan 10,57 ppm setelah penyimpanan.